Showing posts with label fantasy. Show all posts
Showing posts with label fantasy. Show all posts

Sunday, January 24, 2016

Wicked (A Wicked Saga #1) - Jennifer L.Armentrout

Title : Wicked
Series : A Wicked Saga
Author : Jennifer L.Armentrout
Date of Publication : December 8th 2014
Synopsis : Wicked #1
Review : 

"We're both here. That's all that matters, and I can't promise that I'm not going anywhere, but I'm going to try damn hard not to. That is one thing I'm going to tell you to trust."

Ivy is an Order. Each member was marked with a tattoo symbolized that they belonged to the Order. The tattoo itself symbolized freedom, live without fear. Because as a matter of fact, being an Order wasn't an easy task. The job is to send all fae back to the Otherworld by stabbing irons right in the center of their chests. It actually didn't kill them. Separating their heads from their bodies ended them for real. 

Ivy lost her parents and boyfriend three years ago. Since then she lived alone with a brownie - similar to a pixie. She called it Tink, since it cooked so well for Ivy, she let it live with her. She also got a best friend, an Order as well named Val. When they were gathered for meeting, part of her was scared that she won't be able to meet people she cared anymore, including Val. Ivy is a strong girl, her past had forced her to be one. She is practically doing all things all by herself. Killing fae? Easy peasy. Killing an ancient who tried to shot her with a gun? Go run like hell! 

Later, she was teamed up with her new partner, Ren. Well, JLA is known for always creating strong characters. Mostly I like every male lead that JLA created. But Ren hasn't given me 'the spark' yet. I like Ivy's toughness better than his ;___; But he was quite charming, though. What I love from him is that he is very straight-forward about his feeling towards Ivy and all his words provided a very calming influence over her. 

"Sweetness, you can't hold your life back on a bunch of what ifs. Who the hell knows what could happen? Either one of us could walk out of this house and get struck by lightning, or both of us could live until we're ninety. Tomorrow we could die or we could come back here. We don't know."
"But we're both here right now and that's all that matters. The right now."

For I can say this is not the best book of JLA, I know she can do better. I kind of having high expectation for this book but unfortunately it was not 'that good'. The plot twist was predictable, and the love interest was not at its best. But I still enjoyed reading it, kinda hoping this book will have love triangle *grin* #still hoping, though #fingerscrossed.


Rating : 3/5



Every Last Breath (The Dark Elements #3) - Jennifer L Armentrout


Title : Every Last Breath
Author : Jennifer L.Armentrout
Publisher : Harlequin Teen
Date of Publication : July 28th 2015
Synopsis : Every Last Breath
Review :

"Don't apologize," he was quick to say. "Don't ever apologize to me. I don't regret anything that happened between us. Not a moment."

So if the last two books were telling how demons and wardens were old enemies, this time they teamed up against the public enemy no 1, The Lilin. Lilin has killed many souls, including Layla's best friend's, not only killed them, but consumed their souls so it could easily changing its face to any of the souls that he has taken cruelly. Layla couldn't just stand there and do nothing while Lilin won't stop its moves until it could free their mother, Lilith. 

On the process, Zayne almost get killed when he was 'too close' with Layla, and she won't allow it to happen again. She has loved him since she was just a kid. He was everything that she could think about when it comes to a man. But destiny has brought Roth to Layla's life. This time Layla has to choose between the love of her life Zayn or Roth, the Crown Prince of Hell that made her couldn't sleep all night.

"I don't think you understand what it means a demon falls in love, Layla. It doesn't go away. It doesn't fade, even if we want it to. We love until death. That's not just something we say. We love and we love once and it's forever. No matter what. And that's a bit twisted if you think about it, but luckily you feel the same way, so this isn't awkward. You feel me?"
There is no surprise that I'm on Roth's team. The more sarcastic he is, the more love I have for him. It's not just because he has that boyfriend material, but he is someone that will go through Hell to be with Layla, and he has proved it. So both of them are perfect for each other. Let's not mess it up :D

"I'm pissed off because I love you, Layla, and the idea of losing you fucking terrifies me!" "
And I wasn't going to chance losing you! Because I love you, you annoying, self-important and overcontrolling--"

I like pretty much all the characters except for Lilin, of course. Cayman is a very funny guy but loyal to Roth, Stacey is a strong girl and such a best friend to Layla, and Bambi, I'm going to miss Bambi so muchhhh. Later you will find out what Bambi actually is. <3

This is a trilogy finale and I am so sad this book has come to an end. It was very enjoyable and quick reading. And I found myself still awake in the middle of the night reading the book just to kill my curiosity on how the story would end. It thrills me, intrigues me and freaks the hell outta me ;__;
I couldn't say i'm a fan of the cover but who cares? I love this book enough that even bad cover won't matter. I'm quite surprised when I read reviews on Goodreads and many reviewers were disappointed by its story. Pros and cons are inevitable, of course. But JLA is my forever favorite author, and whatever she writes has always turned out very good to me. Je vous aime, Jen!

