Friday, March 29, 2019

Run Away - Harlan Coben


Judul : Run Away
Penulis : Harlan Coben
Penerbit : Grand Central Publishing (kindle edition)
Tebal dan Tahun Terbit : 400hal; 19 Maret 2019
Sinopsis : Run Away
Review :
Aku nggak nyangka sama sekali bakal se-enjoy ini baca novel thriller. Not my cup of tea sebenarnya, tapi baca novel ini ngalir aja dan tau - tau udah kelar. Buku ini menceritakan tentang seorang ayah, Simon Greene yang berusaha mencari anak perempuannya yang hilang. Anak perempuannya, Paige, adalah seorang pecandu narkoba dan sudah lama meninggalkan rumah. Awalnya Simon menemukan Paige sedang mengamen di jalanan, tapi Paige kemudian kabur dan Simon dihadang oleh pacar Paige yang bernama Aaron. Aaron pun seorang pecandu. Faktanya, Aaron-lah yang memperkenalkan Paige pada dunia narkoba. 


Tak lama setelah kaburnya Paige, Simon didatangi seorang detektif. Paige belum ditemukan, dan Simon malah diduga sebagai pembunuh dari kematian seseorang yang berhubungan dengan Paige. Simon kemudian bersama istrinya Ingrid mencari keberadaan anaknya di tempat tinggalnya yang sekarang namun tidak menemukan apa - apa. Mereka malah diarahkan ke suatu tempat dimana Paige pernah melakukan transaksi narkoba. Naas, Paige tidak ada disana, mereka malah ditembak dan Inggrid terbaring koma di rumah sakit. 

Membaca buku ini mengingatkanku pada film Taken, dimana sang ayah juga tanpa letih mencari keberadaan putrinya yang menjadi korban penculikan. Bedanya disini Paige tidak diculik, ia melarikan diri. Banyak kematian yang terjadi dan sayangnya salah satu karakter favoritku juga tidak lepas dari cengkraman maut. Secara keseluruhan aku suka dengan ceritanya. Membuat kita memutar otak memikirkan apa motif dibalik penembakan yang terjadi, dimana Paige sebenarnya selama ini, apakah dia selamat atau tidak, dan apa kaitannya pembunuhan yang satu dengan yang lain. Karakter favoritku yang lain tentu saja adalah Simon Greene yang nggak kenal lelah dalam mencari tahu keberadaan putrinya. 

"Would you kill someone?"
"No, of course not."
"Would you kill someone to save your child?"
"...."

Rating : 4/5

Sunday, November 25, 2018

Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990

Judul : Dilan : Dia Adalah Dilanku Tahun 1990
Penulis : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books (Mizan Group)
Tebal dan Tahun Terbit : 332hal, tahun 2014
Sinopsis : Dilan
Review :
"Lia ingin pacaran dengan orang yang dia tahu hal yang Lia sukai tanpa perlu Lia beritahu, yang membuktikan ke Lia bahwa cinta itu ada tetapi bukan oleh apa yang dikatakannya melainkan oleh sikap dan perbuatannya."
Milea menceritakan kembali kenangan manisnya di tahun 1990 ketika ia bersekolah di SMA Negeri di Bandung. Ada Dilan diantara kenangan manisnya itu. Dilan yang pada awalnya membuatnya takut tapi pada akhirnya menjadi sosok yang tak bisa lepas dari ingatannya. Milea pada saat itu berpacaran dengan Beni, anak Jakarta. Kehadiran Dilan membuatnya mempertanyakan hubungannya dengan Beni. Beni selama ini baik terhadap dirinya, tapi juga tak jarang emosian dan mengatakan hal - hal kasar pada Lia (panggilan Milea).

Dilan itu lucu dan unik. Mengendari motor kemana - mana termasuk ke sekolah. Tidak suka diatur, jiwanya bebas, diajak berantem tidak takut, dicap bandel oleh guru, tapi sehari - harinya menggunakan bahasa baku dan punya segudang buku di kamar rumahnya. Uniknya Dilan itu parah.  Seringnya mengucapkan hal - hal tidak terduga, tapi dia manis, tidak obral janji, dan apa adanya apalagi ketika berusaha mendekati Milea. 


"Milea, kamu cantik. Tapi aku belum mencintaimu."

"Enggak tahu kalau sore."


"Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu."

"Kenapa?"
"Nanti, besoknya, orang itu akan hilang."



"Kalau aku yang marah ke kamu gimana?"

"Baguslah."
"Bagus? Biar aku gak mau ketemu kamu?"
"Tantangan, bisa enggak membuat kamu jadi gak marah."
"Tugasku ya membuat kamu senang."
"Kalau tidak bisa membuat aku senang?"
"Berarti, aku gagal jadi orang yang menyenangkanmu."


Sebelum membaca buku ini, aku sudah terlebih dahulu menonton filmnya. Kurang lebih ceritanya sama, jadi membaca bukunya hanya seperti pengulangan bagiku. Aku suka Dilan dengan semua keunikannya. Tapi yang menggangguku disini adalah Milea. Nggak mau spoiler (walaupun kurasa hampir semua penikmat buku sudah membaca buku ini), tapi Milea bagiku egois dan hanya mementingkan keinginannya sendiri. Dan ada satu lagi sosok yang lebih menyebalkan. Siapa lagi kalau bukan Kang Adi :D :D

Milea dan Dilan


Rating : 3/5


Tuesday, November 20, 2018

Fallega - Dana Fazaira

Judul : Fallega
Penulis : Dana Fazaira
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun Terbit : 336hal ; 29 Oktober 2018
Sinopsis : Fallega
Review :
Di tahun 2005 Fallega Dinata diasingkan oleh orangtuanya ke Sydney. Fallega dianggap sudah mencoreng nama baik keluarga besar Dinata. Bukan tanpa sebab ia diasingkan. Fallega dikhianati, ditolak dan dicemooh habis - habisan oleh orang - orang terdekatnya. Sejak video bermesraannya dengan pacarnya Aji tersebar luas, tidak ada yang mau berteman dengannya lagi. Tidak Aji, tidak juga gengnya yang terdiri dari Indah, Dhini dan Icha. 

"Lo semua sahabat gue. Kenapa saat gue butuh pelindung lo semua nggak ada?"
"Friendship is nothing. Yang gue sama Dhini butuhin itu adalah hubungan yang saling menguntungkan. Dan lo udah nggak bisa nguntungin kami lagi. Lo cuma sampah."

Di tahun 2008, Fallega kembali ke Jakarta untuk membalas dendam pada semua orang yang sudah menyakiti dan mempermalukannya. Tidak tanggung - tanggung, semua sudah direncanakannya secara matang. Fallega tidak lagi feminim seperti dulu. Kini ia tomboy, dingin, dan penuh dendam. 

Untuk mempermudah misi balas dendamnya, Fallega memperalat Rani, gadis biasa yang cantik dan polos untuk menjadi temannya. Dengan kekayaan dan kekuasaan yang dimiliki keluarganya, tak ada yang tak bisa dilakukan Fallega. Terlebih ketika benci dan dendam sudah merasuki pikiran dan hatinya, tak ada lagi ruang untuk berdamai, tidak untuk orang lain, tidak juga untuk dirinya sendiri.

Sinopsis dan covernya menggambarkan segalanya. Menurutku cerita sih gila. Maksudku rencana - rencana Fallega sudah tertata dengan rapi dan tak bercela. Salahkah dia yang berniat balas dendam? I'm not in a position to judge, though. Bagi aku semua orang punya caranya masing - masing untuk menyalurkan hasrat yang ada di dalam diri mereka. Ada yang hanya akan berdoa semoga Tuhan membalas perbuatan orang yang menjahati mereka, namun ada juga yang berusaha berperan sebagai Tuhan dan membalas dendam, salah satunya adalah Fallega. 

Bagiku sendiri, dendam tidak akan menyelesaikan segalanya. It won't give you peace. Malah menurutku dendam hanya akan membuat kita jauh. Jauh dari orang - orang yang kita sayangi dan jauh dari Tuhan. Selain itu, percaya nggak sih kalau dendam itu bisa membuat kita stress lalu jatuh sakit. Untuk jasmani dan rohani kita, dendam itu nggak ada bagus - bagusnya. Do you believe in karma? Because I do. Biarkan saja karma yang membalas mereka. Kalau zaman dulu, karma itu akan datang setelah tujuh turunan (kata orang dulu), tapi karma di zaman sekarang berbeda. It comes instantly to you right after you did something bad. Jadi nggak usah capek hati dan pikiran, karena aku percaya, Tuhan tidak tidur. 
"Dendam malah akan membuat kamu sakit. Dendam itu nggak bisa buat orang yang kita dendam berubah, justru dendam yang bakal ngerusak organ kita karena yang sakit malah orang yang mendendam. Jadi apa gunanya mendendam?"
"Kalau mau marah, marah aja. Nggak usah dendam. Kalo mau nangis, nangis aja. Jangan dipendam. Itu semua malah buat kamu sakit. Setiap orang akan dibalas perbuatannya, jadi kamu nggak perlu ngerasa kamu yang harus nyadarin mereka. Tuhan punya caranya sendiri."
Baca buku ini sih nggak perlu waktu lama karena alurnya cepat dan ceritanya bagus. Karakter utamanya punya segudang ide - ide yang gila dan gokil, dan insight yang bisa kita ambil hikmahnya itu buanyakkk banget. 


