Showing posts with label friendship. Show all posts
Showing posts with label friendship. Show all posts

Thursday, May 11, 2017

Boy Toy - aliaZalea

Judul : Boy Toy
Series : Pentagon Series
Penulis : aliaZalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 384 hal, 25 April 2017
Sinopsis : Boy Toy
Review :

Lea adalah seorang dosen berumur 32 tahun. Hidup sendiri tanpa kehadiran orangtua membuat Lea menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa. Semenjak ditinggal pergi oleh pacarnya di hari pertunangan mereka, Lea menjadi trauma terhadap yang namanya 'komitmen'. Sampai saat ini ia tidak pernah tahu alasan mengapa Rainer mantan tunangannya memutuskan hubungan mereka secara sepihak. It's all good, until it goes bad. 

Sewaktu kunjungannya ke Bali untuk konferensi ilmiah, Lea tidak sengaja menginap di hotel yang sama dengan grup band ternama Indonesia yaitu Pentagon. Para personilnya terhitung masih muda, energik dan digandrungi para remaja. Berbeda dengan para remaja yang tergila - gila dengan Pentagon, bagi Lea, kehadiran mereka justru mengganggu konsentrasinya dalam mempersiapkan presentasinya. 

Kecelakaan kecil mempertemukan Lea dengan Taran, salah satu personil band Pentagon. Taran jatuh cinta pada pandangan pertama pada Lea, tapi bagi Lea, meskipun Taran berparas tampan dan berpenampilan menarik, tapi ia kelihatan sangat muda dan berondong abisss. . . . . .So it's a BIG NO buat Lea. Tapi Taran adalah laki - laki yang pantang menyerah. Beda umur bukan masalah, apalagi beda profesi. Lain halnya dengan Lea yang punya segudang 'what if', dan trauma yang masih membekas akibat gagalnya pertunangannya terdahulu.

Yang menjadi konsen saya selama baca buku ini adalah perkembangan karakter Lea. Salah satu alasan saya baca buku ini selain karena yang nulis adalah aliaZalea, yes, she is that good, adalah rasa ketertarikan pada cerita yang disuguhkan oleh penulis. Di zaman sekarang rasanya tidak heran lagi jika ada yang berpasangan dengan daun muda/brondong, meskipun terkadang pola pikir yang berbeda tentu akan menghasilkan penafsiran yang berbeda pula, seperti ada setuju dengan hubungan itu atau malah risih akan perbedaan umur tersebut.

Lea yang berprofesi sebagai dosen tentu punya suatu martabat yang harus dijaga di depan para mahasiswa - mahasiswinya, belum lagi harus menghadapi tekanan dari para fans fanatik Taran dan Pentagon yang mana kita tahu bisa sangat negatif komentarnya jika tidak suka terhadap pasangan artis yang mereka idolakan. Is that relationship worth to fight for? Met baca :)

PS : persahabatan para personil Pentagon patut diacungi jempol. Semoga cerita selanjutnya tentang Nico dan tetangganya yang 'nakal'.

Rating : 3/5

Sunday, March 5, 2017

Tentang Kamu - Tere Liye

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal & Tahun Terbit : 524hal, 30 Oktober 2016
Sinopsis : Tentang Kamu
Review :
Saya rasa saya sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada indahnya cerita Sri Ningsih. Tidak, cerita Sri Ningsih tidak terus menerus bahagia, dia jatuh bangun menghadapi hidup yang keras, berhasil dengan inovasi yang diciptakan namun gagal karena ada saja yang pihak - pihak yang iri pada keberhasilannya. 

Yuk, berkenalan dulu dengan sosok Sri Ningsih. Dia gadis yang kuat, pribadi yang sangat positif. Dia juga mempunyai jiwa pantang menyerah dan tidak takut dengan yang namanya kegagalan. Mungkin karena kebiasaannya dari kecil tidak dimanja, dan gigih dalam mengerjakan sesuatu, hal itu terbawa hingga ia dewasa dan ia bisa maju. 