"It's him. It's always been him."




Saturday, February 1, 2014

Snow White and The Huntsman - Lily Blake + Secret Santa



Judul : Snow White and The Huntsman
Penulis : Lily Blake, Penerjemah : Dina Begum
Penerbit : Noura Books
Tahun : 2012
Tebal : 247hal
Sinopsis : Snow White and The Huntsman via goodreads
Review :

Cerita ini tentang Snow White. Tak banyak yang diceritakan ketika ia masih kecil kecuali ayahnya yang menikah dengan seorang wanita muda bernama Ravenna yang ia temukan sebagai sandera dalam suatu peperangan. Ravenna begitu cantik dan terlihat sangat keibuan sehingga Raja meminangnya untuk menjadi istri sekaligus ibu bagi Snow White.

Namun di hari pernikahan mereka, Ravenna malah membunuh sang Raja dan mengambil ahli kerajaan. Alih - alih dibunuh, Ravena memenjarakan Snow White demi kepentingannya sendiri. Kalau dari segi pandanganku, sebenarnya lebih asyik menelusuri karakter Ravenna daripada Snow White. 

Sebenarnya kalau Ravenna tidak tamak, dia tentu sudah bisa bahagia bersama sang Raja. Toh Raja tulus mencintainya. Tapi ya pada dasarnya manusia, selalu merasa tidak cukup, dan tidak puas akan hal yang mereka miliki, maka Ravenna pun tak pernah merasa puas dengan kecantikannya. Ia tak mau menjadi tua, tak ingin merasakan yang namanya memiliki keriput dan rambut yang memutih. Kejahatan Ravenna tak berhenti meskipun ia telah menguasai kerajaan sang Raja. Untuk menjadi tetap cantik dan muda, ia harus menyerap jiwa muda para gadis di desa. Namun, dari setiap sihir yang digunakan akan selalu ada harga yang harus ia bayar. 

“Sihir menuntut imbalan besar.” “Dan imbalannya semakin besar saja.”

Cerita ini bukan hanya sekedar tentang Ratu Ravenna yang jahat dan Snow White yang malang. Ada beberapa peran pendukung seperti Finn, adik Ravenna, para kurcaci yang siap membela Snow White, juga Pemburu bernama Eric yang tidak bersemangat semenjak istrinya terbunuh, dan pangeran William, teman masa kecil Snow White. Cerita ini lebih  mengarah kepada petualangan Snow White dalam mengubah nasibnya beserta klannya. 

Secara keseluruhan ceritanya ringan dan mudah dimengerti. Akan tetapi ada beberapa hal yang bagiku pribadi terasa janggal. Misalnya ketika Snow White yang dikurung selama sepuluh tahun keluar dari penjara, kok perasaannya biasa - biasa saja ya? Biasanya ketika orang terkurung lama di penjara, setelah keluar tentu banyak hal yang berubah dan orang tersebut biasanya mencoba memahami perubahan - perubahan tersebut dan itu tidak terjadi pada cerita Snow White ini. Selain itu, ceritanya diakhiri tanpa banyak arti, ibarat masakan yang dimasak tanpa dibubui bumbu penyedap.

Well, setelah membaca dan menonton filmnya, seingat saya tidak ada banyak perubahan yang terjadi.  Kali ini, buku dan filmnya bisa dikatakan sama - sama menarik. Hanya saja masih terpikir olehku kenapa harus Kristen Stewart yang memerankan karakter Snow White ya? #abaikan

Untuk Secret Santa yang sudah menunggu beberapa hari ini untuk posting review saya, saya ucapkan beribu - ribu maaf karena harus membuatmu menunggu. Seharusnya saya membaca buku lebih awal dari hari yang sudah dijadwalkan. Karena secara tak terduga, tanggal 30 saya masih harus kerja full-time, pulangnya langsung merayakan 30meh bersama keluarga dan tanggal 31 pagi sudah harus ke gereja dan mengunjungi keluarga saudara - saudara yang ada di Medan setelahnya. Mohon maaf ya Santaku yang baik hati.

