Showing posts with label Bintang 4. Show all posts
Showing posts with label Bintang 4. Show all posts

Friday, March 29, 2019

Run Away - Harlan Coben


Judul : Run Away
Penulis : Harlan Coben
Penerbit : Grand Central Publishing (kindle edition)
Tebal dan Tahun Terbit : 400hal; 19 Maret 2019
Sinopsis : Run Away
Review :
Aku nggak nyangka sama sekali bakal se-enjoy ini baca novel thriller. Not my cup of tea sebenarnya, tapi baca novel ini ngalir aja dan tau - tau udah kelar. Buku ini menceritakan tentang seorang ayah, Simon Greene yang berusaha mencari anak perempuannya yang hilang. Anak perempuannya, Paige, adalah seorang pecandu narkoba dan sudah lama meninggalkan rumah. Awalnya Simon menemukan Paige sedang mengamen di jalanan, tapi Paige kemudian kabur dan Simon dihadang oleh pacar Paige yang bernama Aaron. Aaron pun seorang pecandu. Faktanya, Aaron-lah yang memperkenalkan Paige pada dunia narkoba. 


Tak lama setelah kaburnya Paige, Simon didatangi seorang detektif. Paige belum ditemukan, dan Simon malah diduga sebagai pembunuh dari kematian seseorang yang berhubungan dengan Paige. Simon kemudian bersama istrinya Ingrid mencari keberadaan anaknya di tempat tinggalnya yang sekarang namun tidak menemukan apa - apa. Mereka malah diarahkan ke suatu tempat dimana Paige pernah melakukan transaksi narkoba. Naas, Paige tidak ada disana, mereka malah ditembak dan Inggrid terbaring koma di rumah sakit. 

Membaca buku ini mengingatkanku pada film Taken, dimana sang ayah juga tanpa letih mencari keberadaan putrinya yang menjadi korban penculikan. Bedanya disini Paige tidak diculik, ia melarikan diri. Banyak kematian yang terjadi dan sayangnya salah satu karakter favoritku juga tidak lepas dari cengkraman maut. Secara keseluruhan aku suka dengan ceritanya. Membuat kita memutar otak memikirkan apa motif dibalik penembakan yang terjadi, dimana Paige sebenarnya selama ini, apakah dia selamat atau tidak, dan apa kaitannya pembunuhan yang satu dengan yang lain. Karakter favoritku yang lain tentu saja adalah Simon Greene yang nggak kenal lelah dalam mencari tahu keberadaan putrinya. 

"Would you kill someone?"
"No, of course not."
"Would you kill someone to save your child?"
"...."

Rating : 4/5

Tuesday, November 20, 2018

Fallega - Dana Fazaira

Judul : Fallega
Penulis : Dana Fazaira
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun Terbit : 336hal ; 29 Oktober 2018
Sinopsis : Fallega
Review :
Di tahun 2005 Fallega Dinata diasingkan oleh orangtuanya ke Sydney. Fallega dianggap sudah mencoreng nama baik keluarga besar Dinata. Bukan tanpa sebab ia diasingkan. Fallega dikhianati, ditolak dan dicemooh habis - habisan oleh orang - orang terdekatnya. Sejak video bermesraannya dengan pacarnya Aji tersebar luas, tidak ada yang mau berteman dengannya lagi. Tidak Aji, tidak juga gengnya yang terdiri dari Indah, Dhini dan Icha. 

"Lo semua sahabat gue. Kenapa saat gue butuh pelindung lo semua nggak ada?"
"Friendship is nothing. Yang gue sama Dhini butuhin itu adalah hubungan yang saling menguntungkan. Dan lo udah nggak bisa nguntungin kami lagi. Lo cuma sampah."

Di tahun 2008, Fallega kembali ke Jakarta untuk membalas dendam pada semua orang yang sudah menyakiti dan mempermalukannya. Tidak tanggung - tanggung, semua sudah direncanakannya secara matang. Fallega tidak lagi feminim seperti dulu. Kini ia tomboy, dingin, dan penuh dendam. 

Untuk mempermudah misi balas dendamnya, Fallega memperalat Rani, gadis biasa yang cantik dan polos untuk menjadi temannya. Dengan kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki keluarganya, tak ada yang tak bisa dilakukan Fallega. Terlebih ketika benci dan dendam sudah merasuki pikiran dan hatinya, tak ada lagi ruang untuk berdamai, tidak untuk orang lain, tidak juga untuk dirinya sendiri.

Sinopsis dan covernya menggambarkan segalanya. Menurutku cerita sih gila. Maksudku rencana - rencana Fallega sudah tertata dengan rapi dan tak bercela. Salahkah dia yang berniat balas dendam? I'm not in a position to judge, though. Bagi aku semua orang punya caranya masing - masing untuk menyalurkan hasrat yang ada di dalam diri mereka. Ada yang hanya akan berdoa semoga Tuhan membalas perbuatan orang yang menjahati mereka, namun ada juga yang berusaha berperan sebagai Tuhan dan membalas dendam, salah satunya adalah Fallega. 

Bagiku sendiri, dendam tidak akan menyelesaikan segalanya. It won't give you peace. Malah menurutku dendam hanya akan membuat kita jauh. Jauh dari orang - orang yang kita sayangi dan jauh dari Tuhan. Selain itu, percaya nggak sih kalau dendam itu bisa membuat kita stress lalu jatuh sakit. Untuk jasmani dan rohani kita, dendam itu nggak ada bagus - bagusnya. Do you believe in karma? Because I do. Biarkan saja karma yang membalas mereka. Kalau zaman dulu, karma itu akan datang setelah tujuh turunan (kata orang dulu), tapi karma di zaman sekarang berbeda. It comes instantly to you right after you did something bad. Jadi nggak usah capek hati dan pikiran, karena aku percaya, Tuhan tidak tidur. 
"Dendam malah akan membuat kamu sakit. Dendam itu nggak bisa buat orang yang kita dendam berubah, justru dendam yang bakal ngerusak organ kita karena yang sakit malah orang yang mendendam. Jadi apa gunanya mendendam?"
"Kalau mau marah, marah aja. Nggak usah dendam. Kalo mau nangis, nangis aja. Jangan dipendam. Itu semua malah buat kamu sakit. Setiap orang akan dibalas perbuatannya, jadi kamu nggak perlu ngerasa kamu yang harus nyadarin mereka. Tuhan punya caranya sendiri."
Baca buku ini sih nggak perlu waktu lama karena alurnya cepat dan ceritanya bagus. Karakter utamanya punya segudang ide - ide yang gila dan gokil, dan insight yang bisa kita ambil hikmahnya itu buanyakkk banget. 


