Showing posts with label Bintang 3. Show all posts
Showing posts with label Bintang 3. Show all posts

Sunday, November 25, 2018

Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Judul : Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books (Mizan Group)
Tebal dan Tahun Terbit : 332hal, tahun 2014
Sinopsis : Dilan
Review :
"Lia ingin pacaran dengan orang yang dia tahu hal yang Lia sukai tanpa perlu Lia beritahu, yang membuktikan ke Lia bahwa cinta itu ada tetapi bukan oleh apa yang dikatakannya melainkan oleh sikap dan perbuatannya."
Milea menceritakan kembali kenangan manisnya di tahun 1990 ketika ia bersekolah di SMA Negeri di Bandung. Ada Dilan diantara kenangan manisnya itu. Dilan yang pada awalnya membuatnya takut tapi pada akhirnya menjadi sosok yang tak bisa lepas dari ingatannya. Milea pada saat itu berpacaran dengan Beni, anak Jakarta. Kehadiran Dilan membuatnya mempertanyakan hubungannya dengan Beni. Beni selama ini baik terhadap dirinya, tapi juga tak jarang emosian dan mengatakan hal - hal kasar pada Lia (panggilan Milea).

Dilan itu lucu dan unik. Mengendari motor kemana - mana termasuk ke sekolah. Tidak suka diatur, jiwanya bebas, diajak berantem tidak takut, dicap bandel oleh guru, tapi sehari - harinya menggunakan bahasa baku dan punya segudang buku di kamar rumahnya. Uniknya Dilan itu parah.  Seringnya mengucapkan hal - hal tidak terduga, tapi dia manis, tidak obral janji, dan apa adanya apalagi ketika berusaha mendekati Milea. 


"Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu."

"Enggak tahu kalau sore."


"Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu."

"Kenapa?"
"Nanti, besoknya, orang itu akan hilang."



"Kalau aku yang marah ke kamu gimana?"

"Baguslah."
"Bagus? Biar aku gak mau ketemu kamu?"
"Tantangan, bisa enggak membuat kamu jadi gak marah."
"Tugasku ya membuat kamu senang."
"Kalau tidak bisa membuat aku senang?"
"Berarti, aku gagal jadi orang yang menyenangkanmu."


Sebelum membaca buku ini, aku sudah terlebih dahulu menonton filmnya. Kurang lebih ceritanya sama, jadi membaca bukunya hanya seperti pengulangan bagiku. Aku suka Dilan dengan semua keunikannya. Tapi yang menggangguku disini adalah Milea. Nggak mau spoiler (walaupun kurasa hampir semua penikmat buku sudah membaca buku ini), tapi Milea bagiku egois dan hanya mementingkan keinginannya sendiri. Dan ada satu lagi sosok yang lebih menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Kang Adi :D :D

Milea dan Dilan


Rating : 3/5


Friday, June 23, 2017

Side by Side - Sofi Meloni

Judul : Side by Side
Penulis : Sofi Meloni
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal & Tahun Terbit : 272hal. Mei 2017
Sinopsis : Side by Side
Review :
Rama dan Gita memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Sama - sama duduk di bangku kuliah, namun Rama tidak pernah berpikir muluk - muluk tentang masa depannya. Yang ia tahu dan yakini adalah masa kuliah adalah waktu dimana ia dapat bermain bebas sesuka hatinya. Sedangkan bagi Gita, masa kuliah adalah kesempatan baginya untuk menata masa depannya kelak. Hidup dibawah bayang - bayang kakaknya Luna, membuat Gita ingin menepis pendapat orangtuanya yang tidak yakin atas kemampuannya. 

Pertemuan Rama dan Gita pun terbilang cukup unik. Disaat Gita kesulitan meminjam buku di perpustakaan, Rama datang menawarkan bantuan. Tentu saja bantuan tersebut tidak datang secara cuma - cuma. Untuk dapat meminjam buku yang Gita inginkan, ia harus membayar mahal, karena syarat dari Rama adalah mereka harus berpacaran terlebih dahulu. 
"Tapi apa sebenarnya yang harus kamu lakukan untuk memenangkan taruhannya?" 
"Gampang. Kita hanya harus berpacaran."
 Rama lebih suka bersantai - santai di cafe dan mengisap rokok dibanding harus menghabiskan waktunya dikampus. Tapi semenjak mengenal Gita, Rama tidak menyangka bahwa ia mampu melakukan hal - hal yang tidak pernah dipikirkannya sebelumnya. Satu hal yang saya suka dari Rama adalah dia benar - benar menganggap Gita penting dalam hidupnya. Bukan hanya orangnya saja tapi penting baginya agar orang lain tahu bahwa nama pacarnya adalah Gita, bukan 'perempuan itu', 'wanita itu', dsb.

"Jika ini penting untukmu, maka hal itu juga berarti penting untukku."

Side by Side yang ditulis Sofi Meloni ini menggambarkan bahwa perbedaan itu tidak selamanya bencana bagi suatu hubungan. Perbedaan yang cukup mencolok antara Gita dan Rama membuat mereka belajar mengenal hal baru diluar zona nyaman mereka. Buku ini juga mengajarkan kita bahwa masalah yang hadir dalam hidup kita itu bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi. 
"Jika ada masalah, seharusnya kita selesaikan. Bukankah itu yang pernah kamu ajarkan kepadaku?"
Buku ini ditulis diawal Januari 2017 dan selesai pada bulan berikutnya. Saya yakin hal itu merupakan kepuasan tersendiri bagi penulis untuk bisa begitu cepat merampungkan sebuah karya.tulis. Side by Side adalah novel kedua dari empat novel yang sudah ditulis oleh Sofi Meloni. Sejauh ini, saya cukup menyukai tulisannya, terutama pada buku Stay with Me Tonight. Novel ini sendiri cukup bagus dan matang dari segi penulisan dan karakter - karakter yang diciptakannya pun begitu hidup dan nyata. Overall, you should give it a try :) 

"Aku punya tujuan hidup!"
"Apa? Coba sebutkan apa tujuan hidup kamu?"
"Kamu! Aku mau hidup denganmu."