"Aku sepertinya harus selalu menemukan hal baru, melangkah maju. Kompetisi bisnis ini tidak akan pernah mudah. Seperti gerobak dorong, itu akan ditiru orang lain, tapi kali ini aku akan berlari cepat di depan yang lain."
Lalu sebenarnya ada apa dengan Sri? Mengapa semua orang membicarakannya? Sri Ningsih meninggal dunia. Bukannya wajar jika seseorang yang sudah renta usianya meninggal? Well, memang itu sebuah siklus kehidupan yang dijalani setiap orang, begitu juga dengan Sri. Tapi tentu tidak semua orang, dan bahkan bisa jadi hanya Sri satu - satunya orang yang meninggalkan harta warisan berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar pounsterling kepada ahli warisnya yang belum diketahui siapa dan berada dimana. Tidak ada nama yang disebutkan, hanya sebuah surat keterangan yang menyatakan jika Sri adalah pemilik sah 1% surat saham di perusahaan besar. 

Adalah tugas dari Zaman Zulkarnaen selaku pengacara di sebuah firma hukum bernama Thompson & Co yang ditunjuk secara resmi oleh Sri Ningsih untuk menyelesaikan masalah warisan ini. Menelusuri setiap tempat yang pernah menjadi tempat singgah oleh Sri membuat Zaman mempelajari sejarah. Berkenalan dengan orang - orang yang mengenal Sri, membaca diary dan surat - surat yang dikirimkan Sri kepada temannya, berbagi cerita dengan mereka yang pernah menjadi bagian penting dari hidup Sri. 

Bagi Zaman menjadi pengacara bukan hanya semata - mata untuk mendapatkan profit, menjadi pengacara berarti berusaha menyambungkan benang kusut, dan mencari informasi demi informasi demi suatu kebenaran. 
"Selain bagiku, janji adalah janji, setiap janji sesederhana apa pun itu, memiliki kehormatan."
Saya pribadi sangat mengidolakan Sri Ningsih. Umur 25 tahun ia sudah memulai usaha bisnisnya dan cukup berhasil meraup keuntungan, Ia tidak menutup diri pada setiap kemungkinan dan terus maju meskipun kebanyakan wanita pada umumnya mungkin akan berdiam diri di rumah dan membiarkan suami mereka yang bekerja. Tapi tidak dengan Sri yang mentalnya sekeras baja. Dia sebatang kara, siapa lagi yang bisa diandalkan kalau bukan dirinya sendiri. She is such an inspiration!
"Memulainya lagi dari nol mungkin akan membuatku lebih memahami banyak hal, lebih pandai bersyukur."
Buku ini adalah salah satu bacaan terbaik di awal tahun 2017. I believe more to come, dan mudah - mudahan ada buku - buku lain yang seluarbiasa buku ini dari penulis Indonesia lainnya. Untuk rating, nggak perlu ditanya lagi, tentu big fat five stars. Dengan tebal 524 halaman, buku ini tergolong berat, cetakan tulisannya besar, dan setiap babnya mampu membiusku untuk terus mendalami kehidupan Sri Ningsih. 

Suatu kehormatan bisa mengenalmu, Sri Ningsih. Izinkan saya mengacungkan jempol setinggi - tingginya, mengangkat topi saya, dan sujud sembah kepada karyamu ini, Tere Liye. Saya belum membaca semua karyamu, tapi firasat saya berkata kalau ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Yang terus saya pikirkan selama membaca buku ini adalah semoga ada produser film yang tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Buku ini patut mendapatkan banyak penghargaan. 

Rating : 5/5

Thursday, January 12, 2017

sHe - Windhy Puspitadewi


Judul : sHe
Penulis : Windhy Puspitadewi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit :
Sinopsis : sHe
Review :
"Lu memang mesti ngerasain sakit sebelum bisa ngerasa arti senang yang sebenarnya. Itulah hidup! Orang baru bisa naik sepeda setelah jatuh berkali-kali."

Dua orang yang memiliki pelafalan nama yang sama, hanya beda huruf H, yaitu Dinar dan Dhinar memiliki kepribadian yang jauh berbeda. Dinar tipe wanita yang ceria dan kerap kali melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Sementara Dhinar tipe yang introvert, kaku, kesayangan para guru disekolah dan frenemy bagi teman - temannya. 

Setelah saling berkenalan, Dhinar ingin sekali memiliki hidup seperti Dinar yang bebas karena selama ini Dhinar hidup dalam bayang - bayang orangtuanya yang selalu memutuskan segala sesuatu secara sepihak tanpa berdiskusi terlebih dahulu dengannya. Memang rumput tetangga selalu kelihatan lebih hijau ya, karena Dinar pun menginginkan hal yang sama. Hidup Dhinar kelihatan perfect, dia jago berbahasa jepang dan bahkan akan segera melanjutkan studi disana. Itu adalah mimpi Dinar! Ketika ia harus berusaha mati - matian, Dhinar malah dengan mudah mendapatkannya.

