Friday, December 30, 2016

Miss Clean - Sara Tee


Judul : Miss Clean
Penulis : Sara Tee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 247 hal & 25 Agustus 2014
Sinopsis : Miss Clean
Review :
Terbiasa dengan hiruk pikuknya Jakarta membuat Adelia tidak betah ketika ia harus terpaksa pindah dengan orangtuanya ke Solo dan tinggal bersama neneknya. Awalnya Adelia berpikir pindah ke Solo bukan masalah besar karena toh itu salah kota di Jawa Tengah. Tapi bayangannya sirna seketika sewaktu ia tahu ia akan tinggal di pinggir kota yaitu di daerah Mojosongo. Adelia marah dan kecewa kepada orangtuanya karena dibenaknya mereka sengaja memindahkannya untuk jauh dari teman - teman sekolahnya.

Ayahnya yang berprofesi sebagai dokter umum pun membuka praktek kecil di rumah neneknya. Sejak kecil Adelia diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan. Maka dari itu, Adelia pun sangat jijik dengan sampah dan kotoran lainnya. Bahkan untuk sekedar masuk ke dapur pun Adelia tidak tahan. 
Adelia pun mendapat julukan Miss Clean oleh teman - temannya karena sifatnya yang gila dengan kebersihan.

Oleh karenanya, Adelia sangat tidak tahan, bahkan benci ketika ia tahu teman sekelas di sekolah barunya adalah anak dari tukang pemungut sampah warga Mojosongo. Bagi Niken, profesi pemungut sampah adalah profesi yang mulia. Bayangkan jika tidak ada pemungut sampah, kemanakah sampah - sampah warga akan dibuang, siapa yang bersedia mengutipnya, dsb. Butuh hati yang tulus dan ikhlas untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Selama itu halal dan dapat membantu orang banyak, kenapa tidak dilakukan. Toh pemungut sampah pun perlu makan dan menghidupi anak, istrinya juga. 
Profesi mulia tidak harus menjadi dokter, arsitek, notaris, pengajar dan sebagainya. Profesi mulia adalah segala pekerjaan yang dilakukan dengan tulus.
Niken yang begitu menyayangi Bapaknya pun tidak terima ketika bapaknya dilecehkan oleh Adelia. Dan Adelia yang tidak menyukai kedua ayah dan anak itu pun berusaha untuk menjauh dari mereka. Namun takdir seolah berkata sebaliknya. Semakin Adelia berusaha menjauh, semakin dekat pula ia dengan Niken. Mulai dari Arini, sahabat Niken yang tiba - tiba dekat dengan Adelia, dan juga Reno pacar Niken yang diam - diam berhubungan dengan Adelia.

Insight dari cerita ini sendiri adalah hormatilah orangtuamu, jangan keras kepala dan terlalu memaksakan keinginanmu. Bukalah matamu selebar - lebarnya dan pakailah nalarmu, jika pacarmu diam - diam berpacaran dengan orang lain putuskanlah dia. Walaupun tujuan utamanya somehow untuk membahagiakanmu, putuskanlah dia. You deserve better! Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Jangan terlalu memandang rendah diri sendiri dan mimpilah yang tinggi. Dream big and make it happen!

Rating : 3/5

Monday, December 12, 2016

For a Better Tomorrow - Rini Zabirudin



Judul : For a Better Tomorrow
Penulis : Rini Zabirudin
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 256hal, 13 Mei 2015
Sinopsis : For a Better Tomorrow
Review :
Bima adalah seorang anggota marinir berprestasi. Awalnya hidupnya bahagia dan karirnya cemerlang. Tapi setelah ia mengetahui dan memiliki bukti atas kasus gelap yang melibatkan para petinggi marinir, Bima hidup dalam teror. Isteri tercintanya dibunuh dan Bima dituduh atas perbuatan yang tidak dilakukannya  itu. 

Berada dipenjara saja sudah cukup menyiksa Bima. Tapi penderitaannya tidak berhenti disitu, ia terus disiksa secara fisik dan mental oleh oknum - oknum tertentu. Penyiksaan itu didasari oleh rahasia yang masih disimpan erat olehnya. Rahasia yang dapat membuat para petinggi marirnir yang terlibat lengser dari jabatannya dan dimasukkan ke balik jeruji besi. 

Bima pun berusaha melarikan diri dan tersesat di hutan dengan kondisi kelaparan dan kelelahan. Beruntung ia menemukan rumah Elis, wanita yang dikenal sebagai seorang herbalis oleh para pasiennya. Elis hidup menyendiri di pedesaan setelah ditinggal mati oleh suaminya. Bima tidak ingin merepotkan Elis, terlebih dengan adanya kemungkinan bahwa orang yang mengincarnya akan menemukan rumah Elis. Namun disisi lain, Bima tidak memiliki tempat pelarian yang lain. Ia tidak mungkin kembali kepada keluarganya disaat kondisi masih sangat berbahaya seperti ini. Satu - satu nya jalan hanyalah menetap sementara ditempat Elis yang sama sekali tidak keberatan membantunya. 

Ini novel Rini Zabirudin pertamaku. Belum ada yang wow banget dari ceritanya. Yang saya suka dari ceritanya adalah adanya info - info tentang hutan, tanaman, dan usaha dari penulis untuk menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam. 
"Di dalam hutan perawan, kita tidak boleh berjalan berbelok karena seklai kita berbelok maka kita akan berbelok lagi sehingga tanpa sadar kita akan tersesat dan berputar - putar di daerah yang sama."

Dari segi karakternya, saya suka dengan chemistry dari Bima dan Elis. Keduanya telah ditinggal pergi oleh pasangannya untuk selamanya. Rasa cinta terhadap pasangan masing - masing pun masih sangat kuat. Akan tetapi mereka berdua bisa saling menguatkan dan mendukung satu sama lain. Sebenarnya ceritanya cukup bagus, namun sayang ceritanya seolah dipaksa untuk cepat selesai. Seharusnya masih banyak yang bisa dikupas dari cerita ini. Seperti misalnya persidangan Bima dan usaha Raphael pengacara Bima dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan di meja persidangan. 

Seperti yang kita ketahui kalau negara kita banyak koruptor berkedok wakil rakyat. Nah kalau saja walaupun hanya didalam buku, para koruptor yang telah mengambil hak - hak rakyat dapat disidang dan diadili, bukankah kita akan mendapatkan ending yang lebih baik? Habis membaca kata - kata saya ini, mungkin penulisnya bakal bilang, 'kamu saja sana yang jadi penulis kalau bisa. Banyak sekali maunya!' Peace ya Mbak Rini :D

"Aku mencintaimu, Ellis. Tapi kalau kau butuh waktu untuk memikirkannya, aku tidak akan memaksa. Aku akan menunggumu menjawabnya.""Bagaimana jika aku menolak?" "Aku akan menghantuimu seumur hidup."

 Rating : 2/5


Take Off My Red Shoes - Nay Sharaya

Judul : Take Off My Red Shoes
Penulis : Nay Sharaya
Penerbit : Grasindo
Tebal & Tahun Terbit : 240hal, 15 Juni 2015
Sinopsis : Take Off My Red Shoes
Review :

Tidak mengetahui seluk beluk silsilah keluarga mereka membuat Atha dan Alia harus hidup di panti asuhan. Dilahirkan kembar tak lantas membuat mereka berdua mendapatkan perlakuan yang sama. Alia memiliki pribadi yang ceria dan mudah bergaul sedangkan Atha lebih pendiam, jarang bergaul dan memilih bermain sendiri. Karena pribadinya yang introvert, Atha sering kali tidak dihiraukan oleh teman - temannya. Hal itu berlanjut ketika Atha dan Alia diadopsi oleh sepasang suami istri dengan seorang anak laki - laki bernama Ares. 

Atha dan Alia sangat dekat satu sama lain. Namun ketika mereka beranjak dewasa, ada saja hal - hal yang membuat hubungan mereka renggang. Misalnya ibu yang lebih menyayangi Alia dan tidak menutup - nutupi hal tersebut, dan Ares yang lebih sering menghabiskan waktunya dengan Alia dibanding dengan Atha. Hal itu semua membuat Atha sedih dan diam - diam ia menyimpan kesedihannya dihati. 

