Sunday, November 23, 2014

Limitless : Devotions for a Ridiculously Good Life - Nick Vujicic


Title : Limitless : Devotions for a Ridiculously Good Life
Author : Nick Vujicic
Published on : April 2nd 2013
Publisher : WaterbrookPress
Synopsis : Limitless
Stars : 5 out of 5
Review :

First of all, I'd like to say welcome back to myself. It's been a long time since the last time I blogged. I've been missing this moment like crazy and here I am, typing enthusiastically and ready to share everything here #nospoilerintended :)

So I went to Popular bookstore in Penang last two weeks and wandering around. Then I walked to the best seller shelf and saw Nick Vujicic’s book titled Limitless. The book itself isn’t thick so I thought I could carry it around inside my bag. When I returned to the hotel where I stayed, I began reading that book. And to my surprise, Nick’s words have moved and driven me. How can someone be so positive when he has so much to think the otherwise? That’s what I want to learn from him.

When I was young, I often asked myself, what is my talent? My friends are good at singing, dancing, etc. but what am I good at? I’m average in everything. I often think that I’m not valuable enough because I have nothing to be proud of. But then I realize why do I look so low about myself? If I’m not cheering my own self, telling that I’m good, then who else will?

I realize that no one is perfect and so am I. I don’t have to be good at singing or math to be known. I just need to be myself. Be proud of every positive thing that I’ve done to other people and be happy each day. Carpe diem. Now I understand that the greatest happiness to me is seeing other people happy. So, if you are happy, then so am I.  

“It won’t matter how much money I’ve made or how many nice cars I’ve owned. What will matter is that I’ve reached out to someone and served a purpose greater than my own. “ pg 159

Nick’s story has taught me many things. It opens my mind and my heart to the next level of living my life to the fullest. I really love everything about him. He gives positive vibes to the readers based on his stories and his beliefs. And I really believe him when he said that what he was saying in his books is all true. It’s always easier said than done, of course. But Nick did not just say it, but he had gone through it. So there is no doubt at all. Not even a sec.

Honestly, I feel ashamed for what I can’t do but Nick can. He can swim, cook, and even surfing. Can you imagine how cool is that? He doesn’t spend a day without trying a new thing. When he tried and failed, he didn’t quit. Instead, he kept trying. That’s what I love about him, his super powerful courage.

We always get to choose. We just don’t always know about it. For every day that passed, when we woke up, we can choose what do we want to do, what do we want to wear, etc. Most importantly, we get to choose either we want to be happy for a new day that God gives to us, or be sad and worry about anything that hasn’t come yet.

I read his biography and know that his life at his young age was not easy. He ever attempted to suicide by drowning himself at the bathtub for several times because he felt that life wasn’t fair to him. He often prayed to God and wished that when he woke up in the morning, God would give him arms and legs. But that pray never come to him. He was also being picked on at school for being different than other kids his age. Who’s fault was that? There is no medical reason for Nick being born without arms and legs. So one day, Nick woke up and realized that even though he is born without limbs, it doesn’t mean he can’t be happy and enjoy his life. He began to accept himself, and by the love of his parents and family, he can overcome his fear and change his upset into gratitude. It's an amazing attitude. 

“If God can take someone like me, someone without arms and legs and use me as His hands and feet, he can use anybody.  It’s not about ability. The only thing God needs from you is a willing heart.”

I am really looking forward to any event that put him as the public speaker. I would like to see him by myself, listening to his speaking and hug him tightly for being such a great person for everyone.

Thank you Nick. You are the coolest person that I’ve known for my entire life. 



Wednesday, July 2, 2014

Blog Tour - People Like Us Giveaway Winners


Selamat pagi para pembaca yang setia, tak terasa satu minggu telah berlalu sejak giveaway blog tour People Like Us dilaksanakan. Itu berarti saatnya pengumuman siapa dua pemenang buku Then I Hate You So juga dua sampul buku People Like Us dari Emerald Green Label. 

Untuk satu minggu yang berharga ini, saya mau mengucapkan terima kasih kepada Penerbit Haru yang secara pribadi mengajak saya untuk ikut serta dalam Blog Tour People Like Us ini. Walau disibukkan dengan kerjaan kantor, Puji Tuhan semua masih bisa tercover dengan baik. Terima kasih atas kepercayaannya terhadap saya untuk mengikuti blog tour ini. It's actually my first time untuk berpartisipasi dalam blog tour yang diadakan oleh penerbit. 

Dan yang pasti, tak lupa saya ucapkan terima kasih juga buat teman - teman yang sudah berpartisipasi dalam blog tour People Like Us ini. Terima kasih atas jawaban - jawaban luar biasa yang sudah diutarakan di post sebelumnya ya. Saya yakin itu semua jujur dan tulus dari hati teman - teman semua. Sebelum membaca buku People Like Us, saya jarang atau mungkin tidak pernah berpikir tentang bagaimana jika suatu saat nanti saya kehilangan anggota keluarga saya, atau teman - teman baik saya, dll. Maka muncullah pertanyaan itu dan saya berharap kita bisa saling sharing lewat pertanyaan tsb. 

Boleh dibaca kembali sharing teman - teman di post sebelumnya : 
[Blog Tour] Review : People Like Us + Giveaway

Nah, tak mau menunda - nunda lagi, dua pemenang beruntung yang mendapatkan dua buku Then I Hate You So juga dua sampul buku People Like Us dari Emerald Green Label adalah : 


ADIN DILLA (@adindilla) 
RIZKI OKTAVIA (@rizKorea)

Nah, bagi para pemenang silahkan dm via twitter untuk konfirmasi alamat pengiriman paket bukunya ya :)
Ditunggu paling lambat 2x24jam setelah pengumuman pemenang giveaway ini diberitakan. Last but not least, terima kasih atas partisipasi teman - teman sekalian. xoxo.


