Wednesday, March 7, 2012

Sweet Revenge - Sin Nombre



Judul : Sweet Revenge
Penulis : Sin Nombre
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2008
Tebal : 210 hal
ISBN : 9797802485
Review :

Ketika saya membaca judul dan sinopsis buku, jujur, saya over excited. Kenapa? Judulnya sangat menarik sekali,"Sweet Revenge, Sayang, Aku Cinta Anakmu." Terlintas dibenakku bahwa ceritanya pasti mengenai seorang janda yang memiliki anak perempuan berumur 17-20 tahun dan mantan pacar si janda jatuh cinta pada anaknya. Tapi sayangnya itu cuma angan-anganku belaka. Ceritanya sama sekali berbeda.

Irni yang masih muda dengan gampangnya jatuh cinta pada seorang pria bernama Adrian. Bagaimana tidak? Adrian ganteng, tegap, pandai berbicara (baca : menggombal). Terang saja Irni termakan gombalannya. Pacaran mereka berlangsung cukup menyenangkan. Adrian sangat pintar merangkai kata-kata sehingga membuat Irni selalu terbuai dan menuruti segala perkataannya.

Adrian tergolong sering mendatangi rumah Irni, namun ia tak pernah berlama-lama dirumahnya. Selalu saja ada alasan baginya untuk segera pulang. Makin lama, Irni makin merasa ada yang aneh dengan sikap Adrian. Tapi dia yang masih menganut motto,"I can't live without you,beibeh!" itu memilih untuk diam dan tetap menjalani hubungan dengan Adrian.

Bagaimana rasanya dicampakkan? Dihina dan dituduh sebagai perusak rumah tangga orang?

Irni seperti dilahap rasa benci dan dendam kepada Adrian.
Setelah dicampakkan, hidupnya hancur. Terlebih ketika mengetahui bahwa ia didiagnosis mengidap leukimia.
Pengalaman mengajarkan jangan berharap terlalu banyak dari sesuatu yang tidak pasti. pg.94
Yang ada dipikirannya hanyalah BALAS DENDAM. Dia pun merasa dewa-dewa di langit membantunya ketika dia menjadi pasien dari istri Adrian dan berkenalan dengan Rizi, anak dari Adrian dan istrinya.

Rizi menyukainya, menginginkannya, dan ingin meminangnya. Irni tentu tak ingin melewatkan kesempatan emas ini.

Jujur, buku ini benar-benar mengguncang emosiku. Baru kali ini saya baca buku yang tokoh utama wanitanya selalu berpikiran negatif. Karena niatnya yang selalu ingin membalas dendamnya kepada keluarga Adrian, jadi setiap sel di otaknya selalu berpikir bahwa Rizi, Adrian dan istrinya akan melakukan hal yang sama padanya. 

Dalam pikirannya selalu muncul kata-kata,'Jangan-jangan dia akan meracuniku,' / 'Dia pasti ingin melihatku sengsara',dll. Karena segala pikirannya adalah negatif, maka perbuatannya pun juga tidak jauh beda pula.

Balas dendam ini telah menelannyaa hidup-hidup dan ia tak sadar sedikitpun. Kita para pembaca akan banyak belajar dari buku ini, salah satunya adalah balas dendam takkan membawa kita kemanapun tapi pada penyesalan yang teramat dalam. Belajarlah untuk lebih bersabar karena hidup memang tak pernah mudah untuk dijalani. Tapi jika kita tekun dan sabar, dengan sendirinya kita akan memperoleh kebahagiaan. 

Balas dendam itu tidak akan ada akhirnya.
Balas dendam juga tidak pernah memiliki penyelesaian yang baik.
Selalu saja pada akhirnya kedua belah pihak akan tersakiti
dan kemudian menyesali segala perbuatannya,
Pada akhirnya, penyesalan hanyalah tinggal sebuah kata.
Karena tak satu pun dari mereka mampu berucap kata.

3 comments:

  1. wow! ternyata lebih 'dahsyat' dari sangkaan awalnya. tipe cerita suram yang kusuka nih

    ReplyDelete
  2. suram banget mba :(
    sedih banget sama yang bener2 sayang ma si Irni ini.

    ReplyDelete
  3. Wah, aku suka nih tipe cerita seperti ini. Tapi terbitan lama ya mba. Beli online atau gmn?

    ReplyDelete