Untuk sekali saja dalam hidupnya Atha ingin bebas dari bayang - bayang Alia. Alia yang supel, Alia yang pintar, dsb. Bukan berarti Atha tidak pintar, hanya saja segala sesuatu yang ia perbuat sepertinya tidak mendapat pengakuan dari ibunya. Untungnya Atha punya tetangga yang suka usil namun diam - diam menaruh perhatian padanya. Entah mengapa, tidak seperti kebanyakan orang, Kegan lebih tertarik pada Atha dibanding Alia.

Alia suka sekali dengan sepatu merah, baginya warna merah adalah warna keberuntungannya. Seolah ingin diakui, Alia mengikuti seleksi cheerleader di sekolahnya. Dalam proses seleksi yang ketat, ada saja hal - hal aneh yang terjadi disekitar Atha. Tanpa sadar mungkin Atha sudah menyakiti orang - orang disekitarnya.

 Setelah selesai membaca buku ini, saya baru tahu bahwa novel ini terinspirasi dari dongeng yang berjudul The Red Shoes karangan Hans Christian Andersen. Saya sendiri belum pernah membaca dongeng tersebut. Mungkin akan saya baca, namun tidak dalam waktu dekat. Mengingat banyak sekali bacaan yang belum dibaca dan belum lagi mood baca yang suka hilang timbul. Secara keseluruhan, saya suka dengan ide novel ini. Kita diajak untuk menerka apa sebenarnya maksud dari penulis. Awalnya kita digiring untuk bersimpati dengan Atha yang selalu mendapat perlakuan yang berbeda, namun semakin kebelakang kita menjadi ragu, apa mungkin Atha yang tidak baik?
Tidak ada asap tanpa api, tidak ada akibat tanpa sebab. Perlakuan yang diterima Atha selama ini mungkin saja dipicu oleh perbuatannya sendiri.

Rating : 3/5


Tuesday, November 8, 2016

Curiosity : Aku atau Dia? - Angelxs_

Judul : Curiosity : Aku atau Dia?
Penulis : Angelxs_
Penerbit : Best Media
Tebal & Tahun Terbit : 320 hal & 26 May 2016
Sinopsis : Curiosity : Aku atau Dia?
Review :

Karin siswi baru disekolahnya. Awalnya Karin takut kalau ia tidak bisa bersosialisasi dengan baik di sekolah barunya itu. Akan tetapi Karin langsung menemukan Aira, teman sebangku yang baik padanya. Sewaktu upacara pembukaan MOS, Karin yang sering tidak sarapan pagi tiba - tiba pingsan. Beruntung Davin, ketua OSIS, segera membawanya ke ruang UKS.

Karena masa lalu yang buruk dengan mantannya, Davin menjadi cuek dan galak dengan hampir semua siswi di sekolahnya. Tapi Karin menarik perhatiannya. Karin tipe wanita yang sembrono, dan cuek pada dirinya sendiri. Sering tidak sarapan pagi, suka telat bangun, dan mudah lupa dengan sesuatu. Davin yang gemas terhadap dirinya lama kelamaan menjadi ingin menjaga Karin. Perasaan yang baru tumbuh itu terancam layu karena mantan yang pernah menyakiti hati Davin kembali lagi. 

Aku atau Dia? Begitu judulnya. Davin berada diantara pilihan apakah ia akan memilih Karin yang telah memberi warna pada kehidupannya atau Ashley, mantannya yang ingin berbaikan kembali dengannya. Untuk melupakan mantan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi kalau masih ada cerita yang belum terselesaikan diantara kedua belah pihak. Tapi apa kita mau mempertaruhkan masa depan kita untuk seseorang yang berasal dari masa lalu kita? 

Beli buku ini karena sinopnisnya yang menarik. Cowok yang selalu ketus hampir ke semua cewek tiba - tiba menaruh perhatian lebih ke siswi baru. Jadi teringat Jingga dan Elegi karangan Esti Kinasih. Pas baca ternyata Davin tidaklah seketus yang kukira. Saya lebih suka dengan karakter pria yang kalau memang mau dibuat ketus ya ketus saja. Mulutnya kasar tapi hatinya baik dan perhatian. Itu jauh lebih baik daripada manis dimulut tapi hati belum tentu semanis perkataannya.

Tokoh favoritku bukanlah Karin maupun Davin. Bagiku Karin terlalu naif. Dan Davin tipe laki - laki PHP. Tokoh yang kusuka adalah sahabat - sahabat Karin yang selalu ada disampingnya disaat suka maupun duka, yaitu Aira, Denny dan Bryan. Overall, buku ini ok. Teman - teman juga bisa membaca karya penulis lewat aplikasi Wattpad. Tapi sepertinya sudah tidak dalam bentuk full version.

Sakit itu kalau orang yang ternyata kita cintai tidak percaya pada kita.
Sakit itu kalau orang yang kita cintai lebih memilih orang yang tidak tulus padanya.
Tapi, begitulah hidup bukan?
Yang tulus yang selalu tersakiti.
Yang tulus yang selalu dianggurkan.


Rating : 2/5

Monday, October 10, 2016

Meet Lame - Christian Simamora


Judul : Meet Lame
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Twigora
Tebal & Tahun Terbit : 296hal, Novermber 2015
Sinopsis : Meet Lame
Review :
Novel ini bercerita tentang cinta segitiga antara Janiel , Daniel dan 'aku' yang namanya tidak pernah disebut oleh penulis. 'Aku' seorang pengusaha baju online yang lumayan sukses dengan bisnisnya. Dani mantan tetangganya yang tiba - tiba butuh tumpangan untuk berteduh selama beberapa hari dirumah 'aku. Dan Janiel adalah teman 'aku' yang dimintai tolong untuk berpura - pura menjadi pacarnya dihadapan Dani. Semua saling menyimpan rasa tapi tidak semua berani mengungkapkan. 

Yang saya suka adalah di setiap pergantian bab, ada ilustrasi gambar dua laki - laki dan satu wanita yang menawan. Awalnya saya beranggapan pastilah mereka bertiga adalah si tokoh utama wanita, Dani, dan Janiel. Namun setelah itu dideskripsikan bahwa si 'aku' itu gendut dan semua pakaiannya berukuran XL. Buyarlah semua khalayanku. Dan agak disayangkan karena cover dan ilustrasi gambar setiap babnya bagus tapi ceritanya datar dan biasa saja. Dan rasanya beruntung sekali 'aku' ini karena ada dua laki - laki ganteng yang tergila - gila dengannya. 

Saya bukan pembaca setia ChrisMor, tapi setahu saya, setiap buku terbitannya membuat para pembaca harus kipas - kipas karena saking hawtnya. Tapi hal itu tidak saya rasakan di buku ini. ChrisMor seolah berusaha untuk tampil nakal seperti biasanya tapi jatuhnya malah nanggung. Entahlah, mungkin ini semua hanya masalah selera. Saya tetap akan membaca buku - buku terbitan ChrisMor, anyway.

"Karena bagi aku pribadi, mencintaimu bukan sekedar perasaan - tapi juga komitmen. Ada tanggung jawab yang menyertainya. Sesuatu yang nggak aku sadari dua tahun lalu."

Rating : 2/5

Sunday, October 9, 2016

Losing Hope - Colleen Hoover

Judul : Losing Hope (Segenap Daya)
Penulis : Colleen Hoover
Series : Losing Hope
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 408hal, Februari 2015
Sinopsis : Losing Hope - Segenap Daya
Review :
"Masa bodoh dengan 'semua yang pertama', Sky, yang penting bagiku ketika bersamamu adalah 'yang selamanya'."
Buku pertama, Hopeless pertama kali saya baca di Januari 2014. Terus terang saja tak banyak yang saya ingat dari cerita tersebut. Ketika buku ini ada di aplikasi Ijakarta, saya mencoba mencari review dari buku ini. Dan dari situ saya tahu bahwa buku ini adalah versinya Holder. Ceritanya kurang lebih sama, hanya saja diceritakan dari sisi Holder. Walaupun begitu, saya tetap membacanya, to recall the memories, I said. 

Intinya saya tetap suka. Saya jadi tahu pikirannya Holder. Karena saya wanita, bisa membaca isi hati dan pikiran laki - laki itu ada bagusnya juga. Well, tak gampang menjadi Holder. Saudara kembarnya bunuh diri, dan ia harus hidup dalam bayang-bayang sahabatnya Hope yang tidak bisa ia selamatkan di masa lalu.