Monday, June 23, 2014

[Blog Tour] Review : People Like Us + GIVEAWAY

Judul : People Like Us
Penulis : Yosephine Monica
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun : 2014
Tebal : 330 hal
Sinopsis : People Like Us
Review : 
"Aku akan mati. Kau juga akan mati. Kita semua akan mati. Hanya saja, kita tidak perlu bertaruh untuk tahu siapa yang akan mati lebih cepat." - Amy (pg58) 

Amelia Collins adalah gadis remaja biasa yang sangat suka menulis. Di sekolah ia tidak cukup populer untuk mendapatkan banyak teman, tapi banyak yang mengenalnya sebagai Amelia Collins yang menyukai Benjamin Miller.

Amy begitu panggilannya, bertemu dengan Ben pertama sekali di sebuah kursus musik yang didatangi mereka berdua. Beberapa kali Amy mencoba untuk menyapa, tapi Ben seakan tak pernah menyadari keberadaannya. Lalu suatu ketika Ben tak pernah lagi muncul di kursus itu. Beberapa tahun kemudian, Amy kembali bertemu dengannya di St. Paul High School. Disitulah sesungguhnya cerita Amy dan Ben dimulai.

Ben selalu merasa Amy menguntitnya. Tak pernah ia berniat sekalipun untuk menyapanya apalagi berteman dengannya. Namun berita tentang Amy mengidap penyakit kanker menggelitik hati kecilnya. Ditambah lagi dengan ajakan berbau sedikit paksaan dari Lana, teman baik Amy untuk menjenguk Amy dirumah sakit. Kunjungan Ben ke rumah sakit tempat Amy dirawat pun tak hanya berhenti disitu. Entah sejak kapan, mengunjungi Amy di rumah sakit adalah sebuah rutinitas yang ia lakukan setiap saat.


Ben mulai menemukan sosoknya sendiri ketika ia berbicara dengan Amy. Ia tak perlu menjadi siapa – siapa, ia hanya menjadi seorang Ben. Ben yang memiliki hobi menulis, Ben yang tidak akrab dengan adiknya Margaret, Ben yang masih sedih ketika mengingat ayahnya yang telah meninggal akibat kanker, dll. 


Bagiku pribadi, membaca buku membuka peluang kita untuk mengenal dunia lebih luas tanpa harus beranjak dari tempat duduk kita. Kita bisa duduk santai di cafe, minum secangkir kopi hangat dan larut dalam cerita yang disuguhkan oleh penulis. Pada setiap buku yang kita baca, pastilah ada pelajaran yang bisa dipetik daripadanya. Seperti kata orang bijak, disetiap perbuatan dan tindakan seseorang, pastilah ada alasan dibaliknya. Ketika kamu sudah membaca buku ini, tanpa harus berkata - kata pun, aku yakin didalam hati kecilmu akan berkata Amelia Collins adalah malaikat yang telah membuka pintu hatimu. 


Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari buku ini. Satu hal yang pasti, Amelia Collins mengajarkanku untuk tidak pernah berhenti berjuang. Amy mengajakku untuk melihat segala sesuatu dari sisi positifnya. Disaat ia butuh penghiburan oleh karena sakit yang ia derita, ia malah dengan tegarnya berusaha memberi kehidupan baru pada Ben. Amy juga mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup. Menghargai setiap detik yang kita habiskan dengan siapa pun. Dan yang paling utama adalah, Amy berpesan pada kita semua, untuk belajar mencintai diri kita sendiri terlebih dahulu, baru dengan sendirinya orang lain akan mencintai kita. 


Meski mencoba menutupi benjolan dilehernya atau kepalanya yang kini sudah botak, Amy adalah pribadi yang lembut dan periang. Bukan hanya Ben yang merasa sangat beruntung bisa mengenal sosok Amy. Aku pun bersyukur bisa membaca buku ini dan mengenalnya. Ya, Amy memang begitu hebat. 

"Hanya karena kau punya banyak sekali kekurangan, bukan berarti kau tak layak dicintai." - Amy (pg.25)


Well sesuai dengan judul diatas, kali ini aku bukan hanya menyuguhkan sebuah review tapi juga giveaway yang bisa kamu ikuti dengan hadiah 2 buku karya Andry Setiawan berjudul Then I Hate You So juga 2 sampul buku People Like Us dari Emerald Green Label. Giveaway ini akan berlangsung terhitung tanggal 23 - 30 Juni 2014. Syaratnya cukup mudah. Kamu cukup mengikuti beberapa syarat dibawah ini : 

1. Tinggalkan jejak komenmu di post ini dengan menjawab pertanyaanku : 
"Bagaimana kamu menyikapi sebuah kehilangan? (dalam artian teman dekat, saudara, atau keluarga kamu meninggal dunia)"
Jangan lupa ketika meninggalkan komentarmu, cantumkan juga alamat email dan akun twittermu ya!

2. Follow akun twitter penerbit haru di @penerbitharu dan like fanpage Penerbit Haru di FB.
3. Sharing is caring. Sebarkan info mengenai giveaway ini di twitter kamu, jangan lupa mention @OceMei dan @penerbitharu disetiap tweet yang kamu sebar ya :) 

Ingat, Giveaway ini hanya berlangsung satu pekan. Pemenang akan diumumkan paling lambat tanggal 1 Juli 2014. 


KUIS FINALE 


Selain giveaway diatas, kamu punya kesempatan untuk mendapatkan tambahan hadiah lainnya. Caranya cukup mudah, akan ada huruf - huruf acak yang ditinggalkan oleh para blogger Blog Tour People Like Us. Kamu cukup mampir ke blog - blog yang tertera dibawah ini dan mengumpulkan setiap kepingan huruf dan membentuknya menjadi sebuah kata atau lebih. Berikut hadiahnya : 

1. Paket buku Haru
2. IPad Cover People Like Us dari Emerald Green Label.
3. Tote Bag dari Emerald Green Label 

Nah, biar nggak ketinggalan keseruan Blog Tour People Like Us ini, berikut adalah list tanggal post tebak hurufnya. 



