Sunday, November 25, 2018

Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Judul : Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books (Mizan Group)
Tebal dan Tahun Terbit : 332hal, tahun 2014
Sinopsis : Dilan
Review :
"Lia ingin pacaran dengan orang yang dia tahu hal yang Lia sukai tanpa perlu Lia beritahu, yang membuktikan ke Lia bahwa cinta itu ada tetapi bukan oleh apa yang dikatakannya melainkan oleh sikap dan perbuatannya."
Milea menceritakan kembali kenangan manisnya di tahun 1990 ketika ia bersekolah di SMA Negeri di Bandung. Ada Dilan diantara kenangan manisnya itu. Dilan yang pada awalnya membuatnya takut tapi pada akhirnya menjadi sosok yang tak bisa lepas dari ingatannya. Milea pada saat itu berpacaran dengan Beni, anak Jakarta. Kehadiran Dilan membuatnya mempertanyakan hubungannya dengan Beni. Beni selama ini baik terhadap dirinya, tapi juga tak jarang emosian dan mengatakan hal - hal kasar pada Lia (panggilan Milea).

Dilan itu lucu dan unik. Mengendari motor kemana - mana termasuk ke sekolah. Tidak suka diatur, jiwanya bebas, diajak berantem tidak takut, dicap bandel oleh guru, tapi sehari - harinya menggunakan bahasa baku dan punya segudang buku di kamar rumahnya. Uniknya Dilan itu parah.  Seringnya mengucapkan hal - hal tidak terduga, tapi dia manis, tidak obral janji, dan apa adanya apalagi ketika berusaha mendekati Milea. 


"Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu."

"Enggak tahu kalau sore."


"Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu."

"Kenapa?"
"Nanti, besoknya, orang itu akan hilang."



"Kalau aku yang marah ke kamu gimana?"

"Baguslah."
"Bagus? Biar aku gak mau ketemu kamu?"
"Tantangan, bisa enggak membuat kamu jadi gak marah."
"Tugasku ya membuat kamu senang."
"Kalau tidak bisa membuat aku senang?"
"Berarti, aku gagal jadi orang yang menyenangkanmu."


Sebelum membaca buku ini, aku sudah terlebih dahulu menonton filmnya. Kurang lebih ceritanya sama, jadi membaca bukunya hanya seperti pengulangan bagiku. Aku suka Dilan dengan semua keunikannya. Tapi yang menggangguku disini adalah Milea. Nggak mau spoiler (walaupun kurasa hampir semua penikmat buku sudah membaca buku ini), tapi Milea bagiku egois dan hanya mementingkan keinginannya sendiri. Dan ada satu lagi sosok yang lebih menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Kang Adi :D :D

Milea dan Dilan


Rating : 3/5


Tuesday, November 20, 2018

Fallega - Dana Fazaira

Judul : Fallega
Penulis : Dana Fazaira
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun Terbit : 336hal ; 29 Oktober 2018
Sinopsis : Fallega
Review :
Di tahun 2005 Fallega Dinata diasingkan oleh orangtuanya ke Sydney. Fallega dianggap sudah mencoreng nama baik keluarga besar Dinata. Bukan tanpa sebab ia diasingkan. Fallega dikhianati, ditolak dan dicemooh habis - habisan oleh orang - orang terdekatnya. Sejak video bermesraannya dengan pacarnya Aji tersebar luas, tidak ada yang mau berteman dengannya lagi. Tidak Aji, tidak juga gengnya yang terdiri dari Indah, Dhini dan Icha. 

"Lo semua sahabat gue. Kenapa saat gue butuh pelindung lo semua nggak ada?"
"Friendship is nothing. Yang gue sama Dhini butuhin itu adalah hubungan yang saling menguntungkan. Dan lo udah nggak bisa nguntungin kami lagi. Lo cuma sampah."

Di tahun 2008, Fallega kembali ke Jakarta untuk membalas dendam pada semua orang yang sudah menyakiti dan mempermalukannya. Tidak tanggung - tanggung, semua sudah direncanakannya secara matang. Fallega tidak lagi feminim seperti dulu. Kini ia tomboy, dingin, dan penuh dendam. 

Untuk mempermudah misi balas dendamnya, Fallega memperalat Rani, gadis biasa yang cantik dan polos untuk menjadi temannya. Dengan kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki keluarganya, tak ada yang tak bisa dilakukan Fallega. Terlebih ketika benci dan dendam sudah merasuki pikiran dan hatinya, tak ada lagi ruang untuk berdamai, tidak untuk orang lain, tidak juga untuk dirinya sendiri.