Setelah bertemu kembali dengan Hope, Hope malah tidak mengenalnya sama sekali. Ia memperkenalkan dirinya dengan nama Sky. Holder yang jatuh cinta pada pandangan pertama, rela melakukan apapun untuk bisa lebih dari sekedar mengenal namanya. Bagi Sky, Holder menakutinya. Muncul tiba - tiba di hadapannya, mengaku mengenalnya, dan mencari - cari informasi mengenai dirinya. 
"Aku yakin saat ini terlalu cepat untuk mencintai Sky, tapi, berengsek. Ia harus berhenti melakukan dan mengatakan hal - hal tidak terduga seperti ini, yang membuatku ingin mempercepat apa pun yang terjadi di antara kami. Karena aku ingin mencium Sky, bercinta dengannya, menikahinya, membuat ia mengandung anak-anakku, dan aku mau semua itu terjadi malam ini juga."

Perjalanan cinta Holder dan Sky tidak semulus yang mereka kira. Setelah bersama, ada banyak fakta - fakta yang mulai muncul ke permukaan dan hubungan mereka terancam karenanya. Tapi jika cinta yang mereka rasakan itu tulus, mereka akan melewati itu semua. 
"Hidup. Jika kau memotong dan menyambung kata 'like' suka, dan 'love', cinta, kau akan mendapat kata 'live', hidup. Kau bisa menggunakan kata itu."
PS : Rating tergantung jarak baca antara buku 1 dan 2. Karena jarak bacaku sudah lewat 2 tahun lebih, saya asyik - asyik saja membacanya dan tidak terasa pengulangannya meskipun endingnya sudah tidak menjadi kejutan karena saya sudah punya bayangannya akan seperti apa akhir ceritanya. Bagi teman - teman yang selesai baca buku 1 dan langsung mau lanjut ke buku 2, mungkin buku ini akan terasa membosankan. The choice is yours :)

Buku 1 : Hopeless - Colleen Hoover

Rating : 5/5

Wednesday, October 5, 2016

Deessert - Elsa Puspita

Judul : Deessert
Penulis : Elsa Puspita
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal & tahun terbit : 318hal & 28Maret 2016
Sinopsis : Deessert
Review :
LDR bukanlah hal yang mudah untuk dijalani oleh Naya dan Dewa yang masih muda. Mereka harus cukup puas dengan saling bertukar kabar lewat email dan telepon. Tapi rutinitas mereka ini pun makin lama makin surut oleh kesibukan masing - masing, mostly dari pihak Dewa. Tahun pun terus berganti namun tidak ada kabar dari Dewa yang memang sedang disibukkan dengan dunia pastry yang digelutinya. Di saat itu, Naya pun berhenti menunggu.
"If you make a girl laugh, she likes you, but if you make her cry, she loves you. But the real gentleman never wants to make his girl cry, doesn't he?"

Tepat sepuluh tahun berlalu, dengan pemikiran yang jauh lebih dewasa, Naya memutuskan untuk kembali ke Palembang setelah acara kuliner yang dibintanginya tidak kunjung mendapat rating yang bagus. Naya pun bertemu kembali dengan sahabat baiknya Lulu, yang merupakan kakak kandung Dewa. Tak lama ia dikabarkan bahwa Dewa juga akan terbang dari Sydney ke Palembang dan kali ini ia tidak akan pergi lagi. Melainkan Dewa berencana untuk membuat toko pastry di Palembang.

Naya memiliki rencananya sendiri dibalik keputusannya untuk berhenti dari pekerjaannya. Ia ingin membuka cafe bersama sahabatnya Lulu, dan tunangannya Arfan. Dan Dewa akan turut membantu persiapan mereka dengan menjadi pastry chef sementara mereka mencari orang yang tepat untuk posisi itu. Pertemuan yang tidak diinginkannya pun tak terelakkan. Mampukah Naya berdiri berhadapan dengan Dewa tanpa rasa kesal, kecewa dan penuh tanya tentang masa lalu mereka yang belum terselesaikan dengan baik? 

Saya sukaaaa sekali dengan buku ini. Suka dengan ceritanya, semua karakter yang diciptakan oleh penulis. Naya, Dewa, kak Damar, Ibu, dan semuanya, dan juga kue - kue yang Dewa buat. I wish I can eat it too >.<. Naya tipe wanita yang tangguh, berpendirian kuat, dan punya sense humor yang bagus. Dan Dewa disisi lain berhasil jadi man crushku. Dewa tipe laki - laki yang tidak banyak bicara, lebih ke actionnya, walau seringkali terlibat salah paham karena kebiasaannya yang terlalu irit bicara. Dewa juga masternya dalam hal membuat kue-kue dan masakan enak. Bayangkan kalau jadi istri Dewa, kita nggak akan pernah kelaparan!! Dan Dewa juga sangat gentleman dan santun pada orangtua. Tipe menantu idaman banget pokoknya. Buku ini recommended buat siapa saja tanpa terkecuali.
Swear to you, this book is that good (Y)
"Aku emang belum pernah sampai beliin kamu cincin berlian karena waktu itu kita masih sama-sama terlalu muda buat ngerencanain nikah. Tapi, cuma kamu yang bisa aku bayangin sebagai orang pertama yang aku lihat pas bangun pagi, dan orang terakhir yang aku lihat sebelum tidur tiap malam. Bayangan itu udah ada di kepalaku sejak sepuluh tahun yang lalu, waktu pertama kali kamu muncul di perpusatakaan dan bilang kalau kamu sayang aku."

Rating : 5/5

Monday, September 12, 2016

French Pink - Prisca Primasari

Judul : French Pink
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Grasindo
Tebal & Tahun Terbit : 80hal, Oktober 2014
Sinopsis : French Pink
Review :
Hitomi memiliki usaha toko pita di Distrik Jiyugaoka. Awalnya ia begitu bersemangat menjalani usahanya itu. Namun sekarang tak lagi sama. Semuanya begitu kelam sehingga ia ingin sekali mengakhiri hidupnya. Ia seolah hanya mengenal satu warna yaitu hitam meskipun pelanggannya berdatangan mencari warna-warna cerah ditokonya. 

Suatu saat lelaki bernama Hane mengunjungi tokonya dan mencari warna English Lavender. Hitomi yang tak bersemangat pun kebingungan ketika Hane seolah tahu isi hatinya. Secara tidak sadar, Hitomi pun diberi misi untuk mencari warna-warna yang diinginkan Hane. Perjalanan singkat Hitomi dalam mencari warna - warna tersebut membawa kesenangan tersendiri bagi saya. Saya jadi tahu kalau warna itu tidak hanya sekedar merah, kuning, hijau, dilangit yang biru (maaf jadi pengen nyanyi :D). Tapi ada juga warna - warna seperti English Lavender, French Pink, Black Paper, dsb. 

Buku ini hanya terdiri 7 Bab dan total 80 halaman. Bayangkan betapa singkatnya bacaan saya kali ini. Well, hal itu tidak menjadi masalah, karena buku ini jauh dari kata membosankan. French Pink adalah buku ke2 dari Prisca Primasari yang saya baca. Saya pernah baca yang judulnya Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa. Saya lupa ceritanya tentang apa, tapi thanks to Goodreads, saya tahu kalau bukunya bagus karena saya kasi rating 4.5. Nah jika ada yang punya rekomendasi buku Prisca P yang bagus, boleh komen disini ya. Overall, French Pink membawa makna bahwa hidup harus terus dijalani dan diperjuangkan meski terkadang terasa berat langkahnya. 

Rating : 3 bintang


First Girl - Luna Torashyngu (First Girl #1)



Judul : First Girl
Penulis : Luna Torashyngu
Serial : First GIrl #1
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 280hal, 11 Juni 2015
Sinopsis : First Girl
Review :
Aster bukanlah remaja biasa. Sejak kecil ia dilatih untuk kelak dapat melindungi anggota keluarga Presiden yang masih remaja. Yang harus ia lindungi adalah Tiara, anak Presiden yang masih duduk dibangku sekolah. Berkedok anak SMA, Aster pun berbaur dan tidak menimbulkan kecurigaan apapun. Akan tetapi, sahabat Tiara, Santi dan Nita tidak begitu menyukai kehadiran Aster. Terlebih karena kemanapun Tiara pergi, Aster pasti mengikuti.

Meskipun Tiara sekarang adalah anak Presiden, namun ia hanyalah remaja biasa yang ingin bebas bersenang-senang. Hal itu tentu menyulitkan Aster karena itu berarti Tiara memintanya untuk melanggar SOP (Standard Operating Procedure) Maukah Aster mengambil resiko dan menuruti kemauan Tiara saat ia tahu bahaya apa yang akan ia tempuh?