16 Juni 2014 : Zelie Petronella @Book-Admirer
17 Juni 2014 : Stefanie Sugia Bookie-Looker
18 Juni 2014 : Luckty @Luckty Si Pustakawin
19 Juni 2014 : Non Inge Bacaan Inge
20 Juni 2014 : Ira Elvira @Ira Membaca
21 Juni 2014 : Atria Dewi Sartika @My Little Library
22 Juni 2014 : Siti Robiah A'dawiyah @Review Siro
23 Juni : OceMei @OceMei's Little World
24 Juni 2014 : Ratri Anugrah Sari @The Awesome Nerd
25 Juni 2014 : Oky Septya @Kumpulan Sinopsis Dan Buku
26 Juni 2014 : Ask Author - Stefanie Sugia  @Bookie-Looker
27 Juni 2018 : Ask Author - Ira Elvira @Ira Membaca
28 Juni 2014 : Ask Author - Ratri Anugrah Sari @The Awesome Nerd






Thursday, March 20, 2014

Heart Quay - Putu Felisia


Judul : Heart Quay
Penulis : Putu Felisia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Tebal : 248hal
Sinopsis : Heart Quay
Review :
Bagiku semuanya terjadi terlalu cepat dan terkesan terburu - buru. Zoya baru sekali bertemu dengan Kenneth Yang di pesawat terbang dan saat bertemu kembali sudah langsung pedenya bersandar dipundak Kenneth? Are you serious? 

Banyak hal - hal yang menurutku tidak masuk diakal. Misalnya, tidak ada angin tidak ada hujan Elang tiba - tiba curhat ke Kenneth. Tidak logika saja Elang yang jelas - jelas tidak suka dengan Kenneth bisa secara gamblangnya curhat ke dia soal masa lalunya bersama Zoya. 

Kemudian, buku ini juga memiliki banyak kejadian "awkward". Misalnya :
Sahabat Zoya akan menikah dengan Elang yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya, awkward
Zoya bertemu dengan orangtua Elang yang membencinya setengah mati, awkward.
Setelah sekian lama berpisah, akhirnya Zoya bertemu kembali dengan Elang yang kini berstatus calon suami sahabatnya, super awkward.


Secara keseluruhan, buku ini cukup ringan namun ribet. Penulis menghubungkan isi ceritanya dengan sastra lewat kutipan novel Wuthering Heights namun terkesan tidak tepat sasaran. Dan sosok Elang dan Tiara benar - benar menguras emosi saya. Pesanku untuk Zoya, berhati - hatilah dalam memilih sahabat. Tidak semua yang kelihatan tulus didepan sama tulusnya dibelakang. Bukalah matamu lebar - lebar dan lihatlah sekelilingmu. Mana yang ada selalu ada untukmu dan mana yang hanya sekedar numpang lewat. 

Buat Tiara, belajarlah untuk tidak berlebihan dalam melakukan segala sesuatu. Termasuk mencintai seseorang. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Dan, kamu yakin nggak bisa hidup tanpa Elang? Bukannya sebelumnya bertemu dengannya, kamu sudah hidup? Berhentilah bergantung pada orang lain. Grow up, please. Lalu, Elang bukan Tuhan, Tiara sayang. Tidak perlu sampai begitu memujanya. Buat Elang, terima kasih sudah menjadi pelajaran yang paling berharga buat Zoya. 

"Kesalahan dia adalah menjadi gadis yang tidak sesuai dengan keluargamu. Tapi kesalahanmu adalah sama sekali tidak memiliki keberanian untuk memperjuangkannya, atau mempertahankannya disisimu. Yang kaulakukan hanya membiarkannya pergi."

Untuk karakter Zoya sendiri, dari awal diceritakan bahwa hidupnya sangat menderita, sepertinya kesialan datang bertubi - tubi dalam kehidupannya. Satu hal yang buat saya salut padanya yaitu Zoya termasuk wanita tangguh yang bisa menahan perasaannya. Banyak wanita yang secara gamblang menyatakan perasaannya seperti Tiara. Namun Zoya berhasil mengendalikannya dengan baik. Nice job, Zoya!

PS : Buku ini saya pinjam dari teman kantor saya, ci Pretty :) 


Sunday, March 16, 2014

Bangkok - Moemoe Rizal




Judul : Bangkok
Penulis : Moemoe Rizal
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2013
Tebal : 436hal
Sinopsis : Bangkok - Moemoe Rizal
Review :

Edvan jarang bisa akur dengan ibunya. Oleh karena egonya yang tinggi, Edvan memutuskan untuk pergi dari rumah dan hilang tanpa kabar. Edvan setengah mati berusaha untuk sukses agar ibunya bisa melihat bahwa tanpa warisan ayahnya pun ia bisa hidup. Dia memang berhasil. Tapi apa artinya kesuksesan tanpa restu keluarga? 

Setelah satu dekade Edvan tidak berhubungan dengan ibu dan adiknya, tiba - tiba saja dia mendapat berita bahwa ibunya telah meninggal. Sekarang satu - satunya keluarga yang ia miliki hanyalah adik lelakinya Edvin. Edvin pun menyampaikan warisan ibu mereka kepada Edvan untuk mencari harta karun berupa jurnal - jurnal yang tersebar di beberapa tempat di Bangkok. 
"Aku melakukan ini untuk ibuku. Semustahil apa pun hasilnya, sekonyol apa pun nantinya. Ini hanya permintaan kecil Ibu yang ingin sekali kupenuhi."