"Kami melakukan hal yang kami sukai dan itu sudah cukup. Kami menikmati setiap detik yang kami lakukan demi acara ini, suka maupun dukanya, dan kelak kami akan mengenangnya. Mengenang sambil tersenyum bahwa kami pernah melakukan sesuatu untuk memberi makna hidup kami yang sebenarnya."

Buku ini simple tapi banyak maknanya. Buku ini menceritakan tentang arti persahabatan, perjuangan untuk mencapai hasil yang diinginkan, perjuangan menjalankan apa yang dianggap benar bukan mudah. Awalnya saya sempat bingung membaca buku ini karena tidak fokus dengan nama Dinar dan Dhinar. Saya pikir mereka adalah orang yang sama dan ternyata bukan. Untungnya cepat tersadar dan get back on track. Kalau nggak saya bakal berpikir Dhinar ini orangnya berkepribadian ganda.

Hal yang ingin ditekankan dalam buku ini adalah masa remaja kamu adalah masa - masa yang tidak boleh kamu lewatkan begitu saja. Meskipun kamu mungkin kena strap didepan kelas, dihukum membersihkan toilet, dll, nikmati saja semuanya. Karena hal - hal tersebut takkan dapat terulang lagi. Ya, masa remaja kamu hanya berlangsung sekali seumur hidup. Belajar itu penting, tapi lebih penting lagi menciptakan kenangan. Kenangan yang akan kamu kenang ketika kamu beranjak dewasa, kenangan yang akan membuat kamu tertawa ketika mengingatnya, rindu ingin mengulangnya, dan terharu karena pernah menjadi bagian darinya. 

Rating : 3/5

Friday, December 30, 2016

Miss Clean - Sara Tee


Judul : Miss Clean
Penulis : Sara Tee
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 247 hal & 25 Agustus 2014
Sinopsis : Miss Clean
Review :
Terbiasa dengan hiruk pikuknya Jakarta membuat Adelia tidak betah ketika ia harus terpaksa pindah dengan orangtuanya ke Solo dan tinggal bersama neneknya. Awalnya Adelia berpikir pindah ke Solo bukan masalah besar karena toh itu salah kota di Jawa Tengah. Tapi bayangannya sirna seketika sewaktu ia tahu ia akan tinggal di pinggir kota yaitu di daerah Mojosongo. Adelia marah dan kecewa kepada orangtuanya karena dibenaknya mereka sengaja memindahkannya untuk jauh dari teman - teman sekolahnya.

Ayahnya yang berprofesi sebagai dokter umum pun membuka praktek kecil di rumah neneknya. Sejak kecil Adelia diajarkan untuk selalu menjaga kebersihan. Maka dari itu, Adelia pun sangat jijik dengan sampah dan kotoran lainnya. Bahkan untuk sekedar masuk ke dapur pun Adelia tidak tahan. 
Adelia pun mendapat julukan Miss Clean oleh teman - temannya karena sifatnya yang gila dengan kebersihan.

Oleh karenanya, Adelia sangat tidak tahan, bahkan benci ketika ia tahu teman sekelas di sekolah barunya adalah anak dari tukang pemungut sampah warga Mojosongo. Bagi Niken, profesi pemungut sampah adalah profesi yang mulia. Bayangkan jika tidak ada pemungut sampah, kemanakah sampah - sampah warga akan dibuang, siapa yang bersedia mengutipnya, dsb. Butuh hati yang tulus dan ikhlas untuk mengerjakan pekerjaan tersebut. Selama itu halal dan dapat membantu orang banyak, kenapa tidak dilakukan. Toh pemungut sampah pun perlu makan dan menghidupi anak, istrinya juga. 
Profesi mulia tidak harus menjadi dokter, arsitek, notaris, pengajar dan sebagainya. Profesi mulia adalah segala pekerjaan yang dilakukan dengan tulus.
Niken yang begitu menyayangi Bapaknya pun tidak terima ketika bapaknya dilecehkan oleh Adelia. Dan Adelia yang tidak menyukai kedua ayah dan anak itu pun berusaha untuk menjauh dari mereka. Namun takdir seolah berkata sebaliknya. Semakin Adelia berusaha menjauh, semakin dekat pula ia dengan Niken. Mulai dari Arini, sahabat Niken yang tiba - tiba dekat dengan Adelia, dan juga Reno pacar Niken yang diam - diam berhubungan dengan Adelia.