Rating : 3/5


Saturday, June 3, 2017

Let's Fall In Love - Rina Suryakusuma


Judul : Let's Fall In Love
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 296 hal; 15 Mei 2017
Sinopsis : Let's Fall In Love
Review :
Bagaimana rasanya hidup tapi tidak bisa melakukan hal yang kita sukai? atau dengan kata lain, kita hidup dengan melakukan hal - hal yang tidak membuat kita bahagia. Tapi sebaliknya, hal itu membuat orangtua kita bahagia. Dan kita terlalu menyayangi mereka untuk bilang 'tidak'. Atau kita terlalu takut mengecewakan mereka karena kerap dibandingkan dengan saudara kita yang menurut mereka selalu 'lebih baik' daripada kita? 
"Tapi lebih baik membuatnya kecewa sekarang daripada melakukan sesuatu yang tak membuatmu bahagia. Pada akhirnya, suatu saat di masa depanmu, kamu akan membenci dirimu sendiri kalau kamu tak melakukan apa - apa untuk pindah, untuk menyelamatkan dirimu di masa kini."
Hidup tidak selalu melulu tentang kita. Tapi ketahuilah bahwa sebelum membahagiakan orang lain, kita sendiri harus bahagia terlebih dahulu. Pernah dengar kan kata - kata ini,"Cintailah dirimu sendiri sebelum kamu mencintai orang lain." Florida Adinegoro bekerja sebagai analis keuangan di sebuah hotel terkenal. Apakah itu hobinya? Tidak sama sekali. Apakah itu yang diharapkan orangtuanya? Jelas iya. Passion Flo adalah di bidang pastry, tapi kegemarannya itu seolah tak tersentuh olehnya karena ketidaksukaan mamanya terhadap pekerjaan dapur yang dianggap kotor dan tidak pantas untuk keluarga Adinegoro yang ternama. 

Belum lagi Flo harus berpacaran dengan laki - laki yang meremehkannya, yang menganggap selera berpakaiannya aneh seperti kue ulang tahun anak balita. Menurut siapapun yang melihat situasi ini, pastilah menganggap Frans, pacar Flo sangat kasar dan tidak berpihak. Tapi bagi Flo, Frans adalah seseorang yang bisa ia banggakan kepada mamanya karena pekerjaannya yang tetap sebagai seorang dokter. 
"Karena kini kamu sudah tumbuh dewasa, dan sebagai orang dewasa hidup memang menyebalkan. Realita menyakitkan, yang jelas, mimpi selalu lebih indah. Yah, welcome to the adulthood, sist!"
Pekerjaannya sebagai analis keuangan membuat Flo harus berkutat dengan angka - angka. Bukan hanya Flo, saya pun akan mual jika setiap hari saya harus berhadapan dengan angka. Belum lagi Flo punya rekan kerja yang tidak menyukainya dan boss yang tidak percaya pada kemampuannya. Sebagai atasannya, Jonathan yakin kalau Flo tidak benar - benar menguasai bidang yang digelutinya sekarang. Tidak seperti Frans yang tidak menyukai gaya berpakaian Flo, bagi Jonathan, Flo itu unik. 

Saya cukup tertarik dengan isu yang diangkat oleh penulis yaitu tentang pencarian jati diri. Bagaimana seorang Flo hidup tertekan oleh dorongan ibunya agar tampil lebih baik dan tidak menjadi penyesalan keluarga, dimana kepentingan dan keinginannya selalu dikesampingkan dan bagaimana ia berjuang untuk membuktikan semua orang memiliki hak yang sama, tanpa terkecuali.

rating : 3.5/5


Friday, May 26, 2017

Kepada Gema - Diego Christian

Judul : Kepada Gema
Penulis : Diego Christian
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 216hal, 11 Februari 2016
Sinopsis : Kepada Gema
Review :
"Waktu nggak bisa diputar balik, lo tahu itu. Kita nggak bisa sama - sama kayak dulu lagi. Gue nggak mau melihat ke belakang. Dan gue mau lo melakukan hal yang sama. Gue, lo, kita, itu masa lalu."

Atisha dulu punya segalanya. Tapi lambat laun semuanya hancur berantakan. Ayahnya meninggal, pacar yang ia cintai meninggalkannya dan  masa lalu yang kelam kerap menghantuinya, Sebenarnya jika Atisha tidak pernah bercerita kepada orang lain, tidak akan ada yang pernah tahu kehidupan pribadinya, karena aslinya Tisha adalah pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Bekerja sebagai creative assistant di sebuah stasiun TV menuntut Atisha untuk bekerja maksimal hingga ia tak punya waktu untuk hal lain diluar pekerjaannya.

Walau punya kenangan yang tidak menyenangkan tentang mantannya, Atisha tidak menutup diri dan sekarang berpacaran jarak jauh dengan Jesse yang sedang kuliah di Belanda. Hubungan mereka tergolong baik meskipun terkadang komunikasi hanya berjalan satu arah. Di tengah kesibukannnya bekerja, Atisha malah mendapatkan kejutan dari mantannya Gema yang tiba - tiba melamar bekerja di kantornya. Dia yang meninggalkan, dia pula yang ingin mendapatkan kembali. Apa sebenarnya maksud dan tujuan Gema kembali hadir dalam hidup Atisha? 

"Kalau Tuhan emang ada, Del, gue cuma minta satu hal, Kesempatan kedua."

Kepada Gema adalah buku pertama Diego Christian yang saya baca. Karena rating yang bagus dan sinopsis yang cukup menarik, saya memutuskan untuk membaca buku ini. Cerita ini tidak sesederhana yang kukira. Awalnya saya mengira cerita ini hanya berkisar tentang pacaran jarak jauh yang sulit dijalani karena kerap diterpa rasa rindu, dll. Tapi cerita ini jauh lebih luas cakupannya. Sayangnya endingnya terkesan terlalu terburu - buru dan karakter tokohnya kurang berkembang. Inti ceritanya sudah cukup bagus, tapi seharusnya masih bisa diexplore lagi. Saya penasaran tentang Jesse, kehidupan Atisha, dan ingin mempelajari lebih dalam tentang trauma yang diderita Atisha. (please don't judge me, ceritanya dulu saya ingin kuliah dibagian psikologi tapi tidak kesampaian :D)

"Kadang - kadang hal paling indah di dunia itu justru yang nggak kelihatan. Itu sebabnya kita selalu tutup mata waktu mencium seseorang dan waktu kita bermimpi."

Rating : 3/5


Thursday, May 11, 2017

Boy Toy - aliaZalea

Judul : Boy Toy
Series : Pentagon Series
Penulis : aliaZalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 384 hal, 25 April 2017
Sinopsis : Boy Toy
Review :

Lea adalah seorang dosen berumur 32 tahun. Hidup sendiri tanpa kehadiran orangtua membuat Lea menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa. Semenjak ditinggal pergi oleh pacarnya di hari pertunangan mereka, Lea menjadi trauma terhadap yang namanya 'komitmen'. Sampai saat ini ia tidak pernah tahu alasan mengapa Rainer mantan tunangannya memutuskan hubungan mereka secara sepihak. It's all good, until it goes bad. 