Selain terkenal dengan tempat wisatanya, Bangkok juga terkenal sebagai negara yang mengakui keberadaan para transgender. Mereka lebih dikenal dengan panggilan ladyboy. Edvan adalah lelaki tulen yang paling benci dengan waria. Namun secara tak terduga, adiknya, Edvin malah sekarang berdandan dan berperilaku layaknya ladyboy. Hidup itu memang penuh dengan warna. Terkadang sebuah pilihan dapat mengubah jalan hidup seseorang secara keseluruhan. 

Berikut pernyataan seorang ibu yang punya anak transgender :


"Sebagai ibu, aku hanya bisa mendukungnya meraih cita - cita. Tidak apa kalau dia mengubah kelaminnya. Toh dunia tidak kiamat dengan dia menjadi waria. Kalau dia menjatuhkan bom nuklir, baru aku akan marah." Saya totally get it, dear super Mom :* Jika bisa memilih pastilah seorang ibu ingin anak laki - lakinya tetap menjadi seorang lelaki utuh. Tapi jika menjadi ladyboy adalah pilihan hidup anaknya, seorang ibu pasti akan mendukung keputusan anaknya. Yang penting, tidak membunuh dan tidak merugikan siapa - siapa. 


"Buatku, waria seperti anakku yang sering menghormati aku, jauh lebih baik dibanding laki - laki jantan yang berdosa terhadap ibunya sendiri. Harusnya manusia dinilai dari apa yang dia lakukan pada orang lain, bukan pada dirinya sendiri semata"

Di Bangkok, Edvan menelusuri setiap sudut daerah yang mungkin pernah didatangi ibunya saat ia masih muda. Karena clueless dengan tempat - tempat tersebut, Edvan pun menyewa jasa seorang guide bernama Charm. Edvan tahu bahwa petualangan ini pasti tidak akan mudah. Yang Edvan tidak tahu adalah Charm bisa sangat menarik dengan segala kesederhanaannya.

Lucunya, segala sesuatu yang dibenci oleh Charm malah dimiliki oleh Edvan, mulai dari tato, pekerjaan sebagai arsitek dan adik transgender. Mentang - mentang Edvan seorang arsitek, kalau mau gombal doi juga pakai kata - kata bangunan.  


"Karena kalau aku adalah sebuah gedung, kamu adalah fondasiku yang membuatku tetap berdiri. Kamu terus mensupport aku, memberi tahuku untuk tenang ketika ada gempa, memberitahuku untuk jangan panik saat banjir datang, kamu akan terus ada di sana menjagaku agar tetap berdiri tegak."

Overall, dua jempol untuk ide brilian penulis dengan cerita seorang anak yang mencari peta harta karun ibunya dalam bentuk sebuah jurnal yang tersebar di beberapa tempat di Thailand. Baca buku ini jadi buat saya yang sebelumnya hanya ingin kembali ke Bangkok untuk sekedar shopping ke mall menjadi jauh lebih tertarik untuk berpetualang ke tempat - tempat bersejarah yang diceritakan dalam buku ini. Buku ini juga menceritakan perjuangan Edvan dalam merebut hati Charm, juga bagaimana akhirnya Edvan bisa menerima keputusan yang diambil adiknya Edvin. 

Ada poin plusnya tentu ada poin minusnya juga. Minusnya penulis terkadang menulis hal - hal kurang penting dibagian bawah sebagai penjelasan. Menurutku hal tersebut seharusnya langsung saja disambung ke kalimat sebelumnya. Tidak perlu sampai harus dipisah. Contohnya : Tanpa kentara, Max berusaha memberikan kepalan "Yes!" , tapi sembunyi - sembunyi biar tidak aku tidak melihatnya | Kemudian disambung dipaling bawah : Sayang sekali aku melihatnya dengan jelas."

Akan lebih baik jika yang ditulis dibawah hanyalah kalimat - kalimat penting yang memang ditujukan untuk memperjelas maksud penulis. Misalnya tempat - tempat di Bangkok yang kurang kita kenal atau arti dari kata - kata Thailand yang sering digunakan oleh penulis, dsb.

"Menikah seperti menato punggungmu dan berspekulasi apakah itu keputusan tepat atau bukan." 

4bintang!
PS : buku ini saya pinjam dari Lilis. Baca dan follow blog bukunya di : Purple Bookish

Saturday, March 15, 2014

Kok, Putusin Gue? - Ninit Yunita


Judul : Kok, Putusin Gue?
Penulis : Ninit Yunita
Penerbit : GagasMedia
Sinopsis : Kok, Putusin Gue?
Tahun Terbit : 18 Desember 2013 (terbit pertama kali tahun 2004)
Tebal : 232hal
Review :

Pada suatu hari yang santai, lewat chatnya Putri (mamak kami) mengumumkan bahwa kita aka Read Addicted Book Club terpilih dalam pengundian Arisan Buku bulan Januari 2014 dari Gagas-Bukune dengan buntelan buku cover baru, Kok, Putusin Gue? dari Ninit Yunita. Saya bersama teman - teman BBI Medan pun memutuskan untuk bertemu dan berdiskusi di Pizza Hut Jl. Gajah Mada Medan yang pada saat itu cukup sepi pengunjung. Well, bukan hanya berdiskusi tentang buku ini saja namun pertemuan tersebut juga kami jadikan sebagai ajang untuk saling meminjam buku. Berikut foto - foto yang berhasil kami abadikan pada tanggal 22 Februari 2014. 

Buku yang saya pinjam dari Lilis dan Putri


Buku Ninit Yunita - Kok, Putusin Gue?


BBI Medan, dari kiri Lilis, Ertalin, Putri, dan saya.