Sinopsis dan covernya menggambarkan segalanya. Menurutku cerita sih gila. Maksudku rencana - rencana Fallega sudah tertata dengan rapi dan tak bercela. Salahkah dia yang berniat balas dendam? I'm not in a position to judge, though. Bagi aku semua orang punya caranya masing - masing untuk menyalurkan hasrat yang ada di dalam diri mereka. Ada yang hanya akan berdoa semoga Tuhan membalas perbuatan orang yang menjahati mereka, namun ada juga yang berusaha berperan sebagai Tuhan dan membalas dendam, salah satunya adalah Fallega. 

Bagiku sendiri, dendam tidak akan menyelesaikan segalanya. It won't give you peace. Malah menurutku dendam hanya akan membuat kita jauh. Jauh dari orang - orang yang kita sayangi dan jauh dari Tuhan. Selain itu, percaya nggak sih kalau dendam itu bisa membuat kita stress lalu jatuh sakit. Untuk jasmani dan rohani kita, dendam itu nggak ada bagus - bagusnya. Do you believe in karma? Because I do. Biarkan saja karma yang membalas mereka. Kalau zaman dulu, karma itu akan datang setelah tujuh turunan (kata orang dulu), tapi karma di zaman sekarang berbeda. It comes instantly to you right after you did something bad. Jadi nggak usah capek hati dan pikiran, karena aku percaya, Tuhan tidak tidur. 
"Dendam malah akan membuat kamu sakit. Dendam itu nggak bisa buat orang yang kita dendam berubah, justru dendam yang bakal ngerusak organ kita karena yang sakit malah orang yang mendendam. Jadi apa gunanya mendendam?"
"Kalau mau marah, marah aja. Nggak usah dendam. Kalo mau nangis, nangis aja. Jangan dipendam. Itu semua malah buat kamu sakit. Setiap orang akan dibalas perbuatannya, jadi kamu nggak perlu ngerasa kamu yang harus nyadarin mereka. Tuhan punya caranya sendiri."
Baca buku ini sih nggak perlu waktu lama karena alurnya cepat dan ceritanya bagus. Karakter utamanya punya segudang ide - ide yang gila dan gokil, dan insight yang bisa kita ambil hikmahnya itu buanyakkk banget. 


Rating : 4/5


Saturday, November 17, 2018

Jingga untuk Matahari - Esti Kinasih

Judul : Jingga untuk Matahari
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun terbit : 448hal ; 18 Desember 2016
Sinopsis : Jingga untuk Matahari
Review :
Setelah sekian lama menyimpan buku ini dengan manis di rak lemari bukuku, entah angin apa yang membisikkan padaku untuk segera membacanya. Halamannya jauh lebih tebal dari kedua buku sebelumnya, tapi itu tidak menjadi masalah karena bagi yang menyukai dan mengikuti kisah Ari dari awal, halaman buku yang tebal adalah berkat! :) Dannnnnn. . . . .  meskipun tebal halamannya adalah 448hal, ternyata ini bukan trilogy saudara - saudara. Kisah rumit Ari - Ata dan Tari masih akan terus berlanjut lagi di buku ke-4 yang berjudul Jingga untuk Sandyakala. Bahagiakah aku? Jelas! Tapi disaat yang bersamaan aku juga sedih karena masih ada yang belum berdamai dengan masa lalunya. Dan entah akan ada berapa cerita menyesakkan lagi di buku selanjutnya. It ain't easy to read and feel about the twins' feelings. Mereka berdua menghabiskan masa kecil yang tidak sederhana seperti anak kecil pada umumnya. Mereka bahagia. Itu dulu. Dulu sekali ketika ibu dan ayah mereka masih bersama. Ketika mereka memutuskan berpisah, banyak hal buruk terjadi dan tak terelakkan. Ata dibawa pergi oleh ibunya dan Ari diasuh oleh ayahnya.

Ata meskipun hidup bersama dengan ibunya, tapi hidup mereka tidak mudah. Hidup nomaden dengan berpindah dari satu atap ke atap yang lain, dari hidup yang berkecukupan bahkan bisa dibilang berlebih dari segi materi, namun dalam sekejap kehilangan segalanya ketika memutuskan untuk berpisah. Ari yang tetap tinggal dengan ayahnya, tidak pernah merasakan artinya kekurangan, namun hidupnya jauh dari kasih sayang. Ayahnya lebih memilih menyibukkan diri di kantor, meninggal Ari tinggal sendiri di rumah dan membiarkannya tumbuh menjadi anak yang bandel dan suka tawuran.

