Showing posts with label Biography. Show all posts
Showing posts with label Biography. Show all posts

Sunday, November 23, 2014

Limitless : Devotions for a Ridiculously Good Life - Nick Vujicic


Title : Limitless : Devotions for a Ridiculously Good Life
Author : Nick Vujicic
Published on : April 2nd 2013
Publisher : WaterbrookPress
Synopsis : Limitless
Stars : 5 out of 5
Review :

First of all, I'd like to say welcome back to myself. It's been a long time since the last time I blogged. I've been missing this moment like crazy and here I am, typing enthusiastically and ready to share everything here #nospoilerintended :)

So I went to Popular bookstore in Penang last two weeks and wandering around. Then I walked to the best seller shelf and saw Nick Vujicic’s book titled Limitless. The book itself isn’t thick so I thought I could carry it around inside my bag. When I returned to the hotel where I stayed, I began reading that book. And to my surprise, Nick’s words have moved and driven me. How can someone be so positive when he has so much to think the otherwise? That’s what I want to learn from him.

When I was young, I often asked myself, what is my talent? My friends are good at singing, dancing, etc. but what am I good at? I’m average in everything. I often think that I’m not valuable enough because I have nothing to be proud of. But then I realize why do I look so low about myself? If I’m not cheering my own self, telling that I’m good, then who else will?

I realize that no one is perfect and so am I. I don’t have to be good at singing or math to be known. I just need to be myself. Be proud of every positive thing that I’ve done to other people and be happy each day. Carpe diem. Now I understand that the greatest happiness to me is seeing other people happy. So, if you are happy, then so am I.  

“It won’t matter how much money I’ve made or how many nice cars I’ve owned. What will matter is that I’ve reached out to someone and served a purpose greater than my own. “ pg 159

Nick’s story has taught me many things. It opens my mind and my heart to the next level of living my life to the fullest. I really love everything about him. He gives positive vibes to the readers based on his stories and his beliefs. And I really believe him when he said that what he was saying in his books is all true. It’s always easier said than done, of course. But Nick did not just say it, but he had gone through it. So there is no doubt at all. Not even a sec.

Honestly, I feel ashamed for what I can’t do but Nick can. He can swim, cook, and even surfing. Can you imagine how cool is that? He doesn’t spend a day without trying a new thing. When he tried and failed, he didn’t quit. Instead, he kept trying. That’s what I love about him, his super powerful courage.

We always get to choose. We just don’t always know about it. For every day that passed, when we woke up, we can choose what do we want to do, what do we want to wear, etc. Most importantly, we get to choose either we want to be happy for a new day that God gives to us, or be sad and worry about anything that hasn’t come yet.

I read his biography and know that his life at his young age was not easy. He ever attempted to suicide by drowning himself at the bathtub for several times because he felt that life wasn’t fair to him. He often prayed to God and wished that when he woke up in the morning, God would give him arms and legs. But that pray never come to him. He was also being picked on at school for being different than other kids his age. Who’s fault was that? There is no medical reason for Nick being born without arms and legs. So one day, Nick woke up and realized that even though he is born without limbs, it doesn’t mean he can’t be happy and enjoy his life. He began to accept himself, and by the love of his parents and family, he can overcome his fear and change his upset into gratitude. It's an amazing attitude. 

“If God can take someone like me, someone without arms and legs and use me as His hands and feet, he can use anybody.  It’s not about ability. The only thing God needs from you is a willing heart.”

I am really looking forward to any event that put him as the public speaker. I would like to see him by myself, listening to his speaking and hug him tightly for being such a great person for everyone.

Thank you Nick. You are the coolest person that I’ve known for my entire life. 



Friday, February 22, 2013

Habibie & Ainun


Judul : Habibie & Ainun
Penulis : Bacharuddin Jusuf Habibie
Penerbit : THC Mandiri
Tahun : 2010
Tebal : 323hal
ISBN : 978-979-1255-13-4
Sinopsis :
Ainun: "Saya bahagia malam-malam hari berdua di kamar: dia sibuk di antara kertas-kertasnya yang berserakan di tempat tidur, saya menjahit, membaca atau berbuat lainnya. Saya terharu melihat ia pun banyak membantu tanpa diminta: mencuci piring, mencuci popok bayi yang ada isinya..." Habibie: "Terima kasih Allah, Engkau telah menjadikan Ainun dan saya manunggal jiwa, roh, batin, dan hati nurani. Kami melekat pada diri kami sepanjang masa di manapun kami berada..."

Review :
"Karena antara saya dan Ainun adalah dua raga tetapi hanya satu jiwa."
Habibie & Ainun mengandung sejarah didalam setiap cerita yang disampaikan Pak Habibie lewat tulisannya. Lewat buku ini, kita dapat menelusuri kehidupan serta perjuangan Pak Habibie dan istrinya Ainun, from zero to heroKarena tingkat intelektualitasnya yang tinggi, tak pelak Pak Habibie menjadi rebutan banyak pihak.Pak Habibie pun mengalami perang batin diantara masih terikat kontrak dengan perusahannya di Jerman dan jiwa serta tekadnya yang kuat untuk memajukan bangsa dan negaranya Indonesia.