Bukunya sendiri tidak terlalu tebal dan juga tidak mengangkat topik yang terlalu berat untuk dibaca. Topik yang dipilih penulis adalah bagaimana seorang wanita yang diputuskan secara sepihak mengatasi kegalauan hatinya mulai dari cara yang negatif lalu menuju positif. Ceritanya membuatku sedih bersama dengan Maya, galau bersamanya, namun juga bahagia akan keputusan yang ia pilih untuk hidupnya. 

Di hari tepat setahun Maya jadian dengan Hari, mereka memutuskan untuk melewatkan malam bersama di Rooms Cafe. Betapa manisnya Hari karena sudah mereserve tempat yang manis untuk dilewatkan berdua. Hari bahkan memesan makanan kesukaan Maya. Bagaimana hati Maya nggak luluh dan semakin cinta pada lelaki itu coba? Namun disaat yang tak terduga - duga, secara mengejutkan Hari memutuskan secara sepihak untuk berpisah dengan alasan,"You are too good for me." 

Well, kalau ada lelaki diluar sana yang mau putus dengan alasan seperti itu, hanya 2% yang benar - benar merasa tidak layak bersama dengan pacarnya. Selebihnya 98% adalah omong kosong yang diciptakan untuk menutupi kebohongan bahwa dia sudah memiliki wanita lain. In this case, Hari tentu berada di antara 98% tersebut. 

 Setiap tindakan yang dilakukan, pastilah ada alasannya. Kenapa Hari memutuskan Maya? Mungkin karena selama ini yang Hari lihat hanyalah kulit luarnya saja. Kenapa Maya memutuskan untuk balas dendam pada Hari? Karena ketika kita terlalu cinta, terlalu sakit pula lah hati kita ketika harus berpisah dengan pasangan kita. Apalagi kalau alasan untuk berpisah karena Hari selingkuh dengan wanita lain. Hal ini seperti lingkaran setan yang hanya bisa diputuskan dengan pikiran yang jernih dan hati yang ikhlas.

Tentunya tidak ada yang benar diantara kedua belah pihak. Memutuskan Maya tepat disaat satu tahun mereka bersama itu merupakan hal yang kejam, namun terus menerus menguntit dan mengerjai Hari juga bukanlah perbuatan yang terpuji. Jadi sekali lagi, tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang paling salah diantara mereka.

Masa lalu terkadang menjadi tolak ukur bagaimana kita melihat masa depan. Ada yang bisa dengan cepat move on dari masa lalunya, dan ada pula yang terjebak dalam masa lalunya. Dalam kasus ini, Maya termasuk yang kategori yang kedua. Aku pribadi tidak tergila – gila dengan keduanya. Tersakiti sudah pastilah terasa sakit. Namun bukan berarti kita harus menyakiti orang lain juga. 

Topik ini bukan yang pertama kali kubaca. Jika bisa memilih, aku akan menghindari topik ini karena hanya akan membawa kegalauan dan aura negatif yaitu balas dendam. Penulis sejak awal menggambarkan bagaimana pintarnya Maya dan betapa jagonya ia dalam bidang taekwando. Tak ada laki – laki yang takkan minder berada didekatnya, terutama yang menjadi pasangannya yaitu Hari. Jadi terdapat perkembangan karakter dimana Maya yang biasanya berpikir jernih menjadi wanita yang sibuk memikirkan bagaimana caranya menyembuhkan hati yang terluka,dsb.

Membaca buku ini mengingatkanku tentang betapa pentingnya punya sahabat seperti Rini yang selalu ada buat Maya. Sadar atau tidak sadar, sahabat yang baik adalah orang yang akan menuntunmu ke jalan yang benar, mengarahkanmu ketika kamu berada di jalan yang salah, dan tak segan - segan menegurmu jika kamu kehilangan akal sehatmu. 

       “Life goes on, May. Mungkin, Hari memang bukan orang yang tepat buat elu. Jadi, Tuhan nunjukkin itu ke elu dari sekarang.” 
\
     Sejak awal saya sudah tahu bahwa balas dendam itu takkan pernah membawa kita kearah mana pun yang benar. Di sakiti seseorang memang bukanlah hal yang mudah untuk dilupakan. Kita cenderung terus menerus memikirkan alasan – alasan yang mungkin menjadi penyebabnya. Akan tetapi kita jadi melupakan beberapa hal seperti 1. Lelaki di dunia ini bukan hanya mantan kita saja. 2. Jika dia memutuskan kita karena wanita lain, kita seharusnya bersyukur bukannya bersedih. Itu tandanya Tuhan masih menyayangi kita. Karena akan lebih sakit jika sudah menjadi suami istri lalu harus bercerai.


     Cinta itu indah... Cinta itu tulus... Cinta itu jumlahnya sulit dihitung, seperti taburan bintang di langit. Cinta yang hadir di hati Amaya setinggi angkasa.Cinta itu indahnya seperti perpaduan bulan purnama dan kelipan seribu bintang.SSaat cinta itu pergi...dunia terasa gelap, hampa, dan kosong.

Monday, March 10, 2014

Take A Chance (Chance #1) - Abbi Glines


Title : Take A Chance
Series : Chance Series, part of Rosemary Beach series
Author : Abbi Glines
Published on February 25th, 2014
Synopsis :
Review :

"She had needed me. No one had ever needed me. It had made me weak."


Grant has always been my favorite out of Rush and Woods. There's something about him that I eager to know more. That's why I was so happy when I knew Abbi wrote him his own story. My friends had reminded me that Grant wasn't as good as I had thought. But I can't help it and kept reading. 

"I'm not a bad guy. Deep down you know that. I just made a very bad decision."

