Tuesday, November 6, 2012

Jokowi Si Tukang Kayu


Judul : Jokowi Si Tukang Kayu
Penulis : Gatotkoco Suroso
Penerbit : Ufuk Press
Tahun : 2012
Tebal : 256hal
ISBN : 978-602-9346-95-4
Sinopsis :
Menjadi penghuni liar bantaran kali serba tidak enak, harus siap jika sewaktu-waktu digusur paksa. Itulah yang dialami Jokowi sekeluarga. Bantaran Kali Anyar menjadi tempat tinggal ketiga, setelah sebelumnya tinggal di daerah Srambatan dan bantaran Kali Pepe di Desa Munggung. Sehari-hari, Jokowi kecil dihadapkan pada kehidupan yang keras. Setiap pulang sekolah, Jokowi membantu bapaknya bongkar-muat gerobak kayu dan bambu. Begitu juga di hari libur, hanya ada waktu sedikit untuk bermain. Sebagai sulung dari empat bersaudara, dipundaknya ada tanggung jawab yang harus dipikul, membantu dan menggantikan peran bapaknya dalam berbagai hal. Ini demi membantu uang sekolahnya dan tiga adiknya yang sering telat, demi impiannya mengangkat harkat diri dan keluarga. Kerja keras ini membuat Jokowi menjadi anak yang mulai mengenal kemandirian, tak hanya bisa nyadhong pada orangtua. Dia jadi tahu kalau mencari uang itu tidak mudah. Dan, seperti tradisi pada umumnya, anak pertama diharapkan dapat mewarisi dan meneruskan apa yang telah diperjuangkan orangtua: menjadi tukang kayu.

Review :
Buku ini saya beli dengan tujuan untuk lebih mengenal sosok Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo yang dilantik belum lama ini. Yang saya tahu beliau dulu adalah walikota Solo yang telah membawa banyak kemajuan terhadap kota tersebut. Hanya itu batas pengetahuan saya tentang beliau. Terus terang, muncul rasa keingintahuan saya terhadap bapak Jokowi ini. Bagaimana sosok beliau sebelum menjadi walikota, apa yang membuat dia tertarik dengan dunia politik, dll.

Di buku ini pembaca diajak untuk menelusuri kehidupan Jokowi dari kecil hingga ia beranjak dewasa dan mulai jatuh cinta. Joko Widodo adalah nama aslinya. Namun masyarakat lebih mengenalnya dengan nama Jokowi. Nama Jokowi ternyata memiliki kisah tersendiri. Jokowi sejak kecil adalah siswa berprestasi. Ia sadar ia tak lahir dalam keluarga yang serba berkecukupan. Bapaknya adalah seorang tukang kayu, ia memiliki tiga adik perempuan dan seorang ibu yang sangat ia kagumi. Oleh karena itu, Jokowi selalu belajar di sela-sela waktu senggangnya dan tak jarang sepulang sekolah ia langsung pergi membantu pekerjaan bapaknya.


"Namun, karena Bapak mengajarkan untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan senang hati, aku pun menjadikan hari liburku yang tak jauh daari kayu dan bambu jadi bermanfaat." pg19 Sekarang saya jadi tahu alasan Pak Jokowi tetap kerja di hari minggu walau sudah jadi Gubernur :)


Ketika ia mengutarakan keinginannya untuk menjadi seorang tukang kayu seperti Bapaknya, banyak yang menyayangkan dan memintanya untuk bercita-cita lebih tinggi, jangan seperti bapaknya yang hanya seorang tukang kayu. Setiap orangtua tentu ingin anak-anaknya bisa melampau mereka dan menjadi orang yang lebih baik secara jasmani dan rohani. Dari sana, Jokowi belajar bahwa ia bukan hanya ingin bekerja, tetapi ia juga ingin bisa menciptakan lapangan kerja untuk orang lain. Karena sejak kecil ia sudah dididik untuk selalu berbagi terhadap sesama.