Sebelumnya Santaku lupa menyelipkan riddle pada paket buku yang ia kirim. Saya sempat heran sejenak, apa yang harus saya tebak ya? Selang beberapa waktu, lewat pm di twitter, mbak Mia menyampaikan riddle dari Santa yaitu : love me or lose me, all in or nothing. 

Untuk siapa Santaku yang sebenarnya, aku menebak beliau adalah Sandra Cattelya (blog : http://pagebypage-sc.blogspot.com/) Kenapa? Tidak ada alasan sebenarnya (dan masih belum nemu sampai saat ini), hanya pure menebak. Dan tak jarang tebakan saya selalu meleset. Benar - benar nggak keren saya ini -.- #kemudiankenaketoksanta

Santaku, siapa pun engkau, tunjukkanlah dirimu yang sebenarnya :) 

Monday, March 4, 2013

Harry Potter Dan Kamar Rahasia


Judul : Harry Potter Dan Kamar Rahasia
Judul Asli : Harry Potter and The Chamber of Secret
Penulis : J.K.Rowling
Series : Harry Potter #2
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2000
Tebal : 432hal
ISBN : 979-655-852-1
Sinopsis :
HARRY POTTER sudah tidak tahan lagi melewati liburan musim panas bersama keluarga Dursley yang menyebalkan, dan dia ingin sekali bisa segera kembali ke Sekolah Sihir Hogwarts. Tetapi tiba-tiba muncul makhluk aneh bernama Dobby, yang melarangnya kembali ke sana. Malapetaka akan menimpa Harry kalau dia berani kembali ke Hogwarts. Dan malapetaka betul-betul terjadi. Karena pada tahun keduanya di Hogwarts muncul siksaan dan penderitaan baru, dalam wujud guru baru sok bernama Gilderoy Lockhart, hantu bernama Myrtle Merana yang menghantui toilet anak perempuan, dan perhatian tak diinginkan dari adik Ron Weasley Ginny. Tetapi semua itu cuma gangguan kecil dibandingkan dengan bencana besar yang kemudian melanda sekolah: Ada yang mengubah murid-murid Hogwarts menjadi batu. Mungkinkah pelakunya Draco Malfoy yang jahat, pesaing utama Harry? Mungkinkah dia Hagrid, yang riwayat masa lalunya akhirnya terbongkat? Atau, mungkinkah pelakunya anak yang paling dicurigai semua orang di Hogwarts... yakni Harry Potter sendiri???

Review :

Harry Potter dan Kamar Rahasia memunculkan karakter baru seperti Professor Lockhart, Dobby, Ginny, adik Ron yang diceritakan sekilas di buku pertama dan yang paling utama Tom Riddle a.k.a Lord Voldemort. Seperti biasa, Harry Potter serta Ron dan Hermione adalah murid Griffindor yang berani dan tak jarang melanggar peraturan demi mencari tahu dan membela kebenaran. Kali ini ada sebuah misteri dimana secara mengejutkan Kamar Rahasia yang tak pernah diketahui letaknya telah dibuka oleh seseorang. Bukan hanya itu, Kamar Rahasia tersebut hanyalah bisa dibuka oleh pewaris Slytherin. Harry serta kedua sahabatnya mencurigai Draco Malfoy sebagai pewaris Slytherin tapi semua orang malah mencurigai Harry Potter karena diam-diam Harry memiliki kemampuan berbicara parseltongue (bahasa ular), bakat mengerikan yang hanya bisa dimiliki oleh pewaris Slytherin. 

Siapa saja yang membaca buku Harry Potter dan Kamar Rahasia ini akan tahu bahwa Professor Lockhart adalah seorang pembual. Dia salah satu karakter yang paling tidak kusukai. Bergaya narsis, merasa dirinya paling hebat, dll padahal dia tidak memiliki satu kehebatan pun yang bisa dipamerkannya kecuali cerita-cerita dari kumpulan bukunya yang hanyalah bualan belaka. Ron dan Harry menyadari bahwa Professor Lockhart sama sekali tidak bisa sihir tapi Hermione yang sering dielu-elukan oleh para guru karena kepintarannya seakan tersihir oleh cerita-cerita Lockhart dan selalu membelanya di depan Harry dan Ron dalam setiap kesempatan.