Memang dalam suatu perceraian, yang paling dirugikan itu adalah anak - anak. Mereka yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh malah harus kehilangan poin penting tersebut dalam hidup mereka. Banyak orangtua sekarang yang memiliki peran ganda, menjadi ayah sekaligus ibu ataupun sebaliknya, bagi anak mereka. But is it enough? 

Well, mari kita biarkan waktu yang menjawab itu. Balik lagi ke Ari - Ata dan Tari. Sejujurnya aku sudah tidak ingat lagi isi cerita buku kedua, tapi untungnya di buku Jingga untuk Matahari ini, penulis menceritakan sedikit kisah sebelumnya jadi bagi kita yang sudah terlalu lama tidak membaca series ini masih bisa mengerti jalan ceritanya. Setelah pembahasan antar keluarga yang panjang, akhirnya Ata dan mamanya memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan Ata akan bersekolah di sekolahnya Ari. Ata dan mamanya bukannya tanpa perjuangan untuk bisa ke Jakarta. Kakeknya harus menjual salah satu sapi terbaiknya agar Ata dan mamanya memiliki sedikit kemudahan ketika berada di Jakarta nanti. 

Kabar bahwa Ata dan mamanya akan kembali ke Jakarta membuat Ari luar biasa bahagia. Akhirnya ia akan kembali berkumpul bersama dengan mama dan saudara kembarnya. Satu hal yang ada dipikiran Ari. Ia akan mempertemukan Ata dan mama dengan ayahnya kembali. Tapi rencananya jauh dari kata berhasil. Belum sempat memulai, Ari harus menerima kenyataan bahwa hal itu adalah mustahil untuk dilakukan. 

Selain Ari yang menjadi favoritku sejak awal cerita, di buku ketiga ini, aku juga sangat appreciate hubungan pertemanan Ari, Ridho dan Oji. Ari beruntung banget punya sahabat kayak mereka berdua. Mereka bertiga punya kesulitan di keluarga masing - masing. Mungkin itu pula yang menyatukan mereka. Membuat mereka saling mengerti dan membantu satu sama lain. Di saat Ari sedang berada dititik terendahnya, Ridho dan Oji tidak pernah sekalipun meninggalkannya. Meskipun berulangkali Ari meminta mereka untuk tidak mengikutinya dan membiarkannya sendiri, Ridho dan Oji bertindak seperti bayangan yang selalu ada didekat Ari. How lucky they got each other's backs.

"Ridho sama Oji. . . dari dulu mereka begitu, bukan karena gue minta. Itu inisiatif mereka sendiri. Kapan mereka harus bohong dan kapan mereka harus jujur tentang kondisi gue. Kalo harus jujur, ke siapa aja kejujuran itu. Dan kalo harus bohong, berlaku untuk siapa aja kebohongan itu. Teman - teman terbaik yang pernah gue punya."

Dan Tari masihlah Tari. Walau sekarang berstatus pacaran dengan Ari, Tari belum terbiasa dengan tatapan teman - teman sekolahnya. Teman kelas sepuluhnya memandangnya bak putri kehormatan, bagi anak kelas duabelas, Tari seolah mangsa yang harus disingkirkan, terutama bagi Vero dan gengnya. Belum lagi dengan kemunculan Ata di sekolahnya, dan Angga yang hadir kembali dalam kehidupannya dan mengaku menyukainya. Akankah Tari bisa tetap setia dengan Ari? We'll see!

Rating : 4/5



Sunday, October 28, 2018

Midnight Prince - Titi Sanaria

Judul : Midnight Prince
Penulis : Titi Sanaria
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal dan Tahun Terbit : 276 hal ; April 2018
Sinopsis : Midnight Prince
Review :

Menjalani hidup sebagai seorang Mika tidaklah mudah. Dulu ia punya segalanya. Kehidupan yang sangat layak, keluarga yang saling mengasihi, dan materi yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun dalam sekejap semuanya sirna dan hilang begitu saja. Ayahnya meninggal, keluarga mereka terlilit utang, adiknya Desha memutuskan mengakhiri hidupnya bersama dengan anaknya yang baru lahir dan ibunya menderita depresi berat. 

Mika tak pernah berpikir untuk menjalani hidup seperti ini. Ia terus menerus menyalahkan dirinya karena kematian adik satu - satunya itu. Desha hamil diluar nikah. Keluarga laki - laki yang menghamilinya menawarkan sejumlah uang dan berharap itu cukup untuk menyingkirkannya sampai anaknya lahir dan diuji DNA-nya. Tentu bagi Desha penolakan semacam itu adalah beban berat yang harus dipikulnya. Penolakan yang membuatnya mengakhiri hidup.