"Sapa ubet, bakal ngliwet. Siapa mau bekerja, bakal mendapatkan hasil." pg29

Dalam menanggapi masalah, Jokowi sangat kritis dan mampu menerima kritik dan saran. Ia tak serta merta menerima apa saja yang dikatakan kepadanya. Ketika Jokowi berada dibangku perkuliahan, ia kembali memukau pembaca dengan selalu berpikiran ke depan dan mengutamakan kepentingan banyak orang. Saya paling suka kata-kata Jokowi yang kurang lebih maksudnya adalah hendaknya dalam menghadapi segala masalah, para mahasiswa-mahasiswi lebih mengandalkan otak daripada otot. Karena title kita adalah mahasiswa, bukan preman.

"Sebagai mahasiswa yang harusnya jadi panutan adik-adik yang masih SMP-SMA, tak perlu pakai gaya preman-premanan, to? Sudah cukup pada saat perploncoan saja. Toh, kita kuliah untuk jadi akademisi, untuk jadi lebih beradab, untuk jadi pemuda-pemudi yang akan membangun, bukan untuk jadi preman." pg168


Buku ini mengajarkan kita bahwa 'Walau kurang mampu, bukan berarti kita tak mampu berbagi.' Lebih baik buta fisik daripada buta hati. Jokowi dewasa ingin terjun ke dunia politik namun ditentang oleh anak dan istrinya. Ketidaksetujuan mereka didasari oleh politik di Indonesia yang kotor. Tapi Jokowi menanggapinya dengan kepala dingin dan pencalonan dirinya menjadi walikota Solo adalah karena ia ingin membawa perubahan pada kota tersebut. Ia sadar bahwa dengan hanya mengeluh takkan membawa perubahan apapun , maka dari itu, Joko Widodo ingin menjadi orang yang membawa perubahan, bukan hanya pada kota Solo, tetapi pada dunia.


"Di politik, banyak orang yang jahat aku nggak mau Bapak nanti terkena bujuk rayu orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan akhirnya seperti berita di TV", kata anak sulung Pak Jokowi.
"Aku juga nggak mau kalau Mas nanti hanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, politik itu kejam.", ucap istrinya.
"Nah, itu dia. Mas juga mau tahu sekejam apakah politik itu." "Menurutku, politik itu kalau mau kita buat kejam ya kejam; kalau mau kita buat enak, ya enak. Tergantung kita akan mengarahkan ke mana politik itu. Semua ada pada diri kita masing-masing."

Saya masih ingat ketika Pak Jokowi membantu Presiden Susilo Bambang Yudhiyono memindahkan gong. Padahal disana ada orang-orang yang memang ditugaskan untuk itu, tapi Pak Jokowi berinisiatif membantu. Orang-orang seperti Pak Joko Widodo ini lah yang masyarakat Indonesia butuhkan. Memiliki inisiatif dan segera bertindak.

Jokowi Si Tukang Kayu, highly recommended :)

Rating :
3.5/5

Saturday, November 3, 2012

The Not So Amazing Life of @aMrazing


Judul : The Not So Amazing Life of @aMrazing
Penulis : Alexander Thian
Penerbit : GagasMedia
Tahun : 2012
Tebal : 228hal
ISBN : 978-979-780-586-9
Sinopsis : via Goodreads
Review :

"Sometimes, the reality makes people don't want to wake up and smell the coffee, because they're afraid to feel the pain. They choose to live in the warm blanket of denial instead. pg204"

Pengalamanku dalam membaca cerpen (yang jujur tidaklah banyak), akan ada satu atau dua bab yang terkesan biasa saja atau malah membosankan. Tapi hal itu tidak saya temukan dalam buku ini. Terus terang, isi ceritanya cukup menggelitikku. Dan karna buku ini, saya kembali diingatkan pada kegemaraan saya membaca buku di mana dengan hanya membaca satu buku saja, kita bisa mempelajari banyak hal. Bayangkan jika kita membaca 10/100/1000/etc buku, betapa banyak pelajaran/pengetahuan yang bisa kita dapatkan.