Insight dari cerita ini sendiri adalah hormatilah orangtuamu, jangan keras kepala dan terlalu memaksakan keinginanmu. Bukalah matamu selebar - lebarnya dan pakailah nalarmu, jika pacarmu diam - diam berpacaran dengan orang lain putuskanlah dia. Walaupun tujuan utamanya somehow untuk membahagiakanmu, putuskanlah dia. You deserve better! Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Jangan terlalu memandang rendah diri sendiri dan mimpilah yang tinggi. Dream big and make it happen!

Rating : 3/5

Wednesday, January 27, 2016

Melody & Mars - Mia Arsjad

Judul : Melody & Mars
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2015
Kategori : Young Adult
Sinopsis : Melody & Mars
Review :
"Kalau kamu bisa maafin kesalahan orang dengan tulus, hidup kamu pasti lebih bahagia." - Ibu

Begitu mulai baca langsung disuguhi dengan cerita tentang sepatu. Mau nggak mau jadi teringat lagu Sepatu-nya Tulus. Dan kisah Mars dan Melody ini mirip dengan lirik lagunya Sepatu.

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa - apa
Terasa lengkap bila kita berbeda
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling sentuh pun kita tak berdaya


Melody hidup berpacu dengan waktu. Segala sesuatunya harus tepat waktu dan sudah diatur. Mel hanya hidup bertiga dengan ibu dan adik laki-lakinya. Ayahnya meninggal enam tahun lalu dan semenjak itu Ibu mereka menjadi tulang punggung keluarga. Mel sangat ingin membantu Ibunya dengan mencari kerja part time. Tapi selalu dilarang ibunya yang ingin dia fokus kuliah dulu. Maka dari itu Mel harus lulus tepat waktu. Itu tekadnya. 

Mel terbiasa hidup di jalur yang lurus. Sekali A ya tetap A. Begitu ketemu dengan Mars yang anaknya super easy going dan terlalu santai menyikapi hidup, Mel dibuat kelabakan olehnya. Banyak kekonyolan yang membuat kisah Melody & Mars lebih berwarna. Seperti misalnya Melody yang menarik paksa Marshall naik ke becak ketika Marshall sedang sibuk-sibuknya melayani permintaan antrian panjang tetangga barunya untuk foto bareng. Yang ada betis abang becaknya makin besar disuru gowes keliling kompleks dan Marshall yang kasian bolak balik kejeduk besi pinggiran di atas becak.

Bicara tentang percintaannya, saya sendiri lebih suka dengan cerita persahabatan Mel, Pipit dan Darla yang kayak kepompong, kepo dan rempong. Nggak ada rahasia diantara sahabat dan walau rempong, sahabat akan selalu ada buat kita disaat kita susah maupun senang. 

Dari cerita Melody & Mars ini, kesimpulan yang saya kutip : 
1. Berani bersuara, dalam hidup ini jika kita tidak berani menyuarakan pendapat kita, siapa lagi yang akan memperjuangkan hak kita? Jika kita selalu pasrah dengan segala kondisi disekitar kita maka kita tidak akan pernah merasa bebas menjadi diri kita seutuhnya. Semua - semua sudah yang atur, makan apa, sekolah dimana, ambil jurusan apa. Ingatlah bahwa yang ngejalanin hidup ini itu kita, bukan mereka. Your destiny lies in your hands. Jadi berani nggak kamu bersuara?