Keluarga laki - laki tersebut adalah keluarga terpandang yang memiliki rumah sakit swasta terkenal. Dengan bantuan sahabatnya, Kinan, Mika bekerja paruh waktu disana. Hanya semata - mata untuk mengetahui seperti apa keluarga yang telah menghancurkan hidup adiknya itu. Mika tak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu dan terlibat hubungan dengan Rajata, kakak dari laki - laki yang pernah menjadi masa lalu kelam Desha.
"Bagian tersulit dari sebuah kebohongan adalah membuat kebohongan berikutnya untuk membenarkan kebohongan yang lain. Itu semacam lingkaran setan yang tidak punya jalan keluar."
Mati - matian ia mencoba mengingkari isi hatinya sendiri demi Desha. Ia tidak mau mengkhianati adiknya dengan mencintai Rajata. Rajata yang tidak tahu menahu tentang masa lalu itu terus mendekati Mika dengan segala cara. Pendekatan yang cukup intensif itu membuat Mika kesal sekaligus juga semakin mencintai Rajata. Tapi bagi Mika hubungan mereka tidak mungkin bisa bertahan dan hanya akan menyakiti kedua belah pihak jika diteruskan. Terlebih lagi setelah Mika tahu, Kinan akan bertunangan dengan kakak dari Rajata yaitu Dewa. Sepertinya hidupnya memang sudah ditakdirkan untuk berdekatan dengan keluarga Rajata. Antara ia mau mengakui dan menerimanya atau tetap keras kepala, berpaling dan menolaknya. 
"Ketika bertemu perempuan yang tepat, semua laki - laki akan jadi murahan dan meletakkan harga diri di telapak kaki."
Ini buku kedua Titi Sanaria yang kubaca setelah Dirt on My Boots. Ada satu persamaan yang bisa disimpulkan dari dua tokoh utama di dua buku ini, yaitu seberapa pun hati mereka berusaha menolak, tapi ketika bersentuhan fisik dengan lawan jenisnya, saraf otak mereka secara otomatis berkhianat dan melakukan hal yang bertentangan dengan kehendak hatinya. 

Rating : 4/5

Sunday, May 13, 2018

Imperfect - Meira Anastasia



Judul : Imperfect
Penulis : Meira Anastasia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun Terbit : 172hal, 7 May 2018
Sinopsis : Imperfect
Review :
"Di balik semua yang terlihat menyenangkan, selalu ada perjuangannya."
Ini cerita tentang Meira, istri dari Ernest Perkasa, seorang komedian, penulis dan aktor yang cukup terkenal di Indonesia. Hidup sebagai istri seorang public figure tidaklah mudah. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, hidup Meira, yang lebih sering dipanggil Mamak, akan terus disoroti dan dijudge oleh khalayak ramai. 

"Menjadi istri public figure adalah perjuangan yang berat sekali."
- Ekspektasi orang terhadap istri artis sangatlah tinggi.
- Berambut pendek, memiliki kulit cenderung gelap.
- Model baju itu - itu saja, nggak pernah pakai kosmetik, alis nggak on point.
- Tubuh berlemak di sana - sini.

Well, semua yang diuraikan diataskan itu terkesan nggak ada bagus - bagusnya ya. Kalau kita lihat di tv berita tentang infotainment, istri para artis malah seolah - olah berlomba - lomba untuk mempercantik diri, mempermak diri sedemikian rupa hingga mungkin suaminya tidak kenal lagi dengannya. *ups* Yang penting nggak mirip LL ya xD Emang doi punya suami? #ehhh maaf jadi bergosip xxxx.

Back to mamak dan her insecurities, pesanku mak, you are doing just fine! It's okay punya kulit gelap, eksotis mak!, berambut pendek - hemat shampoo - hemat pengeluaran RT, model baju itu - itu aja - yang penting nyaman mak!! tubuh berlemak sana sini, so what? is that even a sin? NO! Ga peduli berapa size tubuhmu, kamu adalah kamu, you are beautiful just they you are, Mak. Buang jauh - jauh pikiran jelek karena itu nggak akan membuat mak merasa jauh lebih baik tapi sebaliknya. Jadi kenapa ngelakuin itu? Lakukan hal yang positif, seperti menulis buku ini. Thank you for your good and inspiring words, Mak.