Ada beberapa buku Luna yang telah saya baca. Namun saya bukanlah penggemar Luna yang akan selalu menanti-nantikan buku terbarunya. Mungkin karena ceritanya yang masih seputar teenlit (remaja) sedangkan umur saya setiap tahun bertambah dan sudah tidak cocok lagi baca teenlit. Sebenarnya cocok nggak cocok pun tergantung pribadi kita sendiri. Kalau sekarang saya baca teenlit, saya pasti akan mengomel betapa ribet atau tidak dewasanya karakter yang digambarkan oleh penulis. Akan tetapi pandangan saya berubah setelah menyelesaikan First Girl. 

Well, kesan saya setelah membaca buku ini adalah don't judge a book by its cover. Jangan dilihat dari covernya yang begitu unyu-unyu dan bernuansa pink. Isi cerita First Girl sangat jauh dari kesan itu. Idenya sangat fresh dan unik. Awalnya saya tidak menaruh harapan apapun pada buku ini. Tapi makin kebelakang, buku ini justru melebihi ekspektasi saya. Buku ini bercerita tentang persahabatan, kesetiaan, pengkhianatan, dan perjuangan.

Rating : 4 bintang

Saturday, August 27, 2016

Perempuan Kedua - Dian Kristiani



Judul : Perempuan Kedua
Penulis : Dian Kristiani
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer
Hal & Tahun terbit : 340hal & 11 Agustus 2014
Sinopsis : Perempuan Kedua
Review :
Mengapa aku setakut ini pada Daisy? Takut jatuh cintakah aku padanya?                                                           Atau, aku sudah jatuh cinta?
Tak pernah terbayang oleh Pandega bahwa akan ada wanita lain yang menghiasi hidupnya selain istri tercintanya Rara. Tapi Daisy datang begitu saja ketika Pandega begitu merindukan kehangatan dan kemesraan yang seharusnya ia dapatkan dari istrinya. Rara terbaring koma setelah melahirkan anak kedua mereka. Tak ada tanda - tanda kepastian bahwa Rara akan sadar dari tidur panjangnya. 

Daisy adalah anak dari teman baik mertuanya. Parasnya yang cantik menawan menggoyahkan iman Pandega. Selain itu Daisy juga jago memainkan piano, alat musik yang digemari oleh anaknya Arumi. Tak pelak Daisy pun menjadi guru les piano untuk Arumi. Itu berarti rutinitas berkunjung ke rumah Pandega pun dimulai. Bisa ditebak apa selanjutnya yang akan terjadi?

Cinta memang dapat membutakan siapa saja tanpa terkecuali. Entah itu perempuan baik - baik, ataupun laki-laki yang sudah berumahtangga. Tapi apakah cinta itu berarti bahagia diatas penderitaan orang lain? Terkadang saya berpikir seberapa besar sih hati seseorang? Apakah begitu besar sehingga hatinya bisa muat lebih dari satu orang? atau begitu besarnya sehingga ia mampu menerima kenyataan pahit dengan lapang dada? 
Mungkin ini jalan Tuhan, aku dan dia tak boleh bertemu. 
Mungkin juga Tuhan tahu apa yang akan terjadi jika kami bertemu kembali.
Ini buku pertama Dian Kristiani yang saya baca. Gaya penulisannya cukup bagus dan tidak monoton. Tema yang diusung juga menarik. Begitu membaca judulnya, saya langsung tertarik untuk membaca buku ini. Perempuan Kedua ditulis dari dua sudut pandang yaitu Daisy dan Pandega. Dengan begitu kita dapat dengan mudah mengerti isi hati & pikiran mereka. Baca buku ini emosi naik turun, perasaan pun campur aduk. Tokoh yang paling tidak kusukai tentu adalah Pandega yang mengucap sumpah pernikahan untuk mencintai istrinya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun duka namun  dengan mudah melanggar sumpahnya. Semoga saya tidak bertemu dengan sosok sepertimu ya Pandega :D

Rekomen untuk dibaca bagi yang sudah maupun belum berumahtangga. 

Rating : 2 bintang 

Thursday, August 18, 2016

The Problem with Forever - Jennifer L Armentrout




Title : The Problem with Forever
Author : Jennifer L.Armentrout
Date of Publication : May 17th 2016
Synopsis : The Problem with Forever
Review :
We'd been separated. But we had never really been apart.

Mallory was suffering from post traumatic stress disorder as a result of being treated unfairly as a child. Childhood is supposed to be happy, innocence, something to cherish. But Mallory never felt that. All that she knew was silence is best way not to get hit. Her friend Rider swore to be her protector and will keep her safe. But he was kicked out and she was left all alone. 

Four years went by, luckily Mallory was adopted into a loving family. She decided to attend public school after years of homeschooling. And she accidentally met the guy who once promised to protect her, who always helped get through every problems she made. It was Rider.
"I'm here. You're safe, Mouse. And I know you might not believe it, but I'm going to keep you safe forever. That's a promise."
Will it ever the same again when they are finally reunited? Rider has a girlfriend now, and she doesn't look like she want to give him up for Mallory. Another problem is Mallory was assigned to do speech in front of class, and she is so bad at communication with other people due to her PSTD. Will she be able to overcome and conquer all her weaknesses? 
"Because I need to do that for myself. You can't..step in every time you think something happens. You can't always..protect me."
Mallory knows exactly that she can't depends on others for her entire life. She needs to rely on herself, believing that she can get through every single thing no matter how hard it is. She is a brave girl, the one who stood up for herself and I have so much respect for her. Meanwhile, Rider has a bad past too. But he always put Mallory first and doesn't think he is valuable enough to anyone. His life is a mess but Mallory doesn't think so. 

Mr.Santos is a one of a guy that earn my respect to a teacher. Teaching wouldn't be so hard if you only teach from textbooks. But being a good teacher means helping them through difficult times and not judging them for bad things they did on purpose or not.
"It's not about getting it right the first time and it's most definitely not about perfection, but if you try, you succeed. Just like you would in art. Or in life, for that matter. And by the looks of it, you're trying."
The Problem with Forever tells you that every person has a story, they are unique in their own ways so don't be judgmental. Put yourself in their shoes then you see it in their eyes. Not everyone is rich and raised in a good family, but that doesn't make them any less worthy. What a great story comes from this book. I have a faith on Jennifer L.Armentrout, and she never once failed me.


Wednesday, July 13, 2016

Finding Audrey (Aku, Audrey) - Sophie Kinsella


Judul : Finding Audrey (Aku, Audrey)
Penulis : Sophie Kinsella, Penerjemah : Angelic Zaizai.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 360 hal, Juli 2015
Baca di : Ijak
Sinopsis : Finding Audrey
Review : 
Audrey, si gadis berkacamata hitam yang memiliki gangguan kecemasan. Selain keluarganya, Audrey tak pernah berani bertemu, berbicara, bahkan bertatapan dengan orang lain. Keramaian membuatnya pusing, cahaya membuatnya takut. Tidak dijelaskan penyebab pasti kenapa Audrey mengalami gangguan kecemasan tersebut, tapi kemungkinan besar diakibatkan oleh bullying yang ia terima dari teman disekolahnya terdahulu.

Audrey lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah, menyaksikan Mum memarahi Frank saudaranya terus menerus karena game online yang dimainkannya. Bagi Mum game online itu sampah dan tidak seharusnya ada. Tapi bagi Frank, hal itu bagus untuk pertumbuhan otaknya. Dad terjebak amukan Mum yang seakan tak pernah usai. Entah harus mendukung penuh misi Mum menghukum Frank agar ada efek jera atau membela Frank karena Mum sepertinya berlebihan dalam mengurusi hal tersebut.

"Yang kubicarakan ini tentang generasi masa depan. Mereka seharusnya baca buku."
Disaat Audrey merasa dia takkan pernah bisa kembali normal seperti sebelumnya, Linus, teman setim Frank yang dibawa berlatih kerumah memberi warna dalam kehidupannya. Berbagai tantangan kecil hingga besar diberikan Linus pada Audrey untuk proses pemulihannya. Tapi hal tersebut ditentang Mum karena selain takut Audrey akan tersakiti, Linus dianggap membawa pengaruh buruk untuk anaknya Frank.