2. Sharing is PENTING. Kalau terjadi sesuatu, apapun itu, ceritalah ke sahabatmu, orangtuamu, atau siapa saja yang kamu percayai. Karena ketika kita sharing, otak kita terbuka oleh beberapa pendapat/kemungkinan yang tidak terpikirkan oleh kita. Jadi ketika hal buruk menimpamu, jangan lah menutup diri, apalagi pasrah menerima keadaan. Ingat point pertama, berani bersuara :)

Mia Arsjad termasuk salah satu penulis yang menulis dengan konsisten (konsisten bagusnya). Jadi ketika buku barunya terbit, saya nggak perlu pusing dan mikir berulang kali untuk beli bukunya atau tidak. Jawabannya sudah pasti wajib beli. Saya sudah menjadi fans sejatinya sejak zaman Miss Cupid, Rona Hidup Rona, dsb. Mia selalu punya senjata ampuh untuk menghibur pembacanya. Dari dulu cerita yang disuguhkan selalu sukses buat perut sakit karena candaannya yang kocak, kena sasaran walau nggak jarang agak garing dan lebay melambai :D

"Sabar. Saat kita dapat masalah, pasti kita terpikir kalau kita ini manusia paling menderita. Tapi itu nggak bener, Mars. Masih banyak yang hidupnya lebih susah dari kita. Waktu lagi sedih kita sering lupa bersyukur karena terlalu sibuk meratapi kesedihan. Daripada mikirin apa yang bikin kita sedih hari ini, mendingan kita cari apa yang bisa bikin kita bahagia hari ini."
Rating : 3.5/5


Sunday, January 17, 2016

Wonder - R.J. Palacio



Title : Wonder
Author : R.J Palacio
Date of Publisher : January 3rd 2013
Publisher : Corgi Childrens
Synopsis : Wonder - R.J Palacio
Review : 
"You can't blend in when you were born to stand out."
August Pullman (Auggie) is a ten year old boy with severe facial abnormalities. He was home-schooled back then but now it is the time when he is finally going to face the world. Auggie is going to school. And it means everyone will see him, most probably will judge him, bully him etc.

We can't choose the way we were born, but we can always choose the way we live. Is it Auggie's fault to be born like that? or is it his parents' fault? I always try to think positively that God gives us a test and a key to solve it at the same time. All we have to do is focus, don't complain all the time and try to get through it. 

"Why do I have to be so ugly, Mommy?" I whispered
"No, baby, you're not..."
"I know I am." pg 60

My heart hurt when I read it. He is just a kid. Kids his age are supposed to enjoy their childhood, hangout with friends, and even have a study group. But everyone choose to avoid him, as if he is invisible at class, and even make bad jokes about him. 

"He's just a kid. The weirdest-looking kid I've ever seen, yes. But just a kid." - 119

Through this book, I realized that people can be so mean sometimes. Our words can be more painful than any weapons. It can be a good thing as well, but only if we know how to use it in a proper way. I really like the quote that saying, before you say something, think, is it true? is it kind? is it necessary?

"There are always going to be jerks in the world, Auggie. But I really believe, and Daddy really believes, that there are more good people on this earth than bad people, and the good people watch out for each other and take care of each other. Just like Jack was there for you. And Amos. And those other kids." - 279

It takes more than courage to be able accept the reality. It needs passion, unstoppable love, and kindness. Bless Auggie's family and to those who are willing to accept Auggie for whoever and whatever he is. We always have something to be grateful about even at our lowest point. You know, like Auggie. Although he was born with severe facial abnormalities. but he have all things that every kids in the world would wish to have in their families such as love, warmness and kindness. 

"You have to go back to school. Everyone hates school sometimes. I hate school sometimes. I hate my friends sometimes. That's just life, Auggie. You want to be treated normally, right? This is normal! We all have to go to school sometimes despite the fact that we have bad days, okay?" - 115

Auggie had gone through mostly every worst thing that you could think about surgeries. Can all children do and bear that? Nope. First time is always the hardest. But remember that the more you practice, the better you will be. Going to school was so freakin hard to Auggie at the first time. School to him means he's practically facing the world. Maybe it's like that you were put into a zoo where all wild animals were standing in front of you with their sharp teeth wide open. His coming to school didn't go so well. Kids were freaked out. Most of them were terrified with his look, but Jack and Summer stood up for him. He had accepted rejection all the time. But through this situation, he is able to see who is his best friends, and who is fake. 

"I miss seeing you face, Augie. I know you don't always love it, but you have to understand. . .  I love it. I love this face of yours, Auggie, completely and passionately. And it kind of broke my heart that you were always covering it up." 291 - (Auggie's Daddy)

Wonder is a WONDERful book that I've read this year (last year) I just complete writing the review now ;__; Wonder doesn't simply teach you about life. It's more than that. It's about morality, love, friendship, toughness, and passion. There is always two sides of story and I really like how the author wrote each story through every head of the character. I hope more people will read this book and share it to others. 