From his side story, I know that Grant has commitment issues. Okay I get that. Everyone is afraid of losing somebody, some even afraid to settle down. But as much as I tell myself that it was okay, yet at some point I won't deny the fact that Grant could be a jerk sometimes. I know that every man has physical needs but even Rush knew when to stop seeing one when he has fallen for Blaire. So why couldn’t Grant? He likes Harlow too much to hurt her but he keeps doing it without even trying to. Now I doubt myself if I could ever see Grant the same way as before. Everyone has reason for every action that they had taken, but Grant's is unacceptable. However, mistakes are made to be learned. I really hope Grant won't mess up again in the second book.

“It would be the hardest thing I’d ever have to face. Losing her would take my soul. But I can’t not love her for fear of losing her. What kind of life is that?  I wouldn’t know how amazing it feels to wake up with her in my arms. I wouldn’t get to enjoy watching her laugh and play with Nate. It’s worth it. Letting something like that stop you is letting fear control you. Don’t do that to yourself. Every moment I get with Blaire and Nate makes a life without them seem shallow and lonely.” - Rush

This story is about Grant but it involves everyone is Rosemary as well, including Rush and Blaire. I'm so happy that they have Nate with them now. Rush has changed so much since he met Blaire. And reading Take A Chance has made me realize how wise he has become as a person and a father. 

“If you think she could be the one then it’s time you take a chance. If I lost all that I have tomorrow, I wouldn’t regret one single minute. Ever. They’re what makes my life worth it.”

Nan is still a bitch and self-centered as always. There is no doubt about it. Although I hate Nan just like everyone hates her, but I’m quite curious about what she was thinking all the time. I hope Abbi could write her side story so we will know her feelings as well, that kid must be so lonely and she is channeling it in the wrong way. That’s why no one can stand her. I actually feel pity for her. 

Harlow and Nan are half sisters. Nan loathes Harlow to death for being the daughter that their father cherish and care. Whereas Harlow tries so hard to avoid Nan in order to keep peace around. I quite like the character of Harlow because she likes to read books just like me and Harlow seems to be so calm and shy. But to my surprise, as time goes by her character has developed into a lot more confident. It's very interesting to read though. 

Good thing is this story isn't predictable at all. Everyone has flaws including the guy I thought was perfect, Grant. In three words I can sum up everything : nobody is perfect

2 stars for Rush
1 star for Harlow
- 1 star for Grant, sorry buddy
1 star for Abbi.
Total is 3 stars


Saturday, March 8, 2014

Needing Her (From Ashes #1.5) - Molly McAdams

Title : Needing Her
Series : From Ashes
Author : Molly McAdams
Synopsis : Needing Her
Review :

This is gonna be a very short review. I've ever read one of Molly's books Taking Chances and was left quite like the book. So I felt so much enthusiastic to read another book of hers. Then I found Needing Her. I should have known that this book is a novella and should've read From Ashes (book #1) first. Well, to be honest, I'm not a fan of Needing Her, not sure about From Ashes though. 

Maci Price finds herself so difficult to get into a real relationship while she lives among her four insanely protective brothers. Unfortunately, she might have fallen for her annoying yet charming neighbor Connor Green, who is known as a detective and her brothers' best friend as well. Problems are Maci's brothers would never allow her to date him and Connor is too afraid to love her because of his dark past. 

"We drive each other crazy." 
"I like our kind of crazy."
"We're always fighting."
"As long as it's you I'm fighting with."


The heroine cursed too much my ears hurt. I get that she was raised among protective brothers who cursed a lot but that doesn't necessarily means she should use the same language as they are. The storyline was okay. But the problem is I couldn't connect with any of the characters. None of them were catching my attention, neither the main characters nor the supporting characters. Good thing is I didn't do skimming, I actually read it. 



"If you wanna change, then change. But do it because it's what you want for you and your life, not because other people have made you feel like you need to."

Sunday, March 2, 2014

Buku Pilihanku - Maret


Selamat pagi, teman - teman blogger sekalian. Mulai Maret ini, saya berpikir untuk sharing buku - buku yang saya beli per bulannya di blog ini. Sebelum membahas buku - buku yang telah saya upload di atas ini, saya mau membahas tentang bagaimana ekstrimnya saya beli buku di waktu lalu. Dulu sebelum bekerja alias masih kuliah, saya sangat hobi keluar masuk gramedia dengan membawa bungkusan plastik yang berisi buku - buku. Dalam satu bulan, mungkin bisa bolak - balik kesana sebanyak 3-4 kali. Dan entah kenapa selalu saja ada buku yang tak habis dibeli. Padahal nih, buku dilemari masih banyak sekali yang belum dibaca. 

Nah, setelah saya mulai bekerja dan menghasilkan uang sendiri. Entah kenapa, pengeluaran bukannya berkurang malah semakin bertambah. Maka dari itu, terhitung sejak Januari 2014, saya mulai membatasi diri saya dengan hanya membeli 2 buku per bulannya, dengan harapan bisa meredam kebiasaan saya yang gila beli buku.

Saya membuat post diatas berjudul Buku Pilihanku - (bulan), dan akan sedikit membahas tentang buku tersebut dan alasan mengapa saya membelinya. Untuk bulan ini, buku pilihanku jatuh pada Bumi - Tere Liye dan Tell Your Father, I Am Moslem - Hengki Kumayandi. 

Tere Liye bukanlah penulis asing buatku. Beberapa dari bukunya sudah menjadi koleksiku dan semua rata - rata cukup seru untuk dibaca. Sebenarnya dari bulan lalu, saya sudah membaca sinopsisnya di toko buku Gramedia dan cukup tertarik. 

Sinopsis (dari Goodreads) : 

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.


Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang.

Tere Liye memang selalu mengangkat topik yang berbeda - beda dan tidak pasaran. Beliau bukan penulis favorit saya tapi toh saya selalu tertarik untuk membeli bukunya karena ia selalu menyuguhkan nuansa yang berbeda dari para penulis lainnya. Bumi berceritakan tentang Raib, remaja yang menjalani hidup biasa tapi memiliki kekuatan ajaib yaitu bisa menghilang (raib = hilang). Kalau dijadikan sinetron pasti akan sangat lebay, alay, dsb. Namun, saya menghargai usaha Tere Liye untuk tetap eksis dengan karyanya yang original.