Finding Audrey adalah buku pertama Sophie Kinsella yang kubaca. Yes, i know it's embarrassing mengingat Sophie Kinsella adalah penulis terkenal yang sudah menerbitkan banyak buku bestseller seperti series Confessions of a Shopaholic. Tapi sejujurnya saya tidak terlalu suka membaca chicklit, genre yang sering dipakai oleh SK. it's just not my cup of tea. Tapi overall Finding Audrey lumayan seru dan tidak membosankan. Diceritakan bagaimana pengorbanan seorang ibu dalam menjaga anak-anaknya, pertengkaran Mum dan Frank yang tak ada habisnya, bagaimana cara mendidik anak versi Mum, dan bagaimana cara Audrey belajar menghadapi kecemasannya. 
"Sebenarnya, Audrey, memang benar, orang - orang mungkin membicarakanmu selama beberapa waktu. Aku yakin para pasienku membicarakanku, dan aku yakin tak selalu berupa pujian, Tapi mereka akan bosan dan melanjutkan hidup. Kau bisa mempercayai itu?"

Rating : 3/5

Sunday, April 10, 2016

Marriage of Convenience - Shanti

Judul : Marriage of Convenience
Penulis : Shanti
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal & Tahun Terbit :320hal ; 29 Juli 2015
Baca di : iJak
Sinopsis : Marriage of Convenience
Review :
"Hidupku adalah bersama Ijah sekarang. Seperti apa pun kondisinya."
Mencintai sahabat terdekatmu bukanlah hal yang mudah. Terjebak diantara dua pilihan antara mengungkapkan perasaan atau sekedar memendam rasa. Kata cinta tak pernah keluar dari mulut Krishna kepada Dita, junior semasa SMA, yang katanya mirip Dian Sastro. Sama - sama memiliki hobi fotografi mendekatkan mereka berdua. Sayangnya Dita tidak pernah menyadari maksud hati Krishna yang selama ini begitu baik dan perhatian padanya. Yang ada Krishna dijadikan tempat curhat ketika Dita pacaran dengan laki - laki lain, lalu putus dari mereka. 

Ijah, nama yang lebih mirip nama gadis desa daripada nama seorang gadis kota. Tapi itulah panggilan sayang Krishna pada Dita. Bertiga dengan Bima, sahabat mereka, Ijah dan Krishna melewati masa SMA dengan penuh kenangan manis. Ketika lulus sekolah, Bima dan Krishna melanjutkan kuliah di London dan Ijah pun seakan menghilang dari penglihatan Krishna. 

Bertemu setelah 10 tahun lamanya berpisah, Krishna mendapati dirinya masih sangat mencintai Ijah. Kali ini Krishna memutuskan untuk melamar Ijah. Selain karena rasa cintanya yang begitu besar pada Ijah, Krishna juga harus menerima kenyataan pahit bahwa kemungkinan besar ia tidak akan bisa memiliki anak, dan secara tak terduga ternyata Ijah sedang hamil muda setelah diperkosa oleh pria tidak bertanggungjawab. Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya. Begitu juga yang dirasakan Ijah dan Krisna. Karena alasan cinta dan simbiosis mutualisme, tak ada salahnya bukan jika Krishna menikahi Ijah? Ia akan mendapatkan seorang anak dan Ijah akan mendapatkan status ayah untuk anaknya kelak.
"Cuma dua minggu, Bim. Waktu yang gue butuhkan untuk menyadari bahwa, selama 10 tahun ini, cuma Ijah yang jadi pemilik hati gue."
Well, buku ini highly recommended! Marriage of Convenience termasuk salah satu buku populer di app iJak. Setelah membaca banyak review positif tentang buku ini, saya memutuskan untuk mulai membacanya. Mulai dari bab pertama, saya seakan tersihir oleh gaya penulisan penulis yang lugas dan kocak. Saya suka sekali dengan gaya menulis Shanti yang begitu mengalir dan tidak dibuat - buat. Karena tulisannya yang bagus, setiap kalimat yang ditulis saya baca tanpa melewatkan satu kata pun. Shanti termasuk penulis yang pintar mengolah kata. Pemilihan kata yang tepat membuat cerita Krishna dan Ijah jauh dari kata membosankan. Saya suka setiap karakter yang ada didalam buku ini kecuali Adit, mantan Ijah yang lebih cocok tinggal di planet Mars daripada di bumi. 

Rating : 5/5

Tuesday, April 5, 2016

Falling - Rina Suryakusuma


Judul : Falling
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 320hal ; 19 Maret 2015
Sinopsis : Falling
Review :

"Because heart can see what the eyes cannot see and a mind cannot understand."

Hidup Carly nyaris sempurna. Seharusnya Carly merasa bahagia dengan kasih sayang ayahnya, sahabat - sahabatnya dan juga cinta dan perhatian dari calon tunangannya Seth. Akan tetapi Carly merasakan hal yang berbeda. Hatinya hampa, seperti ada sesuatu yang tidak pada tempatnya. Carly terus mencari bahkan ketika semua orang merasa dia sudah menemukan apa yang ia cari selama ini. 

Ketika Carly diterima sebagai karyawan ODP di sebuah perusahaan property developer, semua teman seangkatannya mengasihani dirinya karena dipilih berada dibawah arahan Maggie, mentornya yang terkenal judes dan cuek. Anehnya Carly tidak sepenuhnya merasa ia sedang sial. Walau jutek, tapi Carly merasa itu hanya topeng yang Maggie pakai untuk menutupi kerapuhan dirinya. 

Rasa ingin tahu dan perhatian membuat Carly kaget dengan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia lebih sering memikirkan Maggie daripada calon tunangannya sendiri? Semua rasa ini salah tempat. Salah total. Tapi tak ada yang bisa membohongi kata hati mereka. Carly diam - diam telah menemukan apa yang dia cari selama ini. 

Banyak yang harus diperjuangkan Carly. Pada dasarnya Carly harus mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk keputusan yang akan diambilnya. Tapi apakah itu sebanding dengan apa yang akan ia lepaskan?

Berbeda dari karya - karya penulis sebelumnya, kali ini penulis keluar dari comfort zone dan mengusung tema LGBT ( Lesbian, Gay, Biseksual, & Transgender) yang memang sedang marak dibicarakan di khalayak ramai. Terus terang saya cukup kaget ketika ci Rina memutuskan untuk mengangkat tema ini karena pastilah akan ada pro dan kontra yang tak terhindarkan. Alasan kenapa saya memutuskan untuk tetap membaca Falling meskipun saya tahu tema yang diusung adalah LGBT yaitu karena saya ingin belajar untuk memahami bukan menghakimi. 

Saya mencoba menempatkan diri saya di posisi Carly dan Maggie. (bukan berarti saya berniat menjadi lesbian ya, tapi sejujurnya saya ingin mengetahui apa yang mereka rasakan ketika mereka saling jatuh cinta). Dan well, sebenarnya sama saja dengan jatuh cinta pada umumnya, jantung berdebar tak karuan, gelisah menunggu kabar pasangan, dll. Yang berbeda adalah pelakunya adalah sama - sama wanita. Banyak pihak yang pasti akan menentang hubungan ini, dan banyak pula yang harus dipertaruhkan, entah itu berarti kehilangan orang - orang yang kita sayang atau masa depan kita. Pembelajaran yang bisa diambil yaitu bahagia itu pilihan. Tergantung bagaimana cara kita melihat dan menafsirkannya. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri jauh lebih penting daripada penilaian orang lain terhadap kita. 
"Aku tidak menyesal dilahirkan beda. Aku cinta setiap jengkal kehidupanku kini.Kalau ada yang kusesalkan, itu hanya satu. Aku terlambat mengenalmu."
Rating : 3/5

Saturday, March 26, 2016

Let Me Be with You - Ria N.Badaria

Judul : Let Me Be with You
Penulis : Ria N.Badaria
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (Amore)
Tebal & Tahun Terbit : 352hal, 26 Februari 2015
Baca di : iJak
Sinopsis : Let Me Be with You
Review :
Kamu pasti pernah merasakan yang namanya naksir dengan sahabat kakakmu bukan? Itu juga yang pernah dirasakan Kinanti ketika jaman sekolah dulu. Kinanti naksir dengan Rivan, sahabat Harlan kakaknya. Ketika mereka sudah memiliki kesibukan masing - masing, rasa itu seolah - olah menghilang begitu saja. Perasaan itu kembali ketika Rivan menghadiri pesta pertunangan Harlan dan melihat Kinanti yang telah tumbuh dewasa. 

Melihat mereka sedang mengobrol berdua, keluarga Kinanti berniat untuk menjodohkan mereka. Kinanti awalnya menolak mentah - mentah ide gila itu. Tapi Rivan dengan santai menanggapi ide itu dengan tangan terbuka. 

