Thursday, August 18, 2016

The Problem with Forever - Jennifer L Armentrout




Title : The Problem with Forever
Author : Jennifer L.Armentrout
Date of Publication : May 17th 2016
Synopsis : The Problem with Forever
Review :
We'd been separated. But we had never really been apart.

Mallory was suffering from post traumatic stress disorder as a result of being treated unfairly as a child. Childhood is supposed to be happy, innocence, something to cherish. But Mallory never felt that. All that she knew was silence is best way not to get hit. Her friend Rider swore to be her protector and will keep her safe. But he was kicked out and she was left all alone. 

Four years went by, luckily Mallory was adopted into a loving family. She decided to attend public school after years of homeschooling. And she accidentally met the guy who once promised to protect her, who always helped get through every problems she made. It was Rider.
"I'm here. You're safe, Mouse. And I know you might not believe it, but I'm going to keep you safe forever. That's a promise."
Will it ever the same again when they are finally reunited? Rider has a girlfriend now, and she doesn't look like she want to give him up for Mallory. Another problem is Mallory was assigned to do speech in front of class, and she is so bad at communication with other people due to her PSTD. Will she be able to overcome and conquer all her weaknesses? 
"Because I need to do that for myself. You can't..step in every time you think something happens. You can't always..protect me."
Mallory knows exactly that she can't depends on others for her entire life. She needs to rely on herself, believing that she can get through every single thing no matter how hard it is. She is a brave girl, the one who stood up for herself and I have so much respect for her. Meanwhile, Rider has a bad past too. But he always put Mallory first and doesn't think he is valuable enough to anyone. His life is a mess but Mallory doesn't think so. 

Mr.Santos is a one of a guy that earn my respect to a teacher. Teaching wouldn't be so hard if you only teach from textbooks. But being a good teacher means helping them through difficult times and not judging them for bad things they did on purpose or not.
"It's not about getting it right the first time and it's most definitely not about perfection, but if you try, you succeed. Just like you would in art. Or in life, for that matter. And by the looks of it, you're trying."
The Problem with Forever tells you that every person has a story, they are unique in their own ways so don't be judgmental. Put yourself in their shoes then you see it in their eyes. Not everyone is rich and raised in a good family, but that doesn't make them any less worthy. What a great story comes from this book. I have a faith on Jennifer L.Armentrout, and she never once failed me.


Wednesday, July 13, 2016

Finding Audrey (Aku, Audrey) - Sophie Kinsella


Judul : Finding Audrey (Aku, Audrey)
Penulis : Sophie Kinsella, Penerjemah : Angelic Zaizai.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 360 hal, Juli 2015
Baca di : Ijak
Sinopsis : Finding Audrey
Review : 
Audrey, si gadis berkacamata hitam yang memiliki gangguan kecemasan. Selain keluarganya, Audrey tak pernah berani bertemu, berbicara, bahkan bertatapan dengan orang lain. Keramaian membuatnya pusing, cahaya membuatnya takut. Tidak dijelaskan penyebab pasti kenapa Audrey mengalami gangguan kecemasan tersebut, tapi kemungkinan besar diakibatkan oleh bullying yang ia terima dari teman disekolahnya terdahulu.

Audrey lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah, menyaksikan Mum memarahi Frank saudaranya terus menerus karena game online yang dimainkannya. Bagi Mum game online itu sampah dan tidak seharusnya ada. Tapi bagi Frank, hal itu bagus untuk pertumbuhan otaknya. Dad terjebak amukan Mum yang seakan tak pernah usai. Entah harus mendukung penuh misi Mum menghukum Frank agar ada efek jera atau membela Frank karena Mum sepertinya berlebihan dalam mengurusi hal tersebut.

"Yang kubicarakan ini tentang generasi masa depan. Mereka seharusnya baca buku."
Disaat Audrey merasa dia takkan pernah bisa kembali normal seperti sebelumnya, Linus, teman setim Frank yang dibawa berlatih kerumah memberi warna dalam kehidupannya. Berbagai tantangan kecil hingga besar diberikan Linus pada Audrey untuk proses pemulihannya. Tapi hal tersebut ditentang Mum karena selain takut Audrey akan tersakiti, Linus dianggap membawa pengaruh buruk untuk anaknya Frank.

