Friday, August 31, 2012

Cinderella Tuathina - Mimosa Q.


Judul : Cinderella Tuathina
Penulis : Mimosa Q.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Tebal : 208hal
ISBN : 978-979-22-8720-2
Sinopsis : Cinderella Tuathina
Review :
Apa yang kita harapkan dari orang yang awalnya mengumbar kata-kata cinta tetapi akhirnya pergi tanpa meninggalkan sepatah kata? Berharap dia kembali kah? Ingin dia berlutut dan memohon diberi kesempatan lagi kah?

Sadira dibawa ke langit tertinggi oleh Zeus, lelaki yang ia cintai. Namun tanpa penjelasan sedikit pun, Sadira kemudian dihempas dengan kasar kembali ke bumi. Zeus pergi, bermesraan dengan wanita lain, mengoyak hati Sadira menjadi berkeping-keping. Tapi kemudian selang beberapa tahun, Zeus kembali. Sekali lagi ia menawarkan cintanya kepada Sadira. Cinta itu masih ada. Walau sakit, cinta itu masih disana, tumbuh dihatinya. Ketika Sadira dengan perlahan menyambut ajakan Zeus untuk kembali kepadanya, Zeus mematahkan bunga cintanya lagi.

Sakit hati bisa lebih menyiksa daripada sakit fisik. Setidaknya, pikir Sadira, kalau jarinya teriris pisau, ia tahu asal dirawat dengan seksama kemungkinan untuk pulih sangatlah besar. Sementara kalau masalah hati...

Sadira merasa bodoh dan dipermainkan. Betapa polosnya dia berharap Zeus akan mencintainya. Zeus memang menyukainya, tapi ia termakan perkataan orang lain. Ia buta tak bisa melihat cinta yang tulus dari Sadira. Desas-desus berkata Sadira yang bekerja sebagai housekeeper adalah wanita simpanan, milik semua orang, mudah disewa, asal pelanggan punya tips besar. Zeus yang awalnya cinta, menjadi benci dan jijik pada Sadira.

Sadira dihakimi secara sepihak. Tanpa perlawanan ia seakan menyerah, terlalu lelah untuk membela diri. Kemudian munculah Alvaro, rekan bisnis Zeus sekaligus sahabat baiknya. Ia menawarkan hubungan kontrak. Agar Zeus cemburu dan berbalik mengejarnya. Sadira tak yakin ia mau menjalani kebohongan ini, tapi Alvaro kelihatan tulus ingin membantunya. Lagipula, pesona Alvaro membuatnya bingung dan bimbang, apakah ia ingin menjalankan kebohongan ini semata-mata karena ingin melihat Zeus cemburu atau sebaliknya ia ingin berdekatan dengan Alvaro? =)

Kalau disuruh memilih, aku masuk Team Alvaro. Aku suka dengan dia yang menganggap wanita sederajat dengan pria. Alvaro dengan jelas meminta Sadira untuk jujur dalam mengungkapkan pendapatnya. Dalam suatu hubungan, baik Alvaro dan Sadira bukanlah guru, melainkan murid. Alvaro ingin mereka sama-sama belajar dalam membina hubungan yang mereka jalani.



Rating : 4/5

Oliver Twist - Charles Dickens


Title : Oliver Twist
Author : Charles Dickens
Publisher : Sterling
Publication Date : March 28th 2006
ISBN : 978-1-4027-2665-1
Synopsis : Oliver Twist
Review :
Oliver Twist, bocah malang yang tak tahu apa-apa tentang latar belakang hidupnya. Sejak lahir ia sudah tak memiliki orangtua. Ia dan beberapa anak laki-laki di panti asuhan selalu ditugaskan melakukan pekerjaan-pekerjaan berat dengan imbalan makanan yang minim. Dalam masa pertumbuhannya, Oliver seharusnya tumbuh tinggi dan sehat, tapi karena jarang mendapat daging sebagai santapan, tubuhnya ringkih dan kecil.

Oliver bak bola yang dioper kesana kemari oleh pemilik panti asuhan. Ketika ia meminta sedikit lebih dari biasanya, ia dianggap tak tahu berterimakasih dan akhirnya dijual ke keluarga Sowerberry. Disana ia memang mendapat sedikit lebih banyak, tapi karena kedengkian seseorang, Mr.Sowerberry bermaksud mengembalikannya kepada pemilik panti asuhan.

"The thing to do is to run off and make my fortune."

Walau masih muda, tapi Oliver adalah anak laki-laki yang berani. Tak ingin terus berada dalam siksaan fisik mereka, Oliver bertekad melarikan diri ke London. Ia dengan tegap dan berani memperkenalkan diri kepada setiap orang yang bertanya jadi dirinya, "It's a pleasure to meet you,too. My name is Oliver Twist. I've come to London to make my fortune!"