"Jadi kalian kapan nyusul?"
"Pakde, Kak Rivan tuh teman Mas Harlan, bukan pacar Kinanti."

"Kak Rivan."
"Oh iya kenapa, Pakde?"
"Kalian ini kapan nyusul?"
"Kapan kalian nyusul Harlan dan Kemala?"
"Oh itu. . . Secepatnya, Pakde."

Saya pernah dengar ada artis sinetron yang memulai masa pacarannya dengan suaminya ketika mereka sudah menikah. Berawal dari perjodohan orangtua, si artis tidak pernah berpikir akan menikah dengan orang yang hampir tidak dikenalnya. Namun dia memutuskan untuk percaya dengan orangtuanya, percaya dengan kata hatinya dan percaya dengan si calon suaminya. Ternyata sampai sekarang, si artis kelihatan begitu bahagia dengan pernikahannya. Jika kedua pihak ingin menjalaninya dan yakin dengan pilihannya, serta tidak mendapat paksaan dari pihak manapun, saya rasa perjodohan bukanlah hal yang buruk untuk dijalani. 

Akan tetapi, konsep menikah lalu bercerai seperti kata Rivan itu membuatku merasa si pasangan pengantin tidak serius menjalani hubungannya. Menikah dulu sajalah, toh nanti bisa cerai. Kok kayaknya enteng sekali ya. Seperti mencoba menyicipi suatu makanan, kalau nggak enak ya nggak usah dimakan. 
"Saya nggak pernah mengajak kamu main-main. Kita akan serius menjalani semuanya, hanya saja kita memperpanjang masa penyesuaian kita dalam pernikahan ini. Dalam masa itu kita akan mencari perasaan masing - masing, kalau kita memiliki perasaan yang sama satu sama lain nantinya, kita akan bahagia sebagai pasangan yang sebenarnya. Tapi kalau tidak, bukankah selalu ada perceraian dalam sebuah pernikahan, walaupun pasangan itu menikah karena cinta."
Sesuai dengan judulnya yaitu Let Me Be with You, perjalanan cinta Rivan dan Kinanti menemukan banyak rintangan. Yang satu ingin mendekat, sedang yang lain berusaha menjauh. Keduanya memiliki alasan masing - masing, namun pasti akan ada yang tersakiti oleh karena keputusan yang dibuat secara sepihak. Secara keseluruhan ide dari cerita ini cukup bagus. Sayangnya karakter kedua tokoh utama terkesan lemah dan tidak berpendirian. 

Saya pribadi tidak suka dengan kepribadian Kinanti yang pasrah - pasrah saja menerima segala hal yang ditentukan oleh keluarganya. Berhubung yang ditentukan oleh keluarganya ada perjodohan, seharusnya Kinanti bisa lebih tegas menolak jika memang tidak mau. Mengeluh tapi tidak melakukan tindakan apapun bukankah hasilnya nol besar? Sebaliknya diawal cerita saya suka dengan sifat Rivas yang terang - terangan menyatakan niatnya kepada Kinanti. Hanya saja eksekusi diakhir cerita seharusnya bisa dibuat lebih baik lagi.

Pesan moralnya adalah seberapapun sulitnya, seberapapun besar rintangannya, jujurlah kepada pasanganmu. Jangan sok menjadi Tuhan, seolah tahu segalanya, Takut pasanganmu tersakiti oleh kebenaran? Pleaseeeee, pasanganmu akan jauh lebih tersakiti oleh kebohonganmu. Keep that in mind :)

"Biarkan kita berdua menemukan perasaan masing - masing dalam proses ini. Setelahnya hati kita yang akan memilih."

Rating : 2.5/5

Loyalty in Death (Kesetiaan Dalam Kematian) - J.D.Robb



Judul : Loyalty in Death (Kesetiaan Dalam Kematian)
Penulis : J.D.Robb
Series : In Death #9
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 536hal, Maret 2010
Sinopsis : Loyalty In Death
Review :
"Pulanglah, Roarke.""Aku akan pulang. Kalau kau pulang."
Penyelidikan dimulai ketika seorang wanita mengebor pacarnya ke dinding setelah menangkap basah pacarnya berselingkuh darinya. Di lain tempat, seorang pria ditemukan mati tenggelam dengan kondisi lidah terpotong. Tak ada yang tahu motif dari pembunuhan ini. Namun semuanya menjadi lebih jelas ketika yang diincar adalah Roarke dan propertinya. Pengusaha kaya seperti Roarke menjadi sasaran empuk bagi si pembunuh. Tidak bisa mendekati Roarke, maka si pembunuh melakukan pengeboman di beberapa area yang ramai pengunjungnya. Korban bukan hanya para pengunjung, melainkan juga para karyawan yang bekerja disana. 

Ketika tidak bisa menemukan siapa dalang dibalik pengeboman ini, mereka yang mengaku sebagai Cassandra, secara terang - terangan melawan kepolisian, mengancam akan melakukan pengeboman besar berikutnya jika keinginan mereka tidak diwujudkan. Eve yang biasanya tenang dan berkepala dingin pun dibuat kewalahan menghadapi teror Cassandra. Masalahnya bukan hanya satu atau dua nyawa yang akan melayang, akan tetapi ratusan nyawa menjadi taruhannya. 

Disisi lain, Peabody dikejutkan dengan kedatangan adik laki-lakinya, Zeke. Karena pekerjaannya sebagai seniman kayu, Zeke diundang datang ke New York untuk mengerjakan pembuatan lemari yang ditugaskan oleh pengusaha kaya yang dicurigai memiliki kaitan dengan pengeboman yang dilakukan oleh Cassandra. 

"Maafkan aku."
"Tak perlu. Kau berhak menangis."
"Aku takkan hilang kendali."
"Peabody, kau boleh kehilangan kendali." 

Ada sesuatu yang baru di buku ini. Akhirnya McNab dan Peabody mulai membuka diri terhadap masing - masing. Well, mereka masih bersikap layaknya anjing dan kucing, kalau ketemu bawaannya berantem mulu, tapi bukankah ada istilah benci lama kelamaan bisa berubah menjadi cinta? <3

Eve dan Roarke tetap menjadi pasangan favorit sepanjang masaku. Mereka saling mengerti satu sama lain, tak jarang saling mencaci tapi semua itu didasari dengan cinta dan kasih. #agaklebay. Untuk ceritanya sendiri sebenarnya seru, tapi anti-klimaks. Ceritanya dinarasikan begitu panjang tapi ketika sudah di bagian akhir, eksekusinya malah begitu singkat. 

"Aku menginginkanmu. Selalu. Selamanya. Milikku."

Rating : 4/5

Saturday, March 12, 2016

The Infinite Sea (Lautan Tak Bertepi) - Rick Yancey


Judul : The Infinite Sea (Lautan Tak Bertepi)
Series : The 5th Wave #2
Penulis : Rick Yancey
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 400hal ; 22 Juni 2015
Sinopsis : The Infinite Sea
Review :
"Aku tidak akan meninggalkanmu, Evan. Dan aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku. Tidak lagi."
Setelah pengeboman yang dilakukan Evan di Kamp Haven, Cassie beserta Sam, Ben dan lainnya bersembunyi di sebuah hotel. Sebelumnya, Evan berjanji pada Cassie bahwa ia akan mencarinya. Tapi waktu sudah berlalu terlalu lama dan Evan sama sekali belum muncul. Ringer pun memutuskan untuk pergi ke gua - gua terlebih dahulu dengan harapan akan menemukan korban yang selamat.

Terbangun dari rasa sakit di seluruh tubuhnya, Evan sadar bahwa ia tidak sendirian. Grace, seorang peredam seperti Evan, sedang merawatnya. Grace memiliki ketertarikan khusus pada Evan dan curiga Evan menyembunyikan sesuatu atau seseorang darinya. Evan yang bisa dibilang sedang sekarat saat ini benar - benar tidak berdaya. Malapetaka-lah bagi Cassie dan regunya jika Grace sampai menemukan mereka.
"Siapa Cassiopeia?"
"Dia yang berdiri ketika yang lain tetap merunduk. Dia yang tak bisa berhenti kupikirkan bahkan sebelum aku mengenalnya. Yang terakhir, Grace. Manusia terakhir di bumi."
Ketika mereka berhasil selamat dari empat Gelombang pertama, tak ada yang berani berucap janji. Karena tak ada yang tahu pasti apakah mereka masih bisa saling bertemu esok hari. Yang tinggal dari mereka adalah harapan. Harapan semuanya akan membaik, entah bagaimana mereka bisa menang dan mengalahkan Vosch. 