Finding Audrey adalah buku pertama Sophie Kinsella yang kubaca. Yes, i know it's embarrassing mengingat Sophie Kinsella adalah penulis terkenal yang sudah menerbitkan banyak buku bestseller seperti series Confessions of a Shopaholic. Tapi sejujurnya saya tidak terlalu suka membaca chicklit, genre yang sering dipakai oleh SK. it's just not my cup of tea. Tapi overall Finding Audrey lumayan seru dan tidak membosankan. Diceritakan bagaimana pengorbanan seorang ibu dalam menjaga anak-anaknya, pertengkaran Mum dan Frank yang tak ada habisnya, bagaimana cara mendidik anak versi Mum, dan bagaimana cara Audrey belajar menghadapi kecemasannya. 
"Sebenarnya, Audrey, memang benar, orang - orang mungkin membicarakanmu selama beberapa waktu. Aku yakin para pasienku membicarakanku, dan aku yakin tak selalu berupa pujian, Tapi mereka akan bosan dan melanjutkan hidup. Kau bisa mempercayai itu?"

Rating : 3/5

Sunday, April 10, 2016

Marriage of Convenience - Shanti

Judul : Marriage of Convenience
Penulis : Shanti
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal & Tahun Terbit :320hal ; 29 Juli 2015
Baca di : iJak
Sinopsis : Marriage of Convenience
Review :
"Hidupku adalah bersama Ijah sekarang. Seperti apa pun kondisinya."
Mencintai sahabat terdekatmu bukanlah hal yang mudah. Terjebak diantara dua pilihan antara mengungkapkan perasaan atau sekedar memendam rasa. Kata cinta tak pernah keluar dari mulut Krishna kepada Dita, junior semasa SMA, yang katanya mirip Dian Sastro. Sama - sama memiliki hobi fotografi mendekatkan mereka berdua. Sayangnya Dita tidak pernah menyadari maksud hati Krishna yang selama ini begitu baik dan perhatian padanya. Yang ada Krishna dijadikan tempat curhat ketika Dita pacaran dengan laki - laki lain, lalu putus dari mereka. 

Ijah, nama yang lebih mirip nama gadis desa daripada nama seorang gadis kota. Tapi itulah panggilan sayang Krishna pada Dita. Bertiga dengan Bima, sahabat mereka, Ijah dan Krishna melewati masa SMA dengan penuh kenangan manis. Ketika lulus sekolah, Bima dan Krishna melanjutkan kuliah di London dan Ijah pun seakan menghilang dari penglihatan Krishna. 

Bertemu setelah 10 tahun lamanya berpisah, Krishna mendapati dirinya masih sangat mencintai Ijah. Kali ini Krishna memutuskan untuk melamar Ijah. Selain karena rasa cintanya yang begitu besar pada Ijah, Krishna juga harus menerima kenyataan pahit bahwa kemungkinan besar ia tidak akan bisa memiliki anak, dan secara tak terduga ternyata Ijah sedang hamil muda setelah diperkosa oleh pria tidak bertanggungjawab. Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya. Begitu juga yang dirasakan Ijah dan Krisna. Karena alasan cinta dan simbiosis mutualisme, tak ada salahnya bukan jika Krishna menikahi Ijah? Ia akan mendapatkan seorang anak dan Ijah akan mendapatkan status ayah untuk anaknya kelak.
"Cuma dua minggu, Bim. Waktu yang gue butuhkan untuk menyadari bahwa, selama 10 tahun ini, cuma Ijah yang jadi pemilik hati gue."
Well, buku ini highly recommended! Marriage of Convenience termasuk salah satu buku populer di app iJak. Setelah membaca banyak review positif tentang buku ini, saya memutuskan untuk mulai membacanya. Mulai dari bab pertama, saya seakan tersihir oleh gaya penulisan penulis yang lugas dan kocak. Saya suka sekali dengan gaya menulis Shanti yang begitu mengalir dan tidak dibuat - buat. Karena tulisannya yang bagus, setiap kalimat yang ditulis saya baca tanpa melewatkan satu kata pun. Shanti termasuk penulis yang pintar mengolah kata. Pemilihan kata yang tepat membuat cerita Krishna dan Ijah jauh dari kata membosankan. Saya suka setiap karakter yang ada didalam buku ini kecuali Adit, mantan Ijah yang lebih cocok tinggal di planet Mars daripada di bumi. 