Dalam perjalanannya, Oliver tak memiliki apa pun untuk dibawa, hanya tekad sekuat baja yang membuat Oliver percaya bahwa London adalah tempat yang tepat baginya untuk berkembang. Tapi seperti pepatah, sudah jatuh ketimpa tangga pula. Begitulah nasib Oliver Twist. Keluar dari kandang singa, masuk ke mulut buaya, lepas dari cengkraman orang jahat di desanya, sialnya bertemu dengan orang yang tak lebih baik dari para penjahat tsb.

Kali ini para penjahat tidak main-main. Yang mereka inginkan dari Oliver bukanlah bekerja membereskan rumah. Tapi pekerjaan yang lebih menantang, lebih berbahaya. Taruhannya dilempar ke penjara, deportasi, bahkan nyawa. Oliver kini diajarkan untuk mencuri dompet!

Buku yang bagus dari Charles Dickens. Mengangkat tema anak yang hidup sebatang kara. Walaupun menjalani hidup dengan keras, tapi Oliver tidak lantas menyerah pada nasib. Justru sebaliknya, Oliver berperang melawan nasibnya. Oliver bocah yang jujur dan mudah dicintai. Karena kepolosannya, orang sering memanfaatkannya, tapi good things happen to good people, to those who wait, and Oliver is one of them :)


Great book!
Rating : 4.5/5
PS : Oliver Twist adalah proyek baca bareng teman-teman BBI dengan tema buku 1001 Books You Must Read Before You Die.

Monday, August 20, 2012

Fearless - Brigid Kemmerer

Title : Fearless
Series : Elemental #1.5
Author : Brigid Kemmerer
Publisher : K Teen (Kenshington)
Publication Date : July 31st 2012
Format : ebook
ISBN : 9780758285522
Synopsis : Fearless
Review :
Fearless is a short novella of Elemental series. It's about Hunter. If you have read the first book, then you must have known Hunter and his hidden power. But if you haven't read it yet, then it's not a problem if you want to start reading Fearless first.

For me who have read Storm first, I get to know that Hunter is a new guy in the town. He involved with love triangle with Becca and Chris. Hunter is a good guy but not that good compare to Chris. I can tell that Hunter was a bit confused in making decision, whether to believe people he just met or listening to his father's command.

However, in Fearless, you can see Hunter in a completely different way. Readers will be able to see his motivation behind the action that he took in Storm. And now I know that he was the type of guy that won't kick someone's ass unless it's necessary. Although it's a quick read, the story is pretty intense and we get to know a girl Hunter likes before Becca :)

I think I just couldn't get enough of Elemental series . Awesome!

Read my review on the first book, Storm (Elemental #1)

Saturday, August 18, 2012

Des(c)ision - Almira Raharjani

Judul : Des(c)ision
Penulis : Almira Raharjani
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Tebal : 224hal
ISBN : 978-979-22-8632-8
Sinopsis : Des(c)ision
Review :
Saat itu yang Desi pikirkan hanyalah bagaimana cara untuk mengutarakan keinginannya untuk putus pada De. Hubungan mereka sudah berjalan kurang lebih satu setengah tahun, tapi Desi merasa hubungan mereka sangat hambar dan atas saran sahabatnya Cindy, ia bertekad untuk meminta putus pada De.

Di sisi lain, De, lelaki yang kalau boleh dibilang down to earth banget, lebih suka berjalan kaki daripada berkendara. Tapi janganlah memandang De sebelah mata karena De bukanlah lelaki tak berada. Ia punya usaha sendiri yang sudah ia rintis sejak lama. Usahanya hanya bermodalkan uang kecil-kecilan namun berkembang. From nothing to something. Tapi Desi tak pernah tahu hal itu.

Setelah Desi berhasil menjalankan 'misi'nya, Desi meminta De untuk tidak lagi mengunjungi rumahnya, tidak usah berakrab-akraban lagi dengan orang tua dan adik-adiknya, singkatnya ia ingin memutuskan tali silahturahmi yang sudah mereka bangun selama satu setengah tahun ini.

Ketika mereka benar-benar putus, Desi kemudian merenung. Benarkan itu yang dia inginkan? Tapi mengapa ia merasa kehilangan? Belum lagi, setelah dia menjomblo, banyak lelaki yang menyatakan kesukaan mereka terhadap Desi. Dan to her surprise, sahabatnya Cindy keki berat dan mengatakan hal-hal yang tidak enak didengar pada Desi. Musibah-musibah perlahan mendekati Desi, mulai dari penulisan skripsi yang terhambat, Cindy yang sekarang berbalik badan dan memusuhinya, dan masalah hati dengan De yang tak kunjung selesai.
"Meminta maaf itu mudah. Tapi tidak semua orang sanggup meminta maaf. Bahkan kebanyakan orang biasanya lebih suka menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang dilakukannya. Meminta maaf membutuhkan jiwa yang besar. Membutuhkan kepedulian yang besar."
Di awal cerita aku sempat lost in the jungle, penjabaran karakter sangat kurang dan tidak adanya pemberitahuan bahwa Desi adalah mahasiswa tingkat akhir sehingga saya sempat heran juga 'eh ternyata sudah main nulis skirpsi aja', dsb.