Rating : 4/5


Saturday, November 17, 2018

Jingga untuk Matahari - Esti Kinasih

Judul : Jingga untuk Matahari
Penulis : Esti Kinasih
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun terbit : 448hal ; 18 Desember 2016
Sinopsis : Jingga untuk Matahari
Review :
Setelah sekian lama menyimpan buku ini dengan manis di rak lemari bukuku, entah angin apa yang membisikkan padaku untuk segera membacanya. Halamannya jauh lebih tebal dari kedua buku sebelumnya, tapi itu tidak menjadi masalah karena bagi yang menyukai dan mengikuti kisah Ari dari awal, halaman buku yang tebal adalah berkat! :) Dannnnnn. . . . .  meskipun tebal halamannya adalah 448hal, ternyata ini bukan trilogy saudara - saudara. Kisah rumit Ari - Ata dan Tari masih akan terus berlanjut lagi di buku ke-4 yang berjudul Jingga untuk Sandyakala. Bahagiakah aku? Jelas! Tapi disaat yang bersamaan aku juga sedih karena masih ada yang belum berdamai dengan masa lalunya. Dan entah akan ada berapa cerita menyesakkan lagi di buku selanjutnya. It ain't easy to read and feel about the twins' feelings. Mereka berdua menghabiskan masa kecil yang tidak sederhana seperti anak kecil pada umumnya. Mereka bahagia. Itu dulu. Dulu sekali ketika ibu dan ayah mereka masih bersama. Ketika mereka memutuskan berpisah, banyak hal buruk terjadi dan tak terelakkan. Ata dibawa pergi oleh ibunya dan Ari diasuh oleh ayahnya.

Ata meskipun hidup bersama dengan ibunya, tapi hidup mereka tidak mudah. Hidup nomaden dengan berpindah dari satu atap ke atap yang lain, dari hidup yang berkecukupan bahkan bisa dibilang berlebih dari segi materi, namun dalam sekejap kehilangan segalanya ketika memutuskan untuk berpisah. Ari yang tetap tinggal dengan ayahnya, tidak pernah merasakan artinya kekurangan, namun hidupnya jauh dari kasih sayang. Ayahnya lebih memilih menyibukkan diri di kantor, meninggal Ari tinggal sendiri di rumah dan membiarkannya tumbuh menjadi anak yang bandel dan suka tawuran.

Memang dalam suatu perceraian, yang paling dirugikan itu adalah anak - anak. Mereka yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dan perhatian penuh malah harus kehilangan poin penting tersebut dalam hidup mereka. Banyak orangtua sekarang yang memiliki peran ganda, menjadi ayah sekaligus ibu ataupun sebaliknya, bagi anak mereka. But is it enough? 

Well, mari kita biarkan waktu yang menjawab itu. Balik lagi ke Ari - Ata dan Tari. Sejujurnya aku sudah tidak ingat lagi isi cerita buku kedua, tapi untungnya di buku Jingga untuk Matahari ini, penulis menceritakan sedikit kisah sebelumnya jadi bagi kita yang sudah terlalu lama tidak membaca series ini masih bisa mengerti jalan ceritanya. Setelah pembahasan antar keluarga yang panjang, akhirnya Ata dan mamanya memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan Ata akan bersekolah di sekolahnya Ari. Ata dan mamanya bukannya tanpa perjuangan untuk bisa ke Jakarta. Kakeknya harus menjual salah satu sapi terbaiknya agar Ata dan mamanya memiliki sedikit kemudahan ketika berada di Jakarta nanti. 

Kabar bahwa Ata dan mamanya akan kembali ke Jakarta membuat Ari luar biasa bahagia. Akhirnya ia akan kembali berkumpul bersama dengan mama dan saudara kembarnya. Satu hal yang ada dipikiran Ari. Ia akan mempertemukan Ata dan mama dengan ayahnya kembali. Tapi rencananya jauh dari kata berhasil. Belum sempat memulai, Ari harus menerima kenyataan bahwa hal itu adalah mustahil untuk dilakukan. 

Selain Ari yang menjadi favoritku sejak awal cerita, di buku ketiga ini, aku juga sangat appreciate hubungan pertemanan Ari, Ridho dan Oji. Ari beruntung banget punya sahabat kayak mereka berdua. Mereka bertiga punya kesulitan di keluarga masing - masing. Mungkin itu pula yang menyatukan mereka. Membuat mereka saling mengerti dan membantu satu sama lain. Di saat Ari sedang berada dititik terendahnya, Ridho dan Oji tidak pernah sekalipun meninggalkannya. Meskipun berulangkali Ari meminta mereka untuk tidak mengikutinya dan membiarkannya sendiri, Ridho dan Oji bertindak seperti bayangan yang selalu ada didekat Ari. How lucky they got each other's backs.

"Ridho sama Oji. . . dari dulu mereka begitu, bukan karena gue minta. Itu inisiatif mereka sendiri. Kapan mereka harus bohong dan kapan mereka harus jujur tentang kondisi gue. Kalo harus jujur, ke siapa aja kejujuran itu. Dan kalo harus bohong, berlaku untuk siapa aja kebohongan itu. Teman - teman terbaik yang pernah gue punya."

Dan Tari masihlah Tari. Walau sekarang berstatus pacaran dengan Ari, Tari belum terbiasa dengan tatapan teman - teman sekolahnya. Teman kelas sepuluhnya memandangnya bak putri kehormatan, bagi anak kelas duabelas, Tari seolah mangsa yang harus disingkirkan, terutama bagi Vero dan gengnya. Belum lagi dengan kemunculan Ata di sekolahnya, dan Angga yang hadir kembali dalam kehidupannya dan mengaku menyukainya. Akankah Tari bisa tetap setia dengan Ari? We'll see!

Rating : 4/5



Sunday, October 28, 2018

Midnight Prince - Titi Sanaria

Judul : Midnight Prince
Penulis : Titi Sanaria
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal dan Tahun Terbit : 276 hal ; April 2018
Sinopsis : Midnight Prince
Review :

Menjalani hidup sebagai seorang Mika tidaklah mudah. Dulu ia punya segalanya. Kehidupan yang sangat layak, keluarga yang saling mengasihi, dan materi yang tidak perlu dikhawatirkan. Namun dalam sekejap semuanya sirna dan hilang begitu saja. Ayahnya meninggal, keluarga mereka terlilit utang, adiknya Desha memutuskan mengakhiri hidupnya bersama dengan anaknya yang baru lahir dan ibunya menderita depresi berat. 

Mika tak pernah berpikir untuk menjalani hidup seperti ini. Ia terus menerus menyalahkan dirinya karena kematian adik satu - satunya itu. Desha hamil diluar nikah. Keluarga laki - laki yang menghamilinya menawarkan sejumlah uang dan berharap itu cukup untuk menyingkirkannya sampai anaknya lahir dan diuji DNA-nya. Tentu bagi Desha penolakan semacam itu adalah beban berat yang harus dipikulnya. Penolakan yang membuatnya mengakhiri hidup.

Keluarga laki - laki tersebut adalah keluarga terpandang yang memiliki rumah sakit swasta terkenal. Dengan bantuan sahabatnya, Kinan, Mika bekerja paruh waktu disana. Hanya semata - mata untuk mengetahui seperti apa keluarga yang telah menghancurkan hidup adiknya itu. Mika tak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu dan terlibat hubungan dengan Rajata, kakak dari laki - laki yang pernah menjadi masa lalu kelam Desha.
"Bagian tersulit dari sebuah kebohongan adalah membuat kebohongan berikutnya untuk membenarkan kebohongan yang lain. Itu semacam lingkaran setan yang tidak punya jalan keluar."
Mati - matian ia mencoba mengingkari isi hatinya sendiri demi Desha. Ia tidak mau mengkhianati adiknya dengan mencintai Rajata. Rajata yang tidak tahu menahu tentang masa lalu itu terus mendekati Mika dengan segala cara. Pendekatan yang cukup intensif itu membuat Mika kesal sekaligus juga semakin mencintai Rajata. Tapi bagi Mika hubungan mereka tidak mungkin bisa bertahan dan hanya akan menyakiti kedua belah pihak jika diteruskan. Terlebih lagi setelah Mika tahu, Kinan akan bertunangan dengan kakak dari Rajata yaitu Dewa. Sepertinya hidupnya memang sudah ditakdirkan untuk berdekatan dengan keluarga Rajata. Antara ia mau mengakui dan menerimanya atau tetap keras kepala, berpaling dan menolaknya. 
"Ketika bertemu perempuan yang tepat, semua laki - laki akan jadi murahan dan meletakkan harga diri di telapak kaki."
Ini buku kedua Titi Sanaria yang kubaca setelah Dirt on My Boots. Ada satu persamaan yang bisa disimpulkan dari dua tokoh utama di dua buku ini, yaitu seberapa pun hati mereka berusaha menolak, tapi ketika bersentuhan fisik dengan lawan jenisnya, saraf otak mereka secara otomatis berkhianat dan melakukan hal yang bertentangan dengan kehendak hatinya. 