Buku ke-2 ini cukup seru seperti buku sebelumnya. Banyak misteri yang mengundang tanda tanya dan banyak pula cerita yang cukup mengejutkan. Harry sendiri untuk dapat kembali ke Hogwarts setelah selesai liburan adalah cukup sulit. Dobby, bermaksud menahan Harry di dunia muggle untuk selamanya karena menurut Dobby, si peri rumah, Harry Potter akan berada dalam bahaya jika ia kembali ke Hogwarts. Namun, misi penyelamatan Dobby terhadap Harry Potter justru membawa kemalangan tersendiri buat Harry. Singkat kata, you are not so helping, Dobby.

Overall, membaca ulang buku ini seperti mengulang masa lalu yang indah. I will always love the super intense yet exciting adventure of those trio, Harry - Ron - Hermione.

Rating : 4/5

Monday, January 28, 2013

Harry Potter And The Sorcerer's Stone (Harry Potter Dan Batu Bertuah) - J.K.Rowling


Judul : Harry Potter And The Sorcerer's Stone (Harry Potter Dan Batu Bertuah)
Seri : Harry Potter 1-7
Penulis : J.K.Rowling
Alih Bahasa : Listiana Srisanti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2000
Tebal : 384hal
Sinopsis :
HARRY POTTER belum pernah jadi bintang tim Quidditch, mencetak angka sambil terbang tinggi naik sapu. Dia tak tahu mantra sama sekali, belum pernah membantu menetaskan naga ataupun memakai Jubah Gaib yang bisa membuatnya tidak kelihatan. Selama ini dia hidup menderita bersama paman dan bibinya, serta Dudley, anak mereka yang gendut dan manja. Kamar Harry adalah lemari sempit di bawah tangga loteng, dan selama sebelas tahun, belum pernah sekali pun dia merayakan ulang tahun. Tetapi semua itu berubah dengan datangnya surat misterius yang dibawa oleh burung hantu. Surat yang mengundangnya datang ke tempat luar biasa, tempat yang tak terlupakan bagi Harry--dan siapa saja yang membaca kisahnya. Karena di tempat itu dia tak hanya menemukan teman, olahraga udara, dan sihir dalam segala hal, dari pelajaran sampai makanan, melainkan juga takdirnya untuk menjadi penyihir besar... kalau Harry berhasil selamat berhadapan dengan musuh bebuyutannya.

Review :

Buku ini pertama kali kubaca sekitar tahun 2005 atau 2006, tapi baru diberi rating tahun 2009, saat aku pertama kali bergabung dengan Goodreads. Aku sadar bahwa walaupun aku sudah membaca seluruh buku Harry Potter, namun aku belum pernah menulis review satupun tentang buku-buku ini. Maka ketika mbak Melisa Mariani (@melmarian) mengadakan event reading challenge Harry Potter, aku tak ragu untuk mengikuti challenge ini, hitung-hitung baca ulang dan sekalian membuat review Harry Potter untuk pertama kalinya.

Well, siapa sih yang nggak kenal Harry Potter? Harry Potter bukan cuma terkenal di kalangan para penyihir saja tapi juga dikenal oleh masyarakat berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa di seluruh dunia. Aku sendiri sudah jatuh cinta pada seri Harry Potter sejak aku masih duduk dibangku Sekolah Dasar. Kira-kira itu sekitar sepuluh atau sebelas tahun yang lalu. Saat itu aku belum membeli maupun membaca bukunya. Tapi aku sudah menonton film pertamanya yang saat itu masih dalam bentuk VCD. Kedua kakakku pulang dari berlibur dengan membawa oleh-oleh vcd Harry Potter and The Sorcerer's Stone yang langsung menjadi tontonan wajibku setiap minggu. Sejak pertama kali menonton film fantasy yang berbau magic ini, aku jadi suka berimaginasi. Karena jelas segala sesuatu yang ada di dalam buku ini tidak terjadi di kehidupan nyata, seperti sapu terbang, troll, foto yang bisa bergerak, anjing berkepala tiga,dll.