Nah, untuk Tell Your Father, I Am Moslem nya Hengki Kumayandi ini sebenarnya bukan whislistku. Saya bahkan baru melihatnya duduk manis dirak buku Gramedia semalam. Penulisnya pun belum saya kenal lewat karyanya. Akan tetapi satu hal yang begitu menarik perhatian saya, yaitu judul bukunya. Tell Your Father, I Am Moslem - ketika hati harus melawan logika. Sudahlah pasti ini cinta antara dua orang yang menganut keyakinan yang berbeda. Sejujurnya hal itu sangat menyedihkan. Suka atau tidak suka, banyak yang suka mengait - ngaitkan cinta dengan agama dan suku. Alangkah baiknya jika hal tersebut tidak menjadi sebuah halangan bagi kedua belah pihak. Saya penasaran bagaimana penulis akan mengupas cerita ini. Karena bagi saya pribadi, tidak masalah jika lain keyakinan, yang penting kedua belah pihak bisa saling menghargai satu sama lain dan tidak menghakimi. 

Berikut sinopsisnya,,, (dari Goodreads)

Ketika cinta telah menjatuhkan pilihannya, maka ia akan begitu tulus mencintai, tanpa syarat, tidak peduli berbeda suku, agama, ataupun status sosial. Namun, kenyataan sering berbicara lain. Ketulusan cinta hanya akan menjadi kenyataan getir, manakala takdir Ilahi berkehendak lain.
David
"Aku sangat bahagia ketika kau bersedia menjadi kekasihku, walau tak boleh sedikitpun aku menyentuhmu. Sayang, keyakinan yang kau miliki tak sama dengan keyakinanku, Maryam. Orangtuaku juga orangtuamu tak setuju jika kita bersatu.”
Maryam
“Aku belum pernah merasakan cinta sehebat dan sedahsyat ini. Kaulah cinta pertamaku, dan aku bahagia bisa mencintaimu. Tapi sayang, kebahagiaan ini begitu singkat. Kebahagiaan ini tidak lebih seperti kupu-kupu yang sangat singkat hidupnya menikmati keindahan bunga-bunga di taman.”







Sunday, February 23, 2014

The Chronicles of Audy : 4R - Orizuka

Judul : The Chronicles of Audy : 4R
Penulis : Orizuka
Penerbit : Penerbit Haru
Tahun : 2013
Tebal : 320hal
Sinopsis : The Chronicles of Audy : 4R
Review :  
Di saat Audy mengira hidupnya takkan lebih buruk lagi dari sekarang, ternyata ia salah. Setelah orangtuanya tertipu oleh teman SMA mereka, seolah tak jera dengan kemalangan yang mereka alami, orangtua Audy pun kembali tertipu dengan kasus yang hampir sama. Audy sudah menunggak uang kos selama 3 bulan, uang skripsinya pun belum dilunasi. Satu – satunya sumber aliran dana yang bisa ia harapkan sudah tidak ada. Audy sudah kepalang basah, selelah apapun ia, Audy tidak bisa menyerah karena ia sudah terlalu jauh dan hampir selesai. Satu – satunya cara adalah Audy harus mencari kerja.

Bekerja sebagai babysitter sepertinya bukanlah hal yang buruk. Bukannya Audy hanya perlu menjaga sang bayi, memandikannya dan memberinya makan? Peace of cake! Itulah yang ada dipikiran Audy. Namun ketika Audy pertama sekali bertemu dengan si balita, pikiran indah tersebut melayang pergi menjauh. Rafael memang imut tapi sifatnya sangat bertolakbelakang dengan wajah malaikatnya.

Rafael punya tiga kakak laki – laki. Regan yang berprofesi sebagai pengacara adalah kakak pertama, Romeo si pemalas, kakak kedua dan Rex, kakak ketiga yang gila kebersihan dan punya penyakit asma. Semenjak orangtua mereka meninggal hampir dua tahun yang lalu, rumah mereka sangat berantakan. Belum lagi tidak ada yang mengurusi Rafael. Bukannya tidak ada orang yang melamar menjadi babysitter seperti Audy saat ini. Banyak yang melamar, tapi tidak ada yang TAHAN!! Lalu bagaimana dengan Audy?

Secara keseluruhan, aku suka tampilan cover bukunya yang unik, suka dengan setiap sisi halaman luar yang bewarna merah dengan ada sedikit bling – bling. Whatever it names, itu jadi mengingatkan aku dengan bukunya Bram Stoker, Dracula versi terjemahan. Salut juga dengan kreativitas Orizuka untuk karyanya kali ini. Orizuka juga tidak lupa menghubungkan hobinya yang berbau Korea walau hanya lewat sepatah dua patah kata didalam percakapan Audy bersama ke 4R.

Cerita ini ringan, menyenangkan dan mengharukan. Ada saat – saat dimana kita akan tertawa dengan kekonyolan 4R dan Audy. Namun ada juga saat dimana kita akan terharu pada kondisi kehidupan mereka. Life isn’t fair for all of us, it will never be. So just accept it and get used to it. 