Rating : 4/5

Sunday, May 13, 2018

Imperfect - Meira Anastasia



Judul : Imperfect
Penulis : Meira Anastasia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal dan Tahun Terbit : 172hal, 7 May 2018
Sinopsis : Imperfect
Review :
"Di balik semua yang terlihat menyenangkan, selalu ada perjuangannya."
Ini cerita tentang Meira, istri dari Ernest Perkasa, seorang komedian, penulis dan aktor yang cukup terkenal di Indonesia. Hidup sebagai istri seorang public figure tidaklah mudah. Karena mau tidak mau, suka tidak suka, hidup Meira, yang lebih sering dipanggil Mamak, akan terus disoroti dan dijudge oleh khalayak ramai. 

"Menjadi istri public figure adalah perjuangan yang berat sekali."
- Ekspektasi orang terhadap istri artis sangatlah tinggi.
- Berambut pendek, memiliki kulit cenderung gelap.
- Model baju itu - itu saja, nggak pernah pakai kosmetik, alis nggak on point.
- Tubuh berlemak di sana - sini.

Well, semua yang diuraikan diataskan itu terkesan nggak ada bagus - bagusnya ya. Kalau kita lihat di tv berita tentang infotainment, istri para artis malah seolah - olah berlomba - lomba untuk mempercantik diri, mempermak diri sedemikian rupa hingga mungkin suaminya tidak kenal lagi dengannya. *ups* Yang penting nggak mirip LL ya xD Emang doi punya suami? #ehhh maaf jadi bergosip xxxx.

Back to mamak dan her insecurities, pesanku mak, you are doing just fine! It's okay punya kulit gelap, eksotis mak!, berambut pendek - hemat shampoo - hemat pengeluaran RT, model baju itu - itu aja - yang penting nyaman mak!! tubuh berlemak sana sini, so what? is that even a sin? NO! Ga peduli berapa size tubuhmu, kamu adalah kamu, you are beautiful just they you are, Mak. Buang jauh - jauh pikiran jelek karena itu nggak akan membuat mak merasa jauh lebih baik tapi sebaliknya. Jadi kenapa ngelakuin itu? Lakukan hal yang positif, seperti menulis buku ini. Thank you for your good and inspiring words, Mak.

Jangan pernah menganggap remeh candaan soal fisik. Karena untuk sebagian besar orang, itu sangat berpengaruh. Besaran pengaruhnya bisa berbeda - beda. Ada yang cuma menggganggu mood - habis baca komentar negatif, jadi kesal, terus kebawa jelek mood-nya seharian. Ada yang sampai depresi, bahkan menyakiti diri sendiri, karena merasa terlalu jelek untuk dicintai. 
It's true! Kebanyakan orang bercanda tidak pada tempatnya. Menganggap candaan fisik itu lucu, hal yang lumrah untuk dikatakan - bahkan ke orangnya langsung. Jika itu membuatmu tertawa terbahak - bahak, ketahuilah kesenangan itu tidak terjadi pada orang yang kamu candain. Coba tempatkan dirimu di posisinya. Masih mau 'bercanda' tidak lucu seperti itu?

Candaan fisik membuat orang depresi, tak jarang, ekstrimnya ada yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena merasa dirinya tidak berguna, tidak lebih baik dari orang lain. So, stop
your sh*tty jokes! It ain't funny.

"Berubahlah untuk dirimu sendiri, bukan untuk orang lain. Kalau kamu berubah untuk menyenangkan orang lain, perubahan itu akan menjadi sebuah keterpaksaan dan sulit untuk dilakukan dalam jangka panjang."


Aku paling suka pembahasan mengenai mengatur reaksi kita pada hal - hal yang menyakiti kita.
1. Perang mulut. Saling berusaha melempar bom satu sama lain. Siapa yang paling tersakiti, dia yang kalah. Tapi apa untungnya? Buang waktu, buang tenaga, yang ada malah nambah musuh. BIG NO.

2. Negatif comments or even persons? BLOCK!, right away. Kita punya hak loh untuk mengblock siapa saja yang kita rasa sering memberikan aura negatif disekililing kita. Aku punya pengalaman pribadi dengan satu orang yang memang dikenal kasar mulutnya namun baik hatinya (belum bisa dikonfirmasi untuk itu). Pekerjaanku mengharuskanku untuk keep in touch dengan customerku, termasuk melayani pertanyaan - pertanyaan entah itu di saat jam kerja maupun tidak. Satu kali, aku sibuk sekali dengan kerjaanku dan belum makan siang. Dia meneleponku dan bertanya banyak hal, sudah kujawab satu persatu dan dia pun sudah mengerti. Aku pun istirahat sejenak dan pergi makan siang. Belum juga habis makan siangku, temanku mengabari dia menelepon mencariku. Setelah selesai aku pun mencarinya. Dan tebak apa yang terjadi? Dia memakiku. Mengatakan aku menghabiskan waktunya menunggu hanya dengan makan siang. Yang ingin dia tanyakan sangatlah sepele dan seharusnya pertanyaan itu dia yang paling tahu jawabannya. Saat itu perasaanku campur aduk. Antara kesal, sedih, marah. Tapi lambat laun aku menyadari bahwa aku tidak pantas diperlakukan seperti itu. Jika kamu mau bertanya, bertanyalah dengan sopan. Jika tidak bisa, maka diam lah!  Precaution-nya apa? BLOCK! ^v^ tapi nggak semua orang harus diperlakukan dengan cara yang sama ya. Pandailah memilah-milah :) :)

Seperti yang baru - baru ini dilontarkan oleh Tyra Banks, 'perfect is boring'. Jika semua yang kita inginkan dengan mudahnya kita raih tanpa proses, hal apa yang bisa kita pelajari? Padahal pengalamanlah yang mengajarkan kita banyak hal, entah itu baik atau buruk.

Aku pernah menelepon nasabahku menanyakan tentang survey pelayanan cabang tempat aku bekerja. Ketika diminta memberikan angka sebagai ukuran penilaian, dia tidak memberi angka maksimal. Saat ditanya alasannya, dia menjawab karena angka maksimal itu tandanya sempurna, dan sempurna hanya milik Tuhan semata. Ada juga yang pernah menjawab karena jika diberi angka maksimal, kami para karyawan jadi cepat puas dan tidak lagi berbenah diri. Sad but true, ya ;)

"Aku memberitahukan pada dunia kalau aku tidak sempurna. And, , , it feels great! It's just what I needed!Setelah aku berani untuk mengakuinya, ketidaksempurnaanku akhirnya menjadi sempurna.


Yang buat buku ini kece parah adalah workout tutorialnya, sampai ada gambarnya segala. Jadinya kalau mau latihan sendiri tinggal nyontek dari buku mamak aja, selesai. Thank you mak buat semua yang sudah disharingkan dibuku ini. Aku tahu mamak bilang buku ini bukan buku motivasi, but still, I'm motivated! And thanks a lot for that Mak.



Rating : 5/5

Sunday, March 4, 2018

Resign! - Almira Bastari


Judul : Resign!
Penulis : Almira Bastari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 288hal; 29 Januari 2018
Sinopsis : Resign!
Review :
Di setiap pekerjaan yang kita jalani, pastilah kita selalu ingin berusaha untuk menampilkan yang terbaik dari diri kita. Karena sering kali kita dinilai berdasarkan apa yang kita lakukan sehari - hari. Orang - orang akan dengan mudahnya menilai kita buruk, tapi belum tentu akan langsung menilai baik potensi kita. Sering kali kita dipandang sebelah mata oleh bos kita, dianggap tidak mampu atau belum layak untuk dipromosikan, atau dipercaya untuk menangani suatu kasus. Oleh karena itu, tak jarang banyak pegawai yang berlomba - lomba untuk terlihat baik dan menonjol di depan bosnya. Tapi hal itu justru berbanding terbalik dengan Alranita dan teman - teman kantornya yang justru sibuk bertaruh siapa yang akan berhasil resign duluan. 

Dan pertanyaannya adalah. . . . . . . Separah itukah bos mereka???
Well, jika bosmu tipe yang nyebelin, ngeselin, hobi murka dan sering membuat suasana kantor seperti neraka, masih mau nggak kamu lanjut bekerja ditempat itu meskipun diberi gaji tinggi? 
Sama halnya seperti Alranita dan para cungret aka kacung kampret, aku juga bakal berlomba - lomba untuk resign duluan. Maklum, takut tua sebelum waktunya -.-

"Tigran itu seperti toko bawang merah: bagus di luar, iblis di dalam. Dan kami para cungretnya adalah kumpulan bawang putih yang minta diselamatkan oleh perusahaan - perusahaan lain yang penuh kasih."