Jujur aku tidak dapat fun dalam membaca buku ini. Tapi aku selalu merasa tertantang untuk bisa menyelesaikan bacaanku entah itu bagus ataupun tidak, dan membuat review untuk buku tersebut. Karakter Desi tidak kuat. Ia mudah terpengaruh, tidak konsisten, dan cenderung berpikiran dangkal dan negatif. Justru disini aku merasa karakter yang paling kuat itu De. Aku kasihan dengan Desi yang memilih bersahabat dengan Cindy yang suka mengatur, suka mempengaruhi, dan suka menjelek-jelekkan adik Desi di depan Desi sendiri. Oh.. kalau aku punya 'sahabat' seperti Cindy mungkin dia sudah mencicipi sedapnya tempelenganku di pipinya :) *main fisik* Bukan karena sifatnya yang suka mengatur itu maka dia mendapat hadiah dariku, kalau itu aku tinggal memilih untuk menjauh darinya. Tapi kalau menpengaruhi dan menjelek-jelekkan adik atau siapa pun yang menjadi keluargaku, you messed up with the wrong person :) Makanya aku sedikit kesal dengan Desi yang okay aja ketika adiknya dijelek-jelekin oleh sahabatnya sendiri.

Sebagai catatan, penulis tidak konsisten dalam hal menulis panggilan nama yang digunakan Desi untuk adiknya Anggi. Di hal177 Desi memanggil namanya adiknya Anggi dengan sebutan, 'Ang' , tapi kemudian di hal 180 Desi memanggil nama Anggi dengan 'Nnggi'.

Aku juga tidak mengerti kenapa buku ini dikategorikan 'Amore'. Menurutku lebih cocok masuk ke teenlit. Meskipun setiap karakternya secara umur boleh dikatakan sudah dewasa, tapi dari segi sikap dan perbuatan masihlah sangat kekanak-kanakan. Selain itu, jika Amore, seharusnya lebih banyak romancenya, tapi yang saya baca justru sebaliknya.

Thursday, August 16, 2012

After School Club - Orizuka


Judul : After School Club
Penulis : Orizuka
Penerbit : Bentang Belia
Tahun : 2012
Tebal : 244hal
ISBN :978-602-9397-40-6
Sinopsis : After School Club
Review :
After School Club adalah kelas tambahan usai sekolah yang seisi kelasnya adalah para murid yang memiliki nilai jelek pada ulangan harian mereka. Putra tak pernah menyangka gurunya akan menyuruhnya mengikuti kelas tambahan disana. Sejujurnya, kesekolah saja ia begitu malas, apalagi harus mengikuti kelas tambahan. Terlebih ketika pertama kali ia menginjakkan kaki ke kelas yang terletak jauh dari gedung utama sekolah itu, ia langsung mencium gelagat yang aneh. Kertas berterbangan, suasana gaduh, dan tak ada guru yang mengajar? Putra langsung mengurungkan niatnya untuk masuk. Tapi apa daya ia tak sengaja bertemu dengan gurunya dan akhirnya suka atau tidak suka, ia harus memulai petualangan barunya bersama para murid After School Club. . .



Mari berkenalan dengan para anggotanya, ada Cleo, ketua dari ASC yang memiliki kepribadian sangat unik, Mario dan Ruby, duo kembar yang suka melakukan atraksi menggelikan, Zia yang nggak bisa hidup tanpa make up, Panca yang kalau melihat wanita yang ia suka bisa sampai meneteskan air liur, dan Tiar si pasif yang jarang ngomong. Dan sekarang ada Putra yang hobi main game, anak orang kaya, dan punya hubungan kaku dengan ayah dan tante Vero yang sekarang menjadi pacar ayahnya.

Karena aku tahu ini teenlit dan berkisar seputar kehidupan remaja, maka aku hanya let if flow, tidak ada ekspektasi apa-apa, dan hanya menyelami isinya. Ketika membaca awal cerita, aku sudah disuguhkan pemandangan di mana Putra hanya hidup dengan ayahnya yang sibuk dan beberapa pengurus rumah yang ramah. Maka kesimpulan yang kudapat adalah Putra pastilah sangat kesepian. Nah ketika ia akhirnya masuk ke After School Club, bisa dibilang fase hidupnya langsung berubah 190 derajat.



Kalau beberapa buku yang kubaca bisa membuatku menangis, kesel, sedih,dll. Buku ini berhasil membuatku ketawa tak henti. Gaya dan tingkah laku para anak After School Club benar-benar konyol, ajaib dan lucu. Rasanya ingin berkenalan langsung dengan mereka, ingin bergabung dengan After School Club dan menjadi bagian dari mereka. Buku ini mengajarkanku betapa pentingnya suatu hubungan, entah itu persahabatan, hubungan anak dengan orangtuanya, hubungan guru dengan murid, maupun hubungan antar pasangan. Orizuka juga sukses membuat setiap karakter di novel ini menjadi begitu hidup dan nyata. Good job!! :)

Rating : 5/5