Terima kasih Mas Alex. Buku ini membawaku balik ke masa SMP dimana saat itu memang lagi ngetrendnya minta abang-abang penjual handphone buat isiin lagu-lagu ke memory card hp. Bukan cuma lagu, tapi gambar-gambar, aplikasi game, dll. Jika dingat-ingat hal itu cukup menggelikan mengingat karna kecanggihan internet saat ini, semua hal itu bisa didapatkan sendiri - free alias gratis tanpa harus bayar cukup dengan hanya mengakses internet. Tapi jujur saya kangen masa-masa itu. I miss that moment, really. Meskipun harus bayar (tepatnya berapa saya lupa) tapi disitulah letak istimewanya. Dunia tak lagi asyik jika segala sesuatunya bisa didapatkan dengan mudah. :) :)

Salah satu bagian yang paling berkesan dalam buku ini adalah 'Dummy Seharga Dua Juta'. Orang baik tak selalu mendapatkan hal yang baik, tapi orang baik akan selalu menganggap kesialan sebagai cobaan yang akan berlalu.

Yang menurut kita "biasa saja dan bukan apa-apa", bagi orang lain bisa sangat berarti. pg57


Di bab4 (Dummy Seharga Dua Juta) cerita tentang Pak Soni dan anaknya Rama pasti akan menyentuh hati semua pembaca, tapi lucunya bab selanjutnya berbanding terbalik dengan cerita Pak Soni di bab4 ini. Di bab5, jika Tasya adalah sebuah kertas, mungkin sudah saya remas-remas, pijak-pijak terus saya buang ke tong sampah. Kenapa? Karena kelakuan Tasya sudah kelewatan batas pada ibunya dan orang disekitar. Mungkin Tasya memang masih SD pada saat itu, tapi apa pantas seorang anak merengek-rengek, berteriak, dan membuat malu ibunya dihadapan banyak orang hanya karena ingin dibelikan hp baru? Dari yang saya baca, HP Tasya saat itu masih tergolong canggih, tapi sepertinya Tasya terpengaruh oleh lingkungan disekolah dimana teman-temannya memiliki hape baru dan berteknologi canggih sehingga Tasya jadi ingin menjadi 'seperti mereka.'

Kesimpulan :
1. Manusia memang tak pernah/susah/jarang/tidak gampang puas.
2. Pada sebagian orang, mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.
3. Keinginan untuk bisa menyamai orang lain memang bagus, tapi jika dibarengi dengan usaha yang positif. (jelas bukan dengan merengek-rengek pada orangtua)

Usaha yang positif misalnya : belajar lebih giat (jika perlu juara) jadi orangtua bisa melihat usahamu dan mungkin tanpa kita minta pun mereka akan membelikan kita hadiah.

"Kejujuran memang menyakitkan dan menghancurkan. Namun, setelah seseorang terbiasa dengan kejujuran dan kebenaran, dia akan tersenyum lagi sambil minum teh dan makan kue, sambil menertawakan kebodohannya saat masih hidup dalam cangkang penyangkalannya. Tapi itu nanti, di fase terakhir." pg206

  I've gone through this and it's true. Kejujuran memang menyakitkan. Tapi rasa sakitnya hanya sementara. Tidak seperti kebohongan yang ditutup-tutupi tapi akhirnya terkuak ke permukaan. Rasa sakitnya akan terasa berlipat-lipat sakitnya dan mungkin membekas. Forgive but not forget.