Bos para cungpret namanya Tigran. Dipanggil dengan sebutan Pak, tapi Tigran jauh dari kesan bapak - bapak. Perutnya tidak buncit, wajahnya tampan dan tubuhnya tinggi tegap. Deskripsi itu seharusnya membuat para cungret jatuh cinta dan bersyukur punya bos seperti Tigran. Tapi walau paras rupawan, ternyata Tigran lebih nyinyir dari ibu - ibu yang jualan di pasar. Ngasih kerjaan maunya cepat selesai, kerjaan belum selesai sudah ngasih kerjaan baru, #kankampret. Pengen dicekik nggak sih bos kaya gitu? Yang punya bos dengan sifat seperti Tigran mana suaranyaaa? :D 
"Seburuk - buruknya bos, suatu saat ada baiknya juga, walaupun cuma setitik." - Cungpret yang sudah kenyang berkarir
Benerrrrr banget!! mwahahaha. bos itu kadang bisa evil banget dan terkadang bisa berubah seratus persen dan berperilaku bak malaikat, walau cuma sesaat. Dan karena cuma sesaat, haruslah dimanfaatkan dengan sebaik - baiknya. - Cungpret yang nggak mau rugi. 

Aku sih suka banget dengan karakter Alranita. Dalam pekerjaan dia cerdas, bisa bekerja dibawah tekanan dan berpendirian. Selain itu, dia juga tipe yang blak - blakan dalam hal mengutarakan perasaannya kepada bosnya. Ya bok kalau sama bos agak direm mulutnya, kalem gituuu, tapi Alranita beda. Mungkin karena pengaruh bosnya juga masih muda dan tidak mengkategorikan dirinya sebagai bos dan para cungpret itu bawahannya, jadi bisa terjalin komunikasi dengan mudah dan tidak ada jarak diantara mereka. It's a good thing, isn't it? Lain halnya jika punya bos yang gila status, yang punya motto :
pasal 1. bos selalu benar
pasal 2. jika bos salah, lihatlah pasal 1.
Ya otomatis mau ampe dunia kiamat juga pun bawahan dan bosnya nggak akan bisa kompak. #bukancurcol

Begitu baca judul buku ini aku sudah ngebet pengen beli. #seringkejebakjudul&sinopsis mwahahaha. Bukan, bukan, nggak seniat itu kok pengen resign sampai bela - belain mau beli buku ini. Cuma penasaran saja dari judul, sinopsis, dan review dari teman - teman yang sudah baca, sepertinya buku ini mampu menghibur perasaan gundah gulananya anak kantoran seperti saya ini. (bahasamu, Mei #alay ._.) Awalnya aku kira Resign! bakal mirip dengan My Stupid Boss. But no, i was wrong. Buku ini bukan hanya menceritakan tentang gilanya cara kerja si bos ke anak buahnya, tapi juga bagaimana Tigran diam - diam mendekati Alranita dengan caranya tersendiri. 

Satu quote yang sedikit menggelitik perasaanku. "Saya nggak pernah nyuruh lembur. Kalau sampai kamu lembur, justru saya yang harusnya bertanya, dari pagi ngapain aja?" - Bos yang tidak ingin dibantah. Jika jadi bos mungkin akan berpikiran seperti itu, tapi jika kita adalah bawahan yang selalu sibuk bekerja dan masih diberi pertanyaan seperti itu, rasanya pengen nonjok orang nggak sih?? Coba kalau si bos yang begitu, balik ke pasal 1 ya gaessss. . .

Rating : 4/5
PS : Bos yang nyinyir berlebihan dan ingin ditonjok itu hanyalah bos para cungret, yaitu Tigran. Dan itu bukanlah bosku ataupun bosmu. Peace #salamdamai :) :)

Ini posbar pertama di tahun 2018 dengan teman - teman BBI Medan, check them out : 
1. Putri -
2. Cut Lilis -
3. Ertalin -
4. Nova Putri -

Monday, September 18, 2017

Love O2O - Gu Man

Judul : Love O2O
Penulis : Gu Man
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal dan Tahun Terbit : 434 hal, 15 April 2017
Sinopsis : Love O2O
Review :
Jadi ceritanya tentang Bei Wei Wei (Lu Wei Wei Wei) yang diceraikan oleh suaminya dalam sebuah game online dunia persilatan. Mantan suaminya meninggalkannya dengan wanita yang cukup terkenal di game online tersebut. Tak lama, Wei Wei pun berkenalan dengan laki - laki lain yang dikenalnya dengan nama Yi Xiao Nai He, si pemain nomor satu di game online tersebut. Tak butuh waktu lama, setelah permintaan pertemanan dikonfirmasi oleh Wei Wei, Xiao Nai langsung mengajaknya menikah. 

Xiao Nai sendiri sebenarnya adalah seorang cowok populer di kampusnya. Ia juga berasal dari jurusan yang sama dengan Wei Wei yaitu jurusan komputer. Xiao Nai diidam-idamkan para perempuan dan menjadi role model bagi teman - teman sekampusnya. Tak banyak yang pernah melihatnya tapi ia sungguh populer. Bukan hanya sekedar tampan, ia juga pintar dan kaya, ditambah lagi dengan kedua orangtuanya yang adalah profesor di kampusnya. 

Soal Xiao Nai, nggak perlu ditanya lagi, dia paling bisa buat hati para wanita meleleh. Sangat gentleman, mengutamakan wanita disampingnya, mementingkan status hubungannya dengan Wei Wei. Mungkin terdengar simpel, tapi bagi para wanita, justru hal besar berawal dari hal kecil. Bagiku pribadi yang tipe observer, Xiao Nai itu udah bagai dewa, terlalu sempurna, too good to be true. Tapi ada satu kekurangannya, bagi yang sudah baca buku dan menonton dramanya pasti tahu (menghindari spoiler)

Well, apakah buku ini sebagus dramanya? Tentu saja tidak. No offense, dramanya berisikan 30 episode dan dirangkum menjadi satu buku dengan tebal 434 halaman, tentu banyak bagian - bagian yang dihilangkan atau mungkin tidak disebut. Padahal banyak sekali adengan yang buat aku senyum - senyum sendiri, gigit tali bantal guling karena gregetan, dll.  Jika tidak menonton dramanya terlebih dahulu, mungkin kita akan kebingungan dengan banyaknya nama dan karakter yang disebutkan dalam buku ini. Bukan berarti penulisan buku ini buruk, aku cukup terhibur dengan membaca buku ini. Hitung - hitung flashback dengan Yang Yang (nama asli pemain drama Yi Xiao Nai He) dan Wei Wei (nggak tahu nama aslinya). Wei Wei juga sangat cantik tapi sayangnya juga sangat kurus seolah - olah jika ada badai Wei Wei akan ikut terbang bersama daun - daun yang berguguran. Aku paling suka karakter Wei Wei yang jago main game, pintar di akademi, dan gayanya yang agak cuek tapi tetap perhatian dengan sekitarnya. Tidak jauh berbeda dengan Yang Yang, Wei Wei (yang nama aslinya masih belum kuketahui), termasuk karakter yang agak too good to be true juga. 

Intinya sih nonton drama dan baca buku ini adalah enjoy. Jangan terlalu dipikirkan. Dinikmati saja, karena secara keseluruhan, Love O2O adalah salah satu drama terbaik yang kutonton sepanjang satu dekade ini #tidakbermaksudlebay , tidak kupungkiri juga ini karena karakter pemainnya sendiri adalah Yang Yang dan Wei Wei (siapa sih nama aslinya?) Jika diganti dengan yang lain, seperti halnya Love O2O the movie, jujur saja, aku tidak tertarik untuk menontonnya.

Niat untuk membaca buku ini sudah ada sejak bulan - bulan lalu dan mungkin akan terus tertunda jika tidak adanya janji posbar dengan anak - anak BBI Medan. Awalnya kuingat komitmen kami untuk posbar itu di tanggal 1 September, tapi apa daya kesibukan diluar membaca itu sangatlah banyak dan keinginanku untuk segera membaca buku ini pun menguap ketika aku mulai membaca beberapa halaman di awal. Mungkin Erta mengalami hal yang sama denganku. But well, finally kelar juga baca skimming buku ini :D Baca juga review - review kece dari BBI Medan dibawah ini :
1. Putri - Perpetual Romanza
2. Cut Lilis - Purple Bookish
3. Ertalin - Fiction and Me
4. Nova Putri - Absurd Reader



Friday, June 23, 2017

Side by Side - Sofi Meloni

Judul : Side by Side
Penulis : Sofi Meloni
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal & Tahun Terbit : 272hal. Mei 2017
Sinopsis : Side by Side
Review :
Rama dan Gita memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Sama - sama duduk di bangku kuliah, namun Rama tidak pernah berpikir muluk - muluk tentang masa depannya. Yang ia tahu dan yakini adalah masa kuliah adalah waktu dimana ia dapat bermain bebas sesuka hatinya. Sedangkan bagi Gita, masa kuliah adalah kesempatan baginya untuk menata masa depannya kelak. Hidup dibawah bayang - bayang kakaknya Luna, membuat Gita ingin menepis pendapat orangtuanya yang tidak yakin atas kemampuannya. 