Ketika Ben berkata, "Jika seorang gadis kecil harus mati agar enam orang bisa hidup, itulah harganya." Apa bedanya Ben dan Vosch sekarang? Ketika mereka dihadapkan pada gelombang ke-5, mereka pada akhirnya bisa membedakan mana yang adalah peredam dan mana yang manusia. Dan sekarang nyawa mereka semua menjadi taruhan untuk misi penyelamatan yang mereka tidak yakini akan berhasil atau tidak. Bunuh atau terbunuh?

"Semakin lama kita bermain menjadi manusia, semakin manusiawi kita jadinya."

Dari segi cerita saya pribadi lebih suka buku pertamanya. Sama seperti halnya buku pertama, penulis mengambil sudut pandang dari beberapa tokoh berbeda tanpa menulis siapa tokoh yang dimaksud, sehingga membuatku bingung dan bertanya-tanya siapakah yang sedang diceritakan oleh penulis. Selain itu, besar harapan buku ini akan lebih banyak menceritakan tentang Evan dan Cassie tapi dugaan dan harapanku meleset ;__; Karakter favoritku kali ini adalah Poundcake. Salut buat Poundcake yang meski pendiam tetapi begitu penuh perjuangan. Anyway, selain untuk melengkapi the 5th wave series kamu, buku ini tetap menjadi list-wajib-punya karena dibuku ini semakin banyak cara Vosch untuk menyerang dan mematikan langkah Cassie cs sementara Cassie dan lainnya berjuang untuk tetap hidup. 

Fingers crossed for a happy ending :)
Baca review buku 1 : The 5th Wave - Rick Yancey

Rating : 3.5/5


Monday, March 7, 2016

Hair-quake - Mariskova


Judul : Hair-quake
Penulis : Mariskova
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun Terbit : 288hal, Juli 2014. Pertama kali diterbitkan Mei 2008
Sinopsis : Hair-quake
Review :

Andita punya motto,"Better hair brings better luck, better love, and better life...". Saya setuju sekali dengan motto tersebut. Seperti kata kebanyakan orang, rambut adalah mahkota wanita. Saya rasa semua wanita pasti pernah mengalami yang namanya bad hair day. Kebayang nggak jika kita mengalami bad hair day disaat kita harus menghadiri suatu acara? Pasti kita jadi bad mood seharian dan berharap tidak menghadiri acara tersebut. Well, in Andita's case, dia harus tampil cantik dan rapi setiap hari karena pekerjaannya. 

Andita adalah seorang guru bahasa inggris yang sangat mencintai pekerjaannya. Setelah 4 tahun mengajar, Andita dipromosikan oleh atasannya untuk naik jabatan. Tapi hal itu tidak instan, Andita diwajibkan untuk presentasi dihadapan penguji dan melewati tes itu tidaklah segampang membalik kan telapak tangan. Dengan bantuan sahabatnya Ferry, Andita perlahan mampu mengatasi rasa gugupnya akan kekhawatirannya tentang presentasi tersebut. Masalahnya tidak berhenti disitu, Dita masih harus dipusingkan dengan rambutnya yang sudah diatur.


"Kamu pasti tahu dong setiap pendekar itu punya kesaktian? Nah, kalau aku seorang pendekar, kesaktianku ada di rambutku. Kalau rambutku tidak beres, hilanglah kesaktianku."
Kali ini sekolah dihebohkan dengan berita di majalah ModernChic yang mengatakan bahwa model rambut Andita sudah ketinggalan zaman. Jika Andita punya kekuatan untuk menghilang dalam waktu sekejab, pasti sudah ia lakukan. Setelah susah payah menata rambutnya setiap hari, Dita malah harus menelan kenyataan bahwa bagi majalah tersebut rambutnya itu tidak masa kini, Padahal foto Andita diambil ketika rambutnya sedang dipotong disalon. Kesal setengah mati, Andita menuntut pertanggungjawaban salon tersebut dan akhirnya mendapat kebebasan dan hak penuh selama setahun untuk bebas ngapain aja disalon itu, creambath, gunting rambut, dll. Disalon itulah Andita bertemu dengan Prasta, laki-laki yang hobinya creambath sehabis pulang jam kantor.

Buku ini wajib punya! #maksa. Hair-quake adalah hadiah ulangtahun dari sabahat saya yang ngerti banget kalau saya ulangtahun itu maunya dikasi buku, bukan boneka, (tapi kalau cincin bolehlah :D #ngarep) Satu-satunya yang kurang kusukai dari ceritanya adalah seharusnya Lisa, teman kerja yang juga dipromosikan naik jabatan, bisa dibuat sedikit lebih 'menderita' di akhir cerita mengingat mulut berbisanya sering menyakiti hati Andita. 

Cerita di hair-quake adalah cerita yang nyata bagiku. Semua orang tanpa terkecuali akan mengalami kejadian yang Andita alami. Bad hair day, so pasti, suka dengan pacar orang, tak jarang itu terjadi, dipromosikan oleh atasan lalu digosipkan yang aneh-aneh, sering!! It happens all the time di kehidupan kita. So thumbs up buat penulis yang bisa dengan begitu natural menceritakan setiap bagian di buku ini. Tulisannya witty, cerdas, dan tidak monoton. Gaya penulisannya sedikit mengingatkanku pada Mia Arjsad, salah satu penulis favoritku. Well, Mariskova sukses membuatku menyukai tulisannya. Dan itu berarti setiap bukunya adalah wajib punya sekarang :)

"When you look good, you WILL feel good." - Amrazing


Rating : 4/5

Tuesday, March 1, 2016

Looking for Alaska - John Green


Judul : Looking For Alaska
Penulis : John Green
Versi : Terjemahan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit & Tebal : July 14th 2014, 288hal
Sinopsis : Looking For Alaska
Review :
Miles Halter bukanlah anak yang populer disekolahnya. Miles anak baik-baik dan cenderung membosankan. Hidupnya yang datar - datar saja membuatnya memutuskan untuk melanjutkan sekolahnya di asrama Culver Creek, tempat dimana ayahnya dulu bersekolah. Mungkin ada baiknya sesekali keluar dari zona nyaman dan pergi mencari 'Kemungkinan Besar'. 

Di Culver Creek, Miles bertemu beberapa teman yang menjadi bagian dari hidupnya disana. Chip Martin dan Alaska Young, tepatnya. Chip lebih suka dipanggil kolonel, dan Alaska hanyalah Alaska. Miles sendiri diberi panggilan Pudge oleh Kolonel. Dari mereka, Miles belajar banyak hal. Walau dari yang kubaca, Miles lebih banyak belajar hal - hal negatif daripada positif, setidaknya Miles menemukan arti dari kata persahabatan. 

Miles melewatkan masa remajanya dengan berbagai kenakalan yang tak bisa dihitung lagi dengan jari banyaknya. Terkadang ketika kita begitu dekat dengan seseorang, kita akan merasa kehilangan jika orang tersebut sedang atau tidak lagi berada disisi kita. Hal itu yang terjadi pada Miles. Ketika Miles baru mulai membuka hatinya, dia harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa orang yang disukainya tidak akan pernah bisa bersatu dengannya. 

"Kenapa merokokmu cepat sekali?"
"Kalian semua merokok untuk menikmatinya. Aku merokok untuk mati."

Itu pernyataan yang dikatakan oleh Alaska. Yang kusukai darinya adalah koleksi bukunya, yang tidak kusukai darinya adalah kebiasaanya merusak dirinya sendiri, Alaska bahkan tidak memiliki kendali atas dirinya sendiri. 

"Apa kau benar - benar sudah membaca semua buku di kamarmu?"
"Ya, Tuhan, tidak. Aku mungkin membaca sepertiganya. Tapi aku akan membaca semuanya. Aku menyebutnya Perpusatakaan Hidupku."
"Pudge, yang harus kau mengerti tentang diriku adalah bahwa aku orang yang sangat tidak bahagia."