Sewaktu kunjungannya ke Bali untuk konferensi ilmiah, Lea tidak sengaja menginap di hotel yang sama dengan grup band ternama Indonesia yaitu Pentagon. Para personilnya terhitung masih muda, energik dan digandrungi para remaja. Berbeda dengan para remaja yang tergila - gila dengan Pentagon, bagi Lea, kehadiran mereka justru mengganggu konsentrasinya dalam mempersiapkan presentasinya. 

Kecelakaan kecil mempertemukan Lea dengan Taran, salah satu personil band Pentagon. Taran jatuh cinta pada pandangan pertama pada Lea, tapi bagi Lea, meskipun Taran berparas tampan dan berpenampilan menarik, tapi ia kelihatan sangat muda dan berondong abisss. . . . . .So it's a BIG NO buat Lea. Tapi Taran adalah laki - laki yang pantang menyerah. Beda umur bukan masalah, apalagi beda profesi. Lain halnya dengan Lea yang punya segudang 'what if', dan trauma yang masih membekas akibat gagalnya pertunangannya terdahulu.

Yang menjadi konsen saya selama baca buku ini adalah perkembangan karakter Lea. Salah satu alasan saya baca buku ini selain karena yang nulis adalah aliaZalea, yes, she is that good, adalah rasa ketertarikan pada cerita yang disuguhkan oleh penulis. Di zaman sekarang rasanya tidak heran lagi jika ada yang berpasangan dengan daun muda/brondong, meskipun terkadang pola pikir yang berbeda tentu akan menghasilkan penafsiran yang berbeda pula, seperti ada setuju dengan hubungan itu atau malah risih akan perbedaan umur tersebut.

Lea yang berprofesi sebagai dosen tentu punya suatu martabat yang harus dijaga di depan para mahasiswa - mahasiswinya, belum lagi harus menghadapi tekanan dari para fans fanatik Taran dan Pentagon yang mana kita tahu bisa sangat negatif komentarnya jika tidak suka terhadap pasangan artis yang mereka idolakan. Is that relationship worth to fight for? Met baca :)

PS : persahabatan para personil Pentagon patut diacungi jempol. Semoga cerita selanjutnya tentang Nico dan tetangganya yang 'nakal'.

Rating : 3/5

Sunday, January 29, 2017

Can't Let Go - Esi Lahur

Judul : Can't Let Go
Penulis : Esi Lahur
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 312 hal, Maret 2015
Sinopsis : Can't Let Go
Review :
Denisa adalah seorang wartawan di sebuah perusahaan tabloid. Karena pekerjaannya, Denisa harus terjun langsung ke lapangan untuk meliput berita. Berita yang diliput pun beraneka ragam, mulai dari berita kecelakaan, bencana alam, dan lainnya. Denisa sendiri memiliki seorang pacar bernama Nigo yang adalah seorang aktivis hak buruh yang tidak punya pekerjaan tetap. Tujuannya baik, untuk membantu menyuarakan hak - hak masyarakat kecil. Akan tetapi tak jarang karena aktivitas yang tidak kenal waktu dan tempat itu menjadi hal yang membuat mereka bertengkar. 

Tak jarang pula Nigo meminjam uang kepada Denisa entah itu untuk keperluan pribadi maupun untuk  aktivitas sosialnya. Denisa sadar betul bahwa penghasilannya jauh diatas Nigo. Mereka pun bukan pasangan baru, sudah lima tahun lamanya mereka berpacaran, tapi belum ada tanda - tanda Nigo ingin melamarnya. Boro - boro melamar, untuk makan saja terkadang susah. 

"Nigo, aku mengumpulkan uang untuk beli rumah, mobil, dan kebutuhanku, atau untuk biaya menikah, bukan untuk membiayai buruh. Aku kekasihmu, bukan lembaga sosial." hahahaha GOOD JOB GIRL!

Dalam hubungannya dengan Nigo, banyak perbedaan yang membuat mereka sering kali berdebat. Beda pendapat itu wajar, justru terkadang malah asyik karena adanya perbedaan. Tentu akan sangat membosankan jika semua yang kamu ucapkan selalu mendapatkan jawaban yang sama yaitu, "ya, saya setuju.". Terkadang kita perlu berbeda pendapat agar kita bisa melihat suatu perbandingan. Belum tentu semua yang kita yakini itu benar dan belum tentu semua yang diucapkan lawan bicara kita itu salah.

Sebagai seorang wartawan, Denisa selalu berusaha bersikap profesional dengan memisahkan masalah pribadi dengan masalah kantor. Walau tidak suka menonton pertandingan sepak bola, Denisa tetap diminta meliput Massimo Rozzoni, atlit sepakbola blasteran Indonesia - Itali yang berparas tampan. Awalnya ia ogah - ogahan, tapi setelah bertatap muka dengan Massimo, rasanya meliput berita sepak bola bukanlah hal yang buruk. Hubungan yang tadinya hanya sebatas wartawan dengan atlit sepak bola pun perlahan menunjukkan kemajuan. Tapi apakah itu akan berhasil? Jarak antara mereka terlalu besar, Denisa yang hanya seorang wartawan tidak ingin hatinya hancur karena merasa hubungan mereka tak akan berhasil. Belum lagi hubungannya dengan Nigo belum selesai.

Banyak topik menarik yang diangkat dalam cerita ini, seperti kekerasan, penyuapan, hubungan rumit antara Denisa dengan Nigo yang lebih mementingkan pekerjaannya sebagai aktivis buruh, juga hubungan Denisa dengan Massimo yang tidak jelas kedepannya. It's definitely worth to read. 

Buku ini pun adalah buku pertama Esi Luhur yang kubaca. Secara keseluruhan, ceritanya menarik. Wartawan salah satu tabloid terkenal yang disukai oleh pesebakbola ternama dan ganteng pula. Such a dream comes true ya. Konflik yang dipaparkan pun tidak rumit, sayangnya imho di bab - bab awal terkesan lambat, dan eksekusi di akhir cerita malah terlalu singkat dan terkesan terburu - buru. 