Rating : 4/5


Saturday, November 17, 2018

Jingga untuk Matahari - Esti Kinasih

Judul : Jingga untuk Matahari
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun terbit : 448hal ; 18 Desember 2016
Sinopsis : Jingga untuk Matahari
Review :
Setelah sekian lama menyimpan buku ini dengan manis di rak lemari bukuku, entah angin apa yang membisikkan padaku untuk segera membacanya. Halamannya jauh lebih tebal dari kedua buku sebelumnya, tapi itu tidak menjadi masalah karena bagi yang menyukai dan mengikuti kisah Ari dari awal, halaman buku yang tebal adalah berkat! :) Dannnnnn. . . . .  meskipun tebal halamannya adalah 448hal, ternyata ini bukan trilogy saudara - saudara. Kisah rumit Ari - Ata dan Tari masih akan terus berlanjut lagi di buku ke-4 yang berjudul Jingga untuk Sandyakala. Bahagiakah aku? Jelas! Tapi disaat yang bersamaan aku juga sedih karena masih ada yang belum berdamai dengan masa lalunya. Dan entah akan ada berapa cerita menyesakkan lagi di buku selanjutnya. It ain't easy to read and feel about the twins' feelings. Mereka berdua menghabiskan masa kecil yang tidak sederhana seperti anak kecil pada umumnya. Mereka bahagia. Itu dulu. Dulu sekali ketika ibu dan ayah mereka masih bersama. Ketika mereka memutuskan berpisah, banyak hal buruk terjadi dan tak terelakkan. Ata dibawa pergi oleh ibunya dan Ari diasuh oleh ayahnya.

Ata meskipun hidup bersama dengan ibunya, tapi hidup mereka tidak mudah. Hidup nomaden dengan berpindah dari satu atap ke atap yang lain, dari hidup yang berkecukupan bahkan bisa dibilang berlebih dari segi materi, namun dalam sekejap kehilangan segalanya ketika memutuskan untuk berpisah. Ari yang tetap tinggal dengan ayahnya, tidak pernah merasakan artinya kekurangan, namun hidupnya jauh dari kasih sayang. Ayahnya lebih memilih menyibukkan diri di kantor, meninggal Ari tinggal sendiri di rumah dan membiarkannya tumbuh menjadi anak yang bandel dan suka tawuran.

Memang dalam suatu perceraian, yang paling dirugikan itu adalah anak - anak. Mereka yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh malah harus kehilangan poin penting tersebut dalam hidup mereka. Banyak orangtua sekarang yang memiliki peran ganda, menjadi ayah sekaligus ibu ataupun sebaliknya, bagi anak mereka. But is it enough? 

Well, mari kita biarkan waktu yang menjawab itu. Balik lagi ke Ari - Ata dan Tari. Sejujurnya aku sudah tidak ingat lagi isi cerita buku kedua, tapi untungnya di buku Jingga untuk Matahari ini, penulis menceritakan sedikit kisah sebelumnya jadi bagi kita yang sudah terlalu lama tidak membaca series ini masih bisa mengerti jalan ceritanya. Setelah pembahasan antar keluarga yang panjang, akhirnya Ata dan mamanya memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan Ata akan bersekolah di sekolahnya Ari. Ata dan mamanya bukannya tanpa perjuangan untuk bisa ke Jakarta. Kakeknya harus menjual salah satu sapi terbaiknya agar Ata dan mamanya memiliki sedikit kemudahan ketika berada di Jakarta nanti. 

Kabar bahwa Ata dan mamanya akan kembali ke Jakarta membuat Ari luar biasa bahagia. Akhirnya ia akan kembali berkumpul bersama dengan mama dan saudara kembarnya. Satu hal yang ada dipikiran Ari. Ia akan mempertemukan Ata dan mama dengan ayahnya kembali. Tapi rencananya jauh dari kata berhasil. Belum sempat memulai, Ari harus menerima kenyataan bahwa hal itu adalah mustahil untuk dilakukan. 

Selain Ari yang menjadi favoritku sejak awal cerita, di buku ketiga ini, aku juga sangat appreciate hubungan pertemanan Ari, Ridho dan Oji. Ari beruntung banget punya sahabat kayak mereka berdua. Mereka bertiga punya kesulitan di keluarga masing - masing. Mungkin itu pula yang menyatukan mereka. Membuat mereka saling mengerti dan membantu satu sama lain. Di saat Ari sedang berada dititik terendahnya, Ridho dan Oji tidak pernah sekalipun meninggalkannya. Meskipun berulangkali Ari meminta mereka untuk tidak mengikutinya dan membiarkannya sendiri, Ridho dan Oji bertindak seperti bayangan yang selalu ada didekat Ari. How lucky they got each other's backs.

"Ridho sama Oji. . . dari dulu mereka begitu, bukan karena gue minta. Itu inisiatif mereka sendiri. Kapan mereka harus bohong dan kapan mereka harus jujur tentang kondisi gue. Kalo harus jujur, ke siapa aja kejujuran itu. Dan kalo harus bohong, berlaku untuk siapa aja kebohongan itu. Teman - teman terbaik yang pernah gue punya."

Dan Tari masihlah Tari. Walau sekarang berstatus pacaran dengan Ari, Tari belum terbiasa dengan tatapan teman - teman sekolahnya. Teman kelas sepuluhnya memandangnya bak putri kehormatan, bagi anak kelas duabelas, Tari seolah mangsa yang harus disingkirkan, terutama bagi Vero dan gengnya. Belum lagi dengan kemunculan Ata di sekolahnya, dan Angga yang hadir kembali dalam kehidupannya dan mengaku menyukainya. Akankah Tari bisa tetap setia dengan Ari? We'll see!

Rating : 4/5



Sunday, October 28, 2018

Midnight Prince - Titi Sanaria

Judul : Midnight Prince
Penulis : Titi Sanaria
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal dan Tahun Terbit : 276 hal ; April 2018
Sinopsis : Midnight Prince
Review :

Menjalani hidup sebagai seorang Mika tidaklah mudah. Dulu ia punya segalanya. Kehidupan yang sangat layak, keluarga yang saling mengasihi, dan materi yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun dalam sekejap semuanya sirna dan hilang begitu saja. Ayahnya meninggal, keluarga mereka terlilit utang, adiknya Desha memutuskan mengakhiri hidupnya bersama dengan anaknya yang baru lahir dan ibunya menderita depresi berat. 

Mika tak pernah berpikir untuk menjalani hidup seperti ini. Ia terus menerus menyalahkan dirinya karena kematian adik satu - satunya itu. Desha hamil diluar nikah. Keluarga laki - laki yang menghamilinya menawarkan sejumlah uang dan berharap itu cukup untuk menyingkirkannya sampai anaknya lahir dan diuji DNA-nya. Tentu bagi Desha penolakan semacam itu adalah beban berat yang harus dipikulnya. Penolakan yang membuatnya mengakhiri hidup.