Diumurku yang masih kecil, aku sama sekali tidak tahu bahwa Harry Potter adalah film yang diangkat/diadopsi dari sebuah novel terkenal karya J.K.Rowling. Meskipun begitu, sewaktu aku menanjak bangku SMP, film kedua, dst pun kembali diluncurkan dan film-film Harry Potter selalu menjadi tontonan wajib buatku. Barulah saat aku memakai rok abu-abu, untuk pertama kalinya aku membeli buku Harry Potter. Masih teringat jelas dibenakku pada saat itu aku membeli buku 1-3 sekaligus. Satu minggu belum usai tapi aku sudah kembali ke toko buku dan membeli buku ke-4 kan ke-5. Barulah beberapa minggu kemudian aku kembali membeli kedua buku terakhir dari seri Harry Potter ini.

Lucunya adalah ketika aku SMA kelas 1, aku ditawarkan untuk menjual koleksi novel-novelku, aku yang pada saat itu belum sampai pada tahap tergila-gila pada buku dan masih adalah remaja labil, pun menjual sebagian besar dari koleksi novelku. Buku-buku lain pun kujual, tapi novel Harry Potter tetap bertahan dan tersimpan baik dilemari bukuku hingga saat ini. Mengapa? Karena novel-novel tersebut sudah menjadi bagian dari masa kecilku. Ceritanya sudah tersimpan didalam memoriku sebelum aku tahu apa itu yang namanya pacaran. Jadi Harry Potter memiliki tempat special dihatiku.

Seri ini bermula ketika Harry yang hidup bersama keluarga pamannya Vernon di dunia Muggle (dunia manusia yang tak bisa&tak kenal sihir) mendapat surat dari Albus Dumbledore yang mengabarkan bahwa ia akan bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Sejak saat itu, hidup Harry yang suram mendadak berubah. Dia tahu ada yang aneh pada dirinya, tapi tak sekalipun terlintas dibenaknya bahwa dia adalah anak dari kedua penyihir hebat. 

Segera setelah dia bersekolah di Hogwarts, Harry memulai petualangannya bersama Ron dan Hermione. Harry mulai belajar terbang mengendari sapu, bermain Quidditch, ramuan-ramuan aneh,dll. Harry juga segera tahu bahwa Professor Snape tidaklah seramah para professor lainnya. Kelihatannya malah Professor Snape membencinya. 

Kalau mengingat peribahasa "Don't judge a book by its cover", sebetulnya sejak jaman Harry Potter, istilah itu sudah berlaku. Bahkan Harry sendiri pun melakukannya. Ingat nggak ketika Harry tidak menyukai Snape karena Snape yang melihat Harry seolah-olah dia kuman berjalan? Bahkan ketika Hagrid, Professor Dumbledore, hingga Quirrell mengatakan bahwa Snape melindungi Harry dan bukan sebaliknya, Harry memilih untuk tidak percaya dan masih membenci Snape. See?

Kehidupan Harry di Hogwarts tidaklah sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa kali nilai Griffindor dikurangi karena kesalahannya. Tapi seperti lambang Griffindor yang berarti berani, Harry pun dengan berani memperjuangkan sesuatu yang menurutnya benar walaupun ditentang oleh banyak pihak.

Aku suka segalanya dalam buku ini. Guru favoritku Professor McGonagall, karakter favoritku Ron (ya, kamu nggak salah baca, memang Ron favoritku), Permainan sihir : Quidditch, karakter pembantu : Neville. Aku ingat dalam pertanyaan buku apa yang membahas tentang bullying di giveaway pertama blogku, ada yang menjawab buku Harry Potter, dimana ketika Snape kecil dibully oleh ayah Harry, James Potter. Ketika membaca ulang buku ini, aku sadar bahwa bullying bukan hanya terjadi pada saat itu, dan bukan hanya Snape kecil yang dibully. Sesungguhnya banyak saat dimana Neville juga menjadi korban bullying yang dilakukan oleh Malfoy dan teman-temannya.

Overall, Harry Potter adalah salah satu series yang nggak akan lekang oleh waktu, yang akan kuwariskan kelak pada anak-anakku, dan menjadi bagian dari semua para pecinta fantasi dan magic. Buku pertama ini adalah awal dari seri Harry Potter, buku yang memulai petualangan Harry bersama Ron dan Hermione dalam mencari jati diri sekaligus mengalahkan kekuatan iblis Voldemort. 

- Petualangan, Magic, Fantasi - 

Rating : 4/5