Rating : 3/5


Wednesday, January 25, 2017

Never Never : Part Three - Colleen Hoover, Tarryn Fisher (Never Never #3)

Title : Never Never : Part Three
Series : Never Never
Authors : Colleen Hoover, Tarryn Fisher
Publisher (format) : Kindle edition
Publication Date : January 19th 2016
Synopsis : Never Never : Part Three
Review :
This review is going to be the shortest review ever, because I really don't want spoil anything to you who haven't read it. What I am going to say is You.Need.to.Read.This.Book, no matter how asdfghjhkl it ends. When I finished this book, my reaction was like so, that's it? Is that all? I like it, but I can't say that I'm satisfied with the ending, though. I was hoping for something more like jaw-dropping fact, specific and reasonable to this mystery but it failed me. It's like a mind blowing story, but not in a good way. I was totally blown away by Silas and Charlie's story who got their memories lost for no reason, and their ways to get their memories back. But geezzz, that's the lamest reason ever! 

However, I still adore the writing, it was really good and made me stayed up all night to read it. It's not my first time reading Colleen's book so I know she won't disappoint me, and Tarryn's writing isn't bad at all. Thumbs up for these two superb authors. Funny thing is when Colleen herself rated her book with one star only lol. She is so cute!



Well, I will just share my favorite quotes of Silas that would make every girl swoon, it might sound cheesy, cliche, corny, you name it, but I love it! Silas is the most charming, gentle and considerate man ever :)
"What is the one thing you're the most scared of forgetting?"
"You." 
"I would rather have lost my memory again with her than to have her be alone in this. At least when we were in it together, we knew it was something we could work together." 
"I know I have said it before, but I love that we still write letters to each other. Texts got deleted and conversations fade, but I swear I'll have every single letter you've ever written me until the day I die."

They say that even when the world seems unfair to you or nothing feels right, but always be grateful in any situation because there is always something to be thankful for. "It just seems like maybe we were ungrateful. A little bit spoiled. I'm not sure our parents taught us how to be decent humans. So in a way. . . I'm grateful this happened to us."

Upss... Did I just say earlier that this review is going to be the shortest review ever? =.=' sorry folks!
Time to say goodbye! Make sure to put Never Never in your upcoming books to read okay? 


Never stop,
Never forget.

Rating : 3/5


Sunday, January 22, 2017

Angel in the Rain - Windry Ramadhina

Judul : Angel in the Rain
Penulis : Windry Ramadhina
Penerbit : Gagas Media
Tebal & Tahun Terbit : 468 hal & Oktober 2016
Sinopsis : Angel in the Rain
Review :
London menjadi tempat pelarian yang dipilih oleh Ayu dan Gilang. Berasal dari kota yang sama namun keduanya tidak saling mengenal satu sama lain. Mereka pertama sekali bertemu di sebuah toko buku dekat penginapan mereka yang hanya berjarak ratusan meter. Dikenalkan oleh pemilik toko buku Mister Lowesley, mereka tidak pernah tahu kalau ini hanya awal dari pertemuan mereka.

Ayu seorang penulis novel yang punya segudang fans. Tapi apa artinya ketenaran itu ketika ia tidak bisa memiliki laki - laki yang ia cintai? Hal terburuk yang terjadi padanya adalah laki - laki ya ia cintai mencintai kakak kandungnya sendiri. Can it get any worse? Di sisi lain, Gilang mencintai perempuan yang hanya menganggapnya seorang sahabat. Perasaan - perasaan tak terbalas ini yang membuat Ayu dan Gilang putus asa dan kehilangan tujuan hidup. Minuman keras pun seolah menjadi teman sejati Gilang melewati hari dan mengucilkan diri dari yang lain menjadi pilihan yang dirasa tepat bagi Ayu sehingga ia tidak perlu terus berpura - pura bahagia dihadapan semua orang.
"Tapi apa kau sama sekali tidak percaya bahwa mungkin saja malaikat yang turun bersama hujan dan keajaiban cinta yang dia ciptakan benar - benar ada?"

Goldilocks - malaikat yang hadir ketika hujan turun. Goldilocks berperan juga sebagai narator yang menceritakan kisah Ayu dan Gilang, si pemuda lucu dan si gadis gila buku. Jujur saya tidak begitu mengerti makna dari Goldilocks dan kurang menyukai kata - kata "sayang" yang sering diumbarnya, terkesan agak lebay dan tidak tepat sasaran, imho.

Setiap kali Ayu dan Gilang bertemu, hujan pun turun membasahi mereka. Katanya kalau ketika hujan turun dan mereka melihat malaikat berpayung merah, itu berarti mereka berjodoh. Hal itu belum disadari oleh mereka karena banyaknya masalah dalam hidup mereka. Ketika Ayu sudah merelakan kekasih hatinya pada kakaknya, kakaknya malah berniat ingin berpisah. Dan pada saat Gilang sudah membuka hatinya untuk Ayu, sahabatnya Ning pulang dan hadir kembali dalam hidupnya.
"Gilang tidak pernah membayangkan dua gadis itu bertemu. Karena, dua gadis itu berasal dari dua waktu yang berbeda Masa lalu dan masa sekarang. Mereka cinta yang melukainya dan cinta yang kemudian menyembuhkanya. Dua gadis itu tidak seharusnya bertemu."
Not my favorite, tapi ini bukan bacaan yang berat. Kasihan juga melihat kisah percintaan Gilang yang nggak pernah mulus dan kelamaan menunggu. Buku ini menjadi pilihan untuk posbar review BBI Medan. Setelah membaca review teman - teman di Goodreads, seharusnya saya membaca buku London : Angel terlebih dahulu. Karena disana diceritakan awal Gilang mengejar Ning ke London. Ada yang mau meminjamkan? :D

Baca juga review dari BBI Medan lainnya :
1. Nova - Absurd Reader
2. Putri Utama - Perpetual Romanza
3.Ertalin - Fiction and Me
4. 

Rating : 3/5


Thursday, January 12, 2017

sHe - Windhy Puspitadewi


Judul : sHe
Penulis : Windhy Puspitadewi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit :
Sinopsis : sHe
Review :
"Lu memang mesti ngerasain sakit sebelum bisa ngerasa arti senang yang sebenarnya. Itulah hidup! Orang baru bisa naik sepeda setelah jatuh berkali-kali."

Dua orang yang memiliki pelafalan nama yang sama, hanya beda huruf H, yaitu Dinar dan Dhinar memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Dinar tipe wanita yang ceria dan kerap kali melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Sementara Dhinar tipe yang introvert, kaku, kesayangan para guru disekolah dan frenemy bagi teman - temannya. 