Pertemuan Rama dan Gita pun terbilang cukup unik. Disaat Gita kesulitan meminjam buku di perpustakaan, Rama datang menawarkan bantuan. Tentu saja bantuan tersebut tidak datang secara cuma - cuma. Untuk dapat meminjam buku yang Gita inginkan, ia harus membayar mahal, karena syarat dari Rama adalah mereka harus berpacaran terlebih dahulu. 
"Tapi apa sebenarnya yang harus kamu lakukan untuk memenangkan taruhannya?" 
"Gampang. Kita hanya harus berpacaran."
 Rama lebih suka bersantai - santai di cafe dan mengisap rokok dibanding harus menghabiskan waktunya dikampus. Tapi semenjak mengenal Gita, Rama tidak menyangka bahwa ia mampu melakukan hal - hal yang tidak pernah dipikirkannya sebelumnya. Satu hal yang saya suka dari Rama adalah dia benar - benar menganggap Gita penting dalam hidupnya. Bukan hanya orangnya saja tapi penting baginya agar orang lain tahu bahwa nama pacarnya adalah Gita, bukan 'perempuan itu', 'wanita itu', dsb.

"Jika ini penting untukmu, maka hal itu juga berarti penting untukku."

Side by Side yang ditulis Sofi Meloni ini menggambarkan bahwa perbedaan itu tidak selamanya bencana bagi suatu hubungan. Perbedaan yang cukup mencolok antara Gita dan Rama membuat mereka belajar mengenal hal baru diluar zona nyaman mereka. Buku ini juga mengajarkan kita bahwa masalah yang hadir dalam hidup kita itu bukan untuk dihindari tapi untuk dihadapi. 
"Jika ada masalah, seharusnya kita selesaikan. Bukankah itu yang pernah kamu ajarkan kepadaku?"
Buku ini ditulis diawal Januari 2017 dan selesai pada bulan berikutnya. Saya yakin hal itu merupakan kepuasan tersendiri bagi penulis untuk bisa begitu cepat merampungkan sebuah karya.tulis. Side by Side adalah novel kedua dari empat novel yang sudah ditulis oleh Sofi Meloni. Sejauh ini, saya cukup menyukai tulisannya, terutama pada buku Stay with Me Tonight. Novel ini sendiri cukup bagus dan matang dari segi penulisan dan karakter - karakter yang diciptakannya pun begitu hidup dan nyata. Overall, you should give it a try :) 

"Aku punya tujuan hidup!"
"Apa? Coba sebutkan apa tujuan hidup kamu?"
"Kamu! Aku mau hidup denganmu."

Rating : 3/5


Saturday, June 17, 2017

Third Party - Luna Torashyngu


Judul : Third Party
Series : First Girl #3
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 256hal, 2016
Sinopsis : Third Party
Review :
Setelah kejadian penculikan Tiara di buku pertama dan penyanderaan seluruh murid di SMAN132 tempat Tiara bersekolah di buku kedua, di buku ketiga ini semuanya menjadi tiga kali lipat lebih menegangkan dan mengkhawatirkan. Jelas ada yang ingin memaksa Presiden untuk mundur dari jabatannya dan oknum - oknum tersebut tidak akan berhenti hingga aksi pemberontakan mereka didengarkan. Tiara pun segera diberangkatkan kembali ke Jakarta demi keamanannya. 

Setibanya di Jakarta, Paspampres mengambil ahli peran Jatayu dalam menjaga Tiara. Jatayu jelas tidak setuju tapi tidak berdaya karena Jatayu berada dibawah kendali Paspampres. Andra yang sejauh ini telah menyelamatkan Tiara sebanyak dua kali pun tidak mampu mempertahankan posisinya sebagai penjaga Tiara. Semua agen Jatayu dipulangkan ke posnya masing - masing tanpa terkecuali. 


Namun setelah mereka kembali ke markas tempat mereka selama ini tumbuh dewasa dan berlatih menjadi seorang agen, Jatayu masih harus diusik dengan adanya pemeriksaan mendadak yang dilakukan tanpa tujuan yang jelas. Jatayu seolah - olah menjadi sasaran empuk bagi mereka yang memiliki maksud terselubung. 

Di buku ketiga ini ceritanya semakin seru dan menegangkan. Angkat topi buat ide penulis yang luar biasa gokil dan keren. Dari awal kita sudah dibuat super penasaran dengan hebohnya paket yang telah terbuka, Banyak pembunuhan yang tak terduga terjadi, pengkhianatan muncul dari pihak yang tak disangka - sangka dan tidak ada pihak yang bisa dipercayai sepenuhnya. Oknum - oknum yang mengaku aparat yang berwenang memporak-porandakan keamanan dan kedamaian NKRI. Tidur Presiden tidak pernah nyenyak mengingat banyak sekali ancaman dari dalam maupun luar Istana Kepresidenan. Siapa yang bisa dipercaya jika mereka yang seharusnya melindungi malah berbalik menyerang?

"Kita tidak hidup di dunia yang sempurna. Orang yang dulu kita anggap malaikat penolong, suatu saat bisa saja berubah menjadi malaikat pencabut nyawa. Demikian juga sebaliknya."
PS : Awalnya saya kira buku ini adalah buku terakhir dari seri First Girl, tapi ternyata saya salah dan harus menunggu lebih lama lagi, karena akan ada seri ke-4nya yang berjudul Fourth Element.
Baca juga buku First Girl dan Second Heart ya :) 

Rating : 5/5


Second Heart - Luna Torashyngu


Judul : Second Heart
Series : First Girl #2
Penulis : Luna Torashyngu
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 352hal, 14 Januari 2016
Sinopsis : Second Heart
Review :
Setelah penculikan yang dialami Tiara beberapa saat yang lalu, Tiara mencoba melupakan kejadian tersebut dengan kembali bersekolah dan menjalani aktivitasnya seperti biasa dibawah pengawalan Andra, agen Jatayu yang dipercaya untuk menjaga keamanannya. Andra sudah dianggap keluarga sendiri oleh Tiara dan kakek neneknya. Hubungan Tiara dan Andra pun bukan hanya sekedar pekerjaan semata tetapi Andra sudah seperti saudara dan sahabat bagi Tiara.  

Walau Tiara sekarang aman dalam perlindungan Andra dan Jatayu, akan tetapi penculik Tiara masih berkeliaran di luar sana dan merencanakan hal yang lebih besar daripada sekedar penculikan. Kesetiaan kepada negara pun diuji dan banyak diantaranya yang berkhianat. Tidak lama setelah kasus penculikan Tiara, terdengar kabar munculnya organisasi separatis yang menamakan diri mereka, NIS (Neo Indonesian State) yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah dan bermaksud menjadi pemerintah yang baru dengan UU yang mereka rancang sendiri. 

Bukan hanya pemerintah dan Presiden yang terancam akan dilengserkan secara paksa dari jabatannya, tetapi juga Indonesia pasti akan terpecah belah kesatuannya. Tindakan mereka tidak main - main. Dibuktikan dengan dilakukannya penyerangan dan penyanderaan terhadap para murid dan guru di SMAN 132, tempat Tiara bersekolah. Tentu saja bukan hanya sekedar kebetulan mereka menjadikan sekolah itu sebagai tempat penyanderaan. Tujuan mereka hanya satu. 

"Bangsa kita ini memang belum bisa menerima kebenaran yang sangat pahit. Bangsa ini masih butuh Nina Bobo, lagu pengantar tidur yang lembut dan manis, agar bisa tetap tertidur dengan lelap dan terus bermimpi indah, tanpa pernah berniat untuk bangun dan menghadapi kenyataan yang ada. Butuh waktu lama bagi bangsa ini untuk bisa bangkit dan mengejar ketertinggalannya dari bangsa lain, terutama soal moral dan mentalitas manusianya."
Saya rasa pernyataan diatas sangat mirip dengan kondisi yang dihadapi negara kita saat ini. Terlalu nyaman dengan kata - kata dan tidak terbiasa dengan aksi dan tindakan. Terlalu lama berada di zona nyaman membuat perubahan menjadi hal yang tidak lazim bagi mereka. Tapi perubahanlah yang diperlukan oleh negara ini. 