"But the best way to measure how much you've grown isn't by inches or the number of laps you can now run around the track , or even your grade point average - though those things are important, to be sure. It's what you've done with your time, how you've chosen to spend your days, and whom you touched this year. That, to me, is the greatest measure of success." - 299


Rating : 5/5


Saturday, January 11, 2014

Hopeless (Hopeless #1) - Colleen Hoover

Title : Hopeless
Series : Hopeless series
Author : Colleen Hoover
Publication Date : December 19th 2012
Synopsis : Hopeless (taken from Goodreads)
Review :

Sky's life is a complete mess.
I've come to the point that I don't even know how to start writing the review because her past and present's life is so complicated. Not only Sky's but her mother's, Holder's and everyone's. As a teenager, making friends with lots of people will give you benefits to shine. But for some people who only make friends to one or two persons, most of them are usually get bullied, verbally attacked, etc. Sky is used to be home-schooled and now she get the chance to study at public school. But things don't work out really well for her. Being Six's best friend give her a bad reputation but she doesn't care at all. Only a few know and understand her while the others are busy judging what they thought they know. 

"You have to let it go. You can hold on to the hate and the love and even the bitterness, but you have to let go of the blame. The blame is what's tearing you down, babe."

This story isn't simply just tell us about love between two young people. It is much more than that. It has deep meaning and involves every themes that we could think about such as bullying, friendship, truth and lies, rape, etc. I think the author has done a very good job. I'd never think about this plot and the mystery isn't very easy to guess. Since the beginning, the author has made us curious about who is the guy Sky met at the grocery store? , why Sky's mother Karen won't allow her to have phone and using internet?, etc.

I really love the chemistry between Sky and Holder that have developed since their first meeting. Although I can guarantee that a man like Holder is one in a million and maybe only exist in romance novels, but I really like how he loves Sky so much and would do everything to win her heart. Same goes to Sky who kind of have a bad thought of him at first but then fall in love with him for all that he has done for her.
"Because I want your first kiss to be the best first kiss in the history of first kisses."
"Fuck all the firsts, Sky. The only thing that matters to me with you are the forevers."

Points that I get :
1. When a man likes you, he will make an effort to get to know you better.
2. If he likes you enough, your differences won't matter to him.
3. Dimples can be so intriguing. You will never know until you meet the one.  

You're in love when :
1. You have butterflies in your stomach whenever you met him. 
2. You spent so many times just to pick clothes to wear before you meet him. Normally it only takes 5 - 10 min to dress up but now it takes much longer to decide what to wear. 
3. You can't stop wondering what he/she is probably thinking of you.

About the friendship between Six and Sky and Sky with Breckin, tell you what? At first I'm so jealous of Sky for having friends like them. Not only because they are incredibly awesome friends who support you in every conditions, but also because they're giving e-reader and a phone to Sky! Like it's a normal present to give to your bestie. Some parts in this novel are too good to be true like Holder, and best friends like Six and Breckin.

I live you :*

Thursday, July 19, 2012

Art Geeks and Prom Queens - Alyson Noel


Title : Art Geeks and Prom Queens
Author : Alyson Noel
Publisher : St.Martin's Press
Publication Date : September 1st 2005
Format : Paperback, 240pages
Synopsis : click here
Review :
You Reap What You Sow

Rio Jones is a new kid from New York. She's got her mother's look and height. Basically, she is a gorgeous girl. But somehow she doesn't aware of  it. She starts to hang out with Jas and Mason and for some reasons, she got detention and her mother told her not to hang out with them anymore. Then she meets Kristi, a popular girl who seems to have lots of friends. Kristi told her that in order to be one of her friends, Rio needs to follow some rules, which most of it are ridiculous. It was a new thing for Rio. She used to have two best friends and they did not seem to have any rules to follow.

I enjoyed reading this, although at some points I found myself shaking my head in disbelief. Like seriously? *Rolling eyes* I am not fond of Rio. She is very easily influenced by anything and she acts like she's living in a fairy tale, which a bit annoying. I wish she finds the courage to say 'No' but no, she just goes with Kristi's plans and rules.

