Showing posts with label my favorite. Show all posts
Showing posts with label my favorite. Show all posts

Sunday, March 5, 2017

Tentang Kamu - Tere Liye

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal & Tahun Terbit : 524hal, 30 Oktober 2016
Sinopsis : Tentang Kamu
Review :
Saya rasa saya sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada indahnya cerita Sri Ningsih. Tidak, cerita Sri Ningsih tidak terus menerus bahagia, dia jatuh bangun menghadapi hidup yang keras, berhasil dengan inovasi yang diciptakan namun gagal karena ada saja yang pihak - pihak yang iri pada keberhasilannya. 

Yuk, berkenalan dulu dengan sosok Sri Ningsih. Dia gadis yang kuat, pribadi yang sangat positif. Dia juga mempunyai jiwa pantang menyerah dan tidak takut dengan yang namanya kegagalan. Mungkin karena kebiasaannya dari kecil tidak dimanja, dan gigih dalam mengerjakan sesuatu, hal itu terbawa hingga ia dewasa dan ia bisa maju. 

"Aku sepertinya harus selalu menemukan hal baru, melangkah maju. Kompetisi bisnis ini tidak akan pernah mudah. Seperti gerobak dorong, itu akan ditiru orang lain, tapi kali ini aku akan berlari cepat di depan yang lain."
Lalu sebenarnya ada apa dengan Sri? Mengapa semua orang membicarakannya? Sri Ningsih meninggal dunia. Bukannya wajar jika seseorang yang sudah renta usianya meninggal? Well, memang itu sebuah siklus kehidupan yang dijalani setiap orang, begitu juga dengan Sri. Tapi tentu tidak semua orang, dan bahkan bisa jadi hanya Sri satu - satunya orang yang meninggalkan harta warisan berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar pounsterling kepada ahli warisnya yang belum diketahui siapa dan berada dimana. Tidak ada nama yang disebutkan, hanya sebuah surat keterangan yang menyatakan jika Sri adalah pemilik sah 1% surat saham di perusahaan besar. 

Adalah tugas dari Zaman Zulkarnaen selaku pengacara di sebuah firma hukum bernama Thompson & Co yang ditunjuk secara resmi oleh Sri Ningsih untuk menyelesaikan masalah warisan ini. Menelusuri setiap tempat yang pernah menjadi tempat singgah oleh Sri membuat Zaman mempelajari sejarah. Berkenalan dengan orang - orang yang mengenal Sri, membaca diary dan surat - surat yang dikirimkan Sri kepada temannya, berbagi cerita dengan mereka yang pernah menjadi bagian penting dari hidup Sri. 

Bagi Zaman menjadi pengacara bukan hanya semata - mata untuk mendapatkan profit, menjadi pengacara berarti berusaha menyambungkan benang kusut, dan mencari informasi demi informasi demi suatu kebenaran. 
"Selain bagiku, janji adalah janji, setiap janji sesederhana apa pun itu, memiliki kehormatan."
Saya pribadi sangat mengidolakan Sri Ningsih. Umur 25 tahun ia sudah memulai usaha bisnisnya dan cukup berhasil meraup keuntungan, Ia tidak menutup diri pada setiap kemungkinan dan terus maju meskipun kebanyakan wanita pada umumnya mungkin akan berdiam diri di rumah dan membiarkan suami mereka yang bekerja. Tapi tidak dengan Sri yang mentalnya sekeras baja. Dia sebatang kara, siapa lagi yang bisa diandalkan kalau bukan dirinya sendiri. She is such an inspiration!
"Memulainya lagi dari nol mungkin akan membuatku lebih memahami banyak hal, lebih pandai bersyukur."
Buku ini adalah salah satu bacaan terbaik di awal tahun 2017. I believe more to come, dan mudah - mudahan ada buku - buku lain yang seluarbiasa buku ini dari penulis Indonesia lainnya. Untuk rating, nggak perlu ditanya lagi, tentu big fat five stars. Dengan tebal 524 halaman, buku ini tergolong berat, cetakan tulisannya besar, dan setiap babnya mampu membiusku untuk terus mendalami kehidupan Sri Ningsih. 

Suatu kehormatan bisa mengenalmu, Sri Ningsih. Izinkan saya mengacungkan jempol setinggi - tingginya, mengangkat topi saya, dan sujud sembah kepada karyamu ini, Tere Liye. Saya belum membaca semua karyamu, tapi firasat saya berkata kalau ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Yang terus saya pikirkan selama membaca buku ini adalah semoga ada produser film yang tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Buku ini patut mendapatkan banyak penghargaan. 

Rating : 5/5

Monday, February 20, 2017

Everything, Everything - Nicola Yoon

Judul : Everything, Everything
Penulis : Nicola Yoon
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Tebal & Tahun Terbit : 336hal ; 1 November 2016
Sinopsis : Everything, Everything
Review :

"Aku masih hidup, Tapi aku tidak mau hidup."