Setelah saling berkenalan, Dhinar ingin sekali memiliki hidup seperti Dinar yang bebas karena selama ini Dhinar hidup dalam bayang - bayang orangtuanya yang selalu memutuskan segala sesuatu secara sepihak tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengannya. Memang rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau ya, karena Dinar pun menginginkan hal yang sama. Hidup Dhinar kelihatan perfect, dia jago berbahasa jepang dan bahkan akan segera melanjutkan studi disana. Itu adalah mimpi Dinar! Ketika ia harus berusaha mati - matian, Dhinar malah dengan mudah mendapatkannya.

"Kami melakukan hal yang kami sukai dan itu sudah cukup. Kami menikmati setiap detik yang kami lakukan demi acara ini, suka maupun dukanya, dan kelak kami akan mengenangnya. Mengenang sambil tersenyum bahwa kami pernah melakukan sesuatu untuk memberi makna hidup kami yang sebenarnya."

Buku ini simple tapi banyak maknanya. Buku ini menceritakan tentang arti persahabatan, perjuangan untuk mencapai hasil yang diinginkan, perjuangan menjalankan apa yang dianggap benar bukan mudah. Awalnya saya sempat bingung membaca buku ini karena tidak fokus dengan nama Dinar dan Dhinar. Saya pikir mereka adalah orang yang sama dan ternyata bukan. Untungnya cepat tersadar dan get back on track. Kalau nggak saya bakal berpikir Dhinar ini orangnya berkepribadian ganda.

Hal yang ingin ditekankan dalam buku ini adalah masa remaja kamu adalah masa - masa yang tidak boleh kamu lewatkan begitu saja. Meskipun kamu mungkin kena strap didepan kelas, dihukum membersihkan toilet, dll, nikmati saja semuanya. Karena hal - hal tersebut takkan dapat terulang lagi. Ya, masa remaja kamu hanya berlangsung sekali seumur hidup. Belajar itu penting, tapi lebih penting lagi menciptakan kenangan. Kenangan yang akan kamu kenang ketika kamu beranjak dewasa, kenangan yang akan membuat kamu tertawa ketika mengingatnya, rindu ingin mengulangnya, dan terharu karena pernah menjadi bagian darinya. 

Rating : 3/5

Sunday, January 8, 2017

Terpikat Sang Playboy - Astrid Zeng


Judul : Terpikat Sang Playboy
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 248 hal & Desember 2014
Sinopsis : Terpikat Sang Playboy
Review :
Seperti yang para pembaca Astrid Zeng ketahui, setiap buku terbitannya memiliki tautan satu sama lain. Kalau di review sebelumnya buku yang saya baca adalah Sleepaholic Jatuh Cinta yang menceritakan tentang kisah cinta Tecla dan Philip. Maka di buku ini ceritanya ada tentang sepupu dari Tatiana dan Tecla yaitu Eirwen. 

Eirwen adalah seorang model berumur 20 tahun yang karirnya sedang naik daun. Sebagai seorang model dan public figure, Eirwen cukup mengenal gaya hidup dunia malam. Namun secara tak disangka, ia malah dikira seorang penari striptease oleh Fabian, laki - laki playboy yang sudah terkenal dengan hobinya bergonta - ganti pasangan.

Fabian menunjukkan ketertarikannya secara terang - terangan kepada Eirwen. Sayangnya ia tidak mendapatkan balasan yang sama dari Eirwen. Bagi Eirwen, playboy seperti Fabian tidak akan mungkin bisa serius dengan satu wanita. Jadi buat apa membuka hati jika tahu kelak akan patah hati. Di sisi lain, penolakan Eirwen justru menjadi sebuah tantangan bagi Fabian. Walaupun terus menerima penolakan dan tidak digubris, Fabian tidak lantas menyerah begitu saja.
"Mulai saat ini kamu adalah milikku. Oke? Pacarku Eirwen."
Walau berniat insyaf, namanya juga sudah lama berkecimpung sebagai seorang playboy, Fabian pun banyak ide dan sangat kreatif. Fabian tahu Eirwen diwajibkan oleh mamanya untuk diet ketat demi menjaga bentuk tubuh yang ideal. Tapi Eirwen sering diam - diam "mencuri" makan dan tidak mengindahkan perintah mamanya. Fabian yang tahu hal itu pun berusaha mengambil kesempatan untuk bisa lebih dekat dengan Eirwen. Usaha - usaha tersebut yang sedikit demi sedikit meluluhkan hati Eirwen.

Jatuh cinta dengan playboy itu memang beresiko besar. Jadi wajar saja ketika Eirwen mengambil langkah seribu ketika didekati Fabian yang ganteng dan luar biasa kaya itu. Ketika dia jatuh cinta kepadamu mungkin dia akan benar - benar menyerahkan segalanya kepadamu. Tapi siapa yang tahu kapan ia akan berubah. But well, this is just a book, cerita fiktif belaka. Jadi ya sah - sah saja. Kalau saya disuruh memilih sih saya ogah. Tapi saya suka dengan ide - ide brilian Fabian. Cuma mungkin juga karena sudah terbiasa menjadi pujaan wanita, Fabian jadi kepedean orangnya. Sok yakin pasti diterima. Saya paling suka dengan Eirwen yang nggak dengan mudahnya luluh menghadapi Fabian. You go, girl!

Buku ini manis, tapi tidak berlebihan. Romantis tapi tidak lebay. Cukup ringan dan juga tidak membosankan. Buku Astrid Zeng tetap menjadi buku bacaan yang wajib dibaca bagiku. 

Rating : 3/5

Monday, January 2, 2017

Shine on Me - Shandy Tan

Judul : Shine on Me
Penulis : Shandy Tan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 296hal & 26 September 2013
Sinopsis : Shine on Me
Review :
"Tidak ada beban yang terlalu berat kalau kita mau membaginya. Kalau kau tidak tahu mau membaginya pada siapa, cari aku. Percayalah padaku, bahuku kuat."

Bagi Sinar, diadopsi bukanlah hal yang buruk sama sekali. Karena setelah bertahun-tahun hidup tanpa orangtua, akhirnya Sinar akan memiliki seorang ibu yang begitu menyayanginya seperti anak kandungnya sendiri. Tak ada yang bisa lebih baik dari itu kan? Bagai cahaya yang menyinari kehidupan, Sinar menjadi kebahagian bagi siapa pun yang mengenalnya. Termasuk Oma Nida, seorang nenek penjual teh didekat rumahnya. Rumah Teh tepatnya dimana Oma Nida menjalankan bisnis tehnya sendirian. 