Keluarga laki - laki tersebut adalah keluarga terpandang yang memiliki rumah sakit swasta terkenal. Dengan bantuan sahabatnya, Kinan, Mika bekerja paruh waktu disana. Hanya semata - mata untuk mengetahui seperti apa keluarga yang telah menghancurkan hidup adiknya itu. Mika tak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu dan terlibat hubungan dengan Rajata, kakak dari laki - laki yang pernah menjadi masa lalu kelam Desha.
"Bagian tersulit dari sebuah kebohongan adalah membuat kebohongan berikutnya untuk membenarkan kebohongan yang lain. Itu semacam lingkaran setan yang tidak punya jalan keluar."
Mati - matian ia mencoba mengingkari isi hatinya sendiri demi Desha. Ia tidak mau mengkhianati adiknya dengan mencintai Rajata. Rajata yang tidak tahu menahu tentang masa lalu itu terus mendekati Mika dengan segala cara. Pendekatan yang cukup intensif itu membuat Mika kesal sekaligus juga semakin mencintai Rajata. Tapi bagi Mika hubungan mereka tidak mungkin bisa bertahan dan hanya akan menyakiti kedua belah pihak jika diteruskan. Terlebih lagi setelah Mika tahu, Kinan akan bertunangan dengan kakak dari Rajata yaitu Dewa. Sepertinya hidupnya memang sudah ditakdirkan untuk berdekatan dengan keluarga Rajata. Antara ia mau mengakui dan menerimanya atau tetap keras kepala, berpaling dan menolaknya. 
"Ketika bertemu perempuan yang tepat, semua laki - laki akan jadi murahan dan meletakkan harga diri di telapak kaki."
Ini buku kedua Titi Sanaria yang kubaca setelah Dirt on My Boots. Ada satu persamaan yang bisa disimpulkan dari dua tokoh utama di dua buku ini, yaitu seberapa pun hati mereka berusaha menolak, tapi ketika bersentuhan fisik dengan lawan jenisnya, saraf otak mereka secara otomatis berkhianat dan melakukan hal yang bertentangan dengan kehendak hatinya. 

Rating : 4/5

Sunday, March 4, 2018

Resign! - Almira Bastari


Judul : Resign!
Penulis : Almira Bastari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 288hal; 29 Januari 2018
Sinopsis : Resign!
Review :
Di setiap pekerjaan yang kita jalani, pastilah kita selalu ingin berusaha untuk menampilkan yang terbaik dari diri kita. Karena sering kali kita dinilai berdasarkan apa yang kita lakukan sehari - hari. Orang - orang akan dengan mudahnya menilai kita buruk, tapi belum tentu akan langsung menilai baik potensi kita. Sering kali kita dipandang sebelah mata oleh bos kita, dianggap tidak mampu atau belum layak untuk dipromosikan, atau dipercaya untuk menangani suatu kasus. Oleh karena itu, tak jarang banyak pegawai yang berlomba - lomba untuk terlihat baik dan menonjol di depan bosnya. Tapi hal itu justru berbanding terbalik dengan Alranita dan teman - teman kantornya yang justru sibuk bertaruh siapa yang akan berhasil resign duluan. 

Dan pertanyaannya adalah. . . . . . . Separah itukah bos mereka???
Well, jika bosmu tipe yang nyebelin, ngeselin, hobi murka dan sering membuat suasana kantor seperti neraka, masih mau nggak kamu lanjut bekerja ditempat itu meskipun diberi gaji tinggi? 
Sama halnya seperti Alranita dan para cungret aka kacung kampret, aku juga bakal berlomba - lomba untuk resign duluan. Maklum, takut tua sebelum waktunya -.-

"Tigran itu seperti toko bawang merah: bagus di luar, iblis di dalam. Dan kami para cungretnya adalah kumpulan bawang putih yang minta diselamatkan oleh perusahaan - perusahaan lain yang penuh kasih."

Bos para cungpret namanya Tigran. Dipanggil dengan sebutan Pak, tapi Tigran jauh dari kesan bapak - bapak. Perutnya tidak buncit, wajahnya tampan dan tubuhnya tinggi tegap. Deskripsi itu seharusnya membuat para cungret jatuh cinta dan bersyukur punya bos seperti Tigran. Tapi walau paras rupawan, ternyata Tigran lebih nyinyir dari ibu - ibu yang jualan di pasar. Ngasih kerjaan maunya cepat selesai, kerjaan belum selesai sudah ngasih kerjaan baru, #kankampret. Pengen dicekik nggak sih bos kaya gitu? Yang punya bos dengan sifat seperti Tigran mana suaranyaaa? :D 
"Seburuk - buruknya bos, suatu saat ada baiknya juga, walaupun cuma setitik." - Cungpret yang sudah kenyang berkarir
Benerrrrr banget!! mwahahaha. bos itu kadang bisa evil banget dan terkadang bisa berubah seratus persen dan berperilaku bak malaikat, walau cuma sesaat. Dan karena cuma sesaat, haruslah dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya. - Cungpret yang nggak mau rugi. 

Aku sih suka banget dengan karakter Alranita. Dalam pekerjaan dia cerdas, bisa bekerja dibawah tekanan dan berpendirian. Selain itu, dia juga tipe yang blak - blakan dalam hal mengutarakan perasaannya kepada bosnya. Ya bok kalau sama bos agak direm mulutnya, kalem gituuu, tapi Alranita beda. Mungkin karena pengaruh bosnya juga masih muda dan tidak mengkategorikan dirinya sebagai bos dan para cungpret itu bawahannya, jadi bisa terjalin komunikasi dengan mudah dan tidak ada jarak diantara mereka. It's a good thing, isn't it? Lain halnya jika punya bos yang gila status, yang punya motto :
pasal 1. bos selalu benar
pasal 2. jika bos salah, lihatlah pasal 1.
Ya otomatis mau ampe dunia kiamat juga pun bawahan dan bosnya nggak akan bisa kompak. #bukancurcol

Begitu baca judul buku ini aku sudah ngebet pengen beli. #seringkejebakjudul&sinopsis mwahahaha. Bukan, bukan, nggak seniat itu kok pengen resign sampai bela - belain mau beli buku ini. Cuma penasaran saja dari judul, sinopsis, dan review dari teman - teman yang sudah baca, sepertinya buku ini mampu menghibur perasaan gundah gulananya anak kantoran seperti saya ini. (bahasamu, Mei #alay ._.) Awalnya aku kira Resign! bakal mirip dengan My Stupid Boss. But no, i was wrong. Buku ini bukan hanya menceritakan tentang gilanya cara kerja si bos ke anak buahnya, tapi juga bagaimana Tigran diam - diam mendekati Alranita dengan caranya tersendiri. 

Satu quote yang sedikit menggelitik perasaanku. "Saya nggak pernah nyuruh lembur. Kalau sampai kamu lembur, justru saya yang harusnya bertanya, dari pagi ngapain aja?" - Bos yang tidak ingin dibantah. Jika jadi bos mungkin akan berpikiran seperti itu, tapi jika kita adalah bawahan yang selalu sibuk bekerja dan masih diberi pertanyaan seperti itu, rasanya pengen nonjok orang nggak sih?? Coba kalau si bos yang begitu, balik ke pasal 1 ya gaessss. . .