Dua kata buat buku ini : seru bangetttt!!! Saya suka sekali dengan ceritanya yang begitu penuh dengan teka teki, Rasanya seperti sedang berada di TKP dan it feels so real. Mulai dari penyergapan yang tiba - tiba dilakukan, penculikan, penembakan dan perlawanan di sana sini. Two thumbs up buat penulis. Walau covernya sooo teenlit yang awalnya buat saya skeptis untuk mulai baca buku ini, but back again, don't judge a book by its cover. Trust me, it is worth every second of your time to read this book! Tapiii, baca dulu buku pertamanya yang nggak kalah seru dengan yang ini. Reviewnya bisa di baca disini ya First Girl

4/5

Saturday, June 3, 2017

Let's Fall In Love - Rina Suryakusuma


Judul : Let's Fall In Love
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 296 hal; 15 Mei 2017
Sinopsis : Let's Fall In Love
Review :
Bagaimana rasanya hidup tapi tidak bisa melakukan hal yang kita sukai? atau dengan kata lain, kita hidup dengan melakukan hal - hal yang tidak membuat kita bahagia. Tapi sebaliknya, hal itu membuat orangtua kita bahagia. Dan kita terlalu menyayangi mereka untuk bilang 'tidak'. Atau kita terlalu takut mengecewakan mereka karena kerap dibandingkan dengan saudara kita yang menurut mereka selalu 'lebih baik' daripada kita? 
"Tapi lebih baik membuatnya kecewa sekarang daripada melakukan sesuatu yang tak membuatmu bahagia. Pada akhirnya, suatu saat di masa depanmu, kamu akan membenci dirimu sendiri kalau kamu tak melakukan apa - apa untuk pindah, untuk menyelamatkan dirimu di masa kini."
Hidup tidak selalu melulu tentang kita. Tapi ketahuilah bahwa sebelum membahagiakan orang lain, kita sendiri harus bahagia terlebih dahulu. Pernah dengar kan kata - kata ini,"Cintailah dirimu sendiri sebelum kamu mencintai orang lain." Florida Adinegoro bekerja sebagai analis keuangan di sebuah hotel terkenal. Apakah itu hobinya? Tidak sama sekali. Apakah itu yang diharapkan orangtuanya? Jelas iya. Passion Flo adalah di bidang pastry, tapi kegemarannya itu seolah tak tersentuh olehnya karena ketidaksukaan mamanya terhadap pekerjaan dapur yang dianggap kotor dan tidak pantas untuk keluarga Adinegoro yang ternama. 

Belum lagi Flo harus berpacaran dengan laki - laki yang meremehkannya, yang menganggap selera berpakaiannya aneh seperti kue ulang tahun anak balita. Menurut siapapun yang melihat situasi ini, pastilah menganggap Frans, pacar Flo sangat kasar dan tidak berpihak. Tapi bagi Flo, Frans adalah seseorang yang bisa ia banggakan kepada mamanya karena pekerjaannya yang tetap sebagai seorang dokter. 
"Karena kini kamu sudah tumbuh dewasa, dan sebagai orang dewasa hidup memang menyebalkan. Realita menyakitkan, yang jelas, mimpi selalu lebih indah. Yah, welcome to the adulthood, sist!"
Pekerjaannya sebagai analis keuangan membuat Flo harus berkutat dengan angka - angka. Bukan hanya Flo, saya pun akan mual jika setiap hari saya harus berhadapan dengan angka. Belum lagi Flo punya rekan kerja yang tidak menyukainya dan boss yang tidak percaya pada kemampuannya. Sebagai atasannya, Jonathan yakin kalau Flo tidak benar - benar menguasai bidang yang digelutinya sekarang. Tidak seperti Frans yang tidak menyukai gaya berpakaian Flo, bagi Jonathan, Flo itu unik. 

Saya cukup tertarik dengan isu yang diangkat oleh penulis yaitu tentang pencarian jati diri. Bagaimana seorang Flo hidup tertekan oleh dorongan ibunya agar tampil lebih baik dan tidak menjadi penyesalan keluarga, dimana kepentingan dan keinginannya selalu dikesampingkan dan bagaimana ia berjuang untuk membuktikan semua orang memiliki hak yang sama, tanpa terkecuali.

rating : 3.5/5


Friday, May 26, 2017

Kepada Gema - Diego Christian

Judul : Kepada Gema
Penulis : Diego Christian
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 216hal, 11 Februari 2016
Sinopsis : Kepada Gema
Review :
"Waktu nggak bisa diputar balik, lo tahu itu. Kita nggak bisa sama - sama kayak dulu lagi. Gue nggak mau melihat ke belakang. Dan gue mau lo melakukan hal yang sama. Gue, lo, kita, itu masa lalu."

Atisha dulu punya segalanya. Tapi lambat laun semuanya hancur berantakan. Ayahnya meninggal, pacar yang ia cintai meninggalkannya dan  masa lalu yang kelam kerap menghantuinya, Sebenarnya jika Atisha tidak pernah bercerita kepada orang lain, tidak akan ada yang pernah tahu kehidupan pribadinya, karena aslinya Tisha adalah pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Bekerja sebagai creative assistant di sebuah stasiun TV menuntut Atisha untuk bekerja maksimal hingga ia tak punya waktu untuk hal lain diluar pekerjaannya.

Walau punya kenangan yang tidak menyenangkan tentang mantannya, Atisha tidak menutup diri dan sekarang berpacaran jarak jauh dengan Jesse yang sedang kuliah di Belanda. Hubungan mereka tergolong baik meskipun terkadang komunikasi hanya berjalan satu arah. Di tengah kesibukannnya bekerja, Atisha malah mendapatkan kejutan dari mantannya Gema yang tiba - tiba melamar bekerja di kantornya. Dia yang meninggalkan, dia pula yang ingin mendapatkan kembali. Apa sebenarnya maksud dan tujuan Gema kembali hadir dalam hidup Atisha? 

"Kalau Tuhan emang ada, Del, gue cuma minta satu hal, Kesempatan kedua."

Kepada Gema adalah buku pertama Diego Christian yang saya baca. Karena rating yang bagus dan sinopsis yang cukup menarik, saya memutuskan untuk membaca buku ini. Cerita ini tidak sesederhana yang kukira. Awalnya saya mengira cerita ini hanya berkisar tentang pacaran jarak jauh yang sulit dijalani karena kerap diterpa rasa rindu, dll. Tapi cerita ini jauh lebih luas cakupannya. Sayangnya endingnya terkesan terlalu terburu - buru dan karakter tokohnya kurang berkembang. Inti ceritanya sudah cukup bagus, tapi seharusnya masih bisa diexplore lagi. Saya penasaran tentang Jesse, kehidupan Atisha, dan ingin mempelajari lebih dalam tentang trauma yang diderita Atisha. (please don't judge me, ceritanya dulu saya ingin kuliah dibagian psikologi tapi tidak kesampaian :D)

"Kadang - kadang hal paling indah di dunia itu justru yang nggak kelihatan. Itu sebabnya kita selalu tutup mata waktu mencium seseorang dan waktu kita bermimpi."

Rating : 3/5


Thursday, May 11, 2017

Boy Toy - aliaZalea

Judul : Boy Toy
Series : Pentagon Series
Penulis : aliaZalea
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 384 hal, 25 April 2017
Sinopsis : Boy Toy
Review :

Lea adalah seorang dosen berumur 32 tahun. Hidup sendiri tanpa kehadiran orangtua membuat Lea menjadi pribadi yang mandiri dan dewasa. Semenjak ditinggal pergi oleh pacarnya di hari pertunangan mereka, Lea menjadi trauma terhadap yang namanya 'komitmen'. Sampai saat ini ia tidak pernah tahu alasan mengapa Rainer mantan tunangannya memutuskan hubungan mereka secara sepihak. It's all good, until it goes bad. 

Sewaktu kunjungannya ke Bali untuk konferensi ilmiah, Lea tidak sengaja menginap di hotel yang sama dengan grup band ternama Indonesia yaitu Pentagon. Para personilnya terhitung masih muda, energik dan digandrungi para remaja. Berbeda dengan para remaja yang tergila - gila dengan Pentagon, bagi Lea, kehadiran mereka justru mengganggu konsentrasinya dalam mempersiapkan presentasinya. 

Kecelakaan kecil mempertemukan Lea dengan Taran, salah satu personil band Pentagon. Taran jatuh cinta pada pandangan pertama pada Lea, tapi bagi Lea, meskipun Taran berparas tampan dan berpenampilan menarik, tapi ia kelihatan sangat muda dan berondong abisss. . . . . .So it's a BIG NO buat Lea. Tapi Taran adalah laki - laki yang pantang menyerah. Beda umur bukan masalah, apalagi beda profesi. Lain halnya dengan Lea yang punya segudang 'what if', dan trauma yang masih membekas akibat gagalnya pertunangannya terdahulu.

Yang menjadi konsen saya selama baca buku ini adalah perkembangan karakter Lea. Salah satu alasan saya baca buku ini selain karena yang nulis adalah aliaZalea, yes, she is that good, adalah rasa ketertarikan pada cerita yang disuguhkan oleh penulis. Di zaman sekarang rasanya tidak heran lagi jika ada yang berpasangan dengan daun muda/brondong, meskipun terkadang pola pikir yang berbeda tentu akan menghasilkan penafsiran yang berbeda pula, seperti ada setuju dengan hubungan itu atau malah risih akan perbedaan umur tersebut.

Lea yang berprofesi sebagai dosen tentu punya suatu martabat yang harus dijaga di depan para mahasiswa - mahasiswinya, belum lagi harus menghadapi tekanan dari para fans fanatik Taran dan Pentagon yang mana kita tahu bisa sangat negatif komentarnya jika tidak suka terhadap pasangan artis yang mereka idolakan. Is that relationship worth to fight for? Met baca :)

PS : persahabatan para personil Pentagon patut diacungi jempol. Semoga cerita selanjutnya tentang Nico dan tetangganya yang 'nakal'.