Tahun demi tahun berlalu dan Sinar menjadi bagian tetap dalam hidup Oma Nida. Bersama - sama mereka menjalankan bisnis Rumah Teh. Uniknya para pengunjungnya kebanyakan adalah para Oma yang tinggal disekitar tempat usaha mereka berada. Salah satunya adalah Oma Rika yang menjadi pengunjung tetap Rumah Teh. Selain bekerja di Rumah Teh, Sinar juga bekerja sebagai penjaga warnet yang dikelola oleh anak Oma Rika yaitu Tante Enna. Sinar dan Tante Enna memiliki hobby yang sama yaitu menonton drama Korea. 

Bagi Sinar, hidup diantara orang - orang yang ia sayangi adalah berkat yang luar biasa. Sejak kepergian ibunya karena kecelakan beberapa tahun lalu, Oma Nida dan Rumah Teh adalah tumpuan hidupnya. Ia tak berani banyak bermimpi karena toh semua hal baik sudah diberikan kepadanya. Namun ketika ia bertemu dengan Ozcar dan Hansen, ia ragu dengan keyakinannya. Apa benar semuanya sudah ia terima? 

Kasih sayang dari oma,
Kasih sayang ibu pun pernah ia rasakan,
akan tetapi perhatian dari laki - laki barulah pertama sekali ia rasakan.
"Kau kenal orang tadi? Kok kau gampang sekali tersenyum pada orang yang tidak dikenal?"
"Kenapa tidak? Aku tidak bisa memberikan yang lain, jadi kuberi saja senyumku. Kan aku tidak rugi."
Bukan hanya satu, tapi dua orang sekaligus yang menyukainya. Hansen dan Ozcar adalah sahabat semasa SMA. Walaupun begitu, mereka seakan berlomba - lomba untuk menjadi yang terbaik bagi Sinar. Mereka berdua sama - sama bukanlah penggemar teh. Tapi karena Sinar, mereka rela bolak-balik ke Rumah Teh demi mencicipi teh buatannya. Ozcar sendiri tergila - gila dengan teh chamomile yang membuat tidurnya nyenyak. Dan Hansen adalah anak dari tante Enna. Hansen sudah beberapa langkah didepan karena mendapatkan dukungan dari Oma Nida, Oma Rika dan Tante Enna ibunya. Namun, Ozcar yang tidak pandai berbicara dan blak - blakan justru memiliki tempat tersendiri di hati Sinar. 

Ini buku Shandy Tan pertama yang saya baca. Bukan berarti Shandy Tan ini adalah penulis baru ya, karena saya sudah sering melihat buku - bukunya terletak manis di toko buku. Setelah ditelusuri, ternyata Shandy Tan ini adalah salah satu penulis yang paling produktif. Berbahagialah para fansnya karena tidak perlu menunggu terlalu lama untuk membaca karyanya.

Dan kerennya lagi, selain menulis, Shandy Tan ternyata juga seorang penerjemah. Menjadi penulis dan penerjemah diwaktu yang bersamaan itu tidaklah mudah. Apalagi dia termasuk tipe yang produktif, yang setiap tahun selalu menerbitkan buku baru.  So, thumbs up buat Shandy Tan. I'll make sure to read your books. 

NB : Karena penasaran dengan teh chamomile yang menjadi minuman favorit Ozcar, saya pun langsung mengoogle manfaat dari teh chamomile. Surprisingly, ternyata teh ini banyak manfaatnya. Kalau mampir ke restoran dan diberi pilihan mau minum teh jasmine atau chamomile, saya biasanya selalu memilih chamomile. No particular reason, tapi lebih pada kebiasaan. Nah, teh chamomile ini ternyata memang dapat membantu mengatasi rasa sulit tidur. Jadi penderita insomnia dapat mencoba minum teh ini. Selain itu juga dapat menyehatkan kulit, dan menghilangkan kantong mata. Total manfaat yang diperoleh dari teh chamomile ini ada 11. Klik disini untuk baca selengkapnya ya :)

Rating : 3/5

Friday, December 30, 2016

Miss Clean - Sara Tee


Judul : Miss Clean
Penulis : Sara Tee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 247 hal & 25 Agustus 2014
Sinopsis : Miss Clean
Review :
Terbiasa dengan hiruk pikuknya Jakarta membuat Adelia tidak betah ketika ia harus terpaksa pindah dengan orangtuanya ke Solo dan tinggal bersama neneknya. Awalnya Adelia berpikir pindah ke Solo bukan masalah besar karena toh itu salah kota di Jawa Tengah. Tapi bayangannya sirna seketika sewaktu ia tahu ia akan tinggal di pinggir kota yaitu di daerah Mojosongo. Adelia marah dan kecewa kepada orangtuanya karena dibenaknya mereka sengaja memindahkannya untuk jauh dari teman - teman sekolahnya.

Ayahnya yang berprofesi sebagai dokter umum pun membuka praktek kecil di rumah neneknya. Sejak kecil Adelia diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan. Maka dari itu, Adelia pun sangat jijik dengan sampah dan kotoran lainnya. Bahkan untuk sekedar masuk ke dapur pun Adelia tidak tahan. 
Adelia pun mendapat julukan Miss Clean oleh teman - temannya karena sifatnya yang gila dengan kebersihan.

Oleh karenanya, Adelia sangat tidak tahan, bahkan benci ketika ia tahu teman sekelas di sekolah barunya adalah anak dari tukang pemungut sampah warga Mojosongo. Bagi Niken, profesi pemungut sampah adalah profesi yang mulia. Bayangkan jika tidak ada pemungut sampah, kemanakah sampah - sampah warga akan dibuang, siapa yang bersedia mengutipnya, dsb. Butuh hati yang tulus dan ikhlas untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Selama itu halal dan dapat membantu orang banyak, kenapa tidak dilakukan. Toh pemungut sampah pun perlu makan dan menghidupi anak, istrinya juga. 
Profesi mulia tidak harus menjadi dokter, arsitek, notaris, pengajar dan sebagainya. Profesi mulia adalah segala pekerjaan yang dilakukan dengan tulus.
Niken yang begitu menyayangi Bapaknya pun tidak terima ketika bapaknya dilecehkan oleh Adelia. Dan Adelia yang tidak menyukai kedua ayah dan anak itu pun berusaha untuk menjauh dari mereka. Namun takdir seolah berkata sebaliknya. Semakin Adelia berusaha menjauh, semakin dekat pula ia dengan Niken. Mulai dari Arini, sahabat Niken yang tiba - tiba dekat dengan Adelia, dan juga Reno pacar Niken yang diam - diam berhubungan dengan Adelia.