Karena penyakit yang dideritanya, Madeline Whittier belum pernah meninggalkan rumahnya selama tujuh belas tahun. Betapa irinya ia pada anak - anak yang bisa bermain dengan leluasa tanpa harus mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka. Sejak kecil Madeline divonis mengidap penyakit langka yaitu SCID atau yang dikenal dengan Severe Combined Immunodeficiency. Penyebabnya? Tak ada yang tahu pasti, yang jelas hal - hal kecil dapat membuatnya sakit, begitu tutur ibunya yang berperan sebagai dokter pribadinya.

Hampir seumur hidupnya, Madeline hanya mengenal Ibu dan perawatnya Carla. Kenangan masa kecilnya tidak banyak, ia bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas kenangan yang ia miliki dengan ayah dan kakak laki - lakinya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Maddy, begitu panggilannya, juga belajar ilmu pengetahuan dengan gurunya via video call. Tapi ibunya-lah sumber informasi baginya. Segala sesuatu telah diatur untuknya, jadwal hariannya, makanannya, dan bahkan pakaiannya. Maddy hampir tidak pernah membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Segala sesuatunya berubah ketika ia kedatangan tetangga baru. Laki - laki yang membuatnya gelisah sekaligus penasaran hingga kerap bolak balik mengintip di balik tirai jendela. Bak remaja pada umumnya, Maddy begitu ingin berkenalan dengan laki - laki bernama Olly itu. Tapi Ibunya takkan pernah memberinya izin bertemu dengan orang lain tanpa terkecuali.
"Di dalam kepalaku aku tahu aku pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi rasanya tidak seperti ini. Jatuh cinta padamu jauh lebih dari yang pertama kali. Rasanya seolah ini yang pertama dan terakhir dan sekaligus satu - satunya."
Tapi selama kita punya keinginan kuat, bukankah semuanya bisa kita lakukan? Maddy mencoba berbagai cara untuk bisa berkenalan dengan Olly, dan begitu juga sebaliknya. Tapi bukankah itu percuma jika setelah berkenalan ia akan jatuh cinta kepada Olly dan karena penyakitnya ia dan Olly hanya akan terluka karena tidak bisa bersama? 
"Hanya karena kau tidak bisa mengalami semuanya, bukan berarti kau tidak bisa mengalami apa pun. Lagi pula, cinta yang ditakdirkan untuk tidak bersatu adalah bagian dari hidup."
Buku ini seperti teka teki yang sulit ditebak. Pembaca seakan disihir untuk percaya setiap kalimatnya. Tapi ternyata banyak kejutan - kejutan yang mencengangkan. Saya suka dengan pribadi Maddy yang tidak mudah menyerah pada nasib. You go, girl!  Saya juga bersyukur bahwa di masa - masa sulitnya, Madeline tidak sendirian. Dia punya ibu yang begitu menyayanginya dan Carla, perawat yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

Beberapa pesan Carla kepada Maddy yang saya suka :
1. "Luangkan sedikit waktu bersama ibumu. Pacar datang dan pergi, tapi ibu adalah milikmu untuk selamanya."
2. Bersikaplah baik kepada mamamu. Kau satu - satunya yang dia miliki."

Rating : 4/5

Sunday, May 10, 2015

In a Blue Moon - Ilana Tan


Judul : In a Blue Moon
Penulis : Ilana Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2015
Tebal : 320hal
Sinopsis : In a Blue Moon
Review : 

"Kau mungkin tidak sempurna, tapi kau sempurna untukku." - Lucas Ford.

Dan akupun meleleh~~ Kalau aku jadi Sophie, mungkin aku akan langsung berkata," Nikahi adek bangggg~~ Adek siap jadi bini abanggg~~ but well, Sophie tentu tidak akan bersikap seperti itu :D

Cerita ini digambarkan dengan begitu baik oleh Ilana Tan. Aku tak pernah sekalipun ragu dengan penulis satu ini. Singkatnya Sophie punya masa lalu buruk karena Lucas Ford. Ketika dewasa, mereka kembali dipertemukan dan bahkan diisyaratkan untuk bertunangan. Sophie membencinya. Lucas yang sadar akan hal itu pun berusaha untuk memperbaiki kesalahannya di masa lalu dan berupaya untuk memenangkan hati Sophie. 

"Dengar, anak laki - laki yang dulu membuat hidupmu susah memang aku. Tapi orang yang tadi kau lihat di dalam sana itu juga aku. Manusia bisa berubah, Sophie." hal 79

Bukan hanya Sophie yang tersentak mendengar pernyataan itu, tapi aku juga. Ya, seiring dengan berjalannya waktu, setiap orang pasti berubah. Entah itu berubah dari positif menjadi negatif, atau berubah dari yang baik menjadi lebih baik lagi. Dari sudut pandang Sophie, Lucas digambarkan sebagai lelaki penakut yang lebih memilih untuk menyelamatkan diri sendiri dengan cara ikut membully orang - orang disekitarnya. Akan tetapi seiring dengan berlalunya waktu, Lucas berubah menjadi sosok yang independen, ramah, dan penyayang. 