Rating : 5/5

Tuesday, April 5, 2016

Falling - Rina Suryakusuma


Judul : Falling
Penulis : Rina Suryakusuma
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal & Tahun Terbit : 320hal ; 19 Maret 2015
Sinopsis : Falling
Review :

"Because heart can see what the eyes cannot see and a mind cannot understand."

Hidup Carly nyaris sempurna. Seharusnya Carly merasa bahagia dengan kasih sayang ayahnya, sahabat - sahabatnya dan juga cinta dan perhatian dari calon tunangannya Seth. Akan tetapi Carly merasakan hal yang berbeda. Hatinya hampa, seperti ada sesuatu yang tidak pada tempatnya. Carly terus mencari bahkan ketika semua orang merasa dia sudah menemukan apa yang ia cari selama ini. 

Ketika Carly diterima sebagai karyawan ODP di sebuah perusahaan property developer, semua teman seangkatannya mengasihani dirinya karena dipilih berada dibawah arahan Maggie, mentornya yang terkenal judes dan cuek. Anehnya Carly tidak sepenuhnya merasa ia sedang sial. Walau jutek, tapi Carly merasa itu hanya topeng yang Maggie pakai untuk menutupi kerapuhan dirinya. 

Rasa ingin tahu dan perhatian membuat Carly kaget dengan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia lebih sering memikirkan Maggie daripada calon tunangannya sendiri? Semua rasa ini salah tempat. Salah total. Tapi tak ada yang bisa membohongi kata hati mereka. Carly diam - diam telah menemukan apa yang dia cari selama ini. 

Banyak yang harus diperjuangkan Carly. Pada dasarnya Carly harus mempertaruhkan seluruh hidupnya untuk keputusan yang akan diambilnya. Tapi apakah itu sebanding dengan apa yang akan ia lepaskan?

Berbeda dari karya - karya penulis sebelumnya, kali ini penulis keluar dari comfort zone dan mengusung tema LGBT ( Lesbian, Gay, Biseksual, & Transgender) yang memang sedang marak dibicarakan di khalayak ramai. Terus terang saya cukup kaget ketika ci Rina memutuskan untuk mengangkat tema ini karena pastilah akan ada pro dan kontra yang tak terhindarkan. Alasan kenapa saya memutuskan untuk tetap membaca Falling meskipun saya tahu tema yang diusung adalah LGBT yaitu karena saya ingin belajar untuk memahami bukan menghakimi. 

Saya mencoba menempatkan diri saya di posisi Carly dan Maggie. (bukan berarti saya berniat menjadi lesbian ya, tapi sejujurnya saya ingin mengetahui apa yang mereka rasakan ketika mereka saling jatuh cinta). Dan well, sebenarnya sama saja dengan jatuh cinta pada umumnya, jantung berdebar tak karuan, gelisah menunggu kabar pasangan, dll. Yang berbeda adalah pelakunya adalah sama - sama wanita. Banyak pihak yang pasti akan menentang hubungan ini, dan banyak pula yang harus dipertaruhkan, entah itu berarti kehilangan orang - orang yang kita sayang atau masa depan kita. Pembelajaran yang bisa diambil yaitu bahagia itu pilihan. Tergantung bagaimana cara kita melihat dan menafsirkannya. Bagaimana kita memandang diri kita sendiri jauh lebih penting daripada penilaian orang lain terhadap kita. 
"Aku tidak menyesal dilahirkan beda. Aku cinta setiap jengkal kehidupanku kini.Kalau ada yang kusesalkan, itu hanya satu. Aku terlambat mengenalmu."
Rating : 3/5

Saturday, March 26, 2016

Let Me Be with You - Ria N.Badaria

Judul : Let Me Be with You
Penulis : Ria N.Badaria
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama (Amore)
Tebal & Tahun Terbit : 352hal, 26 Februari 2015
Baca di : iJak
Sinopsis : Let Me Be with You
Review :
Kamu pasti pernah merasakan yang namanya naksir dengan sahabat kakakmu bukan? Itu juga yang pernah dirasakan Kinanti ketika jaman sekolah dulu. Kinanti naksir dengan Rivan, sahabat Harlan kakaknya. Ketika mereka sudah memiliki kesibukan masing - masing, rasa itu seolah - olah menghilang begitu saja. Perasaan itu kembali ketika Rivan menghadiri pesta pertunangan Harlan dan melihat Kinanti yang telah tumbuh dewasa. 