Rating : 3/5

Sunday, March 5, 2017

Tentang Kamu - Tere Liye

Judul : Tentang Kamu
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal & Tahun Terbit : 524hal, 30 Oktober 2016
Sinopsis : Tentang Kamu
Review :
Saya rasa saya sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada indahnya cerita Sri Ningsih. Tidak, cerita Sri Ningsih tidak terus menerus bahagia, dia jatuh bangun menghadapi hidup yang keras, berhasil dengan inovasi yang diciptakan namun gagal karena ada saja yang pihak - pihak yang iri pada keberhasilannya. 

Yuk, berkenalan dulu dengan sosok Sri Ningsih. Dia gadis yang kuat, pribadi yang sangat positif. Dia juga mempunyai jiwa pantang menyerah dan tidak takut dengan yang namanya kegagalan. Mungkin karena kebiasaannya dari kecil tidak dimanja, dan gigih dalam mengerjakan sesuatu, hal itu terbawa hingga ia dewasa dan ia bisa maju. 

"Aku sepertinya harus selalu menemukan hal baru, melangkah maju. Kompetisi bisnis ini tidak akan pernah mudah. Seperti gerobak dorong, itu akan ditiru orang lain, tapi kali ini aku akan berlari cepat di depan yang lain."
Lalu sebenarnya ada apa dengan Sri? Mengapa semua orang membicarakannya? Sri Ningsih meninggal dunia. Bukannya wajar jika seseorang yang sudah renta usianya meninggal? Well, memang itu sebuah siklus kehidupan yang dijalani setiap orang, begitu juga dengan Sri. Tapi tentu tidak semua orang, dan bahkan bisa jadi hanya Sri satu - satunya orang yang meninggalkan harta warisan berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar pounsterling kepada ahli warisnya yang belum diketahui siapa dan berada dimana. Tidak ada nama yang disebutkan, hanya sebuah surat keterangan yang menyatakan jika Sri adalah pemilik sah 1% surat saham di perusahaan besar. 

Adalah tugas dari Zaman Zulkarnaen selaku pengacara di sebuah firma hukum bernama Thompson & Co yang ditunjuk secara resmi oleh Sri Ningsih untuk menyelesaikan masalah warisan ini. Menelusuri setiap tempat yang pernah menjadi tempat singgah oleh Sri membuat Zaman mempelajari sejarah. Berkenalan dengan orang - orang yang mengenal Sri, membaca diary dan surat - surat yang dikirimkan Sri kepada temannya, berbagi cerita dengan mereka yang pernah menjadi bagian penting dari hidup Sri. 

Bagi Zaman menjadi pengacara bukan hanya semata - mata untuk mendapatkan profit, menjadi pengacara berarti berusaha menyambungkan benang kusut, dan mencari informasi demi informasi demi suatu kebenaran. 
"Selain bagiku, janji adalah janji, setiap janji sesederhana apa pun itu, memiliki kehormatan."
Saya pribadi sangat mengidolakan Sri Ningsih. Umur 25 tahun ia sudah memulai usaha bisnisnya dan cukup berhasil meraup keuntungan, Ia tidak menutup diri pada setiap kemungkinan dan terus maju meskipun kebanyakan wanita pada umumnya mungkin akan berdiam diri di rumah dan membiarkan suami mereka yang bekerja. Tapi tidak dengan Sri yang mentalnya sekeras baja. Dia sebatang kara, siapa lagi yang bisa diandalkan kalau bukan dirinya sendiri. She is such an inspiration!
"Memulainya lagi dari nol mungkin akan membuatku lebih memahami banyak hal, lebih pandai bersyukur."
Buku ini adalah salah satu bacaan terbaik di awal tahun 2017. I believe more to come, dan mudah - mudahan ada buku - buku lain yang seluarbiasa buku ini dari penulis Indonesia lainnya. Untuk rating, nggak perlu ditanya lagi, tentu big fat five stars. Dengan tebal 524 halaman, buku ini tergolong berat, cetakan tulisannya besar, dan setiap babnya mampu membiusku untuk terus mendalami kehidupan Sri Ningsih. 

Suatu kehormatan bisa mengenalmu, Sri Ningsih. Izinkan saya mengacungkan jempol setinggi - tingginya, mengangkat topi saya, dan sujud sembah kepada karyamu ini, Tere Liye. Saya belum membaca semua karyamu, tapi firasat saya berkata kalau ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Yang terus saya pikirkan selama membaca buku ini adalah semoga ada produser film yang tertarik untuk mengangkatnya ke layar lebar. Buku ini patut mendapatkan banyak penghargaan. 

Rating : 5/5

Sunday, February 26, 2017

Badminton Addict - Stephanie Zen


Judul : Badminton Addict
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 272 hal & 5 Mei 2016
Sinopsis : Badminton Addict
Review :
Jatuh cinta itu 'kata orang' berjuta rasanya. Apalagi jatuh cinta pada pandangan pertama. Tanpa tahu siapa dia, apa latar belakangnya, bagaimana bibit bebet bobotnya. You just fell in love. Claudia jatuh cinta pada orang yang sama sekali tidak dikenalnya, di tempat yang dikunjunginya mungkin hanya dalam setahun sekali, dan dalam perjalanannya ke toilet pula. Silly things, but it happened. 

Yang baca buku pertamanya Badminton Freak tentu tahu Fraya dan Edgar. Nah Badminton Addict ini bercerita tentang Claudia, adiknya Fraya. Claudia yang sedang kuliah di Singapore pun diajak kakaknya untuk menonton pertandingan badminton yang digelar di negeri Singa Putih tersebut. Karena punya calon kakak ipar yang adalah pemain bulu tangkis, Claudia punya free access ke stadium. 

Di sanalah Claudia bertemu dengan Max, salah satu pemain ganda putra terbaik yang dimiliki oleh pelatnas saat ini. Langsung deh Claudia kesengsem dengan Max, terlebih setelah melihat Max membantu menenangkan anak kecil yang sedang menangis. Tapi secara tidak terduga, Aya kakak Claudia malah menentang rasa sukanya pada Max. Masa lalu Max menjadi salah satu alasan Aya tidak menyukai Max. Rasa tidak sukanya itu pun didukung oleh Edgar pacarnya yang menyebut Max sebagai bad boy nya pelatnas. 
"Orang yang meragukanmu di saat kamu paling membutuhkannya untuk percaya bukanlah orang yang tepat untuk berada di sisimu."
Semua yang diucapkan oleh Aya dan Edgar berbanding terbalik dengan apa yang ia rasakan pada Max. Memang kalau sudah jatuh cinta, mata kita seolah tertutup dan telinga kita seakan tak bisa mendengar hal - hal buruk yang diceritakan kepada kita. Experience is the best teacher. Bukan dari kata - kata tapi pengalamanlah yang mampu mengajarkan kita untuk lebih dewasa. 

Konflik di buku ini khas remaja. Saling suka tapi tidak berani mengutarakan, punya perasaan menggebu - gebu, merasa selalu tahu dan benar, dll. Saya suka dengan cara penulis menyampaikan pesan moral di buku ini. Sedikit banyak, saya punya pengalaman yang mirip dengan Claudia. Didekati karena status 'anak kepala sekolah'. Ada yang taruhan jika si A bisa ngedeketin saya dan bahkan berpacaran, then he wins the bet. Saya yang polos dan pure percaya dengan A tanpa tahu ternyata ada udang dibalik bakwan, agrees to date him. Baru deh setelah berpacaran, si A ngaku kalau saya dijadikan bahan taruhan dengan temannya. But what he feels is real, gitu kata doi. ya intinya doi menyesal, mengaku, dan berharap diberi kesampatan kedua. 
"There are always three sides in every story. Mine, yours, and the truth."
Membaca buku ini jadi mengingatkanku pada kegemaranku terhadap bulu tangkis. Seperti halnya Fraya, saya dulu suka menonton bulu tangkis di tv, dan berharap bisa bermain di pelatnas juga. haha. . sewaktu duduk di bangku sekolah, saya pernah mengambil ekstrakulikuler bulu tangkis tapi setelah tamat, aktivitas tersebut pun tidak dilanjutkan. Banyak yang dimimpikan, tapi ketika beranjak dewasa semuanya seolah menguap entah kemana. (maaf ya jadi curhat) And now~~ thanks to this book, menonton pertandingan bulu tangkis secara live di istora Senayan menjadi wishlist saya di 2017. Semoga bisa kesampaian! :) 

Rating : 4/5

Monday, February 20, 2017

Everything, Everything - Nicola Yoon

Judul : Everything, Everything
Penulis : Nicola Yoon
Penerjemah : Airien Kusumawardani
Tebal & Tahun Terbit : 336hal ; 1 November 2016
Sinopsis : Everything, Everything
Review :

"Aku masih hidup, Tapi aku tidak mau hidup."

Karena penyakit yang dideritanya, Madeline Whittier belum pernah meninggalkan rumahnya selama tujuh belas tahun. Betapa irinya ia pada anak - anak yang bisa bermain dengan leluasa tanpa harus mengkhawatirkan kondisi kesehatan mereka. Sejak kecil Madeline divonis mengidap penyakit langka yaitu SCID atau yang dikenal dengan Severe Combined Immunodeficiency. Penyebabnya? Tak ada yang tahu pasti, yang jelas hal - hal kecil dapat membuatnya sakit, begitu tutur ibunya yang berperan sebagai dokter pribadinya.