Overall, saya sangat suka dengan buku ini. Karena memang ngefollow @aMrazing di twitter dan suka tergelak dengan twit-twit ajaibnya maka saya nggak ragu buat beli bukunya :) Dan setelah baca buku ini saya baru tahu mas Alex ini dulunya punya konter hp. Lewat tulisannya, saya jadi lebih sadar kalau manusia itu bukan cuma satu jenis, bukan cuma tipe A atau B tapi mungkin sampai tipe Z pun ada. (semoga perumpamaan saya ini nggak gagal dicerna) I'll feel bad if i'm not saying this. So, terima kasih atas tulisannya, terima kasih uda sharing :)

Favorite Quotes :
Kumal bukan berarti miskin atau kampungan.
Sederhana bukan berarti tak canggih.
Ngondek bukan berarti cong.
Tampang jelek tidak berarti istrinya jelek juga.
Bertampang rada preman bukan berarti penjahat.
Dan pamungkasnya : 
Penampilan dan gaya yang di bawah 'standar', bukan berarti bodoh.

PS : Alasan saya menyukai novel ini adalah karena di buku ini, selain humornya dapat, isinya bermakna dan dapat memotivasi para pembaca :)

Rating : 5/5

Thursday, November 1, 2012

The Unloved by Jennifer Snyder


Title : The Unloved
Author : Jennifer Snyder
Format : ebook
Publication Date : July 30th 2012
Synopsis : click me
Review :

"We were the unloved - you by your mom and me by my dad - and now it's our time to finally be loved." - Nick

Jules and Nick are both victims. Who wants to have an alcoholic father that has a habit to beat the shit out of you and your mother when he got drunk? And who wishes to have a mother a.k.a stripper that has an addiction in pills? Clearly not every single person in this world.

Can you imagine to live your life like that? I feel bad for them instantly after I read the first page. It feels so horrible just to think about it. Jules and Nick are best friends since like forever and when Nick decided to leave for good, it just broke Jules' heart like she just lost one of her wings.

"I felt like my soul had been killed while my body remained alive."

But life must go on. Jules tries to stay off the spotlight so her mother's boyfriends don't notice her as a 'meal'. And Nick had worked really hard to build up muscles and everything just to make the score even with his Dad. But who knows what life will bring right? Nick had come back, to his mom and Jules. But how will Jules react towards his coming?

Well, at last, two is better than one right? Maybe we have friends, families, and all. But at the end, we always need someone other than friends to comfort us, to enlighten our days in a different way as how we are always doing with our friends,etc.

"It's my heart to break; I'll be the one to decide if I want to risk it or not."


"The Unloved" is good and heartbreaking at the same time. I can find the honesty in this book. Like all that the author wrote was as real as it sounded. Rape, bullying, and violence - it's so sad to know that the one who did it was the one who you think might protect you from all of it. It annoys me a bit when I don't know Cole's fate after being left so easily by Jules and Nick. I mean, 'you are not possibly want him to be the next 'Jules' right?

To completely know what I mean by saying those words, you need to read it yourself :) :)

Rating : 3.5/5
I put 4 on Goodreads.

Thursday, October 25, 2012

1st Book Giveaway + WINNER

Untuk merayakan kelulusanku pada tanggal 28Juli lalu, maka aku mengadakan 1st Book Giveaway dengan hadiah buku impor Nineteen Minutes - Jodi Picoult. (old size + hard cover + large print) Kenapa Nineteen Minutes dan bukan buku-buku yang lain? Karena Nineteen Minutes adalah buku yang kupakai sebagai bahan utama dalam menulis skripsiku. Aku mengangkat isu bullying yang terjadi pada Peter Houghton (karakter dalam novel ini) dan efek yang ditimbulkan dari bullying tersebut. Review bisa dibaca disini Review Nineteen Minutes Jadi dengan mengadakan giveaway ini, aku berharap akan semakin banyak orang yang membaca buku ini dan akan semakin banyak pula orang yang menentang bullying dan menganggap serius masalah ini untuk kedepannya. \mm/