Insight dari cerita ini sendiri adalah hormatilah orangtuamu, jangan keras kepala dan terlalu memaksakan keinginanmu. Bukalah matamu selebar - lebarnya dan pakailah nalarmu, jika pacarmu diam - diam berpacaran dengan orang lain putuskanlah dia. Walaupun tujuan utamanya somehow untuk membahagiakanmu, putuskanlah dia. You deserve better! Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Jangan terlalu memandang rendah diri sendiri dan mimpilah yang tinggi. Dream big and make it happen!

Rating : 3/5

Monday, December 12, 2016

Take Off My Red Shoes - Nay Sharaya

Judul : Take Off My Red Shoes
Penulis : Nay Sharaya
Penerbit : Grasindo
Tebal & Tahun Terbit : 240hal, 15 Juni 2015
Sinopsis : Take Off My Red Shoes
Review :

Tidak mengetahui seluk beluk silsilah keluarga mereka membuat Atha dan Alia harus hidup di panti asuhan. Dilahirkan kembar tak lantas membuat mereka berdua mendapatkan perlakuan yang sama. Alia memiliki pribadi yang ceria dan mudah bergaul sedangkan Atha lebih pendiam, jarang bergaul dan memilih bermain sendiri. Karena pribadinya yang introvert, Atha sering kali tidak dihiraukan oleh teman - temannya. Hal itu berlanjut ketika Atha dan Alia diadopsi oleh sepasang suami istri dengan seorang anak laki - laki bernama Ares. 

Atha dan Alia sangat dekat satu sama lain. Namun ketika mereka beranjak dewasa, ada saja hal - hal yang membuat hubungan mereka renggang. Misalnya ibu yang lebih menyayangi Alia dan tidak menutup - nutupi hal tersebut, dan Ares yang lebih sering menghabiskan waktunya dengan Alia dibanding dengan Atha. Hal itu semua membuat Atha sedih dan diam - diam ia menyimpan kesedihannya dihati. 

Untuk sekali saja dalam hidupnya Atha ingin bebas dari bayang - bayang Alia. Alia yang supel, Alia yang pintar, dsb. Bukan berarti Atha tidak pintar, hanya saja segala sesuatu yang ia perbuat sepertinya tidak mendapat pengakuan dari ibunya. Untungnya Atha punya tetangga yang suka usil namun diam - diam menaruh perhatian padanya. Entah mengapa, tidak seperti kebanyakan orang, Kegan lebih tertarik pada Atha dibanding Alia.

Alia suka sekali dengan sepatu merah, baginya warna merah adalah warna keberuntungannya. Seolah ingin diakui, Alia mengikuti seleksi cheerleader di sekolahnya. Dalam proses seleksi yang ketat, ada saja hal - hal aneh yang terjadi disekitar Atha. Tanpa sadar mungkin Atha sudah menyakiti orang - orang disekitarnya.

 Setelah selesai membaca buku ini, saya baru tahu bahwa novel ini terinspirasi dari dongeng yang berjudul The Red Shoes karangan Hans Christian Andersen. Saya sendiri belum pernah membaca dongeng tersebut. Mungkin akan saya baca, namun tidak dalam waktu dekat. Mengingat banyak sekali bacaan yang belum dibaca dan belum lagi mood baca yang suka hilang timbul. Secara keseluruhan, saya suka dengan ide novel ini. Kita diajak untuk menerka apa sebenarnya maksud dari penulis. Awalnya kita digiring untuk bersimpati dengan Atha yang selalu mendapat perlakuan yang berbeda, namun semakin kebelakang kita menjadi ragu, apa mungkin Atha yang tidak baik?
Tidak ada asap tanpa api, tidak ada akibat tanpa sebab. Perlakuan yang diterima Atha selama ini mungkin saja dipicu oleh perbuatannya sendiri.

Rating : 3/5


Monday, September 12, 2016

French Pink - Prisca Primasari

Judul : French Pink
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : Grasindo
Tebal & Tahun Terbit : 80hal, Oktober 2014
Sinopsis : French Pink
Review :
Hitomi memiliki usaha toko pita di Distrik Jiyugaoka. Awalnya ia begitu bersemangat menjalani usahanya itu. Namun sekarang tak lagi sama. Semuanya begitu kelam sehingga ia ingin sekali mengakhiri hidupnya. Ia seolah hanya mengenal satu warna yaitu hitam meskipun pelanggannya berdatangan mencari warna-warna cerah ditokonya. 

Suatu saat lelaki bernama Hane mengunjungi tokonya dan mencari warna English Lavender. Hitomi yang tak bersemangat pun kebingungan ketika Hane seolah tahu isi hatinya. Secara tidak sadar, Hitomi pun diberi misi untuk mencari warna-warna yang diinginkan Hane. Perjalanan singkat Hitomi dalam mencari warna - warna tersebut membawa kesenangan tersendiri bagi saya. Saya jadi tahu kalau warna itu tidak hanya sekedar merah, kuning, hijau, dilangit yang biru (maaf jadi pengen nyanyi :D). Tapi ada juga warna - warna seperti English Lavender, French Pink, Black Paper, dsb. 

Buku ini hanya terdiri 7 Bab dan total 80 halaman. Bayangkan betapa singkatnya bacaan saya kali ini. Well, hal itu tidak menjadi masalah, karena buku ini jauh dari kata membosankan. French Pink adalah buku ke2 dari Prisca Primasari yang saya baca. Saya pernah baca yang judulnya Kastil Es dan Air Mancur yang Berdansa. Saya lupa ceritanya tentang apa, tapi thanks to Goodreads, saya tahu kalau bukunya bagus karena saya kasi rating 4.5. Nah jika ada yang punya rekomendasi buku Prisca P yang bagus, boleh komen disini ya. Overall, French Pink membawa makna bahwa hidup harus terus dijalani dan diperjuangkan meski terkadang terasa berat langkahnya. 

Rating : 3 bintang


Tuesday, April 5, 2016

Falling - Rina Suryakusuma


Judul : Falling
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 320hal ; 19 Maret 2015
Sinopsis : Falling
Review :

"Because heart can see what the eyes cannot see and a mind cannot understand."

Hidup Carly nyaris sempurna. Seharusnya Carly merasa bahagia dengan kasih sayang ayahnya, sahabat - sahabatnya dan juga cinta dan perhatian dari calon tunangannya Seth. Akan tetapi Carly merasakan hal yang berbeda. Hatinya hampa, seperti ada sesuatu yang tidak pada tempatnya. Carly terus mencari bahkan ketika semua orang merasa dia sudah menemukan apa yang ia cari selama ini. 