Hampir seumur hidupnya, Madeline hanya mengenal Ibu dan perawatnya Carla. Kenangan masa kecilnya tidak banyak, ia bahkan tidak bisa mengingat dengan jelas kenangan yang ia miliki dengan ayah dan kakak laki - lakinya yang meninggal karena kecelakaan mobil. Maddy, begitu panggilannya, juga belajar ilmu pengetahuan dengan gurunya via video call. Tapi ibunya-lah sumber informasi baginya. Segala sesuatu telah diatur untuknya, jadwal hariannya, makanannya, dan bahkan pakaiannya. Maddy hampir tidak pernah membuat keputusan untuk dirinya sendiri.

Segala sesuatunya berubah ketika ia kedatangan tetangga baru. Laki - laki yang membuatnya gelisah sekaligus penasaran hingga kerap bolak balik mengintip di balik tirai jendela. Bak remaja pada umumnya, Maddy begitu ingin berkenalan dengan laki - laki bernama Olly itu. Tapi Ibunya takkan pernah memberinya izin bertemu dengan orang lain tanpa terkecuali.
"Di dalam kepalaku aku tahu aku pernah jatuh cinta sebelumnya, tapi rasanya tidak seperti ini. Jatuh cinta padamu jauh lebih dari yang pertama kali. Rasanya seolah ini yang pertama dan terakhir dan sekaligus satu - satunya."
Tapi selama kita punya keinginan kuat, bukankah semuanya bisa kita lakukan? Maddy mencoba berbagai cara untuk bisa berkenalan dengan Olly, dan begitu juga sebaliknya. Tapi bukankah itu percuma jika setelah berkenalan ia akan jatuh cinta kepada Olly dan karena penyakitnya ia dan Olly hanya akan terluka karena tidak bisa bersama? 
"Hanya karena kau tidak bisa mengalami semuanya, bukan berarti kau tidak bisa mengalami apa pun. Lagi pula, cinta yang ditakdirkan untuk tidak bersatu adalah bagian dari hidup."
Buku ini seperti teka teki yang sulit ditebak. Pembaca seakan disihir untuk percaya setiap kalimatnya. Tapi ternyata banyak kejutan - kejutan yang mencengangkan. Saya suka dengan pribadi Maddy yang tidak mudah menyerah pada nasib. You go, girl!  Saya juga bersyukur bahwa di masa - masa sulitnya, Madeline tidak sendirian. Dia punya ibu yang begitu menyayanginya dan Carla, perawat yang sudah menganggapnya seperti anak sendiri.

Beberapa pesan Carla kepada Maddy yang saya suka :
1. "Luangkan sedikit waktu bersama ibumu. Pacar datang dan pergi, tapi ibu adalah milikmu untuk selamanya."
2. Bersikaplah baik kepada mamamu. Kau satu - satunya yang dia miliki."

Rating : 4/5

Sunday, January 29, 2017

Can't Let Go - Esi Lahur

Judul : Can't Let Go
Penulis : Esi Lahur
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 312 hal, Maret 2015
Sinopsis : Can't Let Go
Review :
Denisa adalah seorang wartawan di sebuah perusahaan tabloid. Karena pekerjaannya, Denisa harus terjun langsung ke lapangan untuk meliput berita. Berita yang diliput pun beraneka ragam, mulai dari berita kecelakaan, bencana alam, dan lainnya. Denisa sendiri memiliki seorang pacar bernama Nigo yang adalah seorang aktivis hak buruh yang tidak punya pekerjaan tetap. Tujuannya baik, untuk membantu menyuarakan hak - hak masyarakat kecil. Akan tetapi tak jarang karena aktivitas yang tidak kenal waktu dan tempat itu menjadi hal yang membuat mereka bertengkar. 

Tak jarang pula Nigo meminjam uang kepada Denisa entah itu untuk keperluan pribadi maupun untuk  aktivitas sosialnya. Denisa sadar betul bahwa penghasilannya jauh diatas Nigo. Mereka pun bukan pasangan baru, sudah lima tahun lamanya mereka berpacaran, tapi belum ada tanda - tanda Nigo ingin melamarnya. Boro - boro melamar, untuk makan saja terkadang susah. 

"Nigo, aku mengumpulkan uang untuk beli rumah, mobil, dan kebutuhanku, atau untuk biaya menikah, bukan untuk membiayai buruh. Aku kekasihmu, bukan lembaga sosial." hahahaha GOOD JOB GIRL!

Dalam hubungannya dengan Nigo, banyak perbedaan yang membuat mereka sering kali berdebat. Beda pendapat itu wajar, justru terkadang malah asyik karena adanya perbedaan. Tentu akan sangat membosankan jika semua yang kamu ucapkan selalu mendapatkan jawaban yang sama yaitu, "ya, saya setuju.". Terkadang kita perlu berbeda pendapat agar kita bisa melihat suatu perbandingan. Belum tentu semua yang kita yakini itu benar dan belum tentu semua yang diucapkan lawan bicara kita itu salah.

Sebagai seorang wartawan, Denisa selalu berusaha bersikap profesional dengan memisahkan masalah pribadi dengan masalah kantor. Walau tidak suka menonton pertandingan sepak bola, Denisa tetap diminta meliput Massimo Rozzoni, atlit sepakbola blasteran Indonesia - Itali yang berparas tampan. Awalnya ia ogah - ogahan, tapi setelah bertatap muka dengan Massimo, rasanya meliput berita sepak bola bukanlah hal yang buruk. Hubungan yang tadinya hanya sebatas wartawan dengan atlit sepak bola pun perlahan menunjukkan kemajuan. Tapi apakah itu akan berhasil? Jarak antara mereka terlalu besar, Denisa yang hanya seorang wartawan tidak ingin hatinya hancur karena merasa hubungan mereka tak akan berhasil. Belum lagi hubungannya dengan Nigo belum selesai.

Banyak topik menarik yang diangkat dalam cerita ini, seperti kekerasan, penyuapan, hubungan rumit antara Denisa dengan Nigo yang lebih mementingkan pekerjaannya sebagai aktivis buruh, juga hubungan Denisa dengan Massimo yang tidak jelas kedepannya. It's definitely worth to read. 

Buku ini pun adalah buku pertama Esi Luhur yang kubaca. Secara keseluruhan, ceritanya menarik. Wartawan salah satu tabloid terkenal yang disukai oleh pesebakbola ternama dan ganteng pula. Such a dream comes true ya. Konflik yang dipaparkan pun tidak rumit, sayangnya imho di bab - bab awal terkesan lambat, dan eksekusi di akhir cerita malah terlalu singkat dan terkesan terburu - buru. 

Rating : 3/5


Wednesday, January 25, 2017

Never Never : Part Three - Colleen Hoover, Tarryn Fisher (Never Never #3)

Title : Never Never : Part Three
Series : Never Never
Authors : Colleen Hoover, Tarryn Fisher
Publisher (format) : Kindle edition
Publication Date : January 19th 2016
Synopsis : Never Never : Part Three
Review :
This review is going to be the shortest review ever, because I really don't want spoil anything to you who haven't read it. What I am going to say is You.Need.to.Read.This.Book, no matter how asdfghjhkl it ends. When I finished this book, my reaction was like so, that's it? Is that all? I like it, but I can't say that I'm satisfied with the ending, though. I was hoping for something more like jaw-dropping fact, specific and reasonable to this mystery but it failed me. It's like a mind blowing story, but not in a good way. I was totally blown away by Silas and Charlie's story who got their memories lost for no reason, and their ways to get their memories back. But geezzz, that's the lamest reason ever! 

However, I still adore the writing, it was really good and made me stayed up all night to read it. It's not my first time reading Colleen's book so I know she won't disappoint me, and Tarryn's writing isn't bad at all. Thumbs up for these two superb authors. Funny thing is when Colleen herself rated her book with one star only lol. She is so cute!



Well, I will just share my favorite quotes of Silas that would make every girl swoon, it might sound cheesy, cliche, corny, you name it, but I love it! Silas is the most charming, gentle and considerate man ever :)
"What is the one thing you're the most scared of forgetting?"
"You." 
"I would rather have lost my memory again with her than to have her be alone in this. At least when we were in it together, we knew it was something we could work together." 
"I know I have said it before, but I love that we still write letters to each other. Texts got deleted and conversations fade, but I swear I'll have every single letter you've ever written me until the day I die."

They say that even when the world seems unfair to you or nothing feels right, but always be grateful in any situation because there is always something to be thankful for. "It just seems like maybe we were ungrateful. A little bit spoiled. I'm not sure our parents taught us how to be decent humans. So in a way. . . I'm grateful this happened to us."

Upss... Did I just say earlier that this review is going to be the shortest review ever? =.=' sorry folks!
Time to say goodbye! Make sure to put Never Never in your upcoming books to read okay? 


Never stop,
Never forget.

Rating : 3/5