Thursday, January 31, 2013

Ibuk, - Iwan Setyawan

Judul : Ibuk,
Penulis : Iwan Setyawan
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Tebal : 291
Sinopsis :
"Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat.” -Ibuk- Masih belia usia Tinah saat itu. Suatu pagi di pasar Batu telah mengubah hidupnya. Sim, seorang kenek angkot, seorang playboy pasar yang berambut selalu klimis dan bersandal jepit, hadir dalam hidup Tinah lewat sebuah tatapan mata. Keduanya menikah, mereka pun menjadi Ibuk dan Bapak. Lima anak terlahir sebagai buah cinta. Hidup yang semakin meriah juga semakin penuh perjuangan. Angkot yang sering rusak, rumah mungil yang bocor di kala hujan, biaya pendidikan anak-anak yang besar, dan pernak-pernik permasalahan kehidupan dihadapi Ibuk dengan tabah. Air matanya membuat garis-garis hidup semakin indah. ibuk, novel karya penulis national best seller Iwan Setyawan, berkisah tentang sebuah pesta kehidupan yang dipimpin oleh seorang perempuan sederhana yang perkasa. Tentang sosok perempuan bening dan hijau seperti pepohonan yang menutupi kegersangan, yang memberi nafas bagi kehidupan.

Review :

Buku ini mengisahkan perjuangan Ibuk dan Bapak dalam menghidupi keluarga mereka yang sangat sederhana. Bermula dari hidup berdua, Ibuk dan Bapak lalu diberi anugerah berupa seorang bayi dari Yang Kuasa. Dari yang hanya satu orang bayi, kemudian menjadi lima orang bayi yang manis. Ya, keluarga Ibuk menjadi begitu ramai. Novel ini menggambarkan sebuah keluarga yang walaupun memiliki kekurangan dalam hal finansial tapi begitu kaya akan kasih sayang terhadap satu sama lain. 

Sebenarnya tidak ada konflik yang berarti dalam buku ini. Tapi itu tidak lantas membuat novel ini menjadi membosankan. Justru sebaliknya, kita disuguhkan cerita menakjubkan yang datang dari Ibuk yang bertubuh mungil namun memiliki tekad sekuat baja.

Ibuk dulu hanyalah lulusan SD, suaminya Bapak lebih beruntung karena masih bisa lulus SMP. Namun itu tidak serta merta membuat kehidupan mereka berjalan dengan mudah. Ibuk sadar jelas bahwa ia begitu ingin sekolah tapi tidak mampu. Oleh karena itu, Ibuk bertekad bahwa kelak anak-anaknya tidak boleh seperti Ibuk yang hanya lulusan Sekolah Dasar. Ibuk ingin mereka menggapai mimpi-mimpi mereka, tidak seperti Ibuk yang hanya berjualan baju pada masa mudanya. Karena tekadnya yang kuat itu, Ibuk dengan tegas selalu membayar uang sekolah tepat waktu walaupun itu berarti dia harus berutang atau menjual emas/barang milik pribadinya. Ibuk mementingkan kepentingan anak-anaknya diatas segalanya meskipun itu berarti Ibuk harus mengobarkan waktu, pikiran, dan tenaga untuk mengurus mereka semua.

Perjalanan Ibuk dan Bapak mengasuh kelima anak mereka sungguh tidaklah mudah. Angkot tua Bapak sering rusak/mogok, jarak umur Isa - Nani - Beyek - Rani pun berdekatan yang berarti Ibuk dan Bapak harus menyediakan uang yang jumlahnya tidak sedikit untuk uang sekolah mereka, belum lagi keperluan-keperluan lainnya seperti sepatu, baju sekolah,dll.
"Meskipun banyak kebocoran di sana-sini, kita mesti bersyukur. Kita ada di rumah sendiri. Ada tempat untuk makan pisang goreng bersama-sama," kata Ibuk.
Awalnya aku sempat berpikir kenapa Ibuk mau melahirkan sampai lima anak? Apakah Ibuk nggak memikirkan bagaimana dengan biaya susu, makan, sekolah anak-anaknya nanti? Nggak sedikit loh Ibuk yang bunuh diri, atau terpaksa membunuh anak-anaknya karena tidak memiliki biaya yang cukup untuk hidup. Terus terang aku begitu penasaran bagaimana cara Ibuk dan Bapak akan melewati babak ini. Aku tidak ingin bilang ini sebuah cobaan karena Ibuk menjalani semua ini dengan suka cita, mungkin kata yang tepat adalah semua ini tantangan bagi Bapak dan Ibuk dalam mendidik serta membesarkan kelima anak mereka. Dan aku percaya bahwa dimana ada kemauan, disitu ada jalan.

Apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai.
Dalam hidupnya, Ibuk selalu melakukan hal-hal yang baik sehingga ketika ia tua, giliran anak-anaknya yang membalas kebaikannya. Walaupun sesekali mereka (terutama Beyek) sering merengek pada Ibuk, untungnya Ibuk memiliki anak-anak yang tahu diri dan rajin membantu ibunya. 

Terima kasih Ibuk, ceritamu begitu menginspirasi. 

Rating : 4/5

PS : Buku ini buntelan dari Secret Santa
Tebakanku Secret Santaku adalah : Selviana Rahayu
(semoga nggak salah ya >.<)
Alasannya : Ini tebakan last minute, benar-benar clueless sampai saat ini. Yang aku yakin bahwa SS berdomisili di Jakarta. That's all. Poor me =.= Kemudian aku cek Goodreads siapa yang udah baca Ibuk, maybe it can help, jadi kesimpulanku adalah Selviana Rahayu. (kalau second thoughtku mungkin mbak Ana)

16 comments:

  1. Aku suka banget deh buku ini. eh, kok udah ada dua orang yg nebak santanya Selvi.. Hayoo loh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. tebakanku salah kayaknya Mbak ;__;
      clue lain aku dan SS ku sama2 suka One Direction :p

      Delete
  2. Aku pengen banget baca buku ini tapi.. tapi... takut nangis2 kejer pas baca. ahahaha... Someday pasti kubaca.. *kepalkantangan*'

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe nggak sampai mewek banget kok ;D
      cuma salut aja sama perjuangan Ibuk. Untung juga anak2nya nggak rewel^^ ayo dibaca =)

      Delete
  3. aku belum jadi2 baca bukunya mas iwaaann....baca reviewnya jadi makin penasaran mei =) ehhh penasaran juga sama SS mu =D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe aku sempat nebak kalau SS itu mbak Astrid lol *toyor*

      ayo dibaca Mbak ^^

      Delete
  4. Aku gak yakin ssmu itu selvi.
    Btw tadinya aku masih ragu2 mo baca bukunya Iwan Setiawan, tapi reviewmu meyakinkan, mei

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga nggak yakin mbak wahaha stress :D
      dibaca ajah mbak. Kurang dari sisi konflik, tapi lebih di bagian kebersamaan&kekeluargaannya =)

      Delete
  5. Clueless ya? Sama, aku juga sampai the last minutes blm yakin siapa santaku. Dan dia juga dr Jakarta juga.

    Pernah mau beli Ibuk tapi dengar2 ceritanya biasa (biasanya indah seperti bukunya yg sebelumnya). Minjem saja kali ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang aku yakin SS perempuan hehehe

      mau pinjam punyaku aja Mas?

      Delete
  6. wakakaka, ada yang nebak Selvi lagi, yang bener yg mana yah? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe banyak yang nebak Selvi sama mbak Ana :p
      kalau aku udah pasti salah tebak kayaknya XD

      Delete
  7. haha... saya juga ga bisa nebak riddlenya :)
    setuju banget buku ini emang menginspirasi...

    ReplyDelete
  8. Salah satu buku paling berkesan tahun 2012 kemarin. jadi pengen baca buku mas Iwan yang lain

    ReplyDelete