Jangan pernah menganggap remeh candaan soal fisik. Karena untuk sebagian besar orang, itu sangat berpengaruh. Besaran pengaruhnya bisa berbeda - beda. Ada yang cuma menggganggu mood - habis baca komentar negatif, jadi kesal, terus kebawa jelek mood-nya seharian. Ada yang sampai depresi, bahkan menyakiti diri sendiri, karena merasa terlalu jelek untuk dicintai. 
It's true! Kebanyakan orang bercanda tidak pada tempatnya. Menganggap candaan fisik itu lucu, hal yang lumrah untuk dikatakan - bahkan ke orangnya langsung. Jika itu membuatmu tertawa terbahak - bahak, ketahuilah kesenangan itu tidak terjadi pada orang yang kamu candain. Coba tempatkan dirimu di posisinya. Masih mau 'bercanda' tidak lucu seperti itu?

Candaan fisik membuat orang depresi, tak jarang, ekstrimnya ada yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena merasa dirinya tidak berguna, tidak lebih baik dari orang lain. So, stop
your sh*tty jokes! It ain't funny.

"Berubahlah untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain. Kalau kamu berubah untuk menyenangkan orang lain, perubahan itu akan menjadi sebuah keterpaksaan dan sulit untuk dilakukan dalam jangka panjang."


Aku paling suka pembahasan mengenai mengatur reaksi kita pada hal - hal yang menyakiti kita.
1. Perang mulut. Saling berusaha melempar bom satu sama lain. Siapa yang paling tersakiti, dia yang kalah. Tapi apa untungnya? Buang waktu, buang tenaga, yang ada malah nambah musuh. BIG NO.

2. Negatif comments or even persons? BLOCK!, right away. Kita punya hak loh untuk mengblock siapa saja yang kita rasa sering memberikan aura negatif disekililing kita. Aku punya pengalaman pribadi dengan satu orang yang memang dikenal kasar mulutnya namun baik hatinya (belum bisa dikonfirmasi untuk itu). Pekerjaanku mengharuskanku untuk keep in touch dengan customerku, termasuk melayani pertanyaan - pertanyaan entah itu di saat jam kerja maupun tidak. Satu kali, aku sibuk sekali dengan kerjaanku dan belum makan siang. Dia meneleponku dan bertanya banyak hal, sudah kujawab satu persatu dan dia pun sudah mengerti. Aku pun istirahat sejenak dan pergi makan siang. Belum juga habis makan siangku, temanku mengabari dia menelepon mencariku. Setelah selesai aku pun mencarinya. Dan tebak apa yang terjadi? Dia memakiku. Mengatakan aku menghabiskan waktunya menunggu hanya dengan makan siang. Yang ingin dia tanyakan sangatlah sepele dan seharusnya pertanyaan itu dia yang paling tahu jawabannya. Saat itu perasaanku campur aduk. Antara kesal, sedih, marah. Tapi lambat laun aku menyadari bahwa aku tidak pantas diperlakukan seperti itu. Jika kamu mau bertanya, bertanyalah dengan sopan. Jika tidak bisa, maka diam lah!  Precaution-nya apa? BLOCK! ^v^ tapi nggak semua orang harus diperlakukan dengan cara yang sama ya. Pandailah memilah-milah :) :)

Seperti yang baru - baru ini dilontarkan oleh Tyra Banks, 'perfect is boring'. Jika semua yang kita inginkan dengan mudahnya kita raih tanpa proses, hal apa yang bisa kita pelajari? Padahal pengalamanlah yang mengajarkan kita banyak hal, entah itu baik atau buruk.

Aku pernah menelepon nasabahku menanyakan tentang survey pelayanan cabang tempat aku bekerja. Ketika diminta memberikan angka sebagai ukuran penilaian, dia tidak memberi angka maksimal. Saat ditanya alasannya, dia menjawab karena angka maksimal itu tandanya sempurna, dan sempurna hanya milik Tuhan semata. Ada juga yang pernah menjawab karena jika diberi angka maksimal, kami para karyawan jadi cepat puas dan tidak lagi berbenah diri. Sad but true, ya ;)

"Aku memberitahukan pada dunia kalau aku tidak sempurna. And, , , it feels great! It's just what I needed!Setelah aku berani untuk mengakuinya, ketidaksempurnaanku akhirnya menjadi sempurna.


Yang buat buku ini kece parah adalah workout tutorialnya, sampai ada gambarnya segala. Jadinya kalau mau latihan sendiri tinggal nyontek dari buku mamak aja, selesai. Thank you mak buat semua yang sudah disharingkan dibuku ini. Aku tahu mamak bilang buku ini bukan buku motivasi, but still, I'm motivated! And thanks a lot for that Mak.



Rating : 5/5