Ia mungkin melakukan kesalahan di masa lalu, tapi dia hadir di masa kini untuk memperbaiki semuanya. Well, siapa yang tidak pernah melakukan kesalahan? Ketika kau salah dan kau tahu kesalahanmu dan berniat memperbaiki semuanya, kau sudah satu langkah lebih baik dari dirimu yang sebelumnya. 

Ilana Tan sukses menciptakan tokoh Lucas. Bagiku pribadi, ia tipe pria idaman setiap wanita. Gimana nggak? Dia bisa masak, punya restoran sendiri, tampan dan menarik. Semua wanita pasti mendambakan sosok seperti itu. Hanya saja terkadang muncul keinginan kecil untuk menyentil telinga Lucas untuk menyadarkannya bahwa sebagai seorang laki - laki, ia harus lebih tegas.  

Salah satu yang aku suka dari hubungan benci namun cinta ini adalah romancenya yang pas dan tidak berlebihan . Hubungan ini terasa dewasa, matang, dan keduanya saling percaya. Aku rasa itu yang paling penting dalam suatu hubungan. Lucas tampan, tapi sifatnya yang membuatku lebih dari sekedar suka kepadaya. 

Untuk tema, alur dan setting, aku tidak terlalu ingin membahasnya. Bagiku semuanya tidak lagi menjadi soal jika penulis mampu menciptakan tokoh yang baik dan cerita yang menakjubkan. Aku tipe orang yang susah move on dari buku bagus. Walaupun sudah selesai membacanya, aku akan terus membicarakannya sepanjang waktu. Buku ini salah satunya. :)

Bintang : 
5 dari 5

Sunday, November 23, 2014

Limitless : Devotions for a Ridiculously Good Life - Nick Vujicic


Title : Limitless : Devotions for a Ridiculously Good Life
Author : Nick Vujicic
Published on : April 2nd 2013
Publisher : WaterbrookPress
Synopsis : Limitless
Stars : 5 out of 5
Review :

First of all, I'd like to say welcome back to myself. It's been a long time since the last time I blogged. I've been missing this moment like crazy and here I am, typing enthusiastically and ready to share everything here #nospoilerintended :)

So I went to Popular bookstore in Penang last two weeks and wandering around. Then I walked to the best seller shelf and saw Nick Vujicic’s book titled Limitless. The book itself isn’t thick so I thought I could carry it around inside my bag. When I returned to the hotel where I stayed, I began reading that book. And to my surprise, Nick’s words have moved and driven me. How can someone be so positive when he has so much to think the otherwise? That’s what I want to learn from him.

When I was young, I often asked myself, what is my talent? My friends are good at singing, dancing, etc. but what am I good at? I’m average in everything. I often think that I’m not valuable enough because I have nothing to be proud of. But then I realize why do I look so low about myself? If I’m not cheering my own self, telling that I’m good, then who else will?

I realize that no one is perfect and so am I. I don’t have to be good at singing or math to be known. I just need to be myself. Be proud of every positive thing that I’ve done to other people and be happy each day. Carpe diem. Now I understand that the greatest happiness to me is seeing other people happy. So, if you are happy, then so am I.  

“It won’t matter how much money I’ve made or how many nice cars I’ve owned. What will matter is that I’ve reached out to someone and served a purpose greater than my own. “ pg 159

Nick’s story has taught me many things. It opens my mind and my heart to the next level of living my life to the fullest. I really love everything about him. He gives positive vibes to the readers based on his stories and his beliefs. And I really believe him when he said that what he was saying in his books is all true. It’s always easier said than done, of course. But Nick did not just say it, but he had gone through it. So there is no doubt at all. Not even a sec.

Honestly, I feel ashamed for what I can’t do but Nick can. He can swim, cook, and even surfing. Can you imagine how cool is that? He doesn’t spend a day without trying a new thing. When he tried and failed, he didn’t quit. Instead, he kept trying. That’s what I love about him, his super powerful courage.

We always get to choose. We just don’t always know about it. For every day that passed, when we woke up, we can choose what do we want to do, what do we want to wear, etc. Most importantly, we get to choose either we want to be happy for a new day that God gives to us, or be sad and worry about anything that hasn’t come yet.

I read his biography and know that his life at his young age was not easy. He ever attempted to suicide by drowning himself at the bathtub for several times because he felt that life wasn’t fair to him. He often prayed to God and wished that when he woke up in the morning, God would give him arms and legs. But that pray never come to him. He was also being picked on at school for being different than other kids his age. Who’s fault was that? There is no medical reason for Nick being born without arms and legs. So one day, Nick woke up and realized that even though he is born without limbs, it doesn’t mean he can’t be happy and enjoy his life. He began to accept himself, and by the love of his parents and family, he can overcome his fear and change his upset into gratitude. It's an amazing attitude. 

“If God can take someone like me, someone without arms and legs and use me as His hands and feet, he can use anybody.  It’s not about ability. The only thing God needs from you is a willing heart.”

I am really looking forward to any event that put him as the public speaker. I would like to see him by myself, listening to his speaking and hug him tightly for being such a great person for everyone.

Thank you Nick. You are the coolest person that I’ve known for my entire life.