Lessons to be learned :
1. Just be yourself. Don't pretend smoking if you just want to look cool. Trust me, you will look ridiculous by then. Especially when you ended coughing,etc. Your friends won't tell you that you are such a cool person, but instead they will call you a liar for lying that you can smoke. So, just be yourself.
2. Don't think too much about how people will react towards you. Instead put yourself first.
3. Don't get overconfident. It will just do more harm than good.
4. Don't pretend to be someone else or like things that you actually hate just because you are desperately want to join the popular groups. Back to point no.1, just be yourself.
5. Don't befriend with someone who think that you eating your entire lunch is gross.
6. When someone you know give you a cocaine, tell yourself that (s)he isn't your friends and say 'No'.
7. Don't play with someone's heart because it's not a toy.

"Zane seems really nice?"
"Really? You think so?"
"Well, yeah."
"Well, that's nice. 'Cause we broke up.'


"I guess I kind of blew that, huh?"
"You didn't know."
"Well, Monique seemed really nice. Or did you break up, too?
"No, we didn't break up, we're still together." pg.64

When I was reading this, I was like,'Geez, what the hell is wrong with Rio?? Is she out of her mind?
That's not kind of a joke at all. I don't know why she said that in the first place. *sigh* She tries to be funny but it turned out so bitter and odd.

When she befriend with Kristi and her groups, she admits that everyone starts to know her and call her name. But is it really worth it? Like when you make over yourself thoroughly, do you really want it? I mean, yes, maybe people will start admire you but what about yourself? Do you like it? Do you make it for yourself or just to please people? For me, my opinion is more about important than others. Their opinions are important as well, but when you look at yourself in the mirror and you find it charming while your friends tell the opposite, don't change any of it. People have a different style and point of view. You can follow them, but it doesn't mean that you have to follow their words all the time. You know, you have to love yourself first before someone else can love you. 





When I finally get that this book involves bullying, I can't help but sigh. I'm quite aware that bullying happens a lot at school where jocks, popular crowds try to gain power and control over another students. When they ask you to join their groups but you resist, you will just be their new enemy. If you are not a tough person, they will see you as easy target and try to attack and humiliate you. If you can't defend yourself better, then you will just be a particular victim that get bullied repeatedly over time. I learned this from the book I read for my thesis, Nineteen Minutes.

The only way to prevent and stop it is to talk openly about it. Find someone you trust to share this thing. You can talk to your parents about it. Don't ever think that they don't care. Children are their pearls, they will listen and help you get through your problems.

Sunday, March 4, 2012

Falling For Romeo

Judul : Falling For Romeo
Author : Jennifer Laurens

Penerbit : Grove Creek Publishing
Tahun : 2011
Tebal : 204hal
ISBN : 9781933963945
Sinopsis :
John can have any girls he wants. Jennifer's never been kissed. Everybody thinks he's perfect. She's got issues with pride and jealousy. They were best friend once. Now, they are playing Romeo and Juliet. Virgin lips Jennifer must have her first kiss on stage with John, the guy every girl in school wants. The pressure and tension build along with each staged kiss. Both are shock when the feelings bloom. Can either tell which kisses are real and which are for show?

Review :
John dan Jennifer dulunya adalah teman bermain yang akrab. Mereka telah bertahun-tahun menjadi tetangga. Ayah mereka bersahabat, ibu mereka saling menyukai. Semuanya terasa begitu sempurna bagi kehidupan mereka. Tapi ketika mereka menanjak remaja, mereka tak lagi sedekat biasanya. Bahkan mereka cenderung memiliki jalan pikiran masing-masing. Mereka tak lagi bermain bersama. John adalah John. Dan Jennifer adalah Jennifer.

Imagine how two people were once best friends and now turn into complete strangers. 

Mereka kembali dipertemukan ketika akan mementaskan drama 'Romeo and Juliet' di sekolah mereka. John yang merupakan pujaan para siswi di sekolahnya memainkan peran Romeo dan Juliet yang cukup populer karena aktingnya yang bagus dan parasnya yang cantik memerankan Juliet. 

Dalam adegan itu, Romeo diharuskan mencium kekasihnya Juliet. John dan Jennifer pun mati-matian menahan rasa gugup mereka. Jeniffer tidak pernah mencium siapa pun sebelumnya. Yang ia tahu hanyalah ia harus melakukan sesuatu untuk tak terlihat bodoh dan kaku. Sementara John kelihatan seperti ingin menelan Jennifer sehabis mereka berciuman karena Jennifer menyebar rumor bahwa John adalah pencium yang payah. 