Melihat banyaknya bintang 4-5 bertaburan di Goodreads bukanlah sebuah jaminan buku ini akan sesuai dengan seleramu. Well, untuk saya pribadi, this book isn't my cup of tea, but maybe it's yours :) Buku ini buntelan dari teman sebagai hadiah ulangtahun. Mengingat bahwa yang menulis buku ini adalah John Green, orang yang sama yang menerbitkan The Fault in Our Stars dan Paper Towns, tinggi harapan bahwa novel ini akan menjadi bacaan yang bagus. Akan tetapi, back to your own taste, kalau saya merasa buku ini rada membosankan, alurnya lambat, dan tokoh utamanya tidak terlalu berkesan.

Rating : 2/5


Monday, February 22, 2016

Conspiracy in Death (Konspirasi Dalam Kematian) - J.D. Robb



Judul : Conspiracy in Death (Konspirasi Dalam Kematian)
Penulis : J.D.Robb
Tahun - Tebal Buku : 2009 - 520hal
Series : In Death #8
Sinopsis : Conspiracy in Death
Review :

Penyelidikan Eve dimulai dengan kasus pembedahan organ - organ tubuh manusia. Ada pembunuh berantai yang berkeliaran mencari mangsanya. Para korban bukan berasal dari keluarga berada, melainkan dari kalangan bawah. Mereka yang tidak populer dan sering dianggap sampah masyarakat. Pembunuhan dilakukan dengan cara membedah dan mengambil organ tubuh korban. Siapa saja yang membunuhnya melakukan pekerjaannya dengan baik dan rapi. Terlalu sempurna dan tidak bercelah. Dugaan paling kuat jatuh kepada profesi dokter. Tapi seseorang telah mengambil sumpah untuk menjadi yang terdepan dalam hal menolong orang, bukan sebaliknya. Dia, si pembunuh itu, merasa superior ketika berhasil melakukan tugasnya. Masyarakat tidak akan mengerti sekarang, tetapi ketika tujuannya tercapai, mereka akan memuja dan mengagungkannya. 

Eve Dallas kali ini bukan hanya disibukkan oleh pembunuhan berantai ini. Officer Bowers, rekan sesama polisi melaporkannya atas tindakan penghinaan dan ancaman. Bowers selama ini berada dibawah bayang - bayang kejayaan Eve. Sejak jaman pelatihan kepolisian, Bowers sudah membenci Eve karena Eve yang terbaik di departemennya. Bekerja tidak sepenuh hati dan cenderung ceroboh membuat Eve kesal dan tidak segan - segan menegur Bowers. Bowers pun tak lantas diam saja, ia pun membual di media dan mencemooh Eve secara tidak profesional. Well, seperti peribahasa "Anjing menggonggong, kafilah berlalu", Eve mengira semua akan berlalu seiring dengan berjalannya waktu. Dan ketika Eve sudah semakin dekat dengan temuan penyelidikannya, Eve malah harus dikagetkan dengan pencabutan lencananya dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.

Semua itu membuatnya bingung, kecewa, dan sedih luar biasa. Untungnya ada suaminya Roarke yang selalu setia menemaninya. Berbicara tentang Roarke, betapa saya kangen sekali dengan sosok satu ini. Dia mengerti Eve luar dalam, sangat pengertian dengan jam kerja dan cara kerja Eve, dan kaya luar biasa. Bukan hanya itu, Roarke, apa sih yang nggak bisa dilakukan oleh pria Irish satu ini? <3

"Dia menyelamatkanku, dan aku lupa diriku pernah tersesat. Aku mencintainya lebih dari hidup ini, dan aku akan melakukan apa saja yang perlu dilakukan." 

Terakhir kali saya membaca In Death series itu di tahun 2011. Kebayang sudah 5 tahun lamanya saya tidak melanjutkan membaca series ini. Bukan karena ceritanya tidak bagus tapi melainkan karena series ini puanjangggggg sekali. Sampai saat ini ada 42 buku yang tercatat di Goodreads (belum termasuk novella) Nah, tahun ini saya berkomitmen untuk terus membaca series ini semampu saya, sesanggup saya, ga muluk - muluk, minimal 5 buku harus kelar untuk series ini. In Death adalah serial yang wajib kamu baca jika kamu menyukai genre misteri dan pembunuhan. Jika tidak suka pada genre tsb pun kamu masih bisa membaca seri ini dan pasti akan menyukainya. 

Rating : 4/5


Tuesday, February 16, 2016

The 5th Wave (Gelombang 5) - Rick Yancey


Judul : The 5th Wave - Gelombang 5
Penulis : Rick Yancey
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun - Tebal Buku : 2013 - 576hal
Serial : The 5th Wave #1
Sinopsis : The 5th Wave
Review :

"Aku tidak menyelamatkanmu,"bisiknya."Kau yang menyelamatkan aku."
Gelombang 1 - Listrik Padam
Gelombang 2 - Tsunami
Gelombang 3 - Wabah Sampar
Gelombang 4 - Peredam

Apa sih yang bisa dipikirkan oleh anak berumur enam belas tahun? Khawatir nilai ujian jelek, dress mana yang cocok dipakai di prom nanti, atau laki-laki mana yang ingin dipacarinya? Cassie tak pernah tahu bahwa hidupnya akan berubah drastis. Gadis seusianya mungkin lebih cocok bermain dengan teman sebayanya, bukanmya berjalan menyusuri hutan membawa senapan M16 milik ayahnya. Tapi itulah yang terjadi. Gelombang 3 merenggut nyawa ibunya dan ayahnya pun tidak bisa menghindari kejamnya para peredam. Kenyataannya sekarang Cassie sendirian. Hanya Sammy adiknya tujuan hidupnya sekarang.



Monday, February 1, 2016

To All the Boys I've Loved Before #1 - Jenny Han



Title : To All the Boys I've Loved Before

Series : To All boys I've Loved Before
Author : Jenny Han
Date of Publication : April 15th 2014
Synopsis : To All the Boys I've Loved Before
Review :
"When I write, I hold nothing back. I write like he'll never read it. Because he never will. Every secret thought, every careful observation, everything I've saved up inside me, I put it all in the letter. When I'm done, I seal it, I address it, and then I put it in my teal hatbox."
If love is like a possession, maybe my letters are like my exorcisms. My letters set me free. Or at least they're supposed to.

Lara Jean wrote 5 love letters that she meant to keep it for herself. When she writes it, it means she doesn't in love anymore. She wrote and addressed it, but never meant to send it out. However, one day the boy she once loved was holding the letter and asked if it was from her. The letters have been sent out unintentionally. Lara Jean finds herself confronted with the boys from the past, namely Peter, the popular guy in school and Josh, her neighbor and her sister's ex-boyfriend as well.

She still has feelings for Josh and after he finds out, she needs to find a good cover to save her from embarrassment. To make his ex-girlfriend jealous, Peter offers a fake contract. But as the time goes by, they might have taken it too personally. 

Honestly, I think at some point Lara Jean is still immature. But if we go through her life and put ourselves in her shoes, then we might realize she has tried her best at her young age. Growing up without her mother means she needs to figure out everything by her own self. Not to mention she has to take care of her little sister Kitty since Margot the oldest one has left home to study aboard. She has no confidence in what she was doing, but the girl was trying and learning. That's more important for me. 


"This is our life; there's no use is asking what if. No one could ever give you the answers."
"Love is scary: it changes; it can go away. That's part of the risk. I don't want to be scared anymore. I want to be brave."

Kitty and Lara Jean always quarrel a lot in the house. If I could relate it to myself, they were just exactly like me and my sister. We always have different opinions and don't get along so well. Sometimes she can be so annoying and we would stop talking for few days or even months. [I don't know if it happens with you and your sisters too]. We may be argue and fight a lot, but I love her with all my heart. When she was sick, I was worried like an old mom. I even worried about her love life eventhough I'm the youngest in the house and I know she can do just fine. 

This story follows Lara Jean as she struggles with her relationship with her sisters, her feelings toward her fake boyfriend Peter Kavinsky, and Josh, the boy her sister used to date. My favorite character is Peter. Although he is so full of himself, but he is so adorable. And Peter brings more joy and laughter to Lara Jean's family. 

To me, this book is fresh and sweet.  I had the urge to finish this book as soon as possible but since I had to work so it took me a week to finish it. I enjoyed Jenny Han's writing. The fact that I couldn't even finish her previous work The Summer I turned Pretty made me skeptical to read this one. But since the cover is pretty and the synopsis is quite convincing, I knew I should give it a try. Besides, I love reading every single love letters that she wrote. 

"Actually, you're really a lot like my granny." Peter says,"You hate cussing. You like to bake. You stay at home on Friday nights. Wow, I'm dating my granny."
Rating : 4/5