Nineteen Minutes

Syarat-syaratnya :
1.Leave a blog post comment dari pertanyaan 'Sebutkan buku-buku bertemakan bullying yang kamu ketahui. Dan bagaimana jika bullying terjadi pada salah satu anggota keluargamu? - wajib, point value +5
2. Like OceMei's facebook fanpage. - optional, point value +2
3. Follow akun twitter @OceMei (personal twitter acc) - optional, point value +2
4.Tweet about the Giveaway. - optional, point value +2. Jangan lupa menyertakan link tweetmu ke dalam post ini. Tweet dapat dilakukan setiap hari sekali untuk tambahan point.
5.Follow via GFC. -wajib, point value +1

Giveaway ini hanya untuk yang berdomisili di Indonesia. Tidak terbuka untuk internasional. Giveaway dibuka mulai 25-10-2012 ditutup tanggal 15-11-2012. Terima kasih dan GOOD LUCK :)

  a Rafflecopter giveaway

Pemilihan pemenang berdasarkan random.org. Dan PEMENANGNYA ADALAH Nyi Penengah Dewanti. Harap segera konfirmasi alamat untuk pengiriman hadiahnya^^ (Paling lama 2x24jam) Selamat kepada Nyi Penengah dan terima kasih untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi. Nantikan giveaway bulan Desember ya. GBU

Wednesday, October 24, 2012

Fifty Shades of Grey #1 by E.L.James


Title : Fifty Shades of Grey #1
Series : Fifty Shades
Author : E.L.James
Publisher : Vintage Books
Publication Date : April 2012
Synopsis : click me
Review :
Anastasia Steele is an innocent woman who has lack experience in relationship. Meanwhile Christian Grey is totally the opposite of her. They met up for the first time when Ana came to his office to interview him on behalf of her best friend, Kate who was sick and couldn't come. Christian then finds a way to meet Ana again and again. Both of them have feelings to one another. What Ana wants is pure relationship, but Christian offers her a contract to sign which it contains of BDSM (Bondage, Discipline, Sadism, Masochism)

Despite the BDSM, Christian Grey isn't that bad. What makes me curious is why he does that in the first place. I believe he has dark past that lead him to this kind of lifestyle. And I don't want to call Ana 'stupid' because she is not. From what I read, I could tell that she really loves Christian, therefore she is willing to sacrifice anything for him. She cares about him and wants to embrace her Fifty Shades. A normal woman who wants pleasure and money would probably run away after knowing his craziness, but somehow Ana dislike all presents that Christian gave to her. Mac, Blackberry, Ipad, you name it. She wants more beyond that. Something that doesn't involve money. It's Christian's past. She wants to know and learn everything about him.

About how bossy and what a control freak Christian Grey is, yes, I am totally agree. That guy is really a control freak. It's like when Ana doesn't feel like eating, yet he insisted her to eat no matter what. I could actually find the word 'eat' as much as I can find the word 'holy fuck or holy shit' in that book. (one of the reasons I give only 3 stars = too many repetition and redundant words). Well, it's clear that Grey has issues. But although the way he commanded Ana to eat sounds so wrong, somehow it's weirdly sound so right as well. I mean, how many couples do really care about whether their partners eat three meals a day or not?

Part that I hate the most (It's quite obvious I guess) is none other than the room of pain that Christian have in his mansion. And part that I enjoy the most is their emails. Sometimes there are things that are quite complicated to be told in face to face, but you can always be yourself when you are writing emails, or updating status, etc.

Christian Grey is very possessive and doesn't like sharing. Ha! I can't say whether I like it or not, but seeing how protective he is towards Ana, I'm just fine because it's clear that this man really loves Ana yet doesn't know about it. To be honest, I feel bad and pity for Grey to have a dreadful past that makes him become what he is in the present. That's why I can't put all the blames to him. He doesn't let Ana touch him, not even once. But I can see he really tries to make this relationship work. The book is getting better when Grey isn't that hard on himself anymore. The man isn't made from ice, though. He is a human being that has been tortured in the past.

Overall, this book is not that bad as I have heard so many times :) Put yourself in Grey's shoes, give him a break and maybe (maybe) you'll like him.

Rating : 3/5