Ketika Carly diterima sebagai karyawan ODP di sebuah perusahaan property developer, semua teman seangkatannya mengasihani dirinya karena dipilih berada dibawah arahan Maggie, mentornya yang terkenal judes dan cuek. Anehnya Carly tidak sepenuhnya merasa ia sedang sial. Walau jutek, tapi Carly merasa itu hanya topeng yang Maggie pakai untuk menutupi kerapuhan dirinya. 

Rasa ingin tahu dan perhatian membuat Carly kaget dengan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia lebih sering memikirkan Maggie daripada calon tunangannya sendiri? Semua rasa ini salah tempat. Salah total. Tapi tak ada yang bisa membohongi kata hati mereka. Carly diam - diam telah menemukan apa yang dia cari selama ini. 

Banyak yang harus diperjuangkan Carly. Pada dasarnya Carly harus mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk keputusan yang akan diambilnya. Tapi apakah itu sebanding dengan apa yang akan ia lepaskan?

Berbeda dari karya - karya penulis sebelumnya, kali ini penulis keluar dari comfort zone dan mengusung tema LGBT ( Lesbian, Gay, Biseksual, & Transgender) yang memang sedang marak dibicarakan di khalayak ramai. Terus terang saya cukup kaget ketika ci Rina memutuskan untuk mengangkat tema ini karena pastilah akan ada pro dan kontra yang tak terhindarkan. Alasan kenapa saya memutuskan untuk tetap membaca Falling meskipun saya tahu tema yang diusung adalah LGBT yaitu karena saya ingin belajar untuk memahami bukan menghakimi. 

Saya mencoba menempatkan diri saya di posisi Carly dan Maggie. (bukan berarti saya berniat menjadi lesbian ya, tapi sejujurnya saya ingin mengetahui apa yang mereka rasakan ketika mereka saling jatuh cinta). Dan well, sebenarnya sama saja dengan jatuh cinta pada umumnya, jantung berdebar tak karuan, gelisah menunggu kabar pasangan, dll. Yang berbeda adalah pelakunya adalah sama - sama wanita. Banyak pihak yang pasti akan menentang hubungan ini, dan banyak pula yang harus dipertaruhkan, entah itu berarti kehilangan orang - orang yang kita sayang atau masa depan kita. Pembelajaran yang bisa diambil yaitu bahagia itu pilihan. Tergantung bagaimana cara kita melihat dan menafsirkannya. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri jauh lebih penting daripada penilaian orang lain terhadap kita. 
"Aku tidak menyesal dilahirkan beda. Aku cinta setiap jengkal kehidupanku kini.Kalau ada yang kusesalkan, itu hanya satu. Aku terlambat mengenalmu."
Rating : 3/5

Saturday, March 12, 2016

The Infinite Sea (Lautan Tak Bertepi) - Rick Yancey


Judul : The Infinite Sea (Lautan Tak Bertepi)
Series : The 5th Wave #2
Penulis : Rick Yancey
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 400hal ; 22 Juni 2015
Sinopsis : The Infinite Sea
Review :
"Aku tidak akan meninggalkanmu, Evan. Dan aku tidak akan membiarkanmu meninggalkan aku. Tidak lagi."
Setelah pengeboman yang dilakukan Evan di Kamp Haven, Cassie beserta Sam, Ben dan lainnya bersembunyi di sebuah hotel. Sebelumnya, Evan berjanji pada Cassie bahwa ia akan mencarinya. Tapi waktu sudah berlalu terlalu lama dan Evan sama sekali belum muncul. Ringer pun memutuskan untuk pergi ke gua - gua terlebih dahulu dengan harapan akan menemukan korban yang selamat.

Terbangun dari rasa sakit di seluruh tubuhnya, Evan sadar bahwa ia tidak sendirian. Grace, seorang peredam seperti Evan, sedang merawatnya. Grace memiliki ketertarikan khusus pada Evan dan curiga Evan menyembunyikan sesuatu atau seseorang darinya. Evan yang bisa dibilang sedang sekarat saat ini benar - benar tidak berdaya. Malapetaka-lah bagi Cassie dan regunya jika Grace sampai menemukan mereka.
"Siapa Cassiopeia?"
"Dia yang berdiri ketika yang lain tetap merunduk. Dia yang tak bisa berhenti kupikirkan bahkan sebelum aku mengenalnya. Yang terakhir, Grace. Manusia terakhir di bumi."
Ketika mereka berhasil selamat dari empat Gelombang pertama, tak ada yang berani berucap janji. Karena tak ada yang tahu pasti apakah mereka masih bisa saling bertemu esok hari. Yang tinggal dari mereka adalah harapan. Harapan semuanya akan membaik, entah bagaimana mereka bisa menang dan mengalahkan Vosch. 

Ketika Ben berkata, "Jika seorang gadis kecil harus mati agar enam orang bisa hidup, itulah harganya." Apa bedanya Ben dan Vosch sekarang? Ketika mereka dihadapkan pada gelombang ke-5, mereka pada akhirnya bisa membedakan mana yang adalah peredam dan mana yang manusia. Dan sekarang nyawa mereka semua menjadi taruhan untuk misi penyelamatan yang mereka tidak yakini akan berhasil atau tidak. Bunuh atau terbunuh?

"Semakin lama kita bermain menjadi manusia, semakin manusiawi kita jadinya."

Dari segi cerita saya pribadi lebih suka buku pertamanya. Sama seperti halnya buku pertama, penulis mengambil sudut pandang dari beberapa tokoh berbeda tanpa menulis siapa tokoh yang dimaksud, sehingga membuatku bingung dan bertanya-tanya siapakah yang sedang diceritakan oleh penulis. Selain itu, besar harapan buku ini akan lebih banyak menceritakan tentang Evan dan Cassie tapi dugaan dan harapanku meleset ;__; Karakter favoritku kali ini adalah Poundcake. Salut buat Poundcake yang meski pendiam tetapi begitu penuh perjuangan. Anyway, selain untuk melengkapi the 5th wave series kamu, buku ini tetap menjadi list-wajib-punya karena dibuku ini semakin banyak cara Vosch untuk menyerang dan mematikan langkah Cassie cs sementara Cassie dan lainnya berjuang untuk tetap hidup. 

Fingers crossed for a happy ending :)
Baca review buku 1 : The 5th Wave - Rick Yancey

Rating : 3.5/5