Pak Habibie pernah di posisi yang sulit ketika orang - orang meragukan kemampuan & kredibilitasnya, mengapa Presiden Soeharto memilihnya dan bukan orang lain, dsb. Keraguan dan ketidakyakinan mereka akan kemampuan Pak Habibie tidak lantas membuat nyali beliau menjadi ciut. Sebaliknya, beliau menjadi semakin tertantang untuk memajukan kesejahteraan bangsanya. Bukan semata-mata untuk membuktikan bahwa beliau memiliki apa yang mereka tak miliki namun lebih kepada keyakinan pada dirinya sendiri bahwa ia bisa. 

Memiliki suami yang bisa dikatakan 'gila kerja' dan memiliki tanggung jawab yang begitu besar kepada perusahaannya, Ainun tak pernah sekalipun mengeluh. Tentu perasaan rindu, keinginan untuk berkomunikasi dsb pastilah pernah dialami oleh beliau. Tapi beliau tidak merengek, marah ataupun sebal. Sebaliknya, Ibu Ainun mencoba mengerti dan memahami. Oleh karena itu saya pribadi begitu salut dengan almarhum karena sungguh tidaklah mudah menjalani hidup seperti yang beliau jalani.

"Hidup berat, tetapi manis." 

Dalam proses membaca buku ini, saya yakin bahwa Pak Habibie dan Ibu Ainun memang tercipta untuk satu sama lain. Mereka adalah soulmate, belahan jiwa masing-masing. Kata-kata tak perlu diucapkan karena melalui pandangan mata, segala sesuatunya sudah terpampang jelas. Ibu Ainun tak pernah absen menemani suaminya bertugas kemana saja, begitu juga Pak Habibie yang selalu mengutamakan kesehatan istrinya diatas segala-galanya. 

Perjalanan Pak Habibie dan Ibu Ainun sungguh tidaklah mudah. One says, two is better than one. Dengan adanya sosok Ibu Ainun disisi Pak Habibie, ia merasa ia mampu menghadapi segala cobaan. Dengan senyum lembut serta pancaran mata yang menyinari ketenangan, Pak Habibie seolah dapat merasakan ketenangan  yang sama ditengah kesibukan kerjanya. Mereka bilang, dibalik sosok sempurna seorang laki-laki pastilah ada perempuan hebat yang mendampinginya. Dalam kasus ini, Ibu Ainun-lah perempuan hebatnya.

Ainun memang dilahirkan untuk saya dan saya untuk Ainun.

Saya pribadi begitu salut pada Pak Habibie. Karena beliau adalah salah satu pria yang walaupun sangat sibuk dengan segala aktivitas-aktivitasnya, namun masih tetap dan selalu mengingat tanggal-tanggal bersejarah dalam kehidupannya bersama Ibu Ainun. Sepelekah terdengarnya? Apa susahnya mengingat tanggal? Percayalah bahwa tak semua orang mampu mengingatnya, kapan tanggal pasangan mereka lahir, tanggal mereka jadian, menikah, pertama kali anak mereka lahir kedunia, dsb. Tapi Pak Habibie selalu ingat seakan tanggal-tanggal bersejarah tersebut sudah menjadi darah dan daging didalam tubuhnya.
Saya bersyukur, Allah SWT menjadikan Ainun sebagai Isteri, Ibu anak saya Ilham dan Thareq, pendamping saya dalam melaksanakan tugas berjiwa sosial dan merakyat, berdedikasi, berdisiplin dan pekerja keras tanpa mengenal lelah dan menyerah. Demikian sifat Ainun yang sangat religius selalu bersama saya puasa tiap hari Senin dan Kamis dan tiap hari membaca satu jus kitab suci Alquran.
Dari dulu, saya hanya mengenal Bj.Habibie namun tidak pernah tahu sosok ibu Ainun, barulah hingga film Habibie & Ainun diangkat ke layar kaca, muncul rasa penasaran dan keinginan untuk membaca bukunya.  Saya pribadi belum menonton filmnya, karena saya memang sengaja ingin membaca bukunya terlebih dahulu. Lewat wawancara kepada Pak Habibie yang saya tonton beberapa waktu yang lalu, saya dapat melihat pancaran kasih dan sayang dari Pak Habibie kepada Alm.Ibu Ainun lewat kata-kata yang diucapkannya. Setiap kali Pak Habibie menceritakan tentang istrinya Ainun, raut wajahnya menjadi sumringah, pengucapannya pun terlihat begitu bersemangat. Di dimensi lain, Alm Ibu Ainun pastilah sangat bangga dan bahagia untuk suaminya. 
Ainun adalah Lucky Angel dan saya Lucky Man, demikian hubungan kami karena cinta yang murni, suci, sejati, sempurna dan abadi telah menjadikan kami menyatu. 
Terima kasih Pak Habibie. Oleh karena kisah cintamu yang abadi pada Alm.Ibu Ainun, saya menjadi yakin bahwa cinta sejati itu nyata adanya.

Rating : 4/5