Rating : 4/5
PS : Bos yang nyinyir berlebihan dan ingin ditonjok itu hanyalah bos para cungret, yaitu Tigran. Dan itu bukanlah bosku ataupun bosmu. Peace #salamdamai :) :)

Ini posbar pertama di tahun 2018 dengan teman - teman BBI Medan, check them out : 
1. Putri -
2. Cut Lilis -
3. Ertalin -
4. Nova Putri -

Saturday, June 17, 2017

Second Heart - Luna Torashyngu


Judul : Second Heart
Series : First Girl #2
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 352hal, 14 Januari 2016
Sinopsis : Second Heart
Review :
Setelah penculikan yang dialami Tiara beberapa saat yang lalu, Tiara mencoba melupakan kejadian tersebut dengan kembali bersekolah dan menjalani aktivitasnya seperti biasa dibawah pengawalan Andra, agen Jatayu yang dipercaya untuk menjaga keamanannya. Andra sudah dianggap keluarga sendiri oleh Tiara dan kakek neneknya. Hubungan Tiara dan Andra pun bukan hanya sekedar pekerjaan semata tetapi Andra sudah seperti saudara dan sahabat bagi Tiara.  

Walau Tiara sekarang aman dalam perlindungan Andra dan Jatayu, akan tetapi penculik Tiara masih berkeliaran di luar sana dan merencanakan hal yang lebih besar daripada sekedar penculikan. Kesetiaan kepada negara pun diuji dan banyak diantaranya yang berkhianat. Tidak lama setelah kasus penculikan Tiara, terdengar kabar munculnya organisasi separatis yang menamakan diri mereka, NIS (Neo Indonesian State) yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah dan bermaksud menjadi pemerintah yang baru dengan UU yang mereka rancang sendiri. 

Bukan hanya pemerintah dan Presiden yang terancam akan dilengserkan secara paksa dari jabatannya, tetapi juga Indonesia pasti akan terpecah belah kesatuannya. Tindakan mereka tidak main - main. Dibuktikan dengan dilakukannya penyerangan dan penyanderaan terhadap para murid dan guru di SMAN 132, tempat Tiara bersekolah. Tentu saja bukan hanya sekedar kebetulan mereka menjadikan sekolah itu sebagai tempat penyanderaan. Tujuan mereka hanya satu. 

"Bangsa kita ini memang belum bisa menerima kebenaran yang sangat pahit. Bangsa ini masih butuh Nina Bobo, lagu pengantar tidur yang lembut dan manis, agar bisa tetap tertidur dengan lelap dan terus bermimpi indah, tanpa pernah berniat untuk bangun dan menghadapi kenyataan yang ada. Butuh waktu lama bagi bangsa ini untuk bisa bangkit dan mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain, terutama soal moral dan mentalitas manusianya."
Saya rasa pernyataan diatas sangat mirip dengan kondisi yang dihadapi negara kita saat ini. Terlalu nyaman dengan kata - kata dan tidak terbiasa dengan aksi dan tindakan. Terlalu lama berada di zona nyaman membuat perubahan menjadi hal yang tidak lazim bagi mereka. Tapi perubahanlah yang diperlukan oleh negara ini. 

Dua kata buat buku ini : seru bangetttt!!! Saya suka sekali dengan ceritanya yang begitu penuh dengan teka teki, Rasanya seperti sedang berada di TKP dan it feels so real. Mulai dari penyergapan yang tiba - tiba dilakukan, penculikan, penembakan dan perlawanan di sana sini. Two thumbs up buat penulis. Walau covernya sooo teenlit yang awalnya buat saya skeptis untuk mulai baca buku ini, but back again, don't judge a book by its cover. Trust me, it is worth every second of your time to read this book! Tapiii, baca dulu buku pertamanya yang nggak kalah seru dengan yang ini. Reviewnya bisa di baca disini ya First Girl

4/5

Sunday, February 26, 2017

Badminton Addict - Stephanie Zen


Judul : Badminton Addict
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 272 hal & 5 Mei 2016
Sinopsis : Badminton Addict
Review :
Jatuh cinta itu 'kata orang' berjuta rasanya. Apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa tahu siapa dia, apa latar belakangnya, bagaimana bibit bebet bobotnya. You just fell in love. Claudia jatuh cinta pada orang yang sama sekali tidak dikenalnya, di tempat yang dikunjunginya mungkin hanya dalam setahun sekali, dan dalam perjalanannya ke toilet pula. Silly things, but it happened. 

Yang baca buku pertamanya Badminton Freak tentu tahu Fraya dan Edgar. Nah Badminton Addict ini bercerita tentang Claudia, adiknya Fraya. Claudia yang sedang kuliah di Singapore pun diajak kakaknya untuk menonton pertandingan badminton yang digelar di negeri Singa Putih tersebut. Karena punya calon kakak ipar yang adalah pemain bulu tangkis, Claudia punya free access ke stadium. 

Di sanalah Claudia bertemu dengan Max, salah satu pemain ganda putra terbaik yang dimiliki oleh pelatnas saat ini. Langsung deh Claudia kesengsem dengan Max, terlebih setelah melihat Max membantu menenangkan anak kecil yang sedang menangis. Tapi secara tidak terduga, Aya kakak Claudia malah menentang rasa sukanya pada Max. Masa lalu Max menjadi salah satu alasan Aya tidak menyukai Max. Rasa tidak sukanya itu pun didukung oleh Edgar pacarnya yang menyebut Max sebagai bad boy nya pelatnas. 
"Orang yang meragukanmu di saat kamu paling membutuhkannya untuk percaya bukanlah orang yang tepat untuk berada di sisimu."
Semua yang diucapkan oleh Aya dan Edgar berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan pada Max. Memang kalau sudah jatuh cinta, mata kita seolah tertutup dan telinga kita seakan tak bisa mendengar hal - hal buruk yang diceritakan kepada kita. Experience is the best teacher. Bukan dari kata - kata tapi pengalamanlah yang mampu mengajarkan kita untuk lebih dewasa. 

Konflik di buku ini khas remaja. Saling suka tapi tidak berani mengutarakan, punya perasaan menggebu - gebu, merasa selalu tahu dan benar, dll. Saya suka dengan cara penulis menyampaikan pesan moral di buku ini. Sedikit banyak, saya punya pengalaman yang mirip dengan Claudia. Didekati karena status 'anak kepala sekolah'. Ada yang taruhan jika si A bisa ngedeketin saya dan bahkan berpacaran, then he wins the bet. Saya yang polos dan pure percaya dengan A tanpa tahu ternyata ada udang dibalik bakwan, agrees to date him. Baru deh setelah berpacaran, si A ngaku kalau saya dijadikan bahan taruhan dengan temannya. But what he feels is real, gitu kata doi. ya intinya doi menyesal, mengaku, dan berharap diberi kesampatan kedua. 
"There are always three sides in every story. Mine, yours, and the truth."
Membaca buku ini jadi mengingatkanku pada kegemaranku terhadap bulu tangkis. Seperti halnya Fraya, saya dulu suka menonton bulu tangkis di tv, dan berharap bisa bermain di pelatnas juga. haha. . sewaktu duduk di bangku sekolah, saya pernah mengambil ekstrakulikuler bulu tangkis tapi setelah tamat, aktivitas tersebut pun tidak dilanjutkan. Banyak yang dimimpikan, tapi ketika beranjak dewasa semuanya seolah menguap entah kemana. (maaf ya jadi curhat) And now~~ thanks to this book, menonton pertandingan bulu tangkis secara live di istora Senayan menjadi wishlist saya di 2017. Semoga bisa kesampaian! :) 

Rating : 4/5

Monday, February 20, 2017

Everything, Everything - Nicola Yoon

Judul : Everything, Everything
Penulis : Nicola Yoon
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Tebal & Tahun Terbit : 336hal ; 1 November 2016
Sinopsis : Everything, Everything
Review :

"Aku masih hidup, Tapi aku tidak mau hidup."

Karena penyakit yang dideritanya, Madeline Whittier belum pernah meninggalkan rumahnya selama tujuh belas tahun. Betapa irinya ia pada anak - anak yang bisa bermain dengan leluasa tanpa harus mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka. Sejak kecil Madeline divonis mengidap penyakit langka yaitu SCID atau yang dikenal dengan Severe Combined Immunodeficiency. Penyebabnya? Tak ada yang tahu pasti, yang jelas hal - hal kecil dapat membuatnya sakit, begitu tutur ibunya yang berperan sebagai dokter pribadinya.

Hampir seumur hidupnya, Madeline hanya mengenal Ibu dan perawatnya Carla. Kenangan masa kecilnya tidak banyak, ia bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas kenangan yang ia miliki dengan ayah dan kakak laki - lakinya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Maddy, begitu panggilannya, juga belajar ilmu pengetahuan dengan gurunya via video call. Tapi ibunya-lah sumber informasi baginya. Segala sesuatu telah diatur untuknya, jadwal hariannya, makanannya, dan bahkan pakaiannya. Maddy hampir tidak pernah membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Segala sesuatunya berubah ketika ia kedatangan tetangga baru. Laki - laki yang membuatnya gelisah sekaligus penasaran hingga kerap bolak balik mengintip di balik tirai jendela. Bak remaja pada umumnya, Maddy begitu ingin berkenalan dengan laki - laki bernama Olly itu. Tapi Ibunya takkan pernah memberinya izin bertemu dengan orang lain tanpa terkecuali.
"Di dalam kepalaku aku tahu aku pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi rasanya tidak seperti ini. Jatuh cinta padamu jauh lebih dari yang pertama kali. Rasanya seolah ini yang pertama dan terakhir dan sekaligus satu - satunya."
Tapi selama kita punya keinginan kuat, bukankah semuanya bisa kita lakukan? Maddy mencoba berbagai cara untuk bisa berkenalan dengan Olly, dan begitu juga sebaliknya. Tapi bukankah itu percuma jika setelah berkenalan ia akan jatuh cinta kepada Olly dan karena penyakitnya ia dan Olly hanya akan terluka karena tidak bisa bersama? 
"Hanya karena kau tidak bisa mengalami semuanya, bukan berarti kau tidak bisa mengalami apa pun. Lagi pula, cinta yang ditakdirkan untuk tidak bersatu adalah bagian dari hidup."
Buku ini seperti teka teki yang sulit ditebak. Pembaca seakan disihir untuk percaya setiap kalimatnya. Tapi ternyata banyak kejutan - kejutan yang mencengangkan. Saya suka dengan pribadi Maddy yang tidak mudah menyerah pada nasib. You go, girl!  Saya juga bersyukur bahwa di masa - masa sulitnya, Madeline tidak sendirian. Dia punya ibu yang begitu menyayanginya dan Carla, perawat yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

Beberapa pesan Carla kepada Maddy yang saya suka :
1. "Luangkan sedikit waktu bersama ibumu. Pacar datang dan pergi, tapi ibu adalah milikmu untuk selamanya."
2. Bersikaplah baik kepada mamamu. Kau satu - satunya yang dia miliki."

Rating : 4/5

Sunday, January 22, 2017

Never Never : Part Two - Colleen Hoover, Tarryn Fisher (Never, Never #2)

Title : Never Never : Part Two
Series : Never Never
Authors : Colleen Hoover, Tarryn Fisher
Publisher : kindle edition (hoover ink)
Publication Date : May 17th 2015
Synopsis : Never Never : Part Two
Review :

Charlie and Silas,
If you don't know why you're reading this, then you've forgotten everything.
You recognize no one, not even yourself.

Just imagine when you only have 48 hours to remember everything about yourself and the next second of it you remember nothing like who you are, where you are, and why you can't remember anything. It just happened over and over again without no explanation of why it happened. No one was there to help you except the letters that you wrote by yourself. Horrible, isn't it?

That's what happened to Silas and Charlie. This is the second part of the Never Never series, and this time Charlie is nowhere to be found. She was missing since the night she and Silas had an argument. Here we got a new fact that their families have a history together but then Charlie's father went to jail and he insisted that Silas's father was behind all of this. Everything was torn apart including the relationship that Silas and Charlie had.

I still have no clue about what's behind all of this and it's frustrating me. But I loveee everything about this story, the uncertainty, the mystery, and all. The authors are extremely good on this thing. I hope I'll be satisfied with the ending and get a reasonable reason of this mystery. Last but not least, Silas is still my favorite person and I really hope he and Charlie will get a good ending in the end. *fingers crossed* 

Down below is one of my favorite love letter that Silas wrote to Charlie : 

After you fell asleep, I moved the video camera closer to us.
I wrapped my arms around you and listened to you breathe until I fell asleep.
Sometimes when I have trouble sleeping, I'll play that video.
I know that's weird, but that's what you love about me.
You love how much I love you.
Because yes, I love you way too much.
More than anyone deserves to be loved.
But I can't help it. You make normal love hard.
You make me psycho-love you.

Rating : 4/5

PS : You can also read my review on the first book here Never Never #1

Saturday, January 21, 2017

Never Never - Colleen Hoover, Tarryn Fisher (Never, Never #1)

Title : Never Never #1
Series : Never Never
Authors : Colleen Hoover, Tarryn Fisher
Publisher : kindle edition (hoover ink)
Publication Date : January 7th 2015
Synopsis : Never Never #1
Review :
"I may not remember anything about her, but I would bet her smile was my favorite part of her."
Charlie and Silas are best friends since they could walk. They took the relationship to another level when they were fourteen. Much love they had for each other. But one day everything changed. All of a sudden, they have absolutely no memory of who they are, where they live, why they can't remember anything. Everything just went blank. Both of them are so scared and fascinated at the same time. How could it just happen without them knowing? 

They have no information about themselves. They only thing they know is that they were once dating and now they are not. They have no choice but to stick together in order to figure out what was happening before this mystery happened. Their friends thought they were a bit off but that seems less important than the reason of why nothing rings the bell. Nothing is familiar but Charlie for Silas, and Silas for Charlie. 
"You are letting her drive your car? Are you kidding me? You've never even let me sit behind the damn wheel!"

"You aren't the one I'm in love with."

What a cliffhanger ending! The authors really know how to tease their readers. I like Silas in present. But I still can't decide if I like him in his past too. Although he can't remember anything, but his love for Charlie just stay there and vice versa. This book is a great one. I never read anything like this before, and the idea was so fresh. I didn't surprise when I can't put it down even just a second because it was that good.

"This isn't a game I want to win, Charlie. If anything, I'd say we both lost."

Rating : 4/5


Wednesday, January 18, 2017

Alien itu Memilihku - Feby Indirani


Judul : Alien itu Memilihku
Penulis : Feby Indirani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 308 hal & Juni 2014
Sinopsis : Alien itu Memilihku
Review :
Tepat saat aku merasa segalanya sudah dipersiapkan dengan baik, takdir ternyata menelikung rencanaku. Hidupku tidak lagi bisa disebut membosankan. Mengerikan, kini lebih tepatnya. 
Lagi - lagi kita diingatkan bahwa manusia boleh berencana, namun pada akhirnya Tuhan yang menentukan segalanya. Indah Melati Setiawan tak pernah menyangka dirinya akan menghabiskan waktu yang lama berada di rumah sakit. Bukan karena sakit biasa, melainkan kanker penyebabnya. Indah divonis menderita kanker tulang bernama Ewing Sarcoma. Sarcoma sendiri adalah tipe kanker langka yang terjadi pada struktur pendukung tubuh, seperti tulang, jaringan lunak, dan otot. Ewing Sarcoma adalah kanker yang paling sering timbul di bagian tengah tulang panjang kaki dan tangan tetapi juga bisa terjadi pada panggul dan tulang lainnya. Penyakit ini sendiri biasanya menyerang anak - anak, entah mengapa Indah diusia 30-an tahun malah diserang kanker langka ini. 

Kanker tulang dipicu oleh adanya benturan yang keras pada tulang. Indah pun pernah mengalami beberapa kecelakaan yang melibatkan kakinya cedera. Indah termasuk wanita yang cukup aktif dan rajin berolahraga. Tapi kanker itu tidak mengenal orang. Siapa saja dapat diserangnya. Tidak peduli apa pekerjaan kita, betapa seringnya kita berolahraga, atau betapa banyaknya uang kita. It just came out of nowhere and stay for whenever it likes. 
Kanker adalah sel - selmu sendiri yang tiba - tiba berkembang liar, ganas, dan siap memangsamu. Sel - sel itu bisa dianggap sebagai bagian tubuhmu yang membelot, mengkhianatimu dan menjelma jadi makhluk asing yang tak terkendali.
Indah adalah seorang kanker survivor yang berhasil selamat dari maut bernama Ewing Sarcoma. Perjalanannya tentu tidak mudah. Karena peralatan medis yang lebih memadai dan dokter yang lebih ahli di bidang kanker ini, Indah memutuskan untuk berobat di Singapore dalam pengawasan Dokter Suresh. Dalam perjalanan panjangnya melawan kanker itu, Ibu Indah menjadi salah satu penyemangat terbesar dalam hidupnya. Sama halnya dengan ibuku, Ibu Indah adalah seorang supermom yang walau sulit mengurusi dirinya sendiri karena kakinya yang sakit tapi ia akan selalu menjaga dan mengurusi anaknya, tidak peduli betapa pun renta usianya.

Walau menderita kanker, tapi Indah termasuk yang beruntung. Kenapa begitu? Karena ia tergolong berkecukupan, bahkan boleh dikatakan lebih dari mampu sehingga ia bisa berobat di Singapore, tempat yang kita tahu biaya pengobatannya sangat mahal. Indah bukannya tidak pernah ingin menyerah, kanker yang menyerang pahanya membuatnya merasa seakan ada alien yang hidup didalam tubuhnya. Pengobatannya pun tidak selalu berjalan mulus. Kanker ini telah banyak mengambil haknya. Kegembiraannya, kecantikannya, keceriannya, semuanya terenggut darinya. Tapi apa artinya itu semua jika ia bisa berhasil menang dari kanker itu? 

Saya pribadi cukup suka baca buku - buku seperti ini karena ini sebagai pengingat keras untuk kita bahwa banyak sekali hal yang patut disyukuri dalam hidup ini. Salah satunya adalah nafas kehidupan. Beberapa orang yang saya kenal secara tak terduga meninggal karena tidak bisa bangun dari tidurnya. Sungguh mengerikan bukan? Hal ini membuatku berpikir bahwa hidup ini hanyalah titipan dari Tuhan. Jagalah dengan baik titipanNya itu. Jangan terlalu bermalas - malasan dan tidak mengurusi diri sendiri dengan baik. Hargailah badan dan hidupmu karena kita tidak pernah tahu kapan Tuhan ingin mengambilnya kembali. 

Pastikan juga orang disekitarmu tahu betapa kamu menyayangi mereka semua. Jika kamu menyukai seseorang, ungkapkanlah isi hatimu. Kamu tentu tidak mau menyesal jika suatu saat nanti tiba - tiba dipanggil oleh Yang Kuasa dan tidak sempat menyatakan perasaanmu. Ini bukan hanya untuk pacar atau gebetan loh. Ini juga untuk orangtua kita yang menyayangi kita tanpa batas. Beritahulah betapa kita bersyukur memiliki mereka dalam hidup kita. 

Untuk Indah, ternyata kita satu kampung ya. HORAS!! terima kasih atas perjuanganmu, terima kasih karena tidak menyerah, dan terima kasih telah berbagi cerita dengan kami. Dan untuk Mbak Feby Indirani, terima kasih telah menulis cerita nyata ini dengan begitu baik. I am a big fan!

Rating : 4/5

Friday, January 6, 2017

Sleepaholic Jatuh Cinta - Astrid Zeng


Judul : Sleepaholic Jatuh Cinta
Penulis : Astrid Zeng
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun terbit : 248hal & 28Maret 2016 (cover baru)
Sinopsis : Sleepaholic Jatuh Cinta
Review :
Tecla, gadis tomboy berambut ikal pendek mendapatkan tugas menggantikan kakaknya Tatiana untuk menjadi asisten pribadi calon suami Tatiana, Philip. Kesan pertama Tecla bertemu Philip tidaklah baik. Menurutnya laki - laki itu tidak akan cocok dengan kakaknya. Dan Philip pun tidak menyukai Tecla karena ia jauh berbeda dengan kakaknya. Tecla kasar, sembrono, tidak tahu cara berpakaian, dan bisa dengan mudahnya tertidur dimana saja tanpa terkecuali. Urat malu Tecla seakan sudah putus!, pikir Philip. 

Tecla dan Philip bagai kucing dan anjing yang selalu bertengkar disetiap kesempatan. Tecla bahkan tak segan - segan berteriak pada Philip didepan bawahannya. Philip yang ingin segera meminang Tatiana pun berusaha sekeras mungkin untuk bersabar dengan semua sikap ajaib Tecla. 

Lebih sering menghabiskan waktu dengan Tecla membuat Philip mengetahui banyak hal tentang wanita itu. Tecla yang pintar membuat kue kering, Tecla yang selalu tidur dengan bonekanya, Tecla yang ini dan itu. Sikap blak - blakan Tecla pun kerap kali membuat Philip tersenyum geli dan semakin ingin menjahilinya.
"Tecla, apa kamu selalu menyebalkan seperti ini atau hanya padaku?"
"Hanya padamu, Philip."
"Kenapa?"
"Mungkin karena kamu juga menyebalkan."
"Aku tidak menyebalkan. Kamu sebenarnya menyukaiku, kan?"

Tatiana disisi lain menerima pertunangannya dengan Philip walau ia tahu bukan Philip yang ada dihatinya. Tecla yang seolah bisa menebak isi hati kakaknya pun memutuskan untuk menghentikan acara pertunangan mereka.

Saya suka sekali dengan sifat Tecla yang apa adanya. Tecla mencintai dirinya sendiri. That's for sure. Sebodo amat pendapat orang yang penting ia bisa melakukan hal - hal yang ia sukai. Hal yang paling lucu adalah ketika Tecla dengan berani melawan pencuri yang berusaha merusak boneka kesayangannya. You don't want to mess up with Tecla! Dan juga ketika ia tidur di kantor dengan mulut terbuka menganga dan suara dengkuran kerasnya memenuhi ruangan, belum lagi air liurnya menetes dengan bebas dan mengotori kertas penting Philip. *lol* how adorable she is! Itu adalah pertemuan pertama Philip dengan Tecla dan masih banyak hal - hal ajaib yang Tecla lakukan. I just love her for sure.

Cerita Tatiana sendiri pun sudah pernah saya baca dengan judul Suami Sempurna untuk Tatiana , sayang buku ini nyaris tak tersentuh dan masih setia nongkrong di rak buku saya. Sampai ketika saya mencari bacaan ringan lewat aplikasi iMedan dan menemukan buku ini, barulah saya memutuskan untuk membacanya. Untuk bagian cover, saya jauh lebih menyukai cover terbaru ini daripada yang terdahulu. Cover terbaru ini lebih mencerminkan sifat Tecla yang dapat tidur dimana saja dan kapan saja. Kalau Philip adalah workaholic, maka Tecla adalah sleepaholic. 

Rating : 4/5


Monday, September 12, 2016

First Girl - Luna Torashyngu (First Girl #1)



Judul : First Girl
Penulis : Luna Torashyngu
Serial : First GIrl #1
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 280hal, 11 Juni 2015
Sinopsis : First Girl
Review :
Aster bukanlah remaja biasa. Sejak kecil ia dilatih untuk kelak dapat melindungi anggota keluarga Presiden yang masih remaja. Yang harus ia lindungi adalah Tiara, anak Presiden yang masih duduk dibangku sekolah. Berkedok anak SMA, Aster pun berbaur dan tidak menimbulkan kecurigaan apapun. Akan tetapi, sahabat Tiara, Santi dan Nita tidak begitu menyukai kehadiran Aster. Terlebih karena kemanapun Tiara pergi, Aster pasti mengikuti.

Meskipun Tiara sekarang adalah anak Presiden, namun ia hanyalah remaja biasa yang ingin bebas bersenang-senang. Hal itu tentu menyulitkan Aster karena itu berarti Tiara memintanya untuk melanggar SOP (Standard Operating Procedure) Maukah Aster mengambil resiko dan menuruti kemauan Tiara saat ia tahu bahaya apa yang akan ia tempuh?

Ada beberapa buku Luna yang telah saya baca. Namun saya bukanlah penggemar Luna yang akan selalu menanti-nantikan buku terbarunya. Mungkin karena ceritanya yang masih seputar teenlit (remaja) sedangkan umur saya setiap tahun bertambah dan sudah tidak cocok lagi baca teenlit. Sebenarnya cocok nggak cocok pun tergantung pribadi kita sendiri. Kalau sekarang saya baca teenlit, saya pasti akan mengomel betapa ribet atau tidak dewasanya karakter yang digambarkan oleh penulis. Akan tetapi pandangan saya berubah setelah menyelesaikan First Girl. 

Well, kesan saya setelah membaca buku ini adalah don't judge a book by its cover. Jangan dilihat dari covernya yang begitu unyu-unyu dan bernuansa pink. Isi cerita First Girl sangat jauh dari kesan itu. Idenya sangat fresh dan unik. Awalnya saya tidak menaruh harapan apapun pada buku ini. Tapi makin kebelakang, buku ini justru melebihi ekspektasi saya. Buku ini bercerita tentang persahabatan, kesetiaan, pengkhianatan, dan perjuangan.

Rating : 4 bintang

Thursday, August 18, 2016

The Problem with Forever - Jennifer L Armentrout




Title : The Problem with Forever
Author : Jennifer L.Armentrout
Date of Publication : May 17th 2016
Synopsis : The Problem with Forever
Review :
We'd been separated. But we had never really been apart.

Mallory was suffering from post traumatic stress disorder as a result of being treated unfairly as a child. Childhood is supposed to be happy, innocence, something to cherish. But Mallory never felt that. All that she knew was silence is best way not to get hit. Her friend Rider swore to be her protector and will keep her safe. But he was kicked out and she was left all alone. 

Four years went by, luckily Mallory was adopted into a loving family. She decided to attend public school after years of homeschooling. And she accidentally met the guy who once promised to protect her, who always helped get through every problems she made. It was Rider.
"I'm here. You're safe, Mouse. And I know you might not believe it, but I'm going to keep you safe forever. That's a promise."
Will it ever the same again when they are finally reunited? Rider has a girlfriend now, and she doesn't look like she want to give him up for Mallory. Another problem is Mallory was assigned to do speech in front of class, and she is so bad at communication with other people due to her PSTD. Will she be able to overcome and conquer all her weaknesses? 
"Because I need to do that for myself. You can't..step in every time you think something happens. You can't always..protect me."
Mallory knows exactly that she can't depends on others for her entire life. She needs to rely on herself, believing that she can get through every single thing no matter how hard it is. She is a brave girl, the one who stood up for herself and I have so much respect for her. Meanwhile, Rider has a bad past too. But he always put Mallory first and doesn't think he is valuable enough to anyone. His life is a mess but Mallory doesn't think so. 

Mr.Santos is a one of a guy that earn my respect to a teacher. Teaching wouldn't be so hard if you only teach from textbooks. But being a good teacher means helping them through difficult times and not judging them for bad things they did on purpose or not.
"It's not about getting it right the first time and it's most definitely not about perfection, but if you try, you succeed. Just like you would in art. Or in life, for that matter. And by the looks of it, you're trying."
The Problem with Forever tells you that every person has a story, they are unique in their own ways so don't be judgmental. Put yourself in their shoes then you see it in their eyes. Not everyone is rich and raised in a good family, but that doesn't make them any less worthy. What a great story comes from this book. I have a faith on Jennifer L.Armentrout, and she never once failed me.


Saturday, March 26, 2016

Loyalty in Death (Kesetiaan Dalam Kematian) - J.D.Robb



Judul : Loyalty in Death (Kesetiaan Dalam Kematian)
Penulis : J.D.Robb
Series : In Death #9
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 536hal, Maret 2010
Sinopsis : Loyalty In Death
Review :
"Pulanglah, Roarke.""Aku akan pulang. Kalau kau pulang."
Penyelidikan dimulai ketika seorang wanita mengebor pacarnya ke dinding setelah menangkap basah pacarnya berselingkuh darinya. Di lain tempat, seorang pria ditemukan mati tenggelam dengan kondisi lidah terpotong. Tak ada yang tahu motif dari pembunuhan ini. Namun semuanya menjadi lebih jelas ketika yang diincar adalah Roarke dan propertinya. Pengusaha kaya seperti Roarke menjadi sasaran empuk bagi si pembunuh. Tidak bisa mendekati Roarke, maka si pembunuh melakukan pengeboman di beberapa area yang ramai pengunjungnya. Korban bukan hanya para pengunjung, melainkan juga para karyawan yang bekerja disana. 

Ketika tidak bisa menemukan siapa dalang dibalik pengeboman ini, mereka yang mengaku sebagai Cassandra, secara terang - terangan melawan kepolisian, mengancam akan melakukan pengeboman besar berikutnya jika keinginan mereka tidak diwujudkan. Eve yang biasanya tenang dan berkepala dingin pun dibuat kewalahan menghadapi teror Cassandra. Masalahnya bukan hanya satu atau dua nyawa yang akan melayang, akan tetapi ratusan nyawa menjadi taruhannya. 

Disisi lain, Peabody dikejutkan dengan kedatangan adik laki-lakinya, Zeke. Karena pekerjaannya sebagai seniman kayu, Zeke diundang datang ke New York untuk mengerjakan pembuatan lemari yang ditugaskan oleh pengusaha kaya yang dicurigai memiliki kaitan dengan pengeboman yang dilakukan oleh Cassandra. 

"Maafkan aku."
"Tak perlu. Kau berhak menangis."
"Aku takkan hilang kendali."
"Peabody, kau boleh kehilangan kendali." 

Ada sesuatu yang baru di buku ini. Akhirnya McNab dan Peabody mulai membuka diri terhadap masing - masing. Well, mereka masih bersikap layaknya anjing dan kucing, kalau ketemu bawaannya berantem mulu, tapi bukankah ada istilah benci lama kelamaan bisa berubah menjadi cinta? <3

Eve dan Roarke tetap menjadi pasangan favorit sepanjang masaku. Mereka saling mengerti satu sama lain, tak jarang saling mencaci tapi semua itu didasari dengan cinta dan kasih. #agaklebay. Untuk ceritanya sendiri sebenarnya seru, tapi anti-klimaks. Ceritanya dinarasikan begitu panjang tapi ketika sudah di bagian akhir, eksekusinya malah begitu singkat. 

"Aku menginginkanmu. Selalu. Selamanya. Milikku."

Rating : 4/5

Monday, March 7, 2016

Hair-quake - Mariskova


Judul : Hair-quake
Penulis : Mariskova
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun Terbit : 288hal, Juli 2014. Pertama kali diterbitkan Mei 2008
Sinopsis : Hair-quake
Review :

Andita punya motto,"Better hair brings better luck, better love, and better life...". Saya setuju sekali dengan motto tersebut. Seperti kata kebanyakan orang, rambut adalah mahkota wanita. Saya rasa semua wanita pasti pernah mengalami yang namanya bad hair day. Kebayang nggak jika kita mengalami bad hair day disaat kita harus menghadiri suatu acara? Pasti kita jadi bad mood seharian dan berharap tidak menghadiri acara tersebut. Well, in Andita's case, dia harus tampil cantik dan rapi setiap hari karena pekerjaannya. 

Andita adalah seorang guru bahasa inggris yang sangat mencintai pekerjaannya. Setelah 4 tahun mengajar, Andita dipromosikan oleh atasannya untuk naik jabatan. Tapi hal itu tidak instan, Andita diwajibkan untuk presentasi dihadapan penguji dan melewati tes itu tidaklah segampang membalik kan telapak tangan. Dengan bantuan sahabatnya Ferry, Andita perlahan mampu mengatasi rasa gugupnya akan kekhawatirannya tentang presentasi tersebut. Masalahnya tidak berhenti disitu, Dita masih harus dipusingkan dengan rambutnya yang sudah diatur.


"Kamu pasti tahu dong setiap pendekar itu punya kesaktian? Nah, kalau aku seorang pendekar, kesaktianku ada di rambutku. Kalau rambutku tidak beres, hilanglah kesaktianku."
Kali ini sekolah dihebohkan dengan berita di majalah ModernChic yang mengatakan bahwa model rambut Andita sudah ketinggalan zaman. Jika Andita punya kekuatan untuk menghilang dalam waktu sekejab, pasti sudah ia lakukan. Setelah susah payah menata rambutnya setiap hari, Dita malah harus menelan kenyataan bahwa bagi majalah tersebut rambutnya itu tidak masa kini, Padahal foto Andita diambil ketika rambutnya sedang dipotong disalon. Kesal setengah mati, Andita menuntut pertanggungjawaban salon tersebut dan akhirnya mendapat kebebasan dan hak penuh selama setahun untuk bebas ngapain aja disalon itu, creambath, gunting rambut, dll. Disalon itulah Andita bertemu dengan Prasta, laki-laki yang hobinya creambath sehabis pulang jam kantor.

Buku ini wajib punya! #maksa. Hair-quake adalah hadiah ulangtahun dari sabahat saya yang ngerti banget kalau saya ulangtahun itu maunya dikasi buku, bukan boneka, (tapi kalau cincin bolehlah :D #ngarep) Satu-satunya yang kurang kusukai dari ceritanya adalah seharusnya Lisa, teman kerja yang juga dipromosikan naik jabatan, bisa dibuat sedikit lebih 'menderita' di akhir cerita mengingat mulut berbisanya sering menyakiti hati Andita. 

Cerita di hair-quake adalah cerita yang nyata bagiku. Semua orang tanpa terkecuali akan mengalami kejadian yang Andita alami. Bad hair day, so pasti, suka dengan pacar orang, tak jarang itu terjadi, dipromosikan oleh atasan lalu digosipkan yang aneh-aneh, sering!! It happens all the time di kehidupan kita. So thumbs up buat penulis yang bisa dengan begitu natural menceritakan setiap bagian di buku ini. Tulisannya witty, cerdas, dan tidak monoton. Gaya penulisannya sedikit mengingatkanku pada Mia Arjsad, salah satu penulis favoritku. Well, Mariskova sukses membuatku menyukai tulisannya. Dan itu berarti setiap bukunya adalah wajib punya sekarang :)

"When you look good, you WILL feel good." - Amrazing


Rating : 4/5