Berawal dari satu ciuman itu, mereka menjadi kembali dekat, walau kedekatan mereka sering dibumbui dengan adu mulut dan rasa cemburu yang menjadi bumerang bagi hubungan mereka selanjutnya. 

I found a wicked trick here :
If you want to get a lift 
'I live at 483 North Locust. Ever been on my street?'
'Never have.'
'That's okay, I can show you how to get there. You can give me a ride. How's that?'


XD

Thursday, December 8, 2011

#132 Touch Of Frost - Jennifer Estep


Read on December 06 to 07th, 2011
Title : Touch Of Frost ( Mythos Academy 01)
Series : Mythos Academy
Author : Jennifer Estep
Published on July 26th 2011
Publisher : Kensington Publishing Corporation
Total Pages : 350 pages
Synopsis : Touch Of Frost
Review :
"You? Felt sorry for me? You're nobody,Gypsy. You don't have any friends, and you don't belong her. You're pathetic."
"I have a name. It's Gwen Frost. I'm not nobody. And you think I'm pathetic? I'm not the girl who faked her own death just so she could get some sort of twisted revenge on her best friend. That's pathetic."
 Gwen has the ability to know, see, and feel things just by touching a person or an object. Just by touching them, she could see everything that they'd ever done, the good and the bad, even the secrets that they'd ever tried to hide. I love this girl so much because compare to other kids with gifts, she has no hulk power like Spartan, or the ability to move faster like Valkyries, yet she's so brave and didn't hesitate even just a second to used her gypsy gift to help whoever needs help eventhough most students at Mythos Academy tend to ignore her and act like she's not visible.

 The most popular Valkyries girl, Jasmine is found dead in a library close to one of the thirteen artifacts, Bowl of Tears. And Gwen be the one who found her body. When she tried to do something to help Jasmine, someone hit her on the head and she blacked out. What she knows after she awake is she needs to find the killer. Because no one seems to care about Jasmine's death, even her BBF, Morgan didn't seem to care much about her best friend being murdered. The fact is Morgan is a bit happy because finally she has free access to flirt and hook up with Jasmine's boyfriend Samson. Ugh BF n BFF sucks.

However, the killer can be anyone, the Reapers, gods, or any creatures that want to steal the Bowl of Tears and set Loki free. Loki is the bad bad guy. He was a michief god, a selfish god. He wanted to rule over the other gods, over everything , not only gods but mortals and all creatures. So, Loki is a Chaos and a treath to everyone. So, he was chained up but his followers are still trying to release him.

"So, the Reapers fought the members of the Pantheon, and the world was plunged into the Chaos War. Brother turned against brother, sister against sister, families were torn apart, slaughtered, or worse."
Everyone can be the reapers, your best friend, your boyfriend, and even your teachers. So, that's why students are taught how to fight and defend themselves. and FYI, Gwen has zero interest in gym class and she doesn't how to fight. That's why when a panther creature intended to kill her, she freaked out, yet Logan Quinn saved her life.
"Gypsy girls make for awful easy killing. Wouldn't take but just a second."
"Yeah,well, this Gypsy girl happens to have a grandma who can curse you so bad that your d*ck will turn black and fall off, so watch your step,Spartan." << i laughed so hard when I read this. LOL you better watch urself, Logan :DD
 while doing her mission to find who the killer of Jasmine is, she made friend with someone who dislike her in the first place and she is one of Jasmine's BFF as well. and what she learned from her relationship with Logan is the feeling is mutual but for some reasons, Logan can't be more than friends, at least at that time. Not to mention he has a girlfriend ald.

The end of this book is freaking nice, I found myself amused many times by the unexpected events, and finally in the end of the story, Gwen knew the reason why she was sent to Mythos Academy.

After I read the prequel of Mythos Academy (read my review here : First Frost) , I know the first book is gonna be good for sure. And tell you what? Touch of Frost had my full attention. It's super awesome and somehow I can relate this Loki bad god to you-know-who Voldemort. Can't wait to read the 2nd book Kiss of Frost.

Here is my favorite word :
"And I'd finally figured out something else,too. That the people you loved never really died, not as long as you kept your memories of them alive, not as long as they lived on in your heart."