Melihat mereka sedang mengobrol berdua, keluarga Kinanti berniat untuk menjodohkan mereka. Kinanti awalnya menolak mentah - mentah ide gila itu. Tapi Rivan dengan santai menanggapi ide itu dengan tangan terbuka. 

"Jadi kalian kapan nyusul?"
"Pakde, Kak Rivan tuh teman Mas Harlan, bukan pacar Kinanti."

"Kak Rivan."
"Oh iya kenapa, Pakde?"
"Kalian ini kapan nyusul?"
"Kapan kalian nyusul Harlan dan Kemala?"
"Oh itu. . . Secepatnya, Pakde."

Saya pernah dengar ada artis sinetron yang memulai masa pacarannya dengan suaminya ketika mereka sudah menikah. Berawal dari perjodohan orangtua, si artis tidak pernah berpikir akan menikah dengan orang yang hampir tidak dikenalnya. Namun dia memutuskan untuk percaya dengan orangtuanya, percaya dengan kata hatinya dan percaya dengan si calon suaminya. Ternyata sampai sekarang, si artis kelihatan begitu bahagia dengan pernikahannya. Jika kedua pihak ingin menjalaninya dan yakin dengan pilihannya, serta tidak mendapat paksaan dari pihak manapun, saya rasa perjodohan bukanlah hal yang buruk untuk dijalani. 

Akan tetapi, konsep menikah lalu bercerai seperti kata Rivan itu membuatku merasa si pasangan pengantin tidak serius menjalani hubungannya. Menikah dulu sajalah, toh nanti bisa cerai. Kok kayaknya enteng sekali ya. Seperti mencoba menyicipi suatu makanan, kalau nggak enak ya nggak usah dimakan. 
"Saya nggak pernah mengajak kamu main-main. Kita akan serius menjalani semuanya, hanya saja kita memperpanjang masa penyesuaian kita dalam pernikahan ini. Dalam masa itu kita akan mencari perasaan masing - masing, kalau kita memiliki perasaan yang sama satu sama lain nantinya, kita akan bahagia sebagai pasangan yang sebenarnya. Tapi kalau tidak, bukankah selalu ada perceraian dalam sebuah pernikahan, walaupun pasangan itu menikah karena cinta."
Sesuai dengan judulnya yaitu Let Me Be with You, perjalanan cinta Rivan dan Kinanti menemukan banyak rintangan. Yang satu ingin mendekat, sedang yang lain berusaha menjauh. Keduanya memiliki alasan masing - masing, namun pasti akan ada yang tersakiti oleh karena keputusan yang dibuat secara sepihak. Secara keseluruhan ide dari cerita ini cukup bagus. Sayangnya karakter kedua tokoh utama terkesan lemah dan tidak berpendirian. 

Saya pribadi tidak suka dengan kepribadian Kinanti yang pasrah - pasrah saja menerima segala hal yang ditentukan oleh keluarganya. Berhubung yang ditentukan oleh keluarganya ada perjodohan, seharusnya Kinanti bisa lebih tegas menolak jika memang tidak mau. Mengeluh tapi tidak melakukan tindakan apapun bukankah hasilnya nol besar? Sebaliknya diawal cerita saya suka dengan sifat Rivas yang terang - terangan menyatakan niatnya kepada Kinanti. Hanya saja eksekusi diakhir cerita seharusnya bisa dibuat lebih baik lagi.

Pesan moralnya adalah seberapapun sulitnya, seberapapun besar rintangannya, jujurlah kepada pasanganmu. Jangan sok menjadi Tuhan, seolah tahu segalanya, Takut pasanganmu tersakiti oleh kebenaran? Pleaseeeee, pasanganmu akan jauh lebih tersakiti oleh kebohonganmu. Keep that in mind :)

"Biarkan kita berdua menemukan perasaan masing - masing dalam proses ini. Setelahnya hati kita yang akan memilih."

Rating : 2.5/5