Lesson to learn : 
Sewaktu ingin menandatangani suatu kontrak, kontrak apa pun itu, ada baiknya kita baca dengan seksama terlebih dahulu. Jangan tergesa-gesa dalam memutuskan sesuatu, terutama pada hal yang menyangkut kehidupan pribadimu.
Rating : 4/5

Saturday, February 22, 2014

Maybe Someday - Colleen Hoover

Title : Maybe Someday
Author : Colleen Hoover
Publisher : Atria Books
Date of Publication : March 18th, 2014
Synopsis : Maybe Someday
Review :

This one is my fav,,, 

Watching him from here,
Seeing something from so far away
Get a little closer every day
Thinking that I want to make it mine
I’d run to him if I could stand
 But I can’t make that demand
What I want I can’t demand
Cuz what I want is you
If I could be his, I would wait
And if can’t be yours now
I’ll wait here on this ground
Till you come, till you take me away
Maybe someday
Maybe someday

Trying to ignore the things you say
You turn to me
I turn away
Hurts to see you every day
Smell your perfume on my bed
Thoughts of you invade my head

Truths are written, never said. 

Sydney's life is close to perfect. She lives with her best friend and her boyfriend Hunter loves her so much. She's also got a neighbor who played guitar well. But on her 22nd birthday, she lost everything. Her boyfriend cheated on her with her best friend and now she is homeless. Life can be so cruel and unfair sometimes, but God will never give us a challenge that can’t be challenged or a problem that can’t be solved. Just like a hero in movies, her neighbor Ridge showed up at the right time and giving her a room to stay. That’s how things got even more complicated that it already has. Sydney fell in love with Ridge but sadly he already has the love of his world, Maggie. 

"Sometimes in life, we need a few bad days in order to keep the good ones in perspective."

The love that they had for each other is flawless. With all the flaws, ugly points, and their stupidities, they turned the imperfection into beauty. Something that most people can't see it that way. 

"If you can learn to love yourself and all the flaws, you can love other people so much better. And that makes you so happy." - Kristin Chenoweth.

I don't know if I've a right to pity Ridge for being born deaf, but I bet he won't allow me because he is doing so well that you won't even notice that he has inability to hear in the first place. The fear that he had overcome for the past years was amazing. 

"She understands me. She respects me. She astounds me. She predicts me. She's never once, since the second I met her, made me feel as if my inability to hear is even an inability at all."

Note to self  : 

If your boyfriend is cheated on you, just leave him right away and never look back even if he begged or cried or whatever.
Why?
1.     There is a possibility that he could cheat on you again.
2.     Quoted from Johnny Deep, if you love two people at the same time, you should choose the second one because if you really loved the first one, you wouldn't have fallen for the second one.

This book is so unique and original. Every single things about it is so special, the texting, even the lyrics are utterly good. I've noticed that the author has an incredible talent in translating words to poems by reading Slammed series. So i'm not surprise when I know Maybe Someday includes lyrics, guitar and musics. Usually I choose not to read anything that involves rock band, musics, etc. I don't even remember if I've ever read one. But there is always a first in everything. And this book is a very good one. 


Saturday, February 8, 2014

Andai Kau Tahu - Dahlian


Judul : Andai Kau Tahu
Penulis : Dahlia
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2013
Tebal : 366hal
Sinopsis : Andai Kau Tahu
Review :

Tania tipe wanita yang diperlakukan bak princess, pantang menerima penolakan dan manjanya minta ampun. Mamanya meninggal saat usianya masih remaja. Dan karena sibuk dengan pekerjaannya dirumah sakit ayahnya pun jarang berada dirumah menemaninya. Alhasil, Tania hidup bebas tanpa ada yang mengatur. Sudah lama hidup bebas, tiba - tiba ayah Tania mau menjodohkannya dengan anak sahabatnya. Tania yang tak suka langsung memilih kabur dari rumah. Di tengah kerisauan hatinya, ia pun terjebak diantara dua lelaki yang dicintainya Hendrik dan yang dibencinya Reza. 

Membaca buku ini membuatku gemas sendiri terhadap Tania. Ingin rasanya mencubitnya keras - keras  biar dia sadar siapa yang benar - benar mencintainya dan siapa yang hanya memanfaatkan dirinya. Terkadang, cinta yang berlebihan terhadap seseorang membuat kita lupa bahwa kita masih punya harga diri yang harus dijaga. 

About Reza,,,

"Aku juga pengin ngajak kamu keluar malam ini."
"Kemana"
"Ada deh."
"Aku pengin membaca saja di rumah."

Ya Tuhan, cari dimana laki-laki seperti Reza ini, lebih suka membaca daripada keluar ke mall, koleksi buku dan punya rak yang dipenuhi buku - buku. Reza ini cukup imut sebenarnya. Jarang - jarang ada laki - laki yang nggak biasa ke klub malam dan malah bilang kalau klub malam itu membahayakan kesehatan. He is indeed one in a million. 

Sebenarnya Tania dan Reza itu bak ying dan yang. Gimana nggak coba? Tania termasuk wanita yang jorok, sedangkan Reza sangat gila kebersihan, Tania suka shopping segala baju, beda dengan Reza yang hanya punya baju hitam, putih dan biru, belum lagi Tania yang sangat suka ke klub malam, sementara Reza lebih memilih dirumah membaca buku. Tapi surprisingly, mereka cocok satu sama lain. Walau sering adu mulut, Reza dan Tania yang sama - sama keras kepala bisa saling mengalah. 

"Laki - laki menyebalkan ini, adalah laki - laki yang paling mencintaimu."

Secara keseluruhan buku ini cukup membawa angin segar buatku. Seperti biasa Dahlian pandai merangkai kata - kata, alur ceritanya memang mudah ditebak tapi tidak berbelit - belit. Satu - satunya alasan kenapa buku ini tidak mendapakan bintang 5, yang by the way bersifat subjektif yaitu saya merasa sedikit geli ketika Reza memanggil Tania dengan sebutan My Precious. Otak saya langsung otomatis tergambarkan wajah Gollum, dari The Ring series. Sebutan itu cukup sering juga disebutkan jadi mau tidak mau saya kepikiran Gollum terus selama membaca buku ini. It's weird but kinda fun though :)