Friday, June 23, 2017

Side by Side - Sofi Meloni

Judul : Side by Side
Penulis : Sofi Meloni
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal & Tahun Terbit : 272hal. Mei 2017
Sinopsis : Side by Side
Review :
Rama dan Gita memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Sama - sama duduk di bangku kuliah, namun Rama tidak pernah berpikir muluk - muluk tentang masa depannya. Yang ia tahu dan yakini adalah masa kuliah adalah waktu dimana ia dapat bermain bebas sesuka hatinya. Sedangkan bagi Gita, masa kuliah adalah kesempatan baginya untuk menata masa depannya kelak. Hidup dibawah bayang - bayang kakaknya Luna, membuat Gita ingin menepis pendapat orangtuanya yang tidak yakin atas kemampuannya. 

Pertemuan Rama dan Gita pun terbilang cukup unik. Disaat Gita kesulitan meminjam buku di perpustakaan, Rama datang menawarkan bantuan. Tentu saja bantuan tersebut tidak datang secara cuma - cuma. Untuk dapat meminjam buku yang Gita inginkan, ia harus membayar mahal, karena syarat dari Rama adalah mereka harus berpacaran terlebih dahulu. 
"Tapi apa sebenarnya yang harus kamu lakukan untuk memenangkan taruhannya?" 
"Gampang. Kita hanya harus berpacaran."
 Rama lebih suka bersantai - santai di cafe dan mengisap rokok dibanding harus menghabiskan waktunya dikampus. Tapi semenjak mengenal Gita, Rama tidak menyangka bahwa ia mampu melakukan hal - hal yang tidak pernah dipikirkannya sebelumnya. Satu hal yang saya suka dari Rama adalah dia benar - benar menganggap Gita penting dalam hidupnya. Bukan hanya orangnya saja tapi penting baginya agar orang lain tahu bahwa nama pacarnya adalah Gita, bukan 'perempuan itu', 'wanita itu', dsb.

"Jika ini penting untukmu, maka hal itu juga berarti penting untukku."

Side by Side yang ditulis Sofi Meloni ini menggambarkan bahwa perbedaan itu tidak selamanya bencana bagi suatu hubungan. Perbedaan yang cukup mencolok antara Gita dan Rama membuat mereka belajar mengenal hal baru diluar zona nyaman mereka. Buku ini juga mengajarkan kita bahwa masalah yang hadir dalam hidup kita itu bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi. 
"Jika ada masalah, seharusnya kita selesaikan. Bukankah itu yang pernah kamu ajarkan kepadaku?"
Buku ini ditulis diawal Januari 2017 dan selesai pada bulan berikutnya. Saya yakin hal itu merupakan kepuasan tersendiri bagi penulis untuk bisa begitu cepat merampungkan sebuah karya.tulis. Side by Side adalah novel kedua dari empat novel yang sudah ditulis oleh Sofi Meloni. Sejauh ini, saya cukup menyukai tulisannya, terutama pada buku Stay with Me Tonight. Novel ini sendiri cukup bagus dan matang dari segi penulisan dan karakter - karakter yang diciptakannya pun begitu hidup dan nyata. Overall, you should give it a try :) 

"Aku punya tujuan hidup!"
"Apa? Coba sebutkan apa tujuan hidup kamu?"
"Kamu! Aku mau hidup denganmu."

Rating : 3/5


Saturday, June 17, 2017

Third Party - Luna Torashyngu


Judul : Third Party
Series : First Girl #3
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 256hal, 2016
Sinopsis : Third Party
Review :
Setelah kejadian penculikan Tiara di buku pertama dan penyanderaan seluruh murid di SMAN132 tempat Tiara bersekolah di buku kedua, di buku ketiga ini semuanya menjadi tiga kali lipat lebih menegangkan dan mengkhawatirkan. Jelas ada yang ingin memaksa Presiden untuk mundur dari jabatannya dan oknum - oknum tersebut tidak akan berhenti hingga aksi pemberontakan mereka didengarkan. Tiara pun segera diberangkatkan kembali ke Jakarta demi keamanannya. 

Setibanya di Jakarta, Paspampres mengambil ahli peran Jatayu dalam menjaga Tiara. Jatayu jelas tidak setuju tapi tidak berdaya karena Jatayu berada dibawah kendali Paspampres. Andra yang sejauh ini telah menyelamatkan Tiara sebanyak dua kali pun tidak mampu mempertahankan posisinya sebagai penjaga Tiara. Semua agen Jatayu dipulangkan ke posnya masing - masing tanpa terkecuali. 


Namun setelah mereka kembali ke markas tempat mereka selama ini tumbuh dewasa dan berlatih menjadi seorang agen, Jatayu masih harus diusik dengan adanya pemeriksaan mendadak yang dilakukan tanpa tujuan yang jelas. Jatayu seolah - olah menjadi sasaran empuk bagi mereka yang memiliki maksud terselubung. 

Di buku ketiga ini ceritanya semakin seru dan menegangkan. Angkat topi buat ide penulis yang luar biasa gokil dan keren. Dari awal kita sudah dibuat super penasaran dengan hebohnya paket yang telah terbuka, Banyak pembunuhan yang tak terduga terjadi, pengkhianatan muncul dari pihak yang tak disangka - sangka dan tidak ada pihak yang bisa dipercayai sepenuhnya. Oknum - oknum yang mengaku aparat yang berwenang memporak-porandakan keamanan dan kedamaian NKRI. Tidur Presiden tidak pernah nyenyak mengingat banyak sekali ancaman dari dalam maupun luar Istana Kepresidenan. Siapa yang bisa dipercaya jika mereka yang seharusnya melindungi malah berbalik menyerang?

"Kita tidak hidup di dunia yang sempurna. Orang yang dulu kita anggap malaikat penolong, suatu saat bisa saja berubah menjadi malaikat pencabut nyawa. Demikian juga sebaliknya."
PS : Awalnya saya kira buku ini adalah buku terakhir dari seri First Girl, tapi ternyata saya salah dan harus menunggu lebih lama lagi, karena akan ada seri ke-4nya yang berjudul Fourth Element.
Baca juga buku First Girl dan Second Heart ya :) 

Rating : 5/5


Second Heart - Luna Torashyngu


Judul : Second Heart
Series : First Girl #2
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 352hal, 14 Januari 2016
Sinopsis : Second Heart
Review :
Setelah penculikan yang dialami Tiara beberapa saat yang lalu, Tiara mencoba melupakan kejadian tersebut dengan kembali bersekolah dan menjalani aktivitasnya seperti biasa dibawah pengawalan Andra, agen Jatayu yang dipercaya untuk menjaga keamanannya. Andra sudah dianggap keluarga sendiri oleh Tiara dan kakek neneknya. Hubungan Tiara dan Andra pun bukan hanya sekedar pekerjaan semata tetapi Andra sudah seperti saudara dan sahabat bagi Tiara.  

Walau Tiara sekarang aman dalam perlindungan Andra dan Jatayu, akan tetapi penculik Tiara masih berkeliaran di luar sana dan merencanakan hal yang lebih besar daripada sekedar penculikan. Kesetiaan kepada negara pun diuji dan banyak diantaranya yang berkhianat. Tidak lama setelah kasus penculikan Tiara, terdengar kabar munculnya organisasi separatis yang menamakan diri mereka, NIS (Neo Indonesian State) yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah dan bermaksud menjadi pemerintah yang baru dengan UU yang mereka rancang sendiri. 

Bukan hanya pemerintah dan Presiden yang terancam akan dilengserkan secara paksa dari jabatannya, tetapi juga Indonesia pasti akan terpecah belah kesatuannya. Tindakan mereka tidak main - main. Dibuktikan dengan dilakukannya penyerangan dan penyanderaan terhadap para murid dan guru di SMAN 132, tempat Tiara bersekolah. Tentu saja bukan hanya sekedar kebetulan mereka menjadikan sekolah itu sebagai tempat penyanderaan. Tujuan mereka hanya satu. 

"Bangsa kita ini memang belum bisa menerima kebenaran yang sangat pahit. Bangsa ini masih butuh Nina Bobo, lagu pengantar tidur yang lembut dan manis, agar bisa tetap tertidur dengan lelap dan terus bermimpi indah, tanpa pernah berniat untuk bangun dan menghadapi kenyataan yang ada. Butuh waktu lama bagi bangsa ini untuk bisa bangkit dan mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain, terutama soal moral dan mentalitas manusianya."
Saya rasa pernyataan diatas sangat mirip dengan kondisi yang dihadapi negara kita saat ini. Terlalu nyaman dengan kata - kata dan tidak terbiasa dengan aksi dan tindakan. Terlalu lama berada di zona nyaman membuat perubahan menjadi hal yang tidak lazim bagi mereka. Tapi perubahanlah yang diperlukan oleh negara ini. 

Dua kata buat buku ini : seru bangetttt!!! Saya suka sekali dengan ceritanya yang begitu penuh dengan teka teki, Rasanya seperti sedang berada di TKP dan it feels so real. Mulai dari penyergapan yang tiba - tiba dilakukan, penculikan, penembakan dan perlawanan di sana sini. Two thumbs up buat penulis. Walau covernya sooo teenlit yang awalnya buat saya skeptis untuk mulai baca buku ini, but back again, don't judge a book by its cover. Trust me, it is worth every second of your time to read this book! Tapiii, baca dulu buku pertamanya yang nggak kalah seru dengan yang ini. Reviewnya bisa di baca disini ya First Girl

4/5

Saturday, June 3, 2017

Let's Fall In Love - Rina Suryakusuma


Judul : Let's Fall In Love
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 296 hal; 15 Mei 2017
Sinopsis : Let's Fall In Love
Review :
Bagaimana rasanya hidup tapi tidak bisa melakukan hal yang kita sukai? atau dengan kata lain, kita hidup dengan melakukan hal - hal yang tidak membuat kita bahagia. Tapi sebaliknya, hal itu membuat orangtua kita bahagia. Dan kita terlalu menyayangi mereka untuk bilang 'tidak'. Atau kita terlalu takut mengecewakan mereka karena kerap dibandingkan dengan saudara kita yang menurut mereka selalu 'lebih baik' daripada kita? 
"Tapi lebih baik membuatnya kecewa sekarang daripada melakukan sesuatu yang tak membuatmu bahagia. Pada akhirnya, suatu saat di masa depanmu, kamu akan membenci dirimu sendiri kalau kamu tak melakukan apa - apa untuk pindah, untuk menyelamatkan dirimu di masa kini."
Hidup tidak selalu melulu tentang kita. Tapi ketahuilah bahwa sebelum membahagiakan orang lain, kita sendiri harus bahagia terlebih dahulu. Pernah dengar kan kata - kata ini,"Cintailah dirimu sendiri sebelum kamu mencintai orang lain." Florida Adinegoro bekerja sebagai analis keuangan di sebuah hotel terkenal. Apakah itu hobinya? Tidak sama sekali. Apakah itu yang diharapkan orangtuanya? Jelas iya. Passion Flo adalah di bidang pastry, tapi kegemarannya itu seolah tak tersentuh olehnya karena ketidaksukaan mamanya terhadap pekerjaan dapur yang dianggap kotor dan tidak pantas untuk keluarga Adinegoro yang ternama. 

Belum lagi Flo harus berpacaran dengan laki - laki yang meremehkannya, yang menganggap selera berpakaiannya aneh seperti kue ulang tahun anak balita. Menurut siapapun yang melihat situasi ini, pastilah menganggap Frans, pacar Flo sangat kasar dan tidak berpihak. Tapi bagi Flo, Frans adalah seseorang yang bisa ia banggakan kepada mamanya karena pekerjaannya yang tetap sebagai seorang dokter. 
"Karena kini kamu sudah tumbuh dewasa, dan sebagai orang dewasa hidup memang menyebalkan. Realita menyakitkan, yang jelas, mimpi selalu lebih indah. Yah, welcome to the adulthood, sist!"
Pekerjaannya sebagai analis keuangan membuat Flo harus berkutat dengan angka - angka. Bukan hanya Flo, saya pun akan mual jika setiap hari saya harus berhadapan dengan angka. Belum lagi Flo punya rekan kerja yang tidak menyukainya dan boss yang tidak percaya pada kemampuannya. Sebagai atasannya, Jonathan yakin kalau Flo tidak benar - benar menguasai bidang yang digelutinya sekarang. Tidak seperti Frans yang tidak menyukai gaya berpakaian Flo, bagi Jonathan, Flo itu unik. 

Saya cukup tertarik dengan isu yang diangkat oleh penulis yaitu tentang pencarian jati diri. Bagaimana seorang Flo hidup tertekan oleh dorongan ibunya agar tampil lebih baik dan tidak menjadi penyesalan keluarga, dimana kepentingan dan keinginannya selalu dikesampingkan dan bagaimana ia berjuang untuk membuktikan semua orang memiliki hak yang sama, tanpa terkecuali.

rating : 3.5/5


Friday, May 26, 2017

Kepada Gema - Diego Christian

Judul : Kepada Gema
Penulis : Diego Christian
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 216hal, 11 Februari 2016
Sinopsis : Kepada Gema
Review :
"Waktu nggak bisa diputar balik, lo tahu itu. Kita nggak bisa sama - sama kayak dulu lagi. Gue nggak mau melihat ke belakang. Dan gue mau lo melakukan hal yang sama. Gue, lo, kita, itu masa lalu."

Atisha dulu punya segalanya. Tapi lambat laun semuanya hancur berantakan. Ayahnya meninggal, pacar yang ia cintai meninggalkannya dan  masa lalu yang kelam kerap menghantuinya, Sebenarnya jika Atisha tidak pernah bercerita kepada orang lain, tidak akan ada yang pernah tahu kehidupan pribadinya, karena aslinya Tisha adalah pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Bekerja sebagai creative assistant di sebuah stasiun TV menuntut Atisha untuk bekerja maksimal hingga ia tak punya waktu untuk hal lain diluar pekerjaannya.

Walau punya kenangan yang tidak menyenangkan tentang mantannya, Atisha tidak menutup diri dan sekarang berpacaran jarak jauh dengan Jesse yang sedang kuliah di Belanda. Hubungan mereka tergolong baik meskipun terkadang komunikasi hanya berjalan satu arah. Di tengah kesibukannnya bekerja, Atisha malah mendapatkan kejutan dari mantannya Gema yang tiba - tiba melamar bekerja di kantornya. Dia yang meninggalkan, dia pula yang ingin mendapatkan kembali. Apa sebenarnya maksud dan tujuan Gema kembali hadir dalam hidup Atisha? 

"Kalau Tuhan emang ada, Del, gue cuma minta satu hal, Kesempatan kedua."

Kepada Gema adalah buku pertama Diego Christian yang saya baca. Karena rating yang bagus dan sinopsis yang cukup menarik, saya memutuskan untuk membaca buku ini. Cerita ini tidak sesederhana yang kukira. Awalnya saya mengira cerita ini hanya berkisar tentang pacaran jarak jauh yang sulit dijalani karena kerap diterpa rasa rindu, dll. Tapi cerita ini jauh lebih luas cakupannya. Sayangnya endingnya terkesan terlalu terburu - buru dan karakter tokohnya kurang berkembang. Inti ceritanya sudah cukup bagus, tapi seharusnya masih bisa diexplore lagi. Saya penasaran tentang Jesse, kehidupan Atisha, dan ingin mempelajari lebih dalam tentang trauma yang diderita Atisha. (please don't judge me, ceritanya dulu saya ingin kuliah dibagian psikologi tapi tidak kesampaian :D)

"Kadang - kadang hal paling indah di dunia itu justru yang nggak kelihatan. Itu sebabnya kita selalu tutup mata waktu mencium seseorang dan waktu kita bermimpi."

Rating : 3/5


Thursday, May 11, 2017

Boy Toy - aliaZalea

Judul : Boy Toy
Series : Pentagon Series
Penulis : aliaZalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 384 hal, 25 April 2017
Sinopsis : Boy Toy
Review :

Lea adalah seorang dosen berumur 32 tahun. Hidup sendiri tanpa kehadiran orangtua membuat Lea menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa. Semenjak ditinggal pergi oleh pacarnya di hari pertunangan mereka, Lea menjadi trauma terhadap yang namanya 'komitmen'. Sampai saat ini ia tidak pernah tahu alasan mengapa Rainer mantan tunangannya memutuskan hubungan mereka secara sepihak. It's all good, until it goes bad. 

Sewaktu kunjungannya ke Bali untuk konferensi ilmiah, Lea tidak sengaja menginap di hotel yang sama dengan grup band ternama Indonesia yaitu Pentagon. Para personilnya terhitung masih muda, energik dan digandrungi para remaja. Berbeda dengan para remaja yang tergila - gila dengan Pentagon, bagi Lea, kehadiran mereka justru mengganggu konsentrasinya dalam mempersiapkan presentasinya. 

Kecelakaan kecil mempertemukan Lea dengan Taran, salah satu personil band Pentagon. Taran jatuh cinta pada pandangan pertama pada Lea, tapi bagi Lea, meskipun Taran berparas tampan dan berpenampilan menarik, tapi ia kelihatan sangat muda dan berondong abisss. . . . . .So it's a BIG NO buat Lea. Tapi Taran adalah laki - laki yang pantang menyerah. Beda umur bukan masalah, apalagi beda profesi. Lain halnya dengan Lea yang punya segudang 'what if', dan trauma yang masih membekas akibat gagalnya pertunangannya terdahulu.

Yang menjadi konsen saya selama baca buku ini adalah perkembangan karakter Lea. Salah satu alasan saya baca buku ini selain karena yang nulis adalah aliaZalea, yes, she is that good, adalah rasa ketertarikan pada cerita yang disuguhkan oleh penulis. Di zaman sekarang rasanya tidak heran lagi jika ada yang berpasangan dengan daun muda/brondong, meskipun terkadang pola pikir yang berbeda tentu akan menghasilkan penafsiran yang berbeda pula, seperti ada setuju dengan hubungan itu atau malah risih akan perbedaan umur tersebut.

Lea yang berprofesi sebagai dosen tentu punya suatu martabat yang harus dijaga di depan para mahasiswa - mahasiswinya, belum lagi harus menghadapi tekanan dari para fans fanatik Taran dan Pentagon yang mana kita tahu bisa sangat negatif komentarnya jika tidak suka terhadap pasangan artis yang mereka idolakan. Is that relationship worth to fight for? Met baca :)

PS : persahabatan para personil Pentagon patut diacungi jempol. Semoga cerita selanjutnya tentang Nico dan tetangganya yang 'nakal'.

Rating : 3/5

Sunday, March 5, 2017

Tentang Kamu - Tere Liye

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal & Tahun Terbit : 524hal, 30 Oktober 2016
Sinopsis : Tentang Kamu
Review :
Saya rasa saya sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada indahnya cerita Sri Ningsih. Tidak, cerita Sri Ningsih tidak terus menerus bahagia, dia jatuh bangun menghadapi hidup yang keras, berhasil dengan inovasi yang diciptakan namun gagal karena ada saja yang pihak - pihak yang iri pada keberhasilannya. 

Yuk, berkenalan dulu dengan sosok Sri Ningsih. Dia gadis yang kuat, pribadi yang sangat positif. Dia juga mempunyai jiwa pantang menyerah dan tidak takut dengan yang namanya kegagalan. Mungkin karena kebiasaannya dari kecil tidak dimanja, dan gigih dalam mengerjakan sesuatu, hal itu terbawa hingga ia dewasa dan ia bisa maju. 

"Aku sepertinya harus selalu menemukan hal baru, melangkah maju. Kompetisi bisnis ini tidak akan pernah mudah. Seperti gerobak dorong, itu akan ditiru orang lain, tapi kali ini aku akan berlari cepat di depan yang lain."
Lalu sebenarnya ada apa dengan Sri? Mengapa semua orang membicarakannya? Sri Ningsih meninggal dunia. Bukannya wajar jika seseorang yang sudah renta usianya meninggal? Well, memang itu sebuah siklus kehidupan yang dijalani setiap orang, begitu juga dengan Sri. Tapi tentu tidak semua orang, dan bahkan bisa jadi hanya Sri satu - satunya orang yang meninggalkan harta warisan berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar pounsterling kepada ahli warisnya yang belum diketahui siapa dan berada dimana. Tidak ada nama yang disebutkan, hanya sebuah surat keterangan yang menyatakan jika Sri adalah pemilik sah 1% surat saham di perusahaan besar. 

Adalah tugas dari Zaman Zulkarnaen selaku pengacara di sebuah firma hukum bernama Thompson & Co yang ditunjuk secara resmi oleh Sri Ningsih untuk menyelesaikan masalah warisan ini. Menelusuri setiap tempat yang pernah menjadi tempat singgah oleh Sri membuat Zaman mempelajari sejarah. Berkenalan dengan orang - orang yang mengenal Sri, membaca diary dan surat - surat yang dikirimkan Sri kepada temannya, berbagi cerita dengan mereka yang pernah menjadi bagian penting dari hidup Sri. 

Bagi Zaman menjadi pengacara bukan hanya semata - mata untuk mendapatkan profit, menjadi pengacara berarti berusaha menyambungkan benang kusut, dan mencari informasi demi informasi demi suatu kebenaran. 
"Selain bagiku, janji adalah janji, setiap janji sesederhana apa pun itu, memiliki kehormatan."
Saya pribadi sangat mengidolakan Sri Ningsih. Umur 25 tahun ia sudah memulai usaha bisnisnya dan cukup berhasil meraup keuntungan, Ia tidak menutup diri pada setiap kemungkinan dan terus maju meskipun kebanyakan wanita pada umumnya mungkin akan berdiam diri di rumah dan membiarkan suami mereka yang bekerja. Tapi tidak dengan Sri yang mentalnya sekeras baja. Dia sebatang kara, siapa lagi yang bisa diandalkan kalau bukan dirinya sendiri. She is such an inspiration!
"Memulainya lagi dari nol mungkin akan membuatku lebih memahami banyak hal, lebih pandai bersyukur."
Buku ini adalah salah satu bacaan terbaik di awal tahun 2017. I believe more to come, dan mudah - mudahan ada buku - buku lain yang seluarbiasa buku ini dari penulis Indonesia lainnya. Untuk rating, nggak perlu ditanya lagi, tentu big fat five stars. Dengan tebal 524 halaman, buku ini tergolong berat, cetakan tulisannya besar, dan setiap babnya mampu membiusku untuk terus mendalami kehidupan Sri Ningsih. 

Suatu kehormatan bisa mengenalmu, Sri Ningsih. Izinkan saya mengacungkan jempol setinggi - tingginya, mengangkat topi saya, dan sujud sembah kepada karyamu ini, Tere Liye. Saya belum membaca semua karyamu, tapi firasat saya berkata kalau ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Yang terus saya pikirkan selama membaca buku ini adalah semoga ada produser film yang tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Buku ini patut mendapatkan banyak penghargaan. 

Rating : 5/5

Sunday, February 26, 2017

Badminton Addict - Stephanie Zen


Judul : Badminton Addict
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 272 hal & 5 Mei 2016
Sinopsis : Badminton Addict
Review :
Jatuh cinta itu 'kata orang' berjuta rasanya. Apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa tahu siapa dia, apa latar belakangnya, bagaimana bibit bebet bobotnya. You just fell in love. Claudia jatuh cinta pada orang yang sama sekali tidak dikenalnya, di tempat yang dikunjunginya mungkin hanya dalam setahun sekali, dan dalam perjalanannya ke toilet pula. Silly things, but it happened. 

Yang baca buku pertamanya Badminton Freak tentu tahu Fraya dan Edgar. Nah Badminton Addict ini bercerita tentang Claudia, adiknya Fraya. Claudia yang sedang kuliah di Singapore pun diajak kakaknya untuk menonton pertandingan badminton yang digelar di negeri Singa Putih tersebut. Karena punya calon kakak ipar yang adalah pemain bulu tangkis, Claudia punya free access ke stadium. 

Di sanalah Claudia bertemu dengan Max, salah satu pemain ganda putra terbaik yang dimiliki oleh pelatnas saat ini. Langsung deh Claudia kesengsem dengan Max, terlebih setelah melihat Max membantu menenangkan anak kecil yang sedang menangis. Tapi secara tidak terduga, Aya kakak Claudia malah menentang rasa sukanya pada Max. Masa lalu Max menjadi salah satu alasan Aya tidak menyukai Max. Rasa tidak sukanya itu pun didukung oleh Edgar pacarnya yang menyebut Max sebagai bad boy nya pelatnas. 
"Orang yang meragukanmu di saat kamu paling membutuhkannya untuk percaya bukanlah orang yang tepat untuk berada di sisimu."
Semua yang diucapkan oleh Aya dan Edgar berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan pada Max. Memang kalau sudah jatuh cinta, mata kita seolah tertutup dan telinga kita seakan tak bisa mendengar hal - hal buruk yang diceritakan kepada kita. Experience is the best teacher. Bukan dari kata - kata tapi pengalamanlah yang mampu mengajarkan kita untuk lebih dewasa. 

Konflik di buku ini khas remaja. Saling suka tapi tidak berani mengutarakan, punya perasaan menggebu - gebu, merasa selalu tahu dan benar, dll. Saya suka dengan cara penulis menyampaikan pesan moral di buku ini. Sedikit banyak, saya punya pengalaman yang mirip dengan Claudia. Didekati karena status 'anak kepala sekolah'. Ada yang taruhan jika si A bisa ngedeketin saya dan bahkan berpacaran, then he wins the bet. Saya yang polos dan pure percaya dengan A tanpa tahu ternyata ada udang dibalik bakwan, agrees to date him. Baru deh setelah berpacaran, si A ngaku kalau saya dijadikan bahan taruhan dengan temannya. But what he feels is real, gitu kata doi. ya intinya doi menyesal, mengaku, dan berharap diberi kesampatan kedua. 
"There are always three sides in every story. Mine, yours, and the truth."
Membaca buku ini jadi mengingatkanku pada kegemaranku terhadap bulu tangkis. Seperti halnya Fraya, saya dulu suka menonton bulu tangkis di tv, dan berharap bisa bermain di pelatnas juga. haha. . sewaktu duduk di bangku sekolah, saya pernah mengambil ekstrakulikuler bulu tangkis tapi setelah tamat, aktivitas tersebut pun tidak dilanjutkan. Banyak yang dimimpikan, tapi ketika beranjak dewasa semuanya seolah menguap entah kemana. (maaf ya jadi curhat) And now~~ thanks to this book, menonton pertandingan bulu tangkis secara live di istora Senayan menjadi wishlist saya di 2017. Semoga bisa kesampaian! :) 

Rating : 4/5

Monday, February 20, 2017

Everything, Everything - Nicola Yoon

Judul : Everything, Everything
Penulis : Nicola Yoon
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Tebal & Tahun Terbit : 336hal ; 1 November 2016
Sinopsis : Everything, Everything
Review :

"Aku masih hidup, Tapi aku tidak mau hidup."

Karena penyakit yang dideritanya, Madeline Whittier belum pernah meninggalkan rumahnya selama tujuh belas tahun. Betapa irinya ia pada anak - anak yang bisa bermain dengan leluasa tanpa harus mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka. Sejak kecil Madeline divonis mengidap penyakit langka yaitu SCID atau yang dikenal dengan Severe Combined Immunodeficiency. Penyebabnya? Tak ada yang tahu pasti, yang jelas hal - hal kecil dapat membuatnya sakit, begitu tutur ibunya yang berperan sebagai dokter pribadinya.

Hampir seumur hidupnya, Madeline hanya mengenal Ibu dan perawatnya Carla. Kenangan masa kecilnya tidak banyak, ia bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas kenangan yang ia miliki dengan ayah dan kakak laki - lakinya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Maddy, begitu panggilannya, juga belajar ilmu pengetahuan dengan gurunya via video call. Tapi ibunya-lah sumber informasi baginya. Segala sesuatu telah diatur untuknya, jadwal hariannya, makanannya, dan bahkan pakaiannya. Maddy hampir tidak pernah membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Segala sesuatunya berubah ketika ia kedatangan tetangga baru. Laki - laki yang membuatnya gelisah sekaligus penasaran hingga kerap bolak balik mengintip di balik tirai jendela. Bak remaja pada umumnya, Maddy begitu ingin berkenalan dengan laki - laki bernama Olly itu. Tapi Ibunya takkan pernah memberinya izin bertemu dengan orang lain tanpa terkecuali.
"Di dalam kepalaku aku tahu aku pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi rasanya tidak seperti ini. Jatuh cinta padamu jauh lebih dari yang pertama kali. Rasanya seolah ini yang pertama dan terakhir dan sekaligus satu - satunya."
Tapi selama kita punya keinginan kuat, bukankah semuanya bisa kita lakukan? Maddy mencoba berbagai cara untuk bisa berkenalan dengan Olly, dan begitu juga sebaliknya. Tapi bukankah itu percuma jika setelah berkenalan ia akan jatuh cinta kepada Olly dan karena penyakitnya ia dan Olly hanya akan terluka karena tidak bisa bersama? 
"Hanya karena kau tidak bisa mengalami semuanya, bukan berarti kau tidak bisa mengalami apa pun. Lagi pula, cinta yang ditakdirkan untuk tidak bersatu adalah bagian dari hidup."
Buku ini seperti teka teki yang sulit ditebak. Pembaca seakan disihir untuk percaya setiap kalimatnya. Tapi ternyata banyak kejutan - kejutan yang mencengangkan. Saya suka dengan pribadi Maddy yang tidak mudah menyerah pada nasib. You go, girl!  Saya juga bersyukur bahwa di masa - masa sulitnya, Madeline tidak sendirian. Dia punya ibu yang begitu menyayanginya dan Carla, perawat yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

Beberapa pesan Carla kepada Maddy yang saya suka :
1. "Luangkan sedikit waktu bersama ibumu. Pacar datang dan pergi, tapi ibu adalah milikmu untuk selamanya."
2. Bersikaplah baik kepada mamamu. Kau satu - satunya yang dia miliki."

Rating : 4/5

Sunday, January 29, 2017

Can't Let Go - Esi Lahur

Judul : Can't Let Go
Penulis : Esi Lahur
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 312 hal, Maret 2015
Sinopsis : Can't Let Go
Review :
Denisa adalah seorang wartawan di sebuah perusahaan tabloid. Karena pekerjaannya, Denisa harus terjun langsung ke lapangan untuk meliput berita. Berita yang diliput pun beraneka ragam, mulai dari berita kecelakaan, bencana alam, dan lainnya. Denisa sendiri memiliki seorang pacar bernama Nigo yang adalah seorang aktivis hak buruh yang tidak punya pekerjaan tetap. Tujuannya baik, untuk membantu menyuarakan hak - hak masyarakat kecil. Akan tetapi tak jarang karena aktivitas yang tidak kenal waktu dan tempat itu menjadi hal yang membuat mereka bertengkar. 

Tak jarang pula Nigo meminjam uang kepada Denisa entah itu untuk keperluan pribadi maupun untuk  aktivitas sosialnya. Denisa sadar betul bahwa penghasilannya jauh diatas Nigo. Mereka pun bukan pasangan baru, sudah lima tahun lamanya mereka berpacaran, tapi belum ada tanda - tanda Nigo ingin melamarnya. Boro - boro melamar, untuk makan saja terkadang susah. 

"Nigo, aku mengumpulkan uang untuk beli rumah, mobil, dan kebutuhanku, atau untuk biaya menikah, bukan untuk membiayai buruh. Aku kekasihmu, bukan lembaga sosial." hahahaha GOOD JOB GIRL!

Dalam hubungannya dengan Nigo, banyak perbedaan yang membuat mereka sering kali berdebat. Beda pendapat itu wajar, justru terkadang malah asyik karena adanya perbedaan. Tentu akan sangat membosankan jika semua yang kamu ucapkan selalu mendapatkan jawaban yang sama yaitu, "ya, saya setuju.". Terkadang kita perlu berbeda pendapat agar kita bisa melihat suatu perbandingan. Belum tentu semua yang kita yakini itu benar dan belum tentu semua yang diucapkan lawan bicara kita itu salah.

Sebagai seorang wartawan, Denisa selalu berusaha bersikap profesional dengan memisahkan masalah pribadi dengan masalah kantor. Walau tidak suka menonton pertandingan sepak bola, Denisa tetap diminta meliput Massimo Rozzoni, atlit sepakbola blasteran Indonesia - Itali yang berparas tampan. Awalnya ia ogah - ogahan, tapi setelah bertatap muka dengan Massimo, rasanya meliput berita sepak bola bukanlah hal yang buruk. Hubungan yang tadinya hanya sebatas wartawan dengan atlit sepak bola pun perlahan menunjukkan kemajuan. Tapi apakah itu akan berhasil? Jarak antara mereka terlalu besar, Denisa yang hanya seorang wartawan tidak ingin hatinya hancur karena merasa hubungan mereka tak akan berhasil. Belum lagi hubungannya dengan Nigo belum selesai.

Banyak topik menarik yang diangkat dalam cerita ini, seperti kekerasan, penyuapan, hubungan rumit antara Denisa dengan Nigo yang lebih mementingkan pekerjaannya sebagai aktivis buruh, juga hubungan Denisa dengan Massimo yang tidak jelas kedepannya. It's definitely worth to read. 

Buku ini pun adalah buku pertama Esi Luhur yang kubaca. Secara keseluruhan, ceritanya menarik. Wartawan salah satu tabloid terkenal yang disukai oleh pesebakbola ternama dan ganteng pula. Such a dream comes true ya. Konflik yang dipaparkan pun tidak rumit, sayangnya imho di bab - bab awal terkesan lambat, dan eksekusi di akhir cerita malah terlalu singkat dan terkesan terburu - buru. 

Rating : 3/5


Wednesday, January 25, 2017

Never Never : Part Three - Colleen Hoover, Tarryn Fisher (Never Never #3)

Title : Never Never : Part Three
Series : Never Never
Authors : Colleen Hoover, Tarryn Fisher
Publisher (format) : Kindle edition
Publication Date : January 19th 2016
Synopsis : Never Never : Part Three
Review :
This review is going to be the shortest review ever, because I really don't want spoil anything to you who haven't read it. What I am going to say is You.Need.to.Read.This.Book, no matter how asdfghjhkl it ends. When I finished this book, my reaction was like so, that's it? Is that all? I like it, but I can't say that I'm satisfied with the ending, though. I was hoping for something more like jaw-dropping fact, specific and reasonable to this mystery but it failed me. It's like a mind blowing story, but not in a good way. I was totally blown away by Silas and Charlie's story who got their memories lost for no reason, and their ways to get their memories back. But geezzz, that's the lamest reason ever! 

However, I still adore the writing, it was really good and made me stayed up all night to read it. It's not my first time reading Colleen's book so I know she won't disappoint me, and Tarryn's writing isn't bad at all. Thumbs up for these two superb authors. Funny thing is when Colleen herself rated her book with one star only lol. She is so cute!



Well, I will just share my favorite quotes of Silas that would make every girl swoon, it might sound cheesy, cliche, corny, you name it, but I love it! Silas is the most charming, gentle and considerate man ever :)
"What is the one thing you're the most scared of forgetting?"
"You." 
"I would rather have lost my memory again with her than to have her be alone in this. At least when we were in it together, we knew it was something we could work together." 
"I know I have said it before, but I love that we still write letters to each other. Texts got deleted and conversations fade, but I swear I'll have every single letter you've ever written me until the day I die."

They say that even when the world seems unfair to you or nothing feels right, but always be grateful in any situation because there is always something to be thankful for. "It just seems like maybe we were ungrateful. A little bit spoiled. I'm not sure our parents taught us how to be decent humans. So in a way. . . I'm grateful this happened to us."

Upss... Did I just say earlier that this review is going to be the shortest review ever? =.=' sorry folks!
Time to say goodbye! Make sure to put Never Never in your upcoming books to read okay? 


Never stop,
Never forget.

Rating : 3/5


Sunday, January 22, 2017

Never Never : Part Two - Colleen Hoover, Tarryn Fisher (Never, Never #2)

Title : Never Never : Part Two
Series : Never Never
Authors : Colleen Hoover, Tarryn Fisher
Publisher : kindle edition (hoover ink)
Publication Date : May 17th 2015
Synopsis : Never Never : Part Two
Review :

Charlie and Silas,
If you don't know why you're reading this, then you've forgotten everything.
You recognize no one, not even yourself.

Just imagine when you only have 48 hours to remember everything about yourself and the next second of it you remember nothing like who you are, where you are, and why you can't remember anything. It just happened over and over again without no explanation of why it happened. No one was there to help you except the letters that you wrote by yourself. Horrible, isn't it?

That's what happened to Silas and Charlie. This is the second part of the Never Never series, and this time Charlie is nowhere to be found. She was missing since the night she and Silas had an argument. Here we got a new fact that their families have a history together but then Charlie's father went to jail and he insisted that Silas's father was behind all of this. Everything was torn apart including the relationship that Silas and Charlie had.

I still have no clue about what's behind all of this and it's frustrating me. But I loveee everything about this story, the uncertainty, the mystery, and all. The authors are extremely good on this thing. I hope I'll be satisfied with the ending and get a reasonable reason of this mystery. Last but not least, Silas is still my favorite person and I really hope he and Charlie will get a good ending in the end. *fingers crossed* 

Down below is one of my favorite love letter that Silas wrote to Charlie : 

After you fell asleep, I moved the video camera closer to us.
I wrapped my arms around you and listened to you breathe until I fell asleep.
Sometimes when I have trouble sleeping, I'll play that video.
I know that's weird, but that's what you love about me.
You love how much I love you.
Because yes, I love you way too much.
More than anyone deserves to be loved.
But I can't help it. You make normal love hard.
You make me psycho-love you.

Rating : 4/5

PS : You can also read my review on the first book here Never Never #1

Angel in the Rain - Windry Ramadhina

Judul : Angel in the Rain
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Tebal & Tahun Terbit : 468 hal & Oktober 2016
Sinopsis : Angel in the Rain
Review :
London menjadi tempat pelarian yang dipilih oleh Ayu dan Gilang. Berasal dari kota yang sama namun keduanya tidak saling mengenal satu sama lain. Mereka pertama sekali bertemu di sebuah toko buku dekat penginapan mereka yang hanya berjarak ratusan meter. Dikenalkan oleh pemilik toko buku Mister Lowesley, mereka tidak pernah tahu kalau ini hanya awal dari pertemuan mereka.

Ayu seorang penulis novel yang punya segudang fans. Tapi apa artinya ketenaran itu ketika ia tidak bisa memiliki laki - laki yang ia cintai? Hal terburuk yang terjadi padanya adalah laki - laki ya ia cintai mencintai kakak kandungnya sendiri. Can it get any worse? Di sisi lain, Gilang mencintai perempuan yang hanya menganggapnya seorang sahabat. Perasaan - perasaan tak terbalas ini yang membuat Ayu dan Gilang putus asa dan kehilangan tujuan hidup. Minuman keras pun seolah menjadi teman sejati Gilang melewati hari dan mengucilkan diri dari yang lain menjadi pilihan yang dirasa tepat bagi Ayu sehingga ia tidak perlu terus berpura - pura bahagia dihadapan semua orang.
"Tapi apa kau sama sekali tidak percaya bahwa mungkin saja malaikat yang turun bersama hujan dan keajaiban cinta yang dia ciptakan benar - benar ada?"

Goldilocks - malaikat yang hadir ketika hujan turun. Goldilocks berperan juga sebagai narator yang menceritakan kisah Ayu dan Gilang, si pemuda lucu dan si gadis gila buku. Jujur saya tidak begitu mengerti makna dari Goldilocks dan kurang menyukai kata - kata "sayang" yang sering diumbarnya, terkesan agak lebay dan tidak tepat sasaran, imho.

Setiap kali Ayu dan Gilang bertemu, hujan pun turun membasahi mereka. Katanya kalau ketika hujan turun dan mereka melihat malaikat berpayung merah, itu berarti mereka berjodoh. Hal itu belum disadari oleh mereka karena banyaknya masalah dalam hidup mereka. Ketika Ayu sudah merelakan kekasih hatinya pada kakaknya, kakaknya malah berniat ingin berpisah. Dan pada saat Gilang sudah membuka hatinya untuk Ayu, sahabatnya Ning pulang dan hadir kembali dalam hidupnya.
"Gilang tidak pernah membayangkan dua gadis itu bertemu. Karena, dua gadis itu berasal dari dua waktu yang berbeda Masa lalu dan masa sekarang. Mereka cinta yang melukainya dan cinta yang kemudian menyembuhkanya. Dua gadis itu tidak seharusnya bertemu."
Not my favorite, tapi ini bukan bacaan yang berat. Kasihan juga melihat kisah percintaan Gilang yang nggak pernah mulus dan kelamaan menunggu. Buku ini menjadi pilihan untuk posbar review BBI Medan. Setelah membaca review teman - teman di Goodreads, seharusnya saya membaca buku London : Angel terlebih dahulu. Karena disana diceritakan awal Gilang mengejar Ning ke London. Ada yang mau meminjamkan? :D

Baca juga review dari BBI Medan lainnya :
1. Nova - Absurd Reader
2. Putri Utama - Perpetual Romanza
3.Ertalin - Fiction and Me
4. 

Rating : 3/5


Saturday, January 21, 2017

Never Never - Colleen Hoover, Tarryn Fisher (Never, Never #1)

Title : Never Never #1
Series : Never Never
Authors : Colleen Hoover, Tarryn Fisher
Publisher : kindle edition (hoover ink)
Publication Date : January 7th 2015
Synopsis : Never Never #1
Review :
"I may not remember anything about her, but I would bet her smile was my favorite part of her."
Charlie and Silas are best friends since they could walk. They took the relationship to another level when they were fourteen. Much love they had for each other. But one day everything changed. All of a sudden, they have absolutely no memory of who they are, where they live, why they can't remember anything. Everything just went blank. Both of them are so scared and fascinated at the same time. How could it just happen without them knowing? 

They have no information about themselves. They only thing they know is that they were once dating and now they are not. They have no choice but to stick together in order to figure out what was happening before this mystery happened. Their friends thought they were a bit off but that seems less important than the reason of why nothing rings the bell. Nothing is familiar but Charlie for Silas, and Silas for Charlie. 
"You are letting her drive your car? Are you kidding me? You've never even let me sit behind the damn wheel!"

"You aren't the one I'm in love with."

What a cliffhanger ending! The authors really know how to tease their readers. I like Silas in present. But I still can't decide if I like him in his past too. Although he can't remember anything, but his love for Charlie just stay there and vice versa. This book is a great one. I never read anything like this before, and the idea was so fresh. I didn't surprise when I can't put it down even just a second because it was that good.

"This isn't a game I want to win, Charlie. If anything, I'd say we both lost."

Rating : 4/5


Wednesday, January 18, 2017

[Master Post] Receh untuk Buku 2017


Tahun baru challenge baru! Saya termasuk orang yang jarang ikut challenge - challenge yang diadakan teman - teman BBI. Sesungguhnya banyak sekali challenge yang menarik dan ingin saya ikuti. Tapi karena takut reading challengenya tidak terurus dengan maksimal akibat mood baca yang sering hilang, waktu baca yang kurang (sok sibuk), dll, saya memilih untuk tidak ikut sama sekali. Tapi tahun ini berbeda. Saya ingin mencoba dulu sebelum bilang tidak bisa. 

Nah mari kita mulai dengan mudah dulu yaa. Receh untuk Buku 2017 ini challenge yang diadakan oleh Maya Floria. Yang ingin ikutan challengenya yuk disimak aturannya : 

1. Siapkan satu buah celengan
2. Masukkan tiap receh yang kamu punya
3. Receh ini dikumpulkan mulai tanggal 1 Januari 2017 - 31 Desember 2017
4. Hanya receh yang boleh dimasukkan, tidak boleh uang kertas, nominalnya bebas, dari 50 rupiah sampai 1.000 rupiah.
5. Recehan yang terkumpul baru boleh dihitung setelah akhir tahun.
6. Uang yang terkumpul, dibelikan buku, entah buat kamu sendiri atau kamu hadiahkan ke orang lain. 

Saya pribadi orang yang hobi ngumpulin recehan. Dulu saya punya recehan yang saya kumpul di satu kaleng bergambar domba. Tapi karena sudah penuh, akhirnya saya buka dan setor ke bank. Setelahnya saya tidak pernah lagi menabung recehan, karena setiap mendapatkan kembalian recehan, biasanya selalu saya belikan jajanan di depan kantor. This time is different! Saya jadi punya alasan untuk menabung dan pastinya jadi jarang beli jajanan lagi. Eat less, save more! Way to live a healthy, happy life :) 

Yang mau ikutan, jangan lupa tinggalkan komen di post Receh untuk Buku 2017 - Maya Floria dan sebarkan melalui social media yang kamu punya seperti facebook, twitter, atau instagram. Let's do this!

Alien itu Memilihku - Feby Indirani


Judul : Alien itu Memilihku
Penulis : Feby Indirani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 308 hal & Juni 2014
Sinopsis : Alien itu Memilihku
Review :
Tepat saat aku merasa segalanya sudah dipersiapkan dengan baik, takdir ternyata menelikung rencanaku. Hidupku tidak lagi bisa disebut membosankan. Mengerikan, kini lebih tepatnya. 
Lagi - lagi kita diingatkan bahwa manusia boleh berencana, namun pada akhirnya Tuhan yang menentukan segalanya. Indah Melati Setiawan tak pernah menyangka dirinya akan menghabiskan waktu yang lama berada di rumah sakit. Bukan karena sakit biasa, melainkan kanker penyebabnya. Indah divonis menderita kanker tulang bernama Ewing Sarcoma. Sarcoma sendiri adalah tipe kanker langka yang terjadi pada struktur pendukung tubuh, seperti tulang, jaringan lunak, dan otot. Ewing Sarcoma adalah kanker yang paling sering timbul di bagian tengah tulang panjang kaki dan tangan tetapi juga bisa terjadi pada panggul dan tulang lainnya. Penyakit ini sendiri biasanya menyerang anak - anak, entah mengapa Indah diusia 30-an tahun malah diserang kanker langka ini. 

Kanker tulang dipicu oleh adanya benturan yang keras pada tulang. Indah pun pernah mengalami beberapa kecelakaan yang melibatkan kakinya cedera. Indah termasuk wanita yang cukup aktif dan rajin berolahraga. Tapi kanker itu tidak mengenal orang. Siapa saja dapat diserangnya. Tidak peduli apa pekerjaan kita, betapa seringnya kita berolahraga, atau betapa banyaknya uang kita. It just came out of nowhere and stay for whenever it likes. 
Kanker adalah sel - selmu sendiri yang tiba - tiba berkembang liar, ganas, dan siap memangsamu. Sel - sel itu bisa dianggap sebagai bagian tubuhmu yang membelot, mengkhianatimu dan menjelma jadi makhluk asing yang tak terkendali.
Indah adalah seorang kanker survivor yang berhasil selamat dari maut bernama Ewing Sarcoma. Perjalanannya tentu tidak mudah. Karena peralatan medis yang lebih memadai dan dokter yang lebih ahli di bidang kanker ini, Indah memutuskan untuk berobat di Singapore dalam pengawasan Dokter Suresh. Dalam perjalanan panjangnya melawan kanker itu, Ibu Indah menjadi salah satu penyemangat terbesar dalam hidupnya. Sama halnya dengan ibuku, Ibu Indah adalah seorang supermom yang walau sulit mengurusi dirinya sendiri karena kakinya yang sakit tapi ia akan selalu menjaga dan mengurusi anaknya, tidak peduli betapa pun renta usianya.

Walau menderita kanker, tapi Indah termasuk yang beruntung. Kenapa begitu? Karena ia tergolong berkecukupan, bahkan boleh dikatakan lebih dari mampu sehingga ia bisa berobat di Singapore, tempat yang kita tahu biaya pengobatannya sangat mahal. Indah bukannya tidak pernah ingin menyerah, kanker yang menyerang pahanya membuatnya merasa seakan ada alien yang hidup didalam tubuhnya. Pengobatannya pun tidak selalu berjalan mulus. Kanker ini telah banyak mengambil haknya. Kegembiraannya, kecantikannya, keceriannya, semuanya terenggut darinya. Tapi apa artinya itu semua jika ia bisa berhasil menang dari kanker itu? 

Saya pribadi cukup suka baca buku - buku seperti ini karena ini sebagai pengingat keras untuk kita bahwa banyak sekali hal yang patut disyukuri dalam hidup ini. Salah satunya adalah nafas kehidupan. Beberapa orang yang saya kenal secara tak terduga meninggal karena tidak bisa bangun dari tidurnya. Sungguh mengerikan bukan? Hal ini membuatku berpikir bahwa hidup ini hanyalah titipan dari Tuhan. Jagalah dengan baik titipanNya itu. Jangan terlalu bermalas - malasan dan tidak mengurusi diri sendiri dengan baik. Hargailah badan dan hidupmu karena kita tidak pernah tahu kapan Tuhan ingin mengambilnya kembali. 

Pastikan juga orang disekitarmu tahu betapa kamu menyayangi mereka semua. Jika kamu menyukai seseorang, ungkapkanlah isi hatimu. Kamu tentu tidak mau menyesal jika suatu saat nanti tiba - tiba dipanggil oleh Yang Kuasa dan tidak sempat menyatakan perasaanmu. Ini bukan hanya untuk pacar atau gebetan loh. Ini juga untuk orangtua kita yang menyayangi kita tanpa batas. Beritahulah betapa kita bersyukur memiliki mereka dalam hidup kita. 

Untuk Indah, ternyata kita satu kampung ya. HORAS!! terima kasih atas perjuanganmu, terima kasih karena tidak menyerah, dan terima kasih telah berbagi cerita dengan kami. Dan untuk Mbak Feby Indirani, terima kasih telah menulis cerita nyata ini dengan begitu baik. I am a big fan!

Rating : 4/5

Thursday, January 12, 2017

sHe - Windhy Puspitadewi


Judul : sHe
Penulis : Windhy Puspitadewi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit :
Sinopsis : sHe
Review :
"Lu memang mesti ngerasain sakit sebelum bisa ngerasa arti senang yang sebenarnya. Itulah hidup! Orang baru bisa naik sepeda setelah jatuh berkali-kali."

Dua orang yang memiliki pelafalan nama yang sama, hanya beda huruf H, yaitu Dinar dan Dhinar memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Dinar tipe wanita yang ceria dan kerap kali melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Sementara Dhinar tipe yang introvert, kaku, kesayangan para guru disekolah dan frenemy bagi teman - temannya. 

Setelah saling berkenalan, Dhinar ingin sekali memiliki hidup seperti Dinar yang bebas karena selama ini Dhinar hidup dalam bayang - bayang orangtuanya yang selalu memutuskan segala sesuatu secara sepihak tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengannya. Memang rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau ya, karena Dinar pun menginginkan hal yang sama. Hidup Dhinar kelihatan perfect, dia jago berbahasa jepang dan bahkan akan segera melanjutkan studi disana. Itu adalah mimpi Dinar! Ketika ia harus berusaha mati - matian, Dhinar malah dengan mudah mendapatkannya.

"Kami melakukan hal yang kami sukai dan itu sudah cukup. Kami menikmati setiap detik yang kami lakukan demi acara ini, suka maupun dukanya, dan kelak kami akan mengenangnya. Mengenang sambil tersenyum bahwa kami pernah melakukan sesuatu untuk memberi makna hidup kami yang sebenarnya."

Buku ini simple tapi banyak maknanya. Buku ini menceritakan tentang arti persahabatan, perjuangan untuk mencapai hasil yang diinginkan, perjuangan menjalankan apa yang dianggap benar bukan mudah. Awalnya saya sempat bingung membaca buku ini karena tidak fokus dengan nama Dinar dan Dhinar. Saya pikir mereka adalah orang yang sama dan ternyata bukan. Untungnya cepat tersadar dan get back on track. Kalau nggak saya bakal berpikir Dhinar ini orangnya berkepribadian ganda.

Hal yang ingin ditekankan dalam buku ini adalah masa remaja kamu adalah masa - masa yang tidak boleh kamu lewatkan begitu saja. Meskipun kamu mungkin kena strap didepan kelas, dihukum membersihkan toilet, dll, nikmati saja semuanya. Karena hal - hal tersebut takkan dapat terulang lagi. Ya, masa remaja kamu hanya berlangsung sekali seumur hidup. Belajar itu penting, tapi lebih penting lagi menciptakan kenangan. Kenangan yang akan kamu kenang ketika kamu beranjak dewasa, kenangan yang akan membuat kamu tertawa ketika mengingatnya, rindu ingin mengulangnya, dan terharu karena pernah menjadi bagian darinya. 

Rating : 3/5

Sunday, January 8, 2017

Terpikat Sang Playboy - Astrid Zeng


Judul : Terpikat Sang Playboy
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 248 hal & Desember 2014
Sinopsis : Terpikat Sang Playboy
Review :
Seperti yang para pembaca Astrid Zeng ketahui, setiap buku terbitannya memiliki tautan satu sama lain. Kalau di review sebelumnya buku yang saya baca adalah Sleepaholic Jatuh Cinta yang menceritakan tentang kisah cinta Tecla dan Philip. Maka di buku ini ceritanya ada tentang sepupu dari Tatiana dan Tecla yaitu Eirwen. 

Eirwen adalah seorang model berumur 20 tahun yang karirnya sedang naik daun. Sebagai seorang model dan public figure, Eirwen cukup mengenal gaya hidup dunia malam. Namun secara tak disangka, ia malah dikira seorang penari striptease oleh Fabian, laki - laki playboy yang sudah terkenal dengan hobinya bergonta - ganti pasangan.

Fabian menunjukkan ketertarikannya secara terang - terangan kepada Eirwen. Sayangnya ia tidak mendapatkan balasan yang sama dari Eirwen. Bagi Eirwen, playboy seperti Fabian tidak akan mungkin bisa serius dengan satu wanita. Jadi buat apa membuka hati jika tahu kelak akan patah hati. Di sisi lain, penolakan Eirwen justru menjadi sebuah tantangan bagi Fabian. Walaupun terus menerima penolakan dan tidak digubris, Fabian tidak lantas menyerah begitu saja.
"Mulai saat ini kamu adalah milikku. Oke? Pacarku Eirwen."
Walau berniat insyaf, namanya juga sudah lama berkecimpung sebagai seorang playboy, Fabian pun banyak ide dan sangat kreatif. Fabian tahu Eirwen diwajibkan oleh mamanya untuk diet ketat demi menjaga bentuk tubuh yang ideal. Tapi Eirwen sering diam - diam "mencuri" makan dan tidak mengindahkan perintah mamanya. Fabian yang tahu hal itu pun berusaha mengambil kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Eirwen. Usaha - usaha tersebut yang sedikit demi sedikit meluluhkan hati Eirwen.

Jatuh cinta dengan playboy itu memang beresiko besar. Jadi wajar saja ketika Eirwen mengambil langkah seribu ketika didekati Fabian yang ganteng dan luar biasa kaya itu. Ketika dia jatuh cinta kepadamu mungkin dia akan benar - benar menyerahkan segalanya kepadamu. Tapi siapa yang tahu kapan ia akan berubah. But well, this is just a book, cerita fiktif belaka. Jadi ya sah - sah saja. Kalau saya disuruh memilih sih saya ogah. Tapi saya suka dengan ide - ide brilian Fabian. Cuma mungkin juga karena sudah terbiasa menjadi pujaan wanita, Fabian jadi kepedean orangnya. Sok yakin pasti diterima. Saya paling suka dengan Eirwen yang nggak dengan mudahnya luluh menghadapi Fabian. You go, girl!

Buku ini manis, tapi tidak berlebihan. Romantis tapi tidak lebay. Cukup ringan dan juga tidak membosankan. Buku Astrid Zeng tetap menjadi buku bacaan yang wajib dibaca bagiku. 

Rating : 3/5

Friday, January 6, 2017

Sleepaholic Jatuh Cinta - Astrid Zeng


Judul : Sleepaholic Jatuh Cinta
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun terbit : 248hal & 28Maret 2016 (cover baru)
Sinopsis : Sleepaholic Jatuh Cinta
Review :
Tecla, gadis tomboy berambut ikal pendek mendapatkan tugas menggantikan kakaknya Tatiana untuk menjadi asisten pribadi calon suami Tatiana, Philip. Kesan pertama Tecla bertemu Philip tidaklah baik. Menurutnya laki - laki itu tidak akan cocok dengan kakaknya. Dan Philip pun tidak menyukai Tecla karena ia jauh berbeda dengan kakaknya. Tecla kasar, sembrono, tidak tahu cara berpakaian, dan bisa dengan mudahnya tertidur dimana saja tanpa terkecuali. Urat malu Tecla seakan sudah putus!, pikir Philip. 

Tecla dan Philip bagai kucing dan anjing yang selalu bertengkar disetiap kesempatan. Tecla bahkan tak segan - segan berteriak pada Philip didepan bawahannya. Philip yang ingin segera meminang Tatiana pun berusaha sekeras mungkin untuk bersabar dengan semua sikap ajaib Tecla. 

Lebih sering menghabiskan waktu dengan Tecla membuat Philip mengetahui banyak hal tentang wanita itu. Tecla yang pintar membuat kue kering, Tecla yang selalu tidur dengan bonekanya, Tecla yang ini dan itu. Sikap blak - blakan Tecla pun kerap kali membuat Philip tersenyum geli dan semakin ingin menjahilinya.
"Tecla, apa kamu selalu menyebalkan seperti ini atau hanya padaku?"
"Hanya padamu, Philip."
"Kenapa?"
"Mungkin karena kamu juga menyebalkan."
"Aku tidak menyebalkan. Kamu sebenarnya menyukaiku, kan?"

Tatiana disisi lain menerima pertunangannya dengan Philip walau ia tahu bukan Philip yang ada dihatinya. Tecla yang seolah bisa menebak isi hati kakaknya pun memutuskan untuk menghentikan acara pertunangan mereka.

Saya suka sekali dengan sifat Tecla yang apa adanya. Tecla mencintai dirinya sendiri. That's for sure. Sebodo amat pendapat orang yang penting ia bisa melakukan hal - hal yang ia sukai. Hal yang paling lucu adalah ketika Tecla dengan berani melawan pencuri yang berusaha merusak boneka kesayangannya. You don't want to mess up with Tecla! Dan juga ketika ia tidur di kantor dengan mulut terbuka menganga dan suara dengkuran kerasnya memenuhi ruangan, belum lagi air liurnya menetes dengan bebas dan mengotori kertas penting Philip. *lol* how adorable she is! Itu adalah pertemuan pertama Philip dengan Tecla dan masih banyak hal - hal ajaib yang Tecla lakukan. I just love her for sure.

Cerita Tatiana sendiri pun sudah pernah saya baca dengan judul Suami Sempurna untuk Tatiana , sayang buku ini nyaris tak tersentuh dan masih setia nongkrong di rak buku saya. Sampai ketika saya mencari bacaan ringan lewat aplikasi iMedan dan menemukan buku ini, barulah saya memutuskan untuk membacanya. Untuk bagian cover, saya jauh lebih menyukai cover terbaru ini daripada yang terdahulu. Cover terbaru ini lebih mencerminkan sifat Tecla yang dapat tidur dimana saja dan kapan saja. Kalau Philip adalah workaholic, maka Tecla adalah sleepaholic. 

Rating : 4/5


Monday, January 2, 2017

Shine on Me - Shandy Tan

Judul : Shine on Me
Penulis : Shandy Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 296hal & 26 September 2013
Sinopsis : Shine on Me
Review :
"Tidak ada beban yang terlalu berat kalau kita mau membaginya. Kalau kau tidak tahu mau membaginya pada siapa, cari aku. Percayalah padaku, bahuku kuat."

Bagi Sinar, diadopsi bukanlah hal yang buruk sama sekali. Karena setelah bertahun-tahun hidup tanpa orangtua, akhirnya Sinar akan memiliki seorang ibu yang begitu menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri. Tak ada yang bisa lebih baik dari itu kan? Bagai cahaya yang menyinari kehidupan, Sinar menjadi kebahagian bagi siapa pun yang mengenalnya. Termasuk Oma Nida, seorang nenek penjual teh didekat rumahnya. Rumah Teh tepatnya dimana Oma Nida menjalankan bisnis tehnya sendirian. 

Tahun demi tahun berlalu dan Sinar menjadi bagian tetap dalam hidup Oma Nida. Bersama - sama mereka menjalankan bisnis Rumah Teh. Uniknya para pengunjungnya kebanyakan adalah para Oma yang tinggal disekitar tempat usaha mereka berada. Salah satunya adalah Oma Rika yang menjadi pengunjung tetap Rumah Teh. Selain bekerja di Rumah Teh, Sinar juga bekerja sebagai penjaga warnet yang dikelola oleh anak Oma Rika yaitu Tante Enna. Sinar dan Tante Enna memiliki hobby yang sama yaitu menonton drama Korea. 

Bagi Sinar, hidup diantara orang - orang yang ia sayangi adalah berkat yang luar biasa. Sejak kepergian ibunya karena kecelakan beberapa tahun lalu, Oma Nida dan Rumah Teh adalah tumpuan hidupnya. Ia tak berani banyak bermimpi karena toh semua hal baik sudah diberikan kepadanya. Namun ketika ia bertemu dengan Ozcar dan Hansen, ia ragu dengan keyakinannya. Apa benar semuanya sudah ia terima? 

Kasih sayang dari oma,
Kasih sayang ibu pun pernah ia rasakan,
akan tetapi perhatian dari laki - laki barulah pertama sekali ia rasakan.
"Kau kenal orang tadi? Kok kau gampang sekali tersenyum pada orang yang tidak dikenal?"
"Kenapa tidak? Aku tidak bisa memberikan yang lain, jadi kuberi saja senyumku. Kan aku tidak rugi."
Bukan hanya satu, tapi dua orang sekaligus yang menyukainya. Hansen dan Ozcar adalah sahabat semasa SMA. Walaupun begitu, mereka seakan berlomba - lomba untuk menjadi yang terbaik bagi Sinar. Mereka berdua sama - sama bukanlah penggemar teh. Tapi karena Sinar, mereka rela bolak-balik ke Rumah Teh demi mencicipi teh buatannya. Ozcar sendiri tergila - gila dengan teh chamomile yang membuat tidurnya nyenyak. Dan Hansen adalah anak dari tante Enna. Hansen sudah beberapa langkah didepan karena mendapatkan dukungan dari Oma Nida, Oma Rika dan Tante Enna ibunya. Namun, Ozcar yang tidak pandai berbicara dan blak - blakan justru memiliki tempat tersendiri di hati Sinar. 

Ini buku Shandy Tan pertama yang saya baca. Bukan berarti Shandy Tan ini adalah penulis baru ya, karena saya sudah sering melihat buku - bukunya terletak manis di toko buku. Setelah ditelusuri, ternyata Shandy Tan ini adalah salah satu penulis yang paling produktif. Berbahagialah para fansnya karena tidak perlu menunggu terlalu lama untuk membaca karyanya.

Dan kerennya lagi, selain menulis, Shandy Tan ternyata juga seorang penerjemah. Menjadi penulis dan penerjemah diwaktu yang bersamaan itu tidaklah mudah. Apalagi dia termasuk tipe yang produktif, yang setiap tahun selalu menerbitkan buku baru.  So, thumbs up buat Shandy Tan. I'll make sure to read your books. 

NB : Karena penasaran dengan teh chamomile yang menjadi minuman favorit Ozcar, saya pun langsung mengoogle manfaat dari teh chamomile. Surprisingly, ternyata teh ini banyak manfaatnya. Kalau mampir ke restoran dan diberi pilihan mau minum teh jasmine atau chamomile, saya biasanya selalu memilih chamomile. No particular reason, tapi lebih pada kebiasaan. Nah, teh chamomile ini ternyata memang dapat membantu mengatasi rasa sulit tidur. Jadi penderita insomnia dapat mencoba minum teh ini. Selain itu juga dapat menyehatkan kulit, dan menghilangkan kantong mata. Total manfaat yang diperoleh dari teh chamomile ini ada 11. Klik disini untuk baca selengkapnya